Teman Ranjang Billionaire

Teman Ranjang Billionaire
Memanjat di pantai


Vani terdiam pikirannya berjalan kemana-mana sedangkan Nick tersenyum melihat Vani.


"Kalian wanita yang dari keluarga sederhana lebih bisa menjaga diri daripada wanita dari kalangan atas, kenapa begitu?" tanya Nick yang memandang nanar hamparan samudra.


Entah dari mana Nick mendapat asumsi seperti itu. Melihat Arini dan Vani seorang gadis gadis yang di bilang dari kelaurga sederhana namun mereka masih melindungi harga diri yang tidak mengobral nya pada lelaki.


"Hanya itu pak yang kami punya, kami tidak terlahir bergelimang harta seperti kalian, jika kami bersikap murahan bagaimana dengan suami-suami kami nanti, jika mereka tau kalau kami tidak punya harga diri pasti mereka akan mengembalikan kami pada orang tua kami lagi dan itu akan menjadi aib," jawab Vani.


"Berbeda dengan kalian yang banyak uang, meski tak punya harga diri setidaknya kalian masih punya uang untuk membeli harga diri tersebut," imbuh Vani


Nick tercengang dengan jawaban Vani, dia tak menyangka begitulah pandangan Vani pada kalangan atas, yang padahal tidak semua menggunakan uang untuk membeli harga diri.


"Tidak semua begitu Van," sahut Nick


"Kebanyakan pak," timpal Vani


Nick tersenyum begitu pula Vani, mereka berdua kini menatap hamparan luas Samudra Hindia yang seakan tidak memiliki tepi.


Karena prosesi pemotretan Prewed sudah di mulai Nick dan Vani mengakhiri obrolan mereka dan menuju tempat dimana Sean dan Arini dipotret.


Gaya-gaya Sean dan Arini natural sekali, ada beberapa adegan ciuman yang ujungnya membuat Arini cemberut.


Dasar memang Arini dan Sean, meski dalam prewed masih saja terlihat seperti tom and jerry.


Beberapa jepretan ada yang menangkap gambar mereka saling menginjak kaki, saling cubit dan lain lain. Fotografer hanya bisa geleng-geleng dengan sikap pimpinan Bryan Grup tersebut.


Setelah proses pemotretan selesai mereka berdua kembali ke resort, rencananya besok akan dilakukan prewed lagi di pantai.


Awalnya mereka akan melakukan prewed di pantai yang tak jauh dari lokasi pemotretan pertama namun Sean berubah pikiran. Dia meminta Nick untuk membooking pantai khusus untuk dirinya dan Arini.


"Kenapa harus membooking pantai pak?" tanya Nick


"Karena aku ingin menikmati pantai hanya berdua dengan Arini," jawab Sean dengan tersenyum licik.


"Jangan bilang anda mau mengapresiasikan imajinasi liar anda pak," sahut Nick


"Kamu tau saja Nick, kan pasti menyenangkan Nick bercinta di pantai dengan di selingi suara ombak," timpal Sean dengan terkekeh.


Nick mengangkat dua jempolnya yang ditujukan pada Sean


"Aku mendukungmu pak, bagaimana kalau aku juga ikutan pak," kata Nick dengan terkekeh


"Dasar, memangnya kamu sudah mengungkapkan perasaanmu pada Vani?" sahut Sean


"Belum pak, tapi saya sudah mengirimkan sinyal-sinyal dan sepertinya Vani tidak menyadarinya. Ternyata butuh perjuangan keras untuk mendapatkan wanita sederhana," ungkap Nick dengan lesu.


Sean hanya tertawa, dia mengejek Nick dengan kata-kata yang membuat Nick semakin kesal sehingga Nick pun membalas Sean.


"Nggak usah begitu, apa anda tidak ingat perjuangan mendapatkan hati nona Arini, sampai harus menurunkan harga diri anda," sahut Nick yang membuat Sean marah.


"Mana ada, Arini lah yang tergila-gila padaku, karisma ku dapat membuat Arini luluh lantah kepadaku bahkan dia bertekuk lutut meminta cintaku," ujar Sean dengan bangga.


Tak jauh dari Nick dan Sean berada ada Arini dan Vani yang baru datang sedikit banyak dia mendengar apa yang dikatakan Sean.


Nick yang tau kalau ada Arini, malah bertanya macam-macam pada Sean.


"Bukankah rencana anda dulu gagal total pak, anda lah yang mengejar ngejar nona Arini," ucap Nick sambil menahan tawa


"Asal kamu tau Nick, tiap malam dialah yang memeluk aku, bahkan dia juga yang selalu meminta aku untuk melayaninya," sahut Sean


Arini yang tak jauh dari mereka mulai mengepalkan tangannya, bisa-bisanya Sean memfitnah dirinya dengan keji dan kejam.


Arini berjalan mendekat, dan Nick tertawa sehingga membuat Sean mengomel


"Asisten aneh, tertawa sendiri gak jelas" ucap Sean


"Jadi aku ya yang selalu minta jatah dan memelukmu?" tanya Arini dengan kesal


Nick tertawa, "Maaf pak saya tinggal dulu karena ada urusan dengan Vani," sela Nick lalu menggandeng Vani dan pergi.


"Brengsek kamu Nick kenapa nggak bilang kalau ada kuntilanak di belakangku?" gumam Sean


Arini yang mendengarnya semakin marah, "Awas jangan harap tu rudal masuk sarangnya," ancam Arini


"Sayang, aku hanya bercanda. Tadi Nick yang mancing-mancing aku sayang jadi aku jawab asal." Sean membela diri.


Arini menatap Sean dengan kesal lalu pergi, Sean mengejar dan merayu-rayu Arini supaya dimaafkan karena jika tidak bisa-bisa gagal mengapresiasikan imajinasi liarnya di pantai.


Di sisi lain, Putri sudah bersiap ke kampus. Sebelum ke kampus dia meminta ijin pada Daffa.


"Saya minta ijin ya pak," pamit Putri


"Iya Put, oh ya ini sedikit uang saku buat kamu." Daffa menyodorkan amplop putih untuk Putri.


Putri menolak uang pemberian dari Daffa sehingga Daffa harus mengancam Putri supaya mau menerima uang darinya.


"Baiklah pak, tapi ini hutang ya pak. Saya akan mengembalikannya," kata Putri


"Iya," sahut Daffa dengan tersenyum.


Mata Daffa menatap Putri keluar dari ruangannya, "Aku yakin kamu bisa sukses Put," gumam Daffa lalu kembali berkutat dengan pekerjaananya.


*******


Sean dan Arini sudah bersiap untuk pemotretan yang kedua, dia dan Sean berpose bermain-main pasir dan banyak lagi gaya yang unik dari mereka.


Setelahnya Sean dan Arini bersantai sejenak dengan minum kelapa muda.


"Katanya kelapa muda bagus untuk ibu hamil, jadi kamu tiap hari harus banyak-banyak meminumnya," pesan Sean


"Sudah, tapi aku minum yang dijual di mini market," sahut Arini


"Jangan, kalau yang dalam kemasan banyak bahan pengawetnya," timpal Sean


"Mulai besok aku akan menyetok kelapa muda yang banyak," kata Sean


Arini mengangkat jempol tangannya, Sean yang sudah tidak sabar ingin memanjat Arini memerintahkan Nick supaya tidak masuk dalam kawasan pantai karena dia akan mengapresiasikan imajinasi liarnya.


"Jangan sampai mengintip apalagi masuk," kata Sean


"Iya pak," sahut Nick. "Lagipula saya juga tidak berminat melihat anda main panjat panjatan, lebih baik saya berduaan dengan Vani daripada menodai mata saya," batin Nick dengan terkekeh.


Sean yang curiga melirik Nick yang sedang terkekeh


"Apa yang ada dalam pikiran kamu, jangan bilang kalau kamu akan mengabadikan video ku nanti," terka Sean


"Astaga pak, lagipula Video anda untuk apa coba, dijual juga nggak laku, diapload juga nggak akan ada yang lihat," ejek Nick


Sean melemparkan tatapan mautnya pada Nick,


"Potong gaji bulan depan," ancam Sean


Nick menghela nafas, susah memang berhadapan dengan Sean yang semena-mena.


Sean pun mengajak Arini untuk main panjat panjatan di tepi pantai. Awalnya Arini menolak namun Sean menggunakan jurus puppy eyes nya supaya Arini mengikuti kemauannya.


"Akan asik sayang, nanti suara gaib kita diselingi suara ombak," kata Sean


"Asik gundul mu," sahut Arini kesal.