Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 243


Penjual nasi goreng baru saja selesai memasak nasi goreng.


"Silahkan di makan Neng Cinta, ini Den" ucap penjual nasi goreng.


"Waaaah terimakasih Pak" sambut Cinta.


Cinta langsung memakan nasi gorengnya sedangkan Melodi tampak sedang memperhatikan Cinta dan menunggu sesuatu.


"Aden kok gak makan?" tanya penjual nasi goreng heran.


"Tunggu sebentar lagi" jawab Melodi.


"Nunggu apa lagi Den nanti nasinya keburu dingin?" tanya pria itu penasaran.


"Siapa tau istri saya mau tambah. Tadi Bapak bilang nasi gorengnya tinggal dua porsi. Saya takut istri saya kurang, soalnya dia semangat sekali makannya" sahut Melodi sambil berbisik.


Melodi takut Cinta mendengar dan membatasi makanannya. Sejujurnya Melodi sangat senang melihat istrinya makan banyak. Selain tubuh Cinta terlihat makin sexy, Melodi juga merasa tenang.


Kalau Cinta kuat makan anak mereka yang ada dalam kandungan Cinta pasti tumbuh dengan sehat.


"Wah beruntung banget Neng Cinta dapat suami seperti Aden, perhatian dan sayang banget sama istrinya. Aden makan saja, tadi Bapak masakin lebih kok. Ternyata nasinya tinggal sedikit lagi jadi Bapak masa saja semuanya" ungkap pria itu.


"Waaah pas banget Pak kalau begitu. Ya sudah saya makan ya Pak" jawab Melodi.


"Silahkan.. silahkan" sambut pria itu.


Melodi mulai menyantap nasi goreng miliknya. Tak lama kemudian nasi cinta habis. Cinta melirik ke arah Melodi dengan tatapan penuh selera.


"Kenapa, masih lapar?" tanya Melodi.


"Iya Mas tadi baru untuk kamu, Mamanya belum" jawab Cinta.


Cinta memperhatikan isi piring Melodi.


"Mas udah kenyang belum?" tanya Cinta.


"Belum, Mas juga laper karena temani ibu hamil" jawab Melodi usil.


"Yaaaah Mas Melodi aku pengen minta nasi gorengnya lagi" rengek Cinta.


Melodi tersenyum juga akhirnya, dia tidak tega melihat istrinya seperti itu.


"Paaak" panggil Melodi.


"Ya Den" jawab Bapak penjual nasi goreng dan langsung menghampiri Cinta dan Melodi lagi.


"Minta nasi gorengnya lagi Pak. Sesuai prediksi saya, istri saya masih lapar" Pinta Melodi.


"Baik Den" jawab pria itu.


"Lho masih ada rupanya nasi gorengnya? tadi Bapak bilang hanya tinggal dua porsi" tanya Cinta malu.


"Masih ada nasi lebih Neng jadi Bapak masak aja semuanya" jawab pria itu.


"Sini Neng piringnya biar Bapak tambahin" Pria itu langsung mengambil piring Cinta lalu berjalan ke belakang dan menambahkan nasi goreng ke dalam piring Cinta.


Tak lama kemudian pria itu kembali membawa sepiring nasi goreng lagi untuk Cinta.


"Terimakasih Pak" jawab Cinta dengan ceria.


Cinta dan Melodi kembali menyantap nasi gorengnya hingga habis.


"Alhamdulillah aku kenyang banget Mas" ujar Cinta.


"Kalau kamu belum kenyang juga aku yang jadi bingung karenanya" sahut Melodi.


"Makasih suamiku, kamu emang terbaik deh" puji Cinta.


Melodi tersenyum tipis menanggapi perkataan istrinya.


"Paaaak" panggil Melodi.


"Ya Den" sahut Bapak penjual nasi goreng.


Melodi meraih dompet di kantongnya lalu mengambil bebeberapa lembar uang berwarna merah dan memberikannya kepada Bapak itu.


"Ini Pak" ucap Melodi.


"Lho Den kebanyakan ini. Cukup empat puluh lima saja" sambut pria itu terkejut.


"Tidak apa Pak ambil saja. Kami sudah mengganggu waktu pulang Bapak. Gara - gara kami malam ini Bapak jadi lebih lama tutupnya" ujar Melodi.


"Ah tidak apa Den itu kan memang resiko Bapak yang berjualan. Gara - gara Aden juga jualan Bapak hari ini habis semua tak bersisa" ucap Pria itu.


"Udah Pak gak apa - apa, ambil saja" sambut Cinta.


"Te.. terimakasih ya Den, Neng Cinta. Semoga Neng Cinta sehat - sehat sampai lahiran. Kapan - kapan mampir lagi ke warung Bapak ya" ucap pria itu penuh rasa terimakasih.


"Sama - sama Pak" jawab Cinta.


"Terimakasih ya Pak, kami pulang dukut" ujar Melodi.


Melodi dan Cinta keluar dari warung dan berjalan menuju mobil mereka. Setelah kenyang mereka akhirnya pulang kembali ke rumah.


*******


Tibalah jadwal Cinta dan Amel memeriksakan kandungan mereka ke Dokter.


Amel dan Surya baru saja keluar dari ruangan praktek Dokter. Mereka tampak sangat bahagia karena Dokter baru saja mengasih kabar jenis kelamin anak mereka.


"Kata Dokter anak kami perempuan dek" ungkap Amel senang.


"Alhamdulillah, waaah pasti cantik banget seperti Kak Amel" sambut Cinta senang.


"Aamiin.. semoga ya Cin" jawab Surya.


"Ibu Cinta Aurora" panggil perawat.


"Iya saya Sus" sahut Cinta.


"Yuk Mas" ajak Cinta.


Cinta dan Melodi masuk kedalam ruang praktek Dokter.


"Selamat sore Ibu Cinta, Pak Melodi" sapa Dokter ramah.


"Sore Dok" sahut Cinta dan Melodi.


"Silahkan duduk" Dokter mempersilahkan Cinta dan Melodi duduk di meja untuk pasien.


"Ada keluhan selama kehamilannya?" tanya Dokter.


"Alhamdulillah tidak ada Dok. Mungkin pertanyaan itu pantas di tanyakan kepada suami saya. Karena hampir setiap malam tidurnya saya ganggu karena saya selalu merasa lapar di malam hari" jawab Cinta.


Dokter tersenyum mendengar jawaban Cinta.


"Pasti Pak Melodi tidak keberatan ya kan Pak. Demi sang buah hati" sahut Dokter.


"Iya Dok" balas Melodi.


"Ayo Bu silahkan naik ke atas tempat tidur agar kita kita periksa dulu si kecil yang ada di dalam perut Mamanya" ajak Dokter.


Cinta langsung berdiri dan berjalan mendekati tempat tidur kemudian naik di atasnya. Perawat mulai mengolesi gel ke perut Cinta. Dokter mengeluarkan alatnya dan mulai menjalankannya di atas perut Cinta yang masih tergolong rata.


"Waaah hebat Bu, bayi di dalam tumbuh sehat" ujar Dokter.


"Alhamdulillah" sahut Cinta.


"Kalau boleh tau jenis kelaminnya apa ya Dok?" tanya Melodi tak sabar.


Dokter langsung tersenyum mendengar pertanyaan Melodi.


"Belum bisa Pak. Bulan depan kita lihat ya Pak. Itu kalau adek bayinya mau memperlihatkan tanda pengenalnya apakah dia perempuan atau laki - laki" jawab Dokter.


"Oh begitu ya" ujar Melodi.


Cinta semakin tersenyum lebar karena merasa wajah suaminya itu sangat lucu. Antara kecewa dengan malu karena sudah salah bertanya.


Dokter kembali duduk di belakang meja kerjanya.


"Ini saya kasih resep vitamin bulan ini ya Bu. Silahkan tebus obatnya di apotek" ucap Dokter.


"Terimakasih Dok" sahut Cinta.


"Kalau begitu kami pamit dulu Dok, selamat sore" ujar Melodi pamit.


Melodi dan Cinta keluar dari ruangan praktek dan berjalan menghampiri Amel dan Surya.


"Sudah selesai?" tanya Amel.


"Udah Kak, yuk kita pulang" ajak Cinta.


Mereka berjalan menuju apotek yang ada di Rumah Sakit. Saat hendak meninggalkan ruang praktek Dokter Mereka tiba - tiba terkejut melihat kehadiran dua orang pasangan suami istri baru yang mereka kenal.


Mereka adalah Ratna dan Wildan. Ratna terlihat meringis seperti sedang menahan sakit.


"Lho ngapain kalian ke sini?" tanya Melodi.


"Ratna sakit" jawab Wildan.


"Sakit apa?" tanya Surya.


"Sakit gigi Mas" jawab Wildan.


"Sakit gigi kok dibawa ke Dokter kandungan Wil. Ya bawa aja langsung ke Dokter gigi" sambut Melodi heran.


"Kata Mama bawa ke dokter kandungan aja dulu untuk diperiksa. Udah ya, kami mau daftar dulu" jawab Wildan.


"Maaf ya semua kami pergi dulu" ucap Ratna sambil meringis.


Wildan dan Ratna pergi meninggalkan Melodi, Cinta, Amel dan Surya.


"Wildan dan Mamanya emang aneh" gumam Melodi.


.


.


BERSAMBUNG