
Bangun pagi Melodi terusik karena tingkat aneh Cinta. Dia masuk dalam pelukan Melodi dan mencium area ketiak Melodi sehingga Melodi merasa geli.
"Sayang apa yang kamu lakukan pagi ini? Apa kamu mau minta ronde kedua setelah apa yang kita lakukan tadi malam?" tanya Melodi.
Melodi merasa sikat Cinta semakin aneh. Sekarang hampir setiap malam Cinta mengajaknya bercocok tanam. Bukan Melodi keberatan tapi dia merasa aneh saja.
Cinta yang selama ini malu - malu sekarang sudah berubah jadi berani bahkan terlihat seperti singa lapar ketika melihat tubuh Melodi diatas tempat tidur.
"Yank apa yang kamu lakukan?" tanya Melodi.
"Mencium wangi tubuh Mas. Heeeeemmm wangi banget" jawab Cinta.
"Yank.. aku geli" ujar Melodi menahan rasa geli.
Melodi sedikit mengelak dan menjaga jarak.
"Aaaaah Mas Odiiiii aku mau cium keteknyaaaa" rengek Cinta.
"Tapi aku geli yank. Kamu kenapa heeeem? Gak biasanya kamu seperti ini?" tanya Melodi lembut sambil memegang kepala Cinta dengan kedua tangannya.
Mata Cinta terlihat berkaca - kaca.
"Aku pengen cium ketek Mas aja, wangi dan hangat. Rasanya nyaman banget" jawab Cinta.
Melodi tersenyum melihat tingkah istrinya pagi - pagi begini.
"Mandi yuk sebentar lagi shalat subuh" ajak Melodi.
"Gendooooong" rengek Cinta.
Melodi semakin lebar senyumnya.
"Istriku kok manja banget ya sekarang kalau pagi. Tapi kalau malam berubah jadi ganas. Tapi aku suka" goda Melodi.
"Aaaaaaah Mas Odiiiii oi" ucap Cinta sambil kembali masuk dalam pelukan Melodi.
"Yank udah hampir subuh jangan mancing - mancing, bisa bablas nanti shalat subuhnya" ujar Melodi mengingatkan.
Melodi mengangkat tubuh istrinya ala bridal style dan membawanya ke dalam kamar mandi. Pagi ini mereka mandi bersama. Baru setelah mandi mereka shalat subuh bersama.
Usai shalat subuh Cinta kembali naik ke atas tempat tidur bahkan mukena nya saja belum dia buka. Cinta menarik selimut kembali dan memejamkan matanya. Melodi semakin heran melihat tingkah istrinya.
"Sayang kamu sakit?" tanya Melodi.
"Nggak Mas aku hanya ngantuk" jawab Cinta.
"Ya sudah tidur lagi tapi mukenanya di buka donk biar kamu lebih nyaman tidurnya" perintah Melodi.
"Aku mager Mas, Mas aja deh yang lepasin" pinta Cinta.
Melodi menghampiri istrinya.
"Istriku ini kok males banget ya pagi ini" ledek Melodi.
Tapi dengan penuh kasih sayang dia tetap membantu Cinta melepas mukenanya. Setelah itu Melodi menyelimuti Cinta yang kembali menutup matanya.
Melodi keluar untuk bertemu Pak Ilham. Biasanya pagi - pagi begini Bik Sumi sudah menyediakan kopi untuk suaminya itu. Melodi mendapati pasutri tua itu di dapur. Dia berjalan dan bergabung dengan mereka.
"Cinta mana Od?" tanya Bik Sumi.
"Di kamar bik, katanya masih ngantuk" jawab Melodi.
"Kamu mau kopi?" Bik Sumi menawarkan.
"Boleh Bik" sambut Melodi.
Pak Ilham tampak sedang asik menikmati kopi panas buatan istri tercinta.
"Aku heran deh dengan sikap Cinta seminggu ini. Rasanya dia kok aneh banget ya" ujar Melodi.
"Aneh gimana?" tanya Pak Ilham.
"Dia manja banget Pak gak seperti biasanya, udah gitu malas banget gerak dan sering tiduran. Biasanya kan dia gak mau diam. Udah gitu suka merengek bahkan menangis kalau minta sesuatu" ungkap Melodi.
Bik Sumi membalikkan badannya.
"Hamil kali Od, si Cinta" ujar Bik Sumi.
"Hamil? emang apa hubungannya?" tanya Melodi bingung.
"Hormon wanita hamil terkadang bisa seperti itu. Dia malas ngapa - ngapain, sukanya tiduran aja di kamar. Cengeng dan manja" jawab Bik Sumi.
"Bisa jadi Od, coba kamu suruh Cinta periksa. Siapa tau emang benar" sambut Pak Ilham.
"Tapi dia gak muntah - muntah seperti Mbak Amel?" tanya Melodi.
"Tidak semua wanita hamil merasakan mual dan muntah. Bersyukur banget kalau Cinta hamilnya gak seperti itu. Kalau gak kan kasihan seperti Amel kemarin" jawab Bik Sumi.
"Iya, aku gak tega lihatnya sampai lemas dan pingsan seperti itu" sahut Melodi.
"Ya sudah nanti suruh Cinta periksa" ujar Bik Sumi.
"Maaas... Mas Melodiiiiiiiii" panggil Cinta.
"Tuh Bik kumat lagi manjanya. Pasti pengen sesuatu tuh" ujar Melodi.
"Ya sayaaaaaang" jawab Melodi.
"Ayo kuda jalan teruuuus" pekik Cinta.
Wajah Melodi tampak sedang menahan kesabarannya. Mereka berjalan menuju dapur. Melodi menurunkan Cinta tepat di depan meja makan.
"Pagi Bik, Pak Ilham" sapa Cinta ceria.
"Pagi Cinta" jawab pasutri itu kompak.
Pak Ilham dan Bik Sumi melihat dan memperhatikan Cinta dengan tatapan serius.
"Ada apa? Mengapa kalian menatapku seperti itu?" tanya Cinta.
Cinta memandang Pak Ilham dan Bik Sumi bergantian.
"Kapan terakhir kamu datang bulan?" tanya Bik Sumi menginterogasi.
"Mm.. empat atau oh ya Allah, aku udah telat Mas" ucap Cinta pada Melodi.
Sontak wajah Melodi berubah jadi ceria.
"Benarkah?" tanya Melodi senang.
"Iya harusnya minggu lalu aku sudah datang bulan" jawab Cinta.
"Kalau begitu tunggu sebentar ya" ujar Melodi.
Melodi setengah berlari kembali ke kamar. Tak lama kemudian dia keluar lagi membawa dompet, HP dan kunci mobil.
"Mau kemana Mas?" tanya Cinta.
"Mau ke apotek" jawab Melodi.
Melodi sudah menghilang dari pandangan mereka.
"Sepertinya dia sangat senang sekali" ucap Pak Ilham.
"Aku takut kalau Mas Melodi terlalu berharap ternyata aku gak hamil nanti dia kecewa" jawab Cinta sedih.
"Tidak apa, kalau gagal kan masih ada hari esok" sambut Pak Ilham menghibur.
Melodi keluar dari area rumahnya dan singgah di apotek yang paling dekat dari rumahnya. Tapi karena masih terlalu pagi sulit untuk mencari apotek yang buka dua puluh empat jam.
Setelah satu jam berkeliling akhirnya Melodi menemukan apotek yang buka. Dia langsung memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam apotek.
"Ada yang bisa saya bantu Pak" ucap karyawan apotek.
"Saya mau beli alat tas kehamilan yang paling bagus" pinta Melodi.
"Tunggu sebentar ya Pak" jawab pria tersebut.
Beberapa menit kemudian pria itu memberikan apa yang Melodi pinta.
"Jangan satu, saya mau lima" jawab Melodi.
"Satu saja kalau istri Bapak hamil pasti hasilnya kelihatan Pak" ujar pria tersebut.
"Kamu aneh, dimana - mana kalau jualan itu maunya pembeli membeli barang sebanyak-banyaknya. Kamu malah melarang saya beli banyak" protes Melodi.
"Eh iya Pak, baiklah" ralat pria itu cepat.
Melodi memberikan beberapa lembar uang seratus ribu kepada pria itu.
"Pak kebanyakan" tolak pria itu.
"Tidak apa, doakan saja istri saya hamil ya" jawab Melodi.
"Aamiin.. semoga istri Bapak hamil ya Pak" doa pria itu.
Melodi langsung masuk ke dalam mobil dan pulang ke rumahnya. Sesampainya di rumah Melodi langsung memberikan alat tes kehamilan kepada istrinya.
"Nih yank, coba kamu tes dulu" perintah Melodi.
Cinta menatap Bik Sumi tapi Bik Sumi tersenyum sambil mengangguk. Cinta lalu berjalan ke kamar mandi dan memakai alat tes kehamilan. Kira - kira sepuluh menit kemudian Cinta keluar dengan tatapan datar.
Semua orang sudah risau menunggu kabar darinya.
"Gimana?" tanya Melodi.
Cinta memberikan alat tes kehamilan kepada Melodi. Melodi menerima dan melihatnya. Sontak Melodi menggendong Cinta dan membuat Cinta terbang melayang.
"Alhamdulillah... makasih sayaang" ucap Melodi senang.
"Hus makasihnya sama Allah Mas" protes Cinta.
Melodi menurunkan Cinta dan langsung sujud syukur.
"Alhamdulillah ya Allah" ucapnya.
.
.
BERSAMBUNG