Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 95


Cinta sedang sibuk mengerjakan pekerjaannya di kantor tiba - tiba ponselnya bergetar tanda pesan masuk.


Baim


Cin gimana? Nanti siang kamu bisa gak makan siang diluar?


Cinta menarik nafas panjang. Dia ingat kata - kata Melodi kemarin. Kalau sampai Melodi mengetahui dia pergi dengan Baim pasti Melodi akan marah. Lagian Cinta sadar saat ini dia sudah menikah, tidak mungkin dengan segampang itu menerima ajakan seorang pria.


Apalagi Ratna juga sudah berulang kali memberi peringatan kepadanya. Cinta harus menghindari Baim. Apapun yang ingin Baim katakan apakah harus dibicarakan berdua saja? Itu sangat mustahil bagi mereka.


Cinta langsung mengetik pesan untuk membalas pesan Baim sebelumnya.


Cinta


Maaf Im aku tidak bisa. Kalau kamu memang ingin membicarakan hal yang sangat penting apakah tidak bisa lewat pesan saja


Baim


Panjang ceritanya Cin, gak mungkin kalau aku cerita di sini. Ya sudah lain kali aja Cin kalau kamu ada waktu.


Cinta


Oke Im


Cinta bisa bernafas lega karena hari ini dia bisa mengelak dari ajakan Baim. Tibalah waktunya makan siang, Ratna dan Santi sedang bersiap - siap untuk makan siang ke kantin. Sedangkan Cinta masih sibuk dengan pekerjaannya.


"Cin makan yuk" ajak Ratna.


"Duluan Rat, masih nanggun. Nanti aku turun" jawab Cinta.


"Beneran ini Cin?" tanya Santi meyakinkan.


"Iya, atau nanti kalau aku gak sempat aku kabari kalian untuk belikan aku nasi bungkus" jawab Cinta.


"Baiklah, kalau begitu kami turun ya" ujar Ratna.


"Okey" sambut Cinta.


Ratna dan Santi segera berjalan keluar ruangan mereka dan turun ke lantai dasar melalui lift. Saat mereka keluar dari pintu lift tanpa sengaja Ratna berpapasan dengan Melodi dan Wildan yang akan masuk ke dalam lift khusus.


Santi dan Ratna menundukkan kepala mereka memberi hormat kepada pemilik perusahaan tempat mereka bekerja. Melodi yang sempat memperhatikan kalau tidak ada Cinta diantara dua teman dekatnya di kantor ini langsung menghubungi Cinta.


"Assalamu'alaikum Mas" sapa Cinta dari seberang.


"Wa'alaikumsalam. Kamu dimana?" tanya Melodi ingin tau.


"Aku di kantor" jawab Cinta.


"Iya aku tau kamu saat ini sedang di kantor, tapi dimana? barusan aku lihat Ratna bersama teman satu tim kamu di bawah tapi kamu tidak ada?" tanya Melodi penasaran.


"Ooo.. aku masih di ruanganku lagi ada kerjaan" jawab Cinta.


"Kamu gak makan?" tanya Melodi.


"Belum" jawab Cinta.


"Kerja sampai lupa makan? Aku tidak pernah menguras tenaga karyawanku untuk bekerja sampai lupa makan. Apalagi kamu istriku" ujar Melodi.


"Eh iya Mas sebentar lagi, masih nanggung banget ini" sahut Cinta.


"Aku gak mau tau, kamu naik dan keruanganku segera" perintah Melodi dengan sedikit suara penekanan.


Cinta menarik nafas panjang. Kalau sudah seperti ini dia tidak boleh menolak. Itu akan sangat berbahaya karena Melodi sedang kesal saat ini.


"Baiklah aku akan kesana" jawab Cinta.


"Kamu mau makan apa? Biar di pesan Wildan sekarang?" tanya Melodi.


"Terserah aja Mas" jawab Cinta.


"Tidak ada menu makanan terserah Cinta" protes Melodi.


Huh.. beginilah kalau Melodi sudah kesal dan selalu tidak sabar.


"Mmm.. aku ingin makan nasi padang pakai rendang Mas. Pesannya di rumah makan padang ya" pinta Cinta.


"Okey. Wil pesan nasi padang pakai rendang, dua ya" perintah Melodi pada Wildan.


"Aku tunggu kamu di ruanganku sekarang" perintah Melodi pada Cinta.


"Iya Bapak pimpinan terhormaaaaat" sahut Cinta cepat.


Telepon pun terputus. Cinta segera menghentikan pekerjaannya lalu bersiap - siap untuk naik ke lantai paling atas. Cinta sengaja membawa buku laporan keuangan untuk berjaga - jaga.


Tak lama kemudian Cinta sampai di lantai paling atas dan menemui Sekretaris Melodi.


"Mbak Cinta ya?" tanya wanita itu.


"Iya Mbak" jawab Cinta ramah.


"Silahkan masuk Mbak, Pak Melodi sudah menunggu" pesan wanita itu.


"Baik Mbak, terimakasih" sahut Cinta.


Cinta langsung masuk ke dalam ruangan kerja Melodi. Tapi begitu dia masuk tiba - tiba tangannya ditarik sesorang.


Tubuhnya terkunci dari belakang. Sepasang tangan kekar sudah melingkar di pinggangnya.


"Aku kangen kamu" ucap Melodi di dekat telinga Cinta.


Membuat seketika bulu kuduk Cinta berdiri.


"Mas ini di kantor" ujar Cinta.


"Ya ini memang di kantor, emangnya ini di kamar kita?" sahut Melodi.


"Nanti ada yang lihat" ucap Cinta takut.


"Ini ruangan CEO Cinta, tidak akan ada orang yang bisa masuk ke ruanganku begitu saja termasuk Wildan. Mereka harus mengetuk terlebih dahulu" ungkap Melodi.


Cinta baru bisa bernafas lega, sebelumnya dia sangat takut kalau ada orang yang bisa melihat mereka berdua seperti ini.


Melodi membalikkan tubuh istrinya dan mengelus lembut pipi Cinta.


"Kamu cantik sekali hari ini sayang" puji Melodi.


Cinta tersenyum mendengar pujian Melodi. Setiap wanita pasti sangat senang mendapatkan pujian seperti ini. Apalagi pujian itu keluar dari bibi suami tercinta..


"Jadi maksud Mas kemarin - kemarin aku tidak cantik?" tanya Cinta.


"Cantik tapi hari ini kamu lebih cantik" jawab Melodi.


Melodi mempererat pelukannya dan langsung mengecup bibir Cinta. Ciuman yang awalnya hanya biasa saja lama kelamaan menjadi ciuman yang dalam dan panas.


Tok.. Tok.. Tok..


Melodi mendorong tubuh Cinta sampai ke ujung meja lalu menaikkan tubuh mungil Cinta di atas meja. Cinta mengalungkan kedua tangannya ke leher Melodi.


Mereka melanjutkan ciuman panas mereka dan tak ingin lepas. Keduanya saling menikmati sensasi baru di tempat yang berbeda.


"Ups.... sepertinya aku masuk diwaktu yang salah" ucap Wildan.


Sontak tubuh Cinta langsung membeku dan dengan refleknya dia mendorong tubuh Melodi menjauh. Cinta juga langsung melompat turun dari atas meja.


Wajahnya terlihat sangat merah karena malu.


"Sorry mengganggu waktu kalian berdua. Aku pikir kalian berdua pasti sangat lapar makanya aku bawakan makan siang untuk kalian berdua. Ternyata aku salah, kalian sudah saling melahap satu sama lain" komentar Wildan.


"Kamu mengganggu urusan orang lain saja" Gumam Melodi kesal.


"Hahaha salah sendiri saat beradegan seperti itu mengapa kalian tidak mengunci pintu? Untung baru foreplay belum masuk ke intinya. Kalau tidak aku kan bisa lihat adegan plus dua satu secara live" ledek Wildan.


Melodi tampak sangat tenang dan santai sedangkan Cinta sudah setengah mati menanggung malu. Tubuhnya masih sangat kaku berdiri di sudut meja kerja Melodi.


Melodi yang sadar kalau Cinta saat ini pasti merasa sangat malu langsung menarik tangan Cinta dan merangkul tubuh Cinta.


"Santai aja sayang.. bukan kamu yang harus malu tapi dia lah yang harusnya malu karena sudah mencuri pandang adegan kita" ujar Melodi.


"Dasar" umpat Wildan.


Wildan meletakkan makanan pesanan Cinta dan Melodi diatas meja sofa yang ada di dalam ruangan kerja Melodi.


"Sudah selesai kan? Kamu sudah bisa pergi dari sini. Kami mau melanjutkan aksi kami yang terganggu karena kedatangan kamu" usir Melodi.


"Selamat melanjutkan, jangan lupa cetak ponakan - ponakan yang lucu untukku ya" sambut Wildan.


"Pasti.. " sahut Melodi cepat.


Wildan pergi meninggalkan ruangan kerja Melodi. Meninggalkan Cinta dan Melodi yang masih saling berpegangan tangan.


.


.


BERSAMBUNG