
Sepulang dari PT. Raharjo Group, Pak Raharjo langsung melaporkan apa yang dia alami tadi di kantor. Dia juga menceritakan kegusarannya pada putra semata wayangnya itu.
Bu Raharjo hanya tersenyum menanggapi cerita suaminya. Dia sendiri sudah lama melihat perubahan pada diri putranya. Dan dia sangat bahagia karena putranya berubah menjadi putra yang lebih baik dan bertanggung jawab.
Sejak Pak Raharjo masuk rumah sakit kemarin Bu Raharjo sudah merasakan ada yang berbeda dari diri Wildan. Dia jadi lebih perhatian dan sangat sayang kepada orang tuanya.
Naluri seorang ibu mengatakan dibalik pria sukses pasti ada wanita hebat. Dia sudah menebak kalau putranya itu sedang dekat dengan seorang gadis.
Tubuh Wildan tampak lebih sehat, lebih berisi. Berarti makan Wildan lebih teratur dan dia hidup dengan baik. Itulah tebakan Bu Raharjo.
Mendengar cerita suaminya hari ini dia sudah tidak terkejut lagi. Dia hanya penasaran, wanita mana yang bisa merubah putranya itu menjadi anak yang membanggakan orang tuanya.
"Kita harus mampir ke apartement Wildan Ma. Papa curiga dan sangat penasaran ingin melihat asisten rumah tangga Wildan. Papa gak mau kalau dia menjalin hubungan dengan seorang asisten rumah tangga. Mau ditaruh dimana muka Papa" ujar Pak Raharjo.
"Ya tetap di depan Pa, emang mau diletak dimana lagi wajahnya" sahut Bu Raharjo.
"Maaa.. Papa serius saat ini" bentak Pak Raharjo kesal.
"Mama juga serius lho Pa" sambut Bu Raharjo.
Pak Raharjo duduk di sofa dengan kesalnya. Dia melonggarkan dasi dan kancing kemejanya.
"Ya sudah nanti malam kita main ke apartement Wildan. Sekalian bawain dia makanan. Hari ini Mama masak makanan kesukaannya" ujar Bu Raharjo.
"Mama masak apa?" tanya Pak Raharjo penasaran.
"Asam manis ikan gurami" jawab istrinya.
"Bukan itu makanan kesukaannya Ma" ujar Pak Raharjo kesal.
"Itu lho Pa. Dari kecil setiap Mama masak gurami asam manis dia selalu senang dan kuat makan" ungkap Bu Raharjo.
"Papa sudah bilang kalau anak kamu itu sudah berubah. Kamu tau apa makanan kesukaannya sekarang?" tanya Pak Raharjo.
"Apa?" Istrinya balik bertanya karena penasaran.
"Rendang jengkol" jawab Bu Raharjo.
"Itu sih makanan kesukaan Mama Pa. Papa aja yang gak suka dan selalu marah kalau Mama makan itu. Makanya sekarang Mama jarang makan rendang jengkol karena Papa" sahut Bu Raharjo.
"Cih kamu dan Wildan sama saja" ujar Pak Raharjo masih kesal.
"Tapi Mama penasaran Pa, siapa gadis itu kok bisa sampai merubah Wildan seperti itu? Setau Mama dulu Wildan juga gak suka jengkol. Hebat banget gadis itu bisa merubah putraku jadi romantis begitu" ucap Bu Raharjo senang.
"Apa hubungannya jengkol dengan romantis?" tanya Pak Raharjo bingung.
"Ada Pa, katanya di dalam jengkol itu ada kandungan zat yang bisa menyebabkan munculnya cinta di hati manusia. Nah zat itu yang bisa membuat manusia jadi romantis" ungkap Bu Raharjo asal.
"Ah kamu belajar dari guru yang salah. Udah ah Papa makin pusing dengan jawaban kamu. Ceritanya soal anak kok bisa lari ke jengkol dan romantis. Papa lebih baik ke kamar dulu istirahat" sahut Pak Raharjo.
Dia segera bangkit dari sofanya dan berjalan menuju kamarnya. Sedangkan Bu Raharjo menahan tawa karena lucu melihat wajah suaminya yang kesal.
Hari ini Bu Raharjo mendapat kabar gembira tentang putranya. Dari cerita suaminya, Bu Raharjo sangat yakin kalau putranya sudah memiliki kekasih pujaan hati.
Dia sangat senang mendengar berita itu. Itu artinya sebentar lagi putranya akan menikah dan dia akan segera mempunyai anak perempuan.
Sudah lama sekali Bu Raharjo memimpikan punya anak perempuan yang bisa diajak senang - senang bareng di dapur. Bisa diajak belanja dan ke salon bareng. Pasti seru dari pada pergi sendirian.
Bu Raharjo segera melangkah ke dapur untuk mempersiapkan makanan yang akan dia bawa ke apartement putranya nanti. Sekitar jam tujuh malam mereka berangkat ke apartement Wildan.
Bu Raharjo tak lupa membawa makanan yang tadi dia masak. Dia menyimpan di wadah yang besar, rencananya malam ini mereka akan makan malam bersama di apartement putranya.
Sudah lama rasanya mereka tidak memberi kejutan pada putranya seperti ini. Mereka juga sudah lama gak mampir ke apartement Wildan. Jadi begitu tadi sore Pak Raharjo mengajak istrinya untuk berkunjung melihat putra mereka. Bu Raharjo langsung menyambutnya dengan senang hati.
Mereka diantar supir sampai loby gedung apartement Wildan. Setelah itu mereka berjalan menuju lift dan naik ke lantai dimana apartemen Wildan berada.
Ting.. Tong...
"Siapa yang datang Pak malam - malam begini?" tanya Ratna.
"Gak tahu, coba saya lihat dulu" jawab Wildan.
Wildan berjalan menuju pintu depan. Alangkah terkejutnya Wildan melihat Mamanya yang ada di depan. Sontak Wildan membuka pintu apartementnya.
"Mama" ucap Wildan begitu membuka pintu.
Dia langsung memeluk erat wanita yang paling dia sayangi di dunia ini.
"Ternyata kejutannya berhasil Pa" ujar Mama Wildan senang.
Wildan terkejut ternyata Papanya juga ikut. Dia mengira hanya Mamanya sendiri yang datang ke apartementnya. Karena selama ini Papanya itu jarang sekali mau datang ke apartementnya.
"Kami gak diajak masuk?" tanya Bu Raharjo.
"Masuk ke apartement anak sendiri pakai tanya Ma, langsung masuk aja" potong Pak Raharjo.
Pak Raharjo langsung masuk ke dalam apartement Wildan. Kemudian disusul oleh istrinya dan Wildan.
"Eh sayang, ini Mama ada bawa makanan kesukaan kamu. Mama sengaja bawa banyak karena pengen makan bersama kamu di sini" ucap Mama Wildan sambil menyodorkan barang - barang yang dia bawa dari rumah.
"Ma.. Mama mau makan di sini?" tanya Wildan terkejut.
"Pak makanan sudah siap, yuk kita makan" ajak Ratna yang tiba - tiba datang dari arah belakang.
Ratna terkejut melihat tamu yang datang malam itu.
"Kamu, ngapain kamu ada di sini?" tanya Pak Raharjo terkejut.
Pak Raharjo tampak tidak senang dengan keberadaan Ratna di apartement Wildan.
"Papa kok gitu ngomongnya" protes Bu Raharjo.
"Wanita ini selalu ada dimana Wildan berada. Kamu ini sebenarnya siapa Wildan sih? Sekretaris atau siapanya? Sekretaris kok sampai ngurusin Wildan sampai selesai waktu kantor?" tanya Pak Raharjo dengan tatapan marah.
Ratna langsung terdiam dan nyalinya menciut. Mana mungkin dia melawan pada pemilik perusahan tempat dia bekerja yang sekaligus adalah orang tua dari Wildan.
"Pa Ratna ini adalah asisten pribadiku" jawab Wildan.
"Asisten pribadi atau pembantu kamu?" tanya Pak Raharjo sinis.
"Papa... " tegur Bu Raharjo mengingatkan.
"Wanita apa ini Ma, sudah malam masih keluyuran di rumah laki - laki. Dia pasti punya maksud tertentu ini deketin Wildan" tuduh Pak Raharjo.
"Papa" bentak Wildan.
Wildan sangat kesal mendengar ucapan Papanya yang sudah merendahkan harga diri Ratna.
"Kamu berani bentak Papa hanya karena wanita ini Wildan? Hebat kamu ya.. gara - gara kamu Wildan berani melawan pada orang tuanya. Puas kamu, itu kan yang kamu mau?" tanya Pak Raharjo kepada Ratna.
Ratna menundukkan wajahnya tanpa terasa air matanya mulai mengalir. Sungguh dia tidak menyangka akan mendapatkan amukan dari Pak Raharjo seperti ini.
Kata - kata Pak Raharjo sungguh sangat menyakiti hati Ratna. Wildan sangat marah dengan Papanya saat ini.
"Pa jangan pernah merendahkan Ratna seperti itu, dia bukan wanita seperti yang Papa tuduhkan tadi. Dia adalah sahabatnya Cinta Pa, istrinya Melody" ungkap Wildan.
.
.
BERSAMBUNG