Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 188


Hari Kamis yang dinanti - nantikan Cinta akhirnya sampai juga. Sudah lama sekali ingin main ke rumah Ratna tapi tidak pernah tercapai. Kalau dulu saat mereka kuliah mereka punya keterbatasan dana untuk pergi kesana. Ratna aja jarang pulang kampung.


Setelah mereka mempunyai uang dari gaji mereka setelah bekerja, mereka tidak punya banyak waktu. Sehingga niat mereka belum juga terlaksana.


Kali ini Mereka memilih naik kereta ke kampung Ratna. Dengan alasan agar tidak terlalu capek sampai di sana dan begitu juga saat pulang ke Jakarta.


Mereka tidak memilih pesawat karena Cinta yang meminta. Dia ingin perjalanan naik kereta bersama Melodi. Karena cinta Melodi yang begitu besar kepada Cinta tentu saja dia mengabulkan permintaan istrinya.


Mereka naik kereta dengan tujuan Kota Semarang. Mereka naik Kereta Api Sembrani Luxury yang berangkat jam tujuh malam dan dijadwalkan akan sampai di kota Semarang jam setengah satu dini hari


Mereka rencananya akan bermalam di Semarang besok paginya baru melanjutkan perjalanan menuju Kota Pati.


Saat ini mereka sudah sampai di Stasiun Gambir Jakarta dan sudah duduk diatas kereta. Kereta ini sangat mewah sekali. Seumur hidup Cinta baru kali ini dia naik kereta semewah ini.


"Mas keretanya mewah banget" ucap Cinta.


Kereta Sembrani Luxury memang sangat mewah, dengan kursi yang dirancang seperti sofa. Membuat para penumpang sangat nyaman untuk tiduran. Kursinya juga sangat luas dan empuk.


"Biar kamu nyaman sayang. Aku kan gak mau kamu capek" sambut Melodi.


Melodi tidak ingin istrinya kelelahan selama di perjalanan. Kepergian mereka kali ini kan dalam rangka honeymoon menyambut kehidupan baru mereka yang jauh lebih nyaman.


Permasalahan masa lalu mereka sudah selesai semua. Tidak ada lagi beban masa lalu yang menghantui kehidupan mereka. Baik Cinta ataupun Melodi sudah mengikhlaskan semua masalah masa lalu mereka.


Semua sudah terjawab dan yang bersalah telah mendapatkan ganjaran dan hukuman baik di dunia maupun di akhirat.


Melodi dan Cinta ingin menyambut kehidupan baru mereka tanpa tekanan. Mereka ingin hidup lebih santai dan menikmati hidup seperti ini. Biarlah semua berjalan sesuai rencana Allah, cukup mereka berusaha dan berdoa. Selebihnya Allah yang akan menentukan.


"Kamu perhatian banget" ujar Cinta.


"Iya donk, kita kan mau honeymoon. Kalau kamu udah capek di jalan gimana kita mau bercocok tanam" sahut Melodi.


"Yaaah ada maunya rupanya" balas Cinta cemberut.


"Awas ya kalau kamu yang minta nanti di sana" goda Melodi.


"Owkeeeh" sambar Cinta cepat.


"Baiklah kita lihat siapa yang kalah nanti" tantang Melodi.


"Siapa takut" timpa Cinta.


Cinta sudah menyiapkan senjata pamungkas nya. Dia sangat yakin suaminya tidak akan bisa bertahan kalau sudah dia goda habis - habisan.


Seorang pramugari kereta api menghampiri mereka untuk memberikan hidangan makan malam dan juga minuman.


Letak bangku Cinta dan Melodi berada tepat di depan Ratna dan Wildan. Mereka makan malam bersama. Karena tadi takut ketinggalan kereta mereka memang tidak sempat makan di rumah atau singgah di restoran sebelum sampai di stasiun kereta.


Setelah makan malam mereka sibuk dengan aktivitas masing - masing. Cinta mengeluarkan novel yang akan dia baca. Melodi memainkan ponselnya memeriksa pekerjaannya melalui email.


Ratna dan Wildan sedang sibuk mendiskusikan sesuatu. Ratna membawa dan membuka laptopnya.


"Cih kalian dalam keadaan seperti ini masih juga ngurusin pekerjaan" gumam Cinta.


"Kan mau ngumpulin modal nikah Cin" ujar Ratna.


"Apa calon suami kamu gak cukup modal untuk nikahin kamu Rat?" tanya Cinta.


"Wah.. wah.. istri kamu Od, mulutnya.. kalau gak ingat kamu istri dari sahabat aku dan sahabat dari calon istriku udah aku mutilasi kamu" Wildan mengancam sambil bercanda.


"Coba aja kamu mutilasi istriku" potong Melodi.


Melodi melirik ke belakang tempat duduknya.


"Bercanda Od mana mungkin aku mutilasi Cinta. Bagaimanapun Cinta adalah peti kecil yang Allah kirim untuk mendekatkan aku dengan Ratna. Kalau gak ada Cinta aku tidak akan bertemu dengan Ratna" jawab Wildan.


"Kalau gak ada kamu aku juga gak akan ketemu Cinta" sambut Melodi.


"Benar ya, aku baru ingat. Kan aku yang pasang iklan untuk mencari asisten rumah tangga kamu waktu itu" ujar Wildan.


Wildan tersenyum mengingat kejadian lucu waktu dulu Cinta bekerja di rumah Melodi.


"Aku jadi ingat aku yang suka balas surat cintanya Cinta" ungkap Wildan.


Cinta terlonjak kaget dan membalikkan tubuhnya ke belakang.


"Benar Mas?" tanya Cinta terkejut.


"Hanya awal - awal saja, setelah itu aku yang balas semua surat cinta kamu" potong Melodi cepat untuk menjawab pertanyaan Cinta.


"Aku jatuh cinta karena kebawelan kamu" ungkap Melodi.


"Dia juga jatuh cinta karena masakan kamu Cin" sambunsambung Wildan.


"Sama kan seperti Mas Wildan jatuh cinta sama Ratna" sahut Cinta.


Wildan dan Melodi saling tatap.


"Nasib kita sama bro suka perempuan seperti mereka" ujar Wildan.


Melodi tersenyum tipis.


"Tak apalah, memang mereka yang kita cari. Hidup lebih tentram dan damai" ungkap Melodi.


"Yups betul dari pada kayak sofia" sahut Wildan.


"Halaaaah kamu juga si Bela" sahut Melodi.


Sontak Ratna dan Cinta kompak memandang Wildan dengan tatapan curiga.


"Kamu kok gak pernah cerita Mas?" tanya Ratna.


Sekarang Ratna juga sudah memanggil Wildan dengan sebutan Mas.


"Apakah si Bela itu juga segila Sofia?" tanya Cinta.


Wildan menggaruk kepalanya yang tak gatal. Refleks dia menendang bangku Melodi dari belakang.


"Kamu suka banget buat masalah baru" ucap Wildan kesal.


"Hahaha sorry bro aku keceplosan" jawab Melodi.


"Sepertinya ada yang harus di jelaskan" pancing Cinta.


Ratna hanya diam tapi tangannya langsung menutup laptop yang ada di meja tempat duduknya.


Waduh gawat ngambek nih. Mana besok mau ketemu calon mertua lagi. Batin Wildan


"Hahaha aku gak ikut campur bro" Melodi membalikkan badannya lalu duduk manis di bangkunya.


Melodi juga menarik tangan istrinya untuk duduk manis di tempat duduknya sendiri.


"Kita gak usah ikut campur urusan rumah tangga tetangga yank" ucap Melodi.


Asem Si Odi, udah keceplosan dianya malah kabur. Aduh bagaimana aku cerita tentang Bela pada Ratna. Aku harus mulai dari mana. Batin Wildan kesal.


Ratna sedang memasukkan laptop ke dalam tas ranselnya. Dia menutup meja yang ada di tempat duduknya lalu mengatur bangkunya dengan posisi nyaman untuk tiduran.


Ratna memasang handset di kedua telinganya lalu memutar musik dari ponselnya.


"Rat... " panggil Wildan.


Ratna memang masih bisa mendengar Wildan memanggil namanya tapi dia tetap diam pura - pura sedang menikmati alunan musik.


"Ratna... " pangil Wildan lagi.


Ratna malah memiringkan tubuhnya membelakangi Wildan. Sedangkan Melodi dan Cinta saling tatap sambil tersenyum jahil.


Melodi bicara dengan Cinta dengan cara berbisik.


"Kita diam aja yank, cukup dengerin mereka bertengkar" ucap Melodi.


"Okeeeh" balas Cinta sambil berbisik juga.


"Rat... Ratna.. " panggil Wildan lagi.


"Aaakh kamu Od buat aku pusing saja" umpat Wildan.


Melodi tersenyum tipis.


Dinikmati aja bro.. teriak Melodi dalam hati.


.


.


BERSAMBUNG