
Wildan, Ratna dan Cinta kini sudah berkumpul di ruangan Wildan. Tak lama kemudian Melodi juga sampai di kantor Wildan.
"Sayang kamu gak apa - apa?" tanya Melodi khawatir.
"Aku baik - baik saja Mas" jawab Cinta.
Melodi mengecup kening Cinta dengan perasaan lega setelah bertemu dan melihat secara langsung keadaan istrinya.
Melodi menatap ke arah Wildan.
"Kamu sudah menemukan informasi Wil?" tanya Melodi.
"Sudah Od. Maaf ini semua karena aku. Orang suruhanku sudah menemukan dimana tempat tinggal para pelayan Cafe yang memberikan obat tidur kepada Ratna dan Wahyu. Dugaanku benar, Rania yang melakukannya. Dia dan Bella juga makan di Cafe yang sama dan mereka membayar dua pelayan tersebut untuk memberikan obat tidur kepada Ratna dan Wahyu kemudian membawa mereka ke Hotel. Setelah melakukan tugasnya dua pelayan tadi resign dari Cafe dan diterima bekerja di Perusahaan Rania. Pelayan tersebut juga pindah kos ke daerah yang tidak jauh dari Perusahaan Rania. Anak buahku sudah mengamankan ponsel mereka dan sudah mengancam mereka akan melaporkan mereka ke pihak berwajib. Kini anak buahku sedang memantau siapa orang yang menyerempet mobil Cinta tadi. Aku masih menunggu kabar dari mereka" jawab Wildan.
"Kurang ajar mereka, sepertinya kita harus segera beri mereka pelajaran Wil" ucap Melodi geram.
"Ya harus, mereka sudah bertindak bahaya dan sudah mengancam nyawa seseorang. Mereka sudah semakin kelewatan" sahut Wildan.
Melodi segera meraih ponselnya untuk. menghubungi seseorang.
"Halo kamu siapkan sepuluh orang untuk bersiap - siap. Nanti kalau saya kasih intruksi segera bergerak" perintah Melodi.
Cinta langsung menyentuh tangan suaminya. Dia tau bagaimana Melodi marah. Melodi akan bersikap dingin dan kejam.
Mungkin dulu sebelum mengenal Cinta kehidupan Melodi dekat dengan dunia hitam. Melodi akan melakukan apa saja jika milik dia diusik.
Ratna dan Cinta saling pandang. Mereka merasa seram melihat pria yang mereka cintai menjadi dingin dan seram seperti ini.
"Mas kamu tidak akan melakukan kekerasan kan?" tanya Cinta.
"Kenapa tidak sayang, mereka harus tau sudah bermain dengan siapa? Aku tidak suka mengganggu hidup seseorang tapi jangan usil hidupku. Aku tidak akan segan - segan menghajar mereka bila perlu nyama mereka juga akan melayang kalau mereka sudah mengancam hidupku dan juga keluargaku" jawab Melodi.
"Tapi Mas mereka perempuan, bukan tandingan kalian" ujar Cinta.
"Aku tidak perduli, mereka sudah menyenggol milikku. Membahayakan nyawa kamu, istriku" tegas Melodi.
Tiba - tiba ponsel Melodi berdering.
"Halo.. kalian sudah menemukan pelakunya? Apa Rania dan Bella? Baiklah tahan mereka aku akan segera ke sana" ujar Melodi.
Semua mata menatap ke arah Melodi.
"Gimana Od?" tanya Wildan.
"Anak buahku sudah menemukan mobil yang tadi menyerempet mobil Cinta. Ternyata dugaan kamu benar Wil, mereka adalah Rania dan Bella. Saat ini anak buahku sedang menahan mereka di suatu tempat. Kita harus membereskan mereka" jawab Melodi.
Cinta langsung menggenggam tangan Melodi.
"Mas jangan lakukan" cegah Cinta.
"Tidak bisa sayang. Aku tidak akan memaafkan orang yang sudah menyelakai orang yang aku sayangi. Kamu tau kan bagaimana sifatku" balas Melodi.
"Tapi ingat Mas aku sedang hamil anak kamu. Aku tidak mau kamu melakukan kejahatan seperti itu. Aku dan anak kita membutuhkan kamu Mas" ujar Cinta.
"Aku akan bertindak hati - hati tapi mereka perlu diberikan perhitungan. Jangan coba - coba bermain dengan Melodi" sahut Melodi.
"Mas tolong Mas jangan gegabah, laporkan saja mereka ke pihak berwajib. Pernikahan kita hanya tinggal tiga minggu lagi. Aku tidak mau menikah di penjara" ucap Ratna kepada Wildan.
"Itu tidak akan terjadi Rat kamu tenang saja. Kami hanya memberikan sedikit pelajaran kepada mereka. Agar mereka jera dan tidak mengganggu hidup kita" jawab Wildan.
"Ayo Wil, kita harus segera pergi" ajak Melodi.
Cinta langsung memeluk pinggang Melodi untuk mencegah suaminya pergi.
"Tapi ingat aku dan anak kita Mas. Jangan sampai kamu menghilangkan nyawa seseorang, itu dosa besar Mas. Aku tidak mau punya suami seorang pembunuh" pinta Cinta.
Melodi tersenyum tipis agar istrinya lebih tenang.
"Negara kita negara hukum sayang. Aku hanya menyentil mereka sedikit, sekedar shock therapy agar mereka tau kalau mereka salah mengajak teman bermain kali ini ujar Melodi.
Melodi pelepaskan pelukan tangan Cinta lalu pergi meninggalkan Cinta. Begitu juga dengan Wildan, dia berjalan menyusul Melodi.
"Rat aku takut sekali mereka akan melakukan sesuatu. Aku tau bagaimana kalau Mas Odi marah. Dia tidak akan perduli dengan mereka walaupun mereka itu wanita" ujar Cinta.
"Aku minta maaf Cin, gara - gara aku kamu jadi terlibat dalam masalah" sambut Ratna merasa bersalah.
"Aku yang salah Rat, aku yang ajak kamu pergi tadi. Coba kalau kita gak pergi pasti hal ini tidak akan terjadi" ucap Cinta.
"'Namanya juga ngidam Cin mana bisa ditahan keinginan kamu itu. Aku tidak menyalahkan kamu" balas Ratna.
"Mudah - mudahan mereka tidak melakukan sesuatu yang diluar batas" Doa Cinta.
"Aamiin.. kita tunggu saja Cin" jawab Ratna.
Sementara Melodi dan Wildan sedang dalam perjalanan menuju ke suatu tempat. Satu jam kemudian mereka sudah sampai di sebuah gedung tua. Mereka turun dan masuk dalam gedung itu.
"Wah.. wah.. wah.. jadi kalian ya pelakunya" ucap Melodi begitu melihat Rania dan Bella sedang duduk di kursi dengan tangan terikat.
"Me.. Melodi" ucap Bella terkejut.
Bella mengenal Melodi karena saat dia dulu pacaran dengan Wildan dia tau kalau mereka bersahabat. Bella tau Melodi adalah pria kejam berhati dingin.
"Hai Bella lama tak bertemu dengan kamu" sapa Melodi dengan tatapan menakutkan.
Wajah Bella tampat pucat dan takut tapi tidak sengaja Rania. Dia belum mengenal bagaimana sifat Melodi.
"Me.. mengapa kamu bisa ada di sini?" tanya Bella dengan gugup.
"Pertanyaan bagus. Mengapa aku ada di sini? Aku disini ingin memberikan pelajaran kepada kalian karena kalian. telah berani mengusik kehidupanku" jawab Melodi.
"Ka.. kami tidak melakukannya Od" jawab Bella semakin takut.
"Kalian tidak melakukannya? Hahahaha... kamu tau mobil siapa tadi yang ingin kalian celakakan?" tanya Melodi.
Melodi memegang dagu Bella dan mencengkramnya kuat. Mata Bella berkaca - kaca karena menahan sakit. Bella menggelengkan kepalanya.
"Mobil istriku. Istriku yang ada di dalam mobil bersama Ratna calon istrinya Wildan. Kalian hampir saja mencelakakan istriku yang sedang hamil" ungkap Melodi.
Mata Bella membesar dan bulat sempurna. Dia sangat tidak menyangka ternyata wanita satu lagi yang sedang makan bersama calon istrinya Wildan adalah istrinya Melodi.
Waduh gawat ini. Teriak batin Bella.
.
.
BERSAMBUNG
Apa yang akan dilakukan Melodi dan Wildan? tunggu bab selanjutnya ya..
Pagi guys... happy weekend semuanya. Semoga kalian semua sehat ya dan terhibur dengan novelku ini ya.. Terimakasih karena masih setia membaca novelku sampai di bab ini. Sabar bulan ini akan segera ending. Akan kita tutup akhir tahun ini dengan manis dan awal bulan kita lanjut dengan karya baru yang tak kalah seru.
Gimana, kalian masih semangat kan?