
"Terus kalau dia kamu kirim satu bulan ke sana, siapa yang akan masak di apartementku?" tanya Melodi kesal.
"O.... oooooooo" sambut Wildan terkejut. Dia tidak berpikiran begitu saat memasukkan nama Cinta ke dalam daftar karyawan.
"Od tapi kasihan Cinta kalau kariernya terhalang karena pekerjaannya di apartemen kamu" ujar Wildan.
"Ya gak bisa gitu, itu sudah jadi tanggung jawabnya karena di menyanggupinya" bantah Melodi.
"Odi.. Odi.. gitu aja kok repot sih. Dulu sebelum ada Cinta kamu gak pernah ribut masalah perut. Kamu bisa pesan online atau makan di luar. Jangan bilang kalau kamu sudah terbiasa dengan masakan Cinta. Karena aku tau itu bukan kamu banget" goda Wildan.
Melodi terdiam dan mencoba berpikir.
"Ya sudah nanti aku suruh temannya yang masak. Dia bisa masuk dalam tim dan pergi mengurus proyek kita di Bandung" ujar Melodi akhirnya.
"Nah gitu donk" sambut Wildan senang.
Melodi membaca semua daftar - daftar pegawai dan dia melihat ada satu foto pria yang dia ingat kemarin sedang bersama Cinta di halte bus.
"Pria ini ikut juga?" tanya Melodi.
Melodi membaca biodata seorang karyawannya.
"Iya, dia salah satu kandidat yang diperhitungkan. Anaknya pintar dan dapat bekerja dengan baik. Dia sangat disiplin dan pekerja keras" jawab Wildan.
"Bisa gak dia ditukar sama yang lain?" tanya Melodi.
"Kenapa? Apa alasannya?" tanya Wildan.
"Aku gak suka aja gayanya" jawab Melodi singkat.
Wildan menatap tak percaya kepada Melodi.
"Gak biasanya kamu menilai pekerjaan seseorang dari gaya? Biasanya kamu gak peduli akan hal itu yang penting bisa bekerja dengan baik. Tapi kali ini, ini sungguh tak beralasan Od. Hanya karena gaya? Aku tidak setuju, dia karyawan yang pintar dan sangat menguasai bidangnya" tolak Wildan.
"Tapi... " ucap Melodi.
"Aku tidak bisa mengeluarkannya tanpa alasan yang jelas walau memang kamulah pemilik perusahaan ini" ungkap Wildan.
Melodi berpikir keras lalu menarik nafas panjang.
"Sepertinya aku mencium bau - bau cemburu" ujar Wildan.
"Cemburu? Siapa?" tanya Melodi tak mengerti.
"Kamu. Aku jadi ingat kemarin anak ini kan pria yang kita lihat sedang berbicara di halte bersama Cinta? Kamu gak suka melihat dia mendekati Cinta? Kamu siapanya Cinta Od? Yang aku dengar pria ini baik dan soleh. Aku rasa dia cocok mendekati Cinta. Bisa jadi pasangan serasi" ujar Wildan memanasi Melodi.
"Cih bukannya kerja nanti mereka, bisa - bisa pacaran" sambut Melodi.
"Ya biarin aja mereka pacaran, asal mereka bisa bekerja secara profesional. Daaaan sejak kapan kamu jadi suka mencampuri urusan dan kehidupan orang lain khususnya karyawan perusahaan ini?" tanya Wildan.
Lagi - lagi Melodi diam.
"Terserah kamu deh Wil. yang penting aku gak mau dengar skandal dalam proyek ini" tegas Melodi kesal.
Wildan tersenyum tipis.
Yeees aku berhasil, kamu marah kan? Itu karena kamu terbakar api cemburu Od. Semoga kamu menyadarinya. Batin Wildan.
"Oke aku akan kirim nama - nama tim yang akan kita kirim ke Bandung ke masing - masing bagian. Aku juga akan langsung memberikan surat tugas mereka. Besok mereka sudah bisa berangkat ke lokasi proyek" ujar Wildan
Melodi hanya diam dan tidak menggapi ucapan sahabatnya.
"Aku ke ruanganku dulu ya Od" ujar Wildan.
Wildan pergi meninggalkan Melodi sendirian. Melodi bingung harus bagaimana bersikap. Kata - kata Wildan tadi memang benar.
"Aku siapanya Cinta? Ya Bosnya sudah tentu, aku cuma tidak suka melihat pria itu mendekati Cinta. Kalau ada apa - apa kan aku tidak punya asisten rumah tangga lagi" gumam Melodi.
Diruangan kerja Cinta dan Santi setelah mereka selesai makan siang.
"Santi, Cinta ke ruangan saya sebentar" perintah Olivia kepala bagian mereka, melalui interkom.
"Ada apa San? kita kok dipanggil?" tanya Cinta kepada rekan kerjanya.
"Aku juga gak tau, yuk kita ke ruangan Bu Olivia" ajak Santi.
"Silahkan duduk" perintah Olivia.
Kedua gadis itu duduk di depan atasa mereka.
"Saya baru menerima surat tugas kalian berdua. Mulai besok dan sampai satu bulan ke depan kalian akan bertugas di Bandung. Perusahaan kita sedang membuat proyek besar di sana. Pak Wildan menugaskan beberapa karyawan muda untuk bekerja di sana selama satu bulan. Dan nama kalian berdua ada di dalam daftar nama - nama karyawan yang akan berangkat" tegas Olivia.
Cinta dan Santi saling pandang.
Duh gimana ini? Aku kan harus memasak di apartement si Bos sepulang kerja. Kalau aku pergi selama satu bulan, siapa yang akan memasakkan si Bos makan malam? batin Cinta.
"Ma.. maaf Bu.. Apa saya bisa menolak tugas itu?" tanya Cinta takut - takut.
Olivia menatap ke wajah Cinta.
"Bisa saja Cinta asal alasan kamu tepat. Tapi kamu adalah karyawan baru di perusahaan ini. Penolakan kamu tentu akan mempengaruhi penilaian kerja kamu. Itu tidak baik, kamu juga masih dalam masa percobaan. Kalau saya boleh kasih saran, sebaiknya kamu tidak menolak tugas ini" jawab Olivia.
Gawat nih.. Apa aku harus tanya si Bos ya? Tanya Cinta dalam hati.
"Ba.. baik Bu kalau begitu, saya bersedia Bu" jawab Cinta.
"Bagus.. siapkan segala perlengkapan kalian selama satu bulan. Disana kalian akan kerja lapangan. Karena tugas ini mendadak, jadi kalian diberi waktu untuk mempersiapkan semuanya. Kalian sudah bisa pulang sekarang" ungkap Olivia.
"Siap Bu" jawab Cinta dan Santi.
Mereka pergi keluar dari ruangan Kepala Bagian dan kembali ke meja kerja mereka. Santi tampak sedang bersiap - siap untuk pulang. Sedangkan Cinta masih sibuk memegang ponselnya sambil berpikir.
Apa yang harus aku katakan pada si Bos? tanya Cinta dalam hati.
Akhirnya Cinta mengirim pesan kepada Melodi.
Cinta
Bos saya dapat tugas mulai besok selama satu bulan kedepan saya bekerja di Bandung. Apa Bos mengetahuinya?
Pesan terkirim dan Cinta sangat gusar menunggu balasan Melodi. Tak lama kemudian ponsel Cinta bergetar.
Melow Dingin
Saya tau karena saya yang menandatangi surat tugas kamu.
Cinta
Jadi bagaimana dengan Bos? Siapa yang akan memasak selama aku pergi.
Melow Dingin
Itu urusan kamu
Ih.. si Bos jawabnya kok gini sih buat aku serba salah.
Cinta
Apa boleh Ratna aja yang menggantikan aku Bos? Nanti aku akan berikan catatan resep masakan kepada Ratna. Aku rasa dia sudah mulai bisa masak karena sudah aku ajarin selama satu minggu ini.
Melow Dingin
Kamu atur saja. Tapi ingat jangan sampai dia buat dapur saya berantakan atau meledak.
Cinta
Siap Bos. Tugas akan saya laksanakan. Baik - baik ya Bos selama saya tinggal. Jangan rindukan saya hehehe..
Maksud saya jangan rindukan masakan saya. Udah dulu ya Bos, saya mau pulang untuk mempersiapkan keperluan saya untuk tugas besok.
Ups.. Bos jangan takut, hari ini saya yang akan masak untuk Bos. Saya akan buat makanan yang penuuuuh dengan Cinta. Pasti rasanya uenaaak Bos 😍
.
.
BERSAMBUNG