
Hari yang ditunggu Daffa dan Putri telah tiba, seusai kepulangan teman-temannya Daffa mengajak Putri ke Villanya terletak di daerah yang berhawa dingin.
"Apa kita akan berbulan madu mas?" tanya Putri.
"Iya," jawab Daffa dengan tersenyum.
Tangannya tidak lepas dari tangan Putri bahkan sesekali Daffa mencium tangan istrinya tersebut.
"Mas akhirnya kita menikah juga ya," kata Putri
"Iya, aku sungguh bahagia sekali," sahut Daffa.
Meraka berdua menikmati perjalanan mereka dengan menyanyikan lagu-lagu romantis.
Sekitar tiga jam kemudian mereka sudah sampai di Vila Daffa,
"Villanya jauh dari pemukiman ya mas, apa malam nanti kamu berani?" tanya Putri menyepelekan Daffa.
"Beranilah kan ada kamu," jawab Daffa, "udah ah nggak usah ngomongin hantu," kata Daffa kemudian.
Daffa dan Putri masuk ke dalam, tenyata di dalam ada beberapa pelayan Daffa.
"Selamat datang Tuan dan Nyonya, semua sudah kami siapkan," kata pelayan Daffa
"Terima kasih," sahut Putri dan Daffa barengan sambil tersenyum.
Daffa dan Putri menuju kamar mereka yang sudah dihias, saat mereka membuka pintu terlihat kamar mereka sangat indah dan juga wangi.
"Indah sekali mas kamar kita," kata Putri takjub.
"Aku menyuruh mereka untuk menyiapkan semua ini sayang," sahut Daffa.
Mereka segera masuk, tidak seperti teman-temannya Daffa ingin melakukan hari pertama mereka dengan santai, dia mengambil pakaian yang diberikan oleh Sean padanya yaitu sebuah lingerie seksi.
"Pakailah sayang," pinta Daffa
Putri terbelangak melihat baju yang diberikan Daffa, bagaimana bisa Daffa menyuruhnya memakai baju kurang bahan tersebut.
"Bagaimana jika aku langsung tel anjang mas," tawar Putri karena dia malu memakai pakaian seperti itu.
"Ayolah sayang." Daffa memohon pada Putri.
Melihat Puppy eyes Daffa membuat Putri mau nggak mau mengikuti keinginan suaminya tersebut.
Putri mengambil baju tersebut lalu masuk kamar mandi.
Beberapa saat kemudian, Putri keluar dengan lingerie yang sudah menempel di tubuhnya.
Melihat istrinya memakai baju namun tel anjang tersebut membuat rudal bawahannya menegang seperti kesetrum dengan daya 2200 volt.
Daffa mendekati istrinya yang sibuk menutupi bagian tubuhnya yang terlihat.
"Sudah jangan ditutupi, lagian sebentar lagi juga aku buka," kata Daffa sambil menjatuhkan tangan Putri yang menutupi dua buah dadanya yang membentuk Piramida Mesir.
"Malu mas," ucap Putri gugup.
Nampak dari wajahnya dia gugup sekali, bahkan bibirnya sudah mulai mengering.
Melihat Putri yang nervous Daffa malah menggoda istrinya, dia kini melepas pakaian atasnya hingga otot Bisep dan Trisep miliknya terlihat sempurna.
Daffa menaikkan wajah Putri yang menunduk, meski sudah pernah di DP namun Putri masih saja malu dan gugup.
Tanpa aba-aba Daffa ******* habis bibir istrinya, dia juga menjelajah dalam mulut Putri. Tanpa melepas pautannya Daffa membawa Putri ke tempat tidur.
"Are you ready?" tanya Daffa sesaat dia melepas pautannya.
Putri mengangguk meski dia sangat gugup.
Daffa menikmati apa yang bisa dinikmati, semua tak lepas dari bibirnya, sebelum menikah dia sempat melihat film panas terlebih dahulu untuk mempraktekkannya pada Putri.
Puas memainkan benda kenyal istrinya dia menciumi perut Putri sehingga Putri menggeliat kegelian karena perutnya bergesekan dengan brewok Daffa yang belum dicukur.
Kini bibir Daffa bermain di area sensitif Putri, lidahnya bermain di sana membuat Putri merasakan kenikmatan yang luar biasa.
Insting mereka kini bermain, meski ini yang pertama namun mereka sangat ahli.
Tangan Putri menenggelamkan wajah Daffa, dia ingin Lidah Daffa masuk lebih dalam dan tentu ini membuat Daffa tidak bisa bernafas.
"Sayang apa kamu ingin membunuhku di hari pertama kita?" tanya Daffa
"Habisnya nikmat banget mas," jawab Putri.
Daffa semakin gila hingga Putri menggeliat seperti ulat yang kepanasan.
Tiba-tiba tubuhnya menegang, dan kini Daffa lanjut dengan rudalnya.
Putri menarik sprei saat rudal Daffa mencoba masuk ke dalam liang senggamanya.
'Mas sakit," pekik Putri.
"Sabar sayang, bentar lagi masuk semua kok. Ini goa kamu sempit sekali dan menggigit malah membuat aku ingin pipis," sahut Daffa.
Meski baru separoh namun rasanya membuat Daffa terbuai, dengan sedikit hentakan akhirnya masuk semua, lubang kecil dimasuki rudal dengan ukuran jumbo tentu membuat Putri kesakitan.
Kini Daffa mulai mendorong pinggulnya dengan ritme yang teratur, setalah Putri menikmatinya Daffa pun menambah laju rudalnya supaya dia cepat menuntaskan hari pertama mereka.
"Put, aku keluar," kata Daffa memberitahu Putri kalau dia keluar.
"Aku juga mas," sahut Putri
Mereka berdua menegang tanpa cairan hangat sama-sama dirasakan.
Setelah itu Daffa tumbang di sisi Putri.
"Rasanya nikmat sekali menyesal aku kenapa nggak dulu-dulu nikah," kata Daffa yang membuat Putri geleng kepala.
Lelah karena panjat panjatan mereka akhirnya tertidur dengan tubuh polos dan saling peluk.
*********
Di sisi lain, Sean pusing dengan pekerjaaan yang menumpuk pasalnya Nick cuti lagi dua Minggu.
"OMG, susahnya tidak ada asisten," kata Sean.
Setalah meregangkan ototnya, Sean mulai lagi berkutat dengan pekerjaannya.
Tak terasa hari sudah gelap namun Sean masih sibuk dengan pekerjaannya.
Pukul sembilan malam Sean baru menyelesaikan pekerjaannya.
Karena lelah dan kesal, Sean mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada Nick.
Dia meminta Nick untuk mencarikan pengganti dirinya sementara.
Dan Brian kakaknya lah yang dikirim Nick untuk menjadi asisten sementara Sean.
Nick dan Vani menikmati bulan madu mereka di Korea, kini mereka mengunjungi sebuah pasar kuno yang menjual barang-barang kuno pula.
Vani nampak menyukai pasar kuno tersebut, dia mendatangi toko kuno yang menjual barang-barang peninggalan kerajaan terdahulu.
"Wah cincin ini bagus sekali ya mas," kata Vani takjub dengan cincin yang kini dibawanya.
"Iya, beli saja kalau suka," sahut Nick.
"Nggak mas, aku pernah membaca sebuah novel yang berjudul Suami BuleKu, tokohnya yang bernama David Reno dan kekasihnya harus terpisah karena sumpah yang mengikat cincin yang dibeli oleh si wanita," timpal Vani
"Trus?" tanya Nick penasaran.
"David Reno mengalami kecelakaan maut dan mengalami hilang ingatan, namun saat dia mendapatkan ingatannya kembali kekasihnya sudah menjadi milik orang lain, nyesek kan?" jelas Vani
(Maapin Vani malah promo novel suami BuleKu😂✌️✌️✌️)
"Nyesek tapi itu takdir mereka," sahut Nick.
"Betul jadi aku nggak mau membeli cincin ini," timpal Vani.
Lalu mereka menyusuri pasar dan melihat-lihat barang-barang antik peninggalan kerajaan terdahulu dan ada juga peninggalan kerajaan dari luar Korea seperti Inggris, Jerman, Prancis, Turki dan lain-lain.
Di ujung lorong pasar ada seorang peramal tua dengan mata yang sudah tidak bisa melihat Kono ramalan nenek itu tidak pernah meleset.
Vani pun penasaran, lalu dia meminta nenek tesebut meramal dirinya.
"Bagaimana rumah tangga saya nek?" tanya Vani
Nenek tersebut tersenyum
"Bentar lagi kamu akan menangis karena sesuatu yang menyakitkan akan menghampiri kamu,"