Teman Ranjang Billionaire

Teman Ranjang Billionaire
Jujur apa bohong


Vani berkali-kali melihat jam dan juga jendela, dia sungguh khawatir dengan Nick.


Pikiran negatif sudah menyeruak masuk dalam kepala Vani hingga matanya tak terasa meneteskan bulir-bulir air bening.


"Jangan buat aku takut mas," gumam nya dengan pikiran yang tak karu-karuan.


Hingga pukul dua belas Nick masih belum pulang, Vani semakin takut dan juga kesal sedangkan di sisi lain Nick menunggui Keira tidur. Tidak mungkin dia pergi meninggalkan Keira seorang diri di rumah sakit apalagi saat ini keadaan anaknya sangat ketakutan.


Sempat berfikir untuk dibawa pulang ke rumahnya namun Nick mengurungkannya karena Nick juga belum bilang pada Vani maupun keluarganya, dia takut kalau membawa pulang Keira Vani tidak menerimanya.


"Maafkan papa sayang," kata Nick dengan menciumi pipi anaknya.


Matanya terlihat basah membayangkan hari-hari Keira dulu tanpa kehadiran seorang ayah begitu pula Kinan sendirian menanggung beban seorang diri.


"Kenapa kamu bisa menanggung ini sendirian Kinan, maafkan aku yang tidak berusaha lebih keras mencari mu." Nick bermonolog dengan dirinya sendiri, sedikit sesal melihat nasib mantan wanita nya dan juga anaknya.


Nick menyewa ruang rawat inap untuk tidur Keira dan juga dirinya, rencana besok pagi dia mengantarkan pulang keira dan menitipkannya pada Sasa setelah itu baru dia pulang.


Karena mata dan fisiknya lelah Nick pun memejamkan matanya, dia tidur dengan memeluk anaknya.


Sekian tahun merindukan papanya, inilah malam pertama bagi Keira tidur dengan Nick.


Pagi sekali Keira telah terbangun dia melihat sekelilingnya, nampak Nick tidur dengan memeluk dirinya.


Senyum manis merekah dari bibir bocah mungil ini dia sangat bahagia karena telah bertemu dengan papanya.


Keira menciumi wajah papanya hingga Nick terbangun karena pergerakannya.


"Eh anak papa sudah bangun?" tanya Nick dengan senyum manisnya


"Iya pa, ayok pa jenguk mama," ajak Keira.


Pagi ini setelah membersihkan diri dan juga sarapan, Nick dan Keira melihat keadaan Kinan.


Ternyata Sasa sudah datang untuk menjenguk Kinan.


"Pagi Keira," sapa Sasa.


"Pagi Tante," Sapa balik Keira.


Nick masuk sendiri untuk melihat Kinan karena memang untuk menjenguk pasien di ruangan ICU diperbolehkan satu pengunjung saja kalau pun lebih harus bergantian.


Keadaan Kinan masih sama, dia masih setia dengan tidurnya.


"Hey ratu tidur, sampe kapan kamu akan tidur. Sekian lama tidak bertemu saat sudah bertemu kamu malah asik tidur, bangunlah Keira menunggumu," kata Nick dengan mata basah.


Tak tega dirinya melihat keadaan Kinan, bagaimanapun Kinan pernah ada di hatinya.


Puas mengobrol sendiri Nick kini keluar, dia meminta Sasa untuk menjaga Keira.


"Aku titip Keira Sa, aku akan menggaji kamu dengan gaji yang pantas," kata Nick


"Seperti siapa saja pak Nick, Kinan adalah temanku Keira sudah aku anggap seperti keponakanku," sahut Sasa.


Nick sedikit lega sekarang, puas saling peluk dan cium dengan anaknya, Nick bergegas ke rumah Kinan dan mengambil tas nya yang tertinggal.


Sebelum pulang dia mengecek ponselnya dan ada banyak sekali panggilan tak terjawab dan pesan dari Vani.


Nick bergegas pulang, beberapa saat kemudian Nick sampai di rumah, keluarganya ikut cemas karena Nick semalam tidak pulang.


Seusai mengobrol sebentar dengan keluarganya Nick menuju kamarnya, saat membuka kamar dia melihat Vani termenung dia tepi ranjang mereka dengan melihati ponselnya.


"Sayang," panggil Nick


Melihat Nick datang Vani segera mendekat dan langsung saja memeluk suaminya tersebut.


Tangisnya kini pecah, dia lega karena Nick baik-baik saja.


Setelah puas memeluk suaminya Vani mencubit perut Nick, selain khawatir dia juga kesal karena keadaan baik-baik saja tapi kenapa tidak memberi kabar, semalaman Vani menunggu dirinya yang tak kunjung pulang.


"Sakit sayang," pekik Nick kesakitan


"Salah sendiri kenapa nggak kasih kabar kalau nggak pulang," sahut Vani


Nick mencium bibir Vani supaya istrinya berhenti mencubit perutnya, tak selang berapa lama mereka menyudahi aksi panas mereka.


"Kamu menginginkannya ya?" goda Nick


"Nggak juga, cuma nawarin aja," sahut Vani.


"Nanti malam ya sayang, aku sungguh lelah," timpal Nick.


Vani sempat berpikiran negatif, nggak biasanya Nick menolak namun Vani segera menepis pikiran negatif tersebut.


Nick membersihkan dirinya lagi, walau tadi di rumah sakit dia telah mandi.


Setelah siap dengan baju kantornya Nick duduk di samping Vani yang asik bermain ponselnya.


"Sayang," panggil Nick


"Iya mas," sahut Vani


"Aku....," Nick menggantungkan kata-katanya, dia masih bingung ngomong sekarang atau nanti.


"Aku apa mas?" tanya Vani penasaran


"Aku cinta kamu," jawab Nick dengan terkekeh, Nick memplesetkan kata-katanya.


Meraka berdua lalu keluar untuk sarapan, tadi pagi Vani lah yang memasak, ikut mertua jadi harus rajin.


Kini Nick sudah sampai di depan, Vani membantu membawakan tas Nick,


"Oh ya sayang, mungkin nanti malam aku pulang telat lagi, nggak papa kan?" tanya Nick dengan raut wajah tak enak


"Nggak papa asal urusan kerjaan, awas saja kalau macem-macem, ilang tu rudal," ancam Vani yang membuat Nick menelan salivanya membayangkan rudalnya hilang dari muka bumi.


"Astaga, galak sekali istriku ini," goda Nick.


"Sudah sana berangkat kalau telat kamu dimarahin pak Sean," ucap Vani lalu mencium punggung tangan suaminya.


***********


"Ini jam berapa kenapa telat," kata Sean memarahi Nick


"Maafkan saya pak," timpal Nick


"Ya sudah sana, jangan mentang-mentang ada Brian kamu seenaknya," kata Sean.


"Baiklah pak," sahut Nick lalu pamit ke ruangannya.


Sore hari datang dengan cepat, Sean memerintahkan Nick untuk mengantarnya pulang.


Sepanjang perjalanan Nick nampak risau, dia mengemudikan mobilnya dengan sedikit kencang.


Hingga tak sampai satu jam Nick dan Sean sudah sampai.


Setelah Sean turun Nick langsung saja memutar mobilnya dan pergi.


Sean pun curiga ada apa dengan Nick namun dia tidak begitu memikirkannya.


Mobil Nick sudah sampai di rumah sakit, dia segera melihat keadaan Kinan, syukur Alhamdulillah Kinan sudah siuman, Kinan meminta Nick untuk membujuk dokter supaya memindahkannya di ruang perawatan karena dia sudah tidak apa-apa, akhirnya dokter pun memperbolehkan asal tetap dalam pengawasan dokter.


Kini mereka bercanda di ruang perawatan yang disewa Nick kemarin, nampak Keira sangat senang karena dia ditemani papa dan mamanya.


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh Nick pamit pada Kinan untuk pulang,


"Aku pulang dulu ya Kinan kasian istriku menunggu di rumah," kata Nick


"Iya mas, sebaiknya mas Nick bilang pada istrinya mas Nick supaya dia tidak mengkhawatirkan mas Nick," ujar Kinan.


"Iya Kinan tenanglah," sahut Nick dengan tersenyum.


Nick juga bingung, jujur apa bohong pada Vani.


Sebelum pulang tak lupa Nick mencium Keira yang tertidur pulas, sambil memeluk mamanya.


Di rumah Vani nampak galau pasalnya tadi saat dia chatting dengan Arini, Arini bilang padanya kalau Sean dan Nick sudah pulang dari sore tadi.


"Apa yang kamu sembunyikan dariku mas,"