Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 150


"Pa jangan pernah merendahkan Ratna seperti itu, dia bukan wanita seperti yang Papa tuduhkan tadi. Dia adalah sahabatnya Cinta Pa, istrinya Melody" ungkap Wildan.


Pak Raharjo terkejut mendengar ucapan Wildan.


"Ratna sahabatnya Cinta?" tanya Mama Wildan.


"Iya Ma dan dia tinggal di apartement sebelah. Melodi menyuruhnya tinggal di apartement Melodi agar Ratna bisa dekat dengan Cinta sebelum Melodi dan Cinta pindah rumah" jawab Wildan.


"Tuh Pa, Papa dengar kan perkataan Wildan. Ratna ini sahabatnya Cinta, pasti Ratna ini sebaik Cinta juga. Apa kamu bisa masak seperti Cinta nak?" tanya Bu Raharjo lembut.


Bu Raharjo langsung menarik tangan Ratna dan membawanya ke dapur.


"Maaf ya Nak, perkataan suami saya menyakiti perasaan kamu. Suami saya emang suka asal kalau ngomong. Apalagi pada orang yang baru dia kenal. Tante sudah sering mengingatkan Om, jangan nilai seseorang dari penampilannya saja. Karena zaman sekarang ini kita pasti akan sering tertipu. Penampilan tak seperti isi dalamnya. Diluar tampak cantik tapi hatinya busuk" ucap Mama Wildan ramah.


Ratna mengusap air matanya.


"Tolong bantuin Tante donk nyiapin makan malam kita. Kamu jangan pulang dulu ya, kita makan malam bareng" ajak Bu Raharjo.


"Tapi Bu, Bapak kan gak suka lihat saya" jawab Ratna jujur.


"Panggil Tante aja jangan ibu terlalu formal. Jangan hiraukan Bapak, nanti Tante akan jinakkan dia. Percayalah" ujar Bu Raharjo.


Bu Raharjo melihat meja makan sudah tersaji beberapa jenis makanan.


"Lho banyak makanan, siapa yang masak?" tanya Bu Raharjo.


"Saya Bu eh Tante" jawab Ratna.


"Waaaah semur ayam, ini kesukaan Papanya Wildan" ucap Mama Wildan senang.


Ratna mulai memindahkan makanan yang dibawa Bu Raharjo ke dalam wadah lain dan menyajikannya diatas meja makan. Dia juga menambah jumlah piring dan gelas.


"Pa, Wil makan yuk. Udah siap nih semuanya" ajak Bu Raharjo dari arah dapur.


Wildan dan Pak Raharjo sampi di dapur dengan wajah dingin mereka. Mungkin tadi di depan mereka sempat bersitegang.


"Peraturan makan malam kita, tidak boleh ada pertengkaran apalagi pertikaian. Ingat di depan makanan gak boleh bertengkar nanti gak berkah dan makanannya jadi gak enak. Kalau makanannya gak enak pasti perut kalian akan sulit menerimanya. Itu artinya kalian akan sakit. Papa gak mau kan sakit lagi" ucap Bu Raharjo panjang.


Pak Raharjo langsung menarik kursi meja makan dan duduk tanpa menghiraukan ucapan istrinya. Bu Raharjo tersenyum sambil melirik ke arah Ratna.


"Duduk Rat, yuk makan bareng kita" ajak Bu Raharjo. Bu Raharjo duduk disamping suaminya.


Wildan duduk tepat di depan papanya disampingnya duduk Ratna dengan tegangnya. Bu Raharjo mulai menyajikan makanan untuk suaminya.


Wildan juga mulai mengambil makanannya. Tapi tidak dengan Ratna, dia memilih diam dan menunggu keluarga Wildan makan.


"Makan" perintah Wildan.


"I.. Iya Pak" jawab Ratna.


Barulah Ratna mengambil makananya. Pak Raharjo mulai menyantap masakan Ratna tanpa dia ketahui siapa yang memasaknya.


"Tadi kata Mama mau masak ikan gurami asam manis. Kok jadi masak semur ayam?" tanya Pak Raharjo.


Bu Raharjo tersenyum sambil mengedipkan matanya kepada Ratna.


"Gimana rasanya Pa, enak?" tanya Bu Raharjo.


Bu Raharjo tersenyum manis.


"Ini masakan Ratna Pa, masakan Mama udah disimpan di kulkas. Ratna udah banyak masak makan malam, sayang kan kalau gak kemakan. Jadi makanan yang Mama bawa di simpan aja biar untuk makanan Wildan besok" jawab Bu Raharjo.


"Uhuk.. uhuk.. " Pak Raharjo tersedak karena terkejut mendengar jawaban istrinya.


Sontak Ratna berdiri dan memberikan minuman kepada Pak Raharjo.


"Minum Pak" ucap Ratna dengan menunduk penuh hormat dan sopan.


Pak Raharjo spontan juga menerima gelas dari Ratna karena tenggorokannua terasa panas dan sakit akibat tersedak.


Bu Raharjo tersenyum menang.


"Apa air putihnya juga enak Pa?" tanya Bu Raharjo menyindir.


Pak Raharjo hanya diam karena ingat peraturan istrinya tadi sebelum makan. Wildan dan Pak Raharjo tidak selalu mendengarkan ucapan Bu Raharjo.


Pak Raharjo adalah pria keras kepala. Tapi tidak kalau sudah berada di rumah. Di rumah istrinya adalah ratu. Dia sangat mencintai istrinya jadi apapun permintaan dan perkataan istrinya selalu dia dengarkan dan tepati.


Tak pernah dia membantahnya bahkan dia sering mengatakan kepada Wildan untuk mengalah saja dengan Mamanya saat dirumah karena Mamanya sudah mengorbankan hidupnya demi mengurus keluarganya.


Benar kata Bu Raharjo tadi kepada Ratna. Pak Raharjo terlihat jinak sekali dan tidak berkata apapun juga saat mereka makan malam.


"Kamu memang pintar masak ya Rat. Wil, kapan - kapan ajak Ratna ke rumah. Mama pengen masak bareng sama Ratna, pasti seru. Mama sudah lama memimpikan punya teman memasak di rumah" ungkap Bu Raharjo.


Pak Raharjo hanya diam saja walau istrinya berkata seperti itu.


"Iya Ma" jawab Wildan singkat.


Mereka menyantap masakan Ratna dengan lahap. Tak lama kemudian makan malam selesai. Wildan dan Papanya kembali ke ruangan TV apartement Wildan.


Sedangkan Bu Raharjo dan Ratna masih asik membersihkan area dapur.


"Kamu pasti sudah lama masak untuk Wildan?" tebak Bu Raharjo.


"Tante kok tau?" tanya Ratna penasaran.


"Tante sudah lama melihat tubuh Wildan lebih berisi. Hidup Wildan sekarang rasanya lebih teratur. Memang sejak Melodi menikah hidup Wildan jauh lebih tenang. Dulu mereka sering sekali ke diskotik membuat Tante khawatir. Untung Allah hadirkan Cinta untuk Melodi yang bisa menemani hidup Melodi hingga dia tidak kesepian lagi. Kasihan anak itu, saat remaja sedang butuh - butuhnya dukungan dan bimbingan dari orang tua tapi Papa dan Mamanya meninggal dengan sangat tragis dan tiba - tiba. Tante sering membayangkan jika hal itu terjadi dengan Wildan. Pasti Wildan juga akan hidup sengsara seperti Melodi " ungkap Bu Raharjo.


"Tante sudah lama mengenal Pak Melodi?" tanya Ratna.


"Sudah, Wildan dan Melodi itu sudah berteman sebelum mereka kuliah. Tapi dulu mereka tidak sekelas. Pas kuliah baru bareng dan dekat. Tante mengenal Papa dan Mamanya, mereka orang - orang baik, Melodi juga didik dengan baik. Makanya Tante sangat senang Wildan berteman dengan Melodi. Tapi akibat kecelakaan orang tuanya Melodi berubah. Tante mengerti mengapa Melodi tumbuh menjadi anak yang dingin karena dia kesepian dan sangat kehilangan sosok panutannya. Tante menyuruh Wildan untuk selalu menemaninya agar Melodi tidak merasa sendirian" jawab Bu Raharjo.


"Tante juga orang yang sangat baik. Kalau tidak mana mungkin Pak Wildan tumbuh jadi pria yang baik kalau bukan karena didikan dari Mamanya. Bukankah di rumah itu seorang Ibulah yang banyak berperan dalam pendidikan anak - anaknya?" tanya Ratna.


Bu Raharjo tersenyum manis kepada Ratna.


"Kamu gadis yang cerdas, Tante berharap nanti Wildan juga mendapatkan istri yang cerdas seperti kamu. Agar cucu - cucu Tante nanti tumbuh jadi anak - anak yang cerdas juga" sambut Bu Raharjo.


.


.


BERSAMBUNG