Teman Ranjang Billionaire

Teman Ranjang Billionaire
Janji


Sebelumnya mohon maaf ya kak, episode kali ini cuma sedikit.🙏🙏🙏🙏


Jangan lupa like, koment, hadiah dan vote nya ya kak.


Makasih😘


*******


Mata mereka semua tertuju pada sumber suara, nampak seorang wanita berjalan mendekat ke arah Sean dan juga Arini.


"Kalian berdua senang-senang sedangkan aku tak kalian anggap," katanya. "Daffa Sean kenapa?" tanya Amira sesudahnya.


Daffa dan Sean hanya diam, mereka berdua benar-benar tak percaya Amira datang ke acara pernikahan ini setelah kejadian beberapa waktu lalu, memang semenjak kejadian itu Sean dan Daffa seolah tak mau mengenal Amira lagi bahkan mereka telah lupa jika memiliki sahabat yang bernama Amira.


"Mau apa kamu kesini!" seru Sean


Mata Amira berkaca, dia menatap Daffa dan Sean secara bergantian.


"Aku kesini hanya ingin memenuhi janji yang telah kita sepakati, apa kalian lupa janji di tepi danau itu," kata Amira mengingatkan.


"Apakah penting janji itu sekarang, setelah apa yang telah kamu perbuat Amira," sahut Sean.


"Segitu benci kah dirimu padaku Sean?" tanya Amira


"Sangat," jawab Sean


Air mata Amira meluncur bebas, sakit dibenci sahabatnya sendiri.


Setelah mendatangi psikiater perlahan Amira sembuh, dia menyesali perbuatannya baik pada Sean maupun Daffa. Amira berusaha keras melupakan semua perasaannya baik pada Daffa maupun Sean, dia benar-benar ingin membuka lembar baru dan mencoba membuka hati untuk pria lain.


Saat itu Amira melihat berita di TV, berita pernikahan Sean menjadi head News di luar negeri sehingga Amira berniat untuk hadir di pernikahan Sean dan meminta maaf atas kesalahan namun kelihatannya Sean tidak sudi melihatnya.


Dalam tangis Amira berusaha tersenyum, meski sesak sekali dadanya kalau kedatangannya tidak disambut baik oleh mempelai.


"Selamat ya Sean dan Arini, semoga kalian langgeng selamanya, doa terbaik untuk kalian dan aku mau minta maaf atas perbuatan keji yang pernah aku lakukan," ucap Amira


"Dan aku minta maaf juga padamu Daffa," imbuh Amira lalu pergi dari sana.


Tak ingin berlama-lama Amira langsung kembali ke negara X, meski cuaca tidak mendukung namun dia nekat melakukan penerbangan saat itu juga.


"Maafkan aku Indonesia, mungkin ini terakhir kalinya aku menginjakkan kaki di tanah mu ini," gumam Amira lalu pergi meninggalkan hotel dengan taksi menuju bandara.


Arini yang melihat ketulusan di mata Amira pun menyesal karena membiarkan Amira pergi dengan menangis.


"Apa kalian tidak kasian pada Amira, kelihatannya dia sangat tulus," kata Arini.


"Sudahlah sayang, pasti dia hanya berpura-pura," sahut Sean.


"Tapi matanya tulus sayang," timpal Arini


"Besok kita akan menemuinya," ucap Daffa.


Sean akhirnya setuju dengan rencana Daffa untuk menemui Amira besok di rumahnya karena mereka mengira kalau Amira tidak kembali ke luar negeri.


Tanpa di duga hujan sangat deras, seluruh penumpang sudah sangat panik meski beberapa kali Pramugari menyuruh mereka semua untuk tenang.


Amira mengambil ponselnya dia mengirimkan pesan pada orang tuanya yang kini juga tinggal di luar negeri bersamanya


~Ma, pa Amira saat ini dalam perjalanan pulang. Jika sampai besok Amira tidak sampai di rumah mungkin Amira sudah kembali pulang ke Tuhan.


Maafkan Amira pa Ma~


Orang tua Amira yang mendapatkan pesan dari Amira pun cemas bahkan mama Amira tidak berhenti menangis dia takut kehilangan anak semata wayangnya.


"Kita berdoa saja, semoga tidak terjadi apa-apa," hibur papa dengan memeluk istrinya.


Dua jam kemudian, mama dan papa Amira mencoba menghubungi Amira namun ponsel Amira tidak aktif dan itu membuat mama semakin panik,


"Ya Allah, lindungilah Amira," doanya dalam tangis.


********