
Makanan datang, Cinta dan Melodi menikmati hidangan mereka diiringi alunan musik romantis.
"Ternyata Bapak pinter banget nyanyi, saya kira gak bisa" ujar Cinta.
"Sesekali saya suka juga tapi jenis musikku beda sama kamu" sambut Melodi.
"Iya ya Pak, seperti bumi dan langit hehehe" sahut Cinta.
"Tapi ya gak apa, kalau semua di dunia ini diciptakan sejenis ya gak berkembang. Contohnya aja manusia diciptakan berpasang - pasangan" lanjut Melodi.
"Benar itu Pak" balas Cinta.
"Kamu sudah punya?" tanya Melodi.
"Punya apa Pak?" tanya Cinta bingung.
"Punya pasangan?" tanya Melodi balik.
"Suami?" tanya Cinta.
"Ya nggaklah.. saya kan tau kamu itu masih gadis" jawab Melodi.
"Tau dari mana Pak?" tanya Cinta dengan polos.
Ya ampun anak ini buat aku semakin gemas lihatnya. Batin Melodi.
"Maksud saya, kamu kan masih single Cinta" ralat Melodi.
"Ooo" sahut Cinta
"Kamu sudah punya pacar?" tanya Melodi hati - hati.
"Pacar Pak? Buat apa?" tanya Cinta balik.
"Pacar buat apa?" tanya Melodi bingung.
Nih anak apa gak tau ya fungsinya pacar? tanya Melodi dalam hati.
"Ya pacar masak kamu gak tau fungsinya untuk apa? Untuk menyayangi kamu, melindungi kamu, perhatiin kamu, menjaga kamu dan masih banyak yang lainnya" jawab Melodi.
"Itu fungsi suami Pak. Capek banget jadi pacar eh gak taunya gak berjodoh. Jagain jodoh orang Pak, sia - sia" sahut Cinta.
"Jadi kamu gak punya pacar?" tanya Melodi semangat.
Yes.. dia benar - benar jomblo. Teriak hati Melodi.
"Ya gitu deeh.. saya gak mau pacaran. Menurut saya itu sia - sia. Menyukai seseorang yang belum jelas akan menjadi apa kelak di masa yang akan datang. Mending langsung nikah aja, gak banyak dosa dan bisa totalitas melakukan semua yang bapak katakan tadi. Menyayangi, menjaga, merawat, melindungi dan lain - lainnya. Dan itu akan di catat sebagai ibadah Pak, dapur pahala" ungkap Cinta.
Melodi dia dan mencerna jawaban Cinta.
"Pahala, kenapa bisa?" tanya Melodi bingung. Baru kali ini dia mendengar konsep pernikahan seperti yang Cinta katakan.
Selama ini dia tau pernikahan ini ya hanya untuk mencintai, menyayangi, melindungi, menjaga dan memperhatikan orang yang kita sayangi. Tidak ada ibadah di dalamnya. Bukan seperti shalat ataupun puasa. Itu ibadah yang Melodi ketahui dan itupun sudah lama tidak dia jalankan.
"Menikah itu menyempurnakan separuh agama Pak. Kata Bibik saya di desa menjalankan rumah tangga itu sangat berat karena dua manusia yang tidak sama, disatukan dalam ikatan pernikahan. Akan banyak perbedaan, selisih pendapat, sifat, karakter, kebiasaan dan lingkungan diantara keduanya yang akan sangat mempengaruhi berjalannya rumah tangga tersebut. Harus bisa saling mengalah, saling percaya, saling mengerti agar tetap berjalan dengan langgeng dan itu sangat berat Pak makanya dikatakan ibadah" jelas Cinta.
"Unik juga jawaban kamu" puji Melodi.
Dia tidak menyangka Cinta yang umurnya jauh dibawahnya mempunyai pandangan tentang pernikahan yang begitu dewasa dimata Melodi.
Cinta melanjutkan makannya, dia menganggap kalau saat ini Melodi sedang mengajaknya berdiskusi tentang pernikahan.
"Jadi apa kamu tidak ingin menikah? Kamu kan suka beribadah, kamu gak mau dapat pahala yang banyak?" pancing Melodi.
"Saya masih punya impian yang belum tercapai Pak" jawab Cinta.
"Apa itu?" selidik Melodi.
"Saya punya kakak yang sudah mempertaruhkan hidupnya masa depannya untuk saya. Dia berhenti kuliah karena merawat saya. Dia mengubur semua cita - citanya demi hidup saya" ungkap Cinta dengan mata berkaca - kaca.
Melodi mendengarkan dengan serius.
"Apa yang ingin kamu lakukan pada mereka?" tanya Melodi.
"Saya ingin membelikan sawah untuk kakak untuk membantu keuangan mereka. Saya ingin membangun rumah untuk dia dan keluarga kecilnya. Aku juga akan naikkan haji bibik yang sejak kecil membesarkan aku" jawab Cinta.
Itu bisa aku wujudkan Cinta. Aku sudah tau apa yang menjadi permasalahan kamu. Batin Melodi.
"Sampai kapan itu waktunya? Apakah kamu punya limit waktu?" tanya Melodi.
"Tidak Pak, saya kan baru bekerja Pak, tabungan saya masih jauh untuk itu. Mungkin masih lama" jawab Cinta.
"Pantas kamu pelit sekali. Kemana - mana selalu naik bus" ujar Melodi.
"Menghemat Pak demi sebuah impian. Tapi selama saya bekerja dengan Bapak tabungan saya lumayan Pak. Mudah - mudahan kalau nanti bonus keluar saya sudah bisa beli sawah buat kakak saya" sambung Cinta.
"Kalau ada seorang pria datang dan bisa mengabulkan semua impian kamu itu Cinta, apakah kamu mau menikah?" tanya Melodi.
Cinta terdiam sesaat dan berpikir.
"Saya belum pernah memikirkannya Pak. Lagian siapa juga pria kaya yang mau menikah dengan saya Pak. Kaya kagak, tampang pas - pasan, penampilan masih kampungan" jawab Cinta merendah.
"Kamu terlalu merendah Cinta" sambut Melodi.
Kamu punya nilai plus Cinta, kamu hidup sederhana dan apa adanya. Kamu bisa jadi diri sendiri dan tanpa memaksakan penampilan kamu. Kamu lucu dan pintar masak.
"Saya tidak mau berhutang budi Pak" ujar Cinta.
"Dalam cinta tidak ada istilah hutang budi. Kamu akan tulus melakukan itu semua karena rasa sayang kamu. Sama seperti apa yang kamu lakukan pada kakak kamu" sambung Melodi.
Cinta menarik nafas panjang.
"Saya benar - benar belum memikirkannya Pak. Bapak sendiri mengapa belum menikah? Dari segi umur, kekayaan semua sudah sangat memenuhi. Dan saya sangat yakin pasti Bapak sudah punya pacar?" tanya Cinta.
"Pacar saya tidak punya Cinta" jawab Melodi.
"Jadi siapa wanita yang Bapak ajak ke apartement?" tanya Cinta penasaran.
"Dia hanya teman wanita saya" jawab Melodi.
"Teman wanita tapi bisa diajak tidur ya Pak. Ups.. maaf.. maaf.. saya sudah kelewat batas" ujar Cinta menyesal.
"Begitulah kehidupan saya dulu tapi itu sudah lama saya tinggalkan. Sekarang saya merasa membutuhkan seseorang untuk menjadi teman hidup. Seseorang yang akan menyambut saya setiap kali saya pulang. Dia akan merawat saya ketika saya sakit, memberi perhatian kepada saya saat saya kelelahan ketika pulang dari kantor. Dia menghibur saya saat saya penat dan sedih dan seseorang yang akan menjadi tempat untuk saya pulang" ungkap Melodi.
Untuk sesaat mereka sama - sama diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing.
"Kalau seandainya kamu bertemu dengan pria yang seperti saya apakah kamu mau menerimanya?" tanya Melodi.
"Ma.. maksud Bapak?" tanya Cinta tak mengerti.
Jantung Cinta berdetak sangat kencang mendengar pertanyaan Melodi.
Jangan katakan Pak.. jangan katakan.. aku tidak akan bisa menjawabnya sekarang.
"Pria yang punya masa lalu kehidupan seperti saya. Punya banyak teman wanita dan pernah hidup bebas?" tanya Melodi.
Cinta menarik nafas lega.
"Kalau prinsip saya Pak, masa lalu ya masa lalu. Setiap manusia punya masa lalu. Selagi mau memperbaiki diri kenapa nggak. Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Maha penerima taubat hambanya Pak. Allah aja mau menerima taubat mengapa kita yang manusia biasa tidak bisa" jawab Cinta.
Melodi tersenyum mendengar jawaban Cinta.
"Begitu ya.. " sahut Melodi.
Mereka melanjutkan makan malam mereka.
.
.
BERSAMBUNG