Teman Ranjang Billionaire

Teman Ranjang Billionaire
Menikah


Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Sean dan Arini pasalnya hubungan mereka akan resmi secara negara.


Pesta besar yang digelar Sean memakan biaya yang sangat fantastis, souvenir untuk para undangan saja sebuah Smartphone keluaran terbaru.


"Sayang kamu nggak bangkrut memberikan smartphone setiap para tamu yang datang?" tanya Arini


"Nggak lah, menikah hanya sekali sayang aku ingin berkesan dan pernikahanku menjadi terkesan," jawab Sean.


Arini mengangguk, mesti kurang setuju tapi tidak bisa berbuat apa-apa karena pemegang kendali adalah Sean.


Arini bersiap untuk dirias begitu pula dengan Sean, meski ada yang bilang Arini berkaki bebek namun Arini memiliki wajah yang lumayan cantik.


Dua jam berlalu, Arini keluar dengan balutan kebaya putih. Sean yang melihatnya sangat terpukau dia tidak mengira si kaki bebek berubah menjadi bidadari saat berias.


"Lihatlah ma, mantu mama cantik sekali, Sean jadi ingin memanjatnya," kata Sean dengan mata yang tak lepas dari Arini


Mama menghela nafas


"Kamu itu seperti papa kamu, yang ada di otaknya hanya memanjat saja," sahut Mama


"Kan memang buah jatuh nggak jauh dari pohonnya ma," kekeh Sean


"Apa kamu tidak kasian sama Arini, dia kecil la kamu gede gini," ujar mama


"Jangan salah ma, dia itu wonder women dirancang tahan segala medan," sahut Sean


Mama hanya bisa menggelengkan kepala dengan kesomplakan anaknya.


Dari sekian barisan para mantannya hanya Arini yang mempu mengimbangi Sean.


Arini berjalan mendekat, tiba-tiba ada tangan yang menarik Arini.


"Sayang kamu apa-apa an kenapa kamu menikah sungguhan dengan wanita ini," pekik Monica yang tiba-tiba datang.


"Monica beraninya kamu menarik Arini!" maki Sean


Monica melemparkan tatapannya pada Arini, ingin sekali Arini meladeni Monica banyak yang harus dipikirkan jika dia bertengkar dengan Monica.


"Seharusnya yang menikah dengan kamu itu aku!" teriak Monica sehingga membuat keributan


"Kamu pergi dengan suka rela atau aku yang mengusir kamu dengan paksa," ancam Sean.


"Hey Mak Lampir, kelak Sean jika sudah bosan padamu pasti akan kembali dalam pelukanku, dan pada saat itu kamu akan aku tendang," bisik Monica dengan tertawa.


Arini hanya santai dan tersenyum mendengar bisikan dari Monica.


"Kita lihat saja," kata Arini.


Monica pergi dengan kekesalan, dia sungguh tidak terima jika mesin ATM nya menikah. Dulu Monica hanya mengira Sean dan Arini hanya menikah di bawah tangan setelah itu mereka berpisah namun sekarang Sean dan Arini malah menikah secara resmi.


Mendengar kata-kata Monica otak Arini berfikir, barisan para mantan Sean pasti datang kembali, dia harus mencari aman.


Arini mendekati Sean, dia mengajak Sean bicara empat mata.


"Ada apa sih sayang?" tanya Sean penasaran karena Arini tiba-tiba mengajak bicara empat mata.


"Aku punya permintaan," jawab Arini.


"Aku ingin mahar semua aset kamu sayang," imbuh Arini.


Sean membolakan matanya, dia sungguh tidak menyangka kalau Arini menginginkan hartanya.


"Kamu!" seru Sean


"Apa kamu menikah demi hartaku?" tanya Sean kemudian.


Arini menggeleng, "Aku hanya melindungi diriku, anakku dan mengikatmu, masa lalu kamu terus saja datang, aku takut kalau kamu terbuai dengan mereka lagi dan menendang aku dan anakku," jawab Arini


"Kalau aku menguasai harta kamu, minimal kamu akan pikir dua kali untuk melakukan itu," imbuh Arini


Sean nampak berfikir, "Tapi kalau kamu yang menendang aku bagaimana?" tanya Sean


"Bodoh, mana mungkin aku melakukan itu," sahut Arini.


Mau nggak mau Sean mengikuti keinginan Arini.


Semua asetnya menjadi milik Arini.


Ijab Qabul segera dilaksanakan, Sean dan Arini sudah duduk di depan penghulu.


Dengan lantang Sean mengucap Qabul,


Beberapa saksi menyahut


"Sah, sah, sah,"


Kini Arini dan Sean sudah sah menjadi suami istri baik secara agama dan negara.


Mama, Papa dan Oma bergantian memeluk pengantinnya.


"Semoga langgeng ya Sean, Arini," doa Papa


"Semoga sakinah, mawadah, warohmah," doa Mama


"Anak kurang ajar, bisa-bisanya meminta mas kawin seluruh aset cucuku, kamu mau nikah apa mau merampok," omel Oma dengan menjewer kuping Arini


Auwww auwwww


Pekik Arini, dia memegangi tangan Oma yang menjewer telinga Arini.


"Untuk melindungi diri Oma, mantan-mantan teman ranjang cucu Oma selalu bertebaran, aku takut mereka akan mengganggu rumah tanggaku kelak jadi aku melindungi harta Sean dari para serigala berbulu domba," kata Arini


"Baguslah, awas kalau kamu kabur membawa hartanya," sahut Oma


"Astagfirullah Oma, apakah wajahku wajah-wajah maling Oma," timpal Arini.


Selepas menjewer Arini Oma lalu memeluknya,


"Aku itu sayang Oma tapi Oma selalu jahat sama aku," kata Arini dengan menangis seperti anak kecil.


"Fatma kenapa dia malah menangis," teriak Oma


Bukannya berhenti Arini semakin keras menangis sehingga Oma dibuat bingung sedangkan semuanya malah tertawa melihat drama cucu dan Oma tersebut.


Sebenarnya Vani, Nick, Daffa dan Putri serta Shane hadir dalam acara Ijab Qabul Sean.


Mereka melihat prosesi Ijab Qabul dari jauh.


"Sebentar lagi giliran kita menyusul mereka, restu kedua belah pihak sudah didapat tinggal proses halalnya," bisik Nick


"Iya Pak, dan saat itu aku pasti sangat bahagia, gimana ya rasanya ngurus rumah sendiri dan suami, tiap malam bobok ada yang nemenin," Vani pun membayangkan kehidupannya kelak setelah menikah sambil senyum-senyum sendiri.


Nick yang melihatnya pun ikut tersenyum


"Dan aku tak sabar memanjat mu Van," sahut Nick


"Ihhhh Pak Nick buruan kita kawin," ucap Vani


"Ayok kawin dulu nikahnya menyusul." Nick terkekeh


Vani melemparkan tatapan tajamnya, itu pengennya para lelaki kawin dulu nikahnya menyusul, lalu Nick dan Vani saling berpelukan.


Sean dan Arini mendatangi para sahabat dan rekan kerjanya tersebut. Mereka semua saling berpelukan terlebih Daffa memeluk Sean dengan erat.


Dia teringat dulu saat dia dan Sean masih remaja dulu mereka dengan Amira berlomba siapa dulu yang menikah diantara mereka.


"Aku tidak menyangka kaki bebek seperti kamu cantik juga," ejek Shane


Arini melemparkan tatapan tajamnya, "Baru tau ya, aku tu sudah cantik dari lahir, cuma kamu saja yang rabun nggak bisa membedakan mana yang cantik mana yang nggak," sahut Arini kesal


Mendengar ocehan Arini membuat semua tertawa, memang Shane dan Arini saling mengejek jika bertemu.


"Kamu ini Shane Arini tu cantik sekali kenapa bilang berkaki bebek," timpal Daffa


"Sudah ada Putri jangan memuji istriku," sahut Sean dengan merangkul Arini.


Daffa hanya tersenyum gemas dengan posesifnya Sean pada Arini.


"Selamat ya Rin, pak Sean semoga langgeng," doa Vani


"Semoga panjat pinang kalian segera membuahkan banyak anak," doa Nick kemudian.


Mereka semua tertawa, asik bercanda dengan para sahabatnya Arini dan Sean dipanggil orang tua mereka.


Mama mengenalkan Arini pada teman-temannya yang kebetulan hadir disitu.


Mama Sean nampak menyayangi Arini, Putri yang melihatnya tiba-tiba menitikkan air mata sehingga membuat Daffa panik


"Kamu kenapa Put?" tanya Daffa


"Aku terharu mas lihat kak Arini yang begitu disayang mertuanya sedangkan aku sangat dibenci Mama mas Daffa," jawab Putri dengan pandangan yang tertuju pada Arini dan Mama Sean.