
Hari bahagia Rania dan Wahyu akhirnya tiba. Pesta dirancang dengan sangat meriah oleh Pak Sudibyo padahal Rania dan Wahyu hanya menginginkan pesta sederhana.
Tapi karena Rania adalah putri satu - satunya Pak Sudibyo tentu saja dia ingin membuatnya menjadi kenangan seumur hidup yang tidak akan pernah dilupakan oleh Rania san Wahyu.
Pak Sudibyo sangat bersyukur mendapatkan menantu yang baik dan bertanggung jawab seperti Wahyu. Pak Sudibyo sudah membicarakan tentang kualitas Wahyu kepada Melodi dan Wildan.
Pak Sudibyo berhasil membujuk Wahyu untuk bekerja di Perusahaannya menjadi wakilnya Rania. Ini sengaja di rencanakan Pak Sudibyo jauh - jauh hari. Dengan tujuan kalau nanti Rania hamil sudah ada penggantiannya yang siap memimpin perusahaannya dengan baik.
Wahyu menerima amanah dari calon mertuanya. Apalagi bekerjasama dengan istrinya kelak tentu saja bisa saling membantu.
Pak Wahyu juga meminta kepada Rania dan Wahyu untuk tetap tinggal bersama mereka setelah menikah karena Pak Sudibyo tidak mau berpisah dengan putrinya.
Wahyu menerima semua permintaan Pak Sudibyo karena sejatinya dia hanya ingin membahagiakan Rania. Dia juga sadar sangat berat bagi Rania untuk berpisah dari orang tuanya.
Setelah akad nikah dan sepulang Rania dan Wahyu honeymoon, Wahyu akan mulai bekerja di Perusahaan Sudibyo. Wahyu sudah siap dengan kehidupan yang berbeda dan lebih bertanggung jawab.
Apalagi statusnya sebagai seorang suami yang harus bisa memberikan nafkah dan perlindungan kepada keluarganya.
Kini seluruh keluarga dan para sahabat sudah berkumpul di ballroom hotel. Anak genk Sanjaya Corp juga sudah berkumpul bersama. Cinta dan Ratna tampak sudah mulai menggunakan gaun hamil.
Santi sedang menggendong anaknya yang selalu ditemani Baim, sedangkan Loly dsn Suri terlihat sangat cantik dengan gaun mereka. Sedangkan Wildan dan Melodi sedang duduk santai di meja undangan bersama Radit, Pak Ilham dan Bik Sumi.
Duduk bersama mereka kedua orang tua Wildan. Mereka semua datang lebih awal agar mengikuti prosesi akad nikah Rania dan Wahyu.
Pak Sudibyo diminta untuk menjadi saksi pernikahan dari pihak mempelai pengantin wanita. Itu atas permintaan dari Pak Sudibyo yang merupakan sahabat lamanya.
Akad nikah akan segera di mulai. Wahyu, kedua orang tuanya, Pak Sudibyo juga Pak Raharjo sudah mengambil tempat yang telah disediakan.
Kini Wahyu sudah duduk berhadapan dengan Pak Sudibyo dan mereka sudah saling berjabat tangan untuk mengucapkan ijab kabul.
"Saya terima nikah dan kawinnya Rania Sudibyo dengan mahar sebentuk cincin emas dibayar tunai" ucap Wahyu dengan lantang.
"Bagaimana saksi?" tanya kadi nikah.
"Sah" jawab Pak Raharjo dan saksi dari pihak Wahyu
"Barakallahu... " sambut semua yang ada di ruangan tersebut.
Tak lama Rania keluar dibawa oleh Suri dan Loly sebagai bridesmaid pernikahan Rania dan Wahyu. Rania tampak cantik dan anggun dalam balutan gaun putih dan menggunakan hijab hingga menutup dadanya.
Akad nikah mereka berlangsung dengan penuh hikmad. Mata Rania berkaca - kaca menatap wajah Wahyu yang kini sudah menjadi suaminya.
Bibir Wahyu tersenyum penuh bahagia menyambut kedatangan istrinya. Wahyu langsung memasangkan cincin pernikahan mereka lalu disambut dengan Rania menciun tangan Wahyu.
Air mata bahagia keluar dari sudut mata Rania. Hari ini dia sungguh sangat bahagia karena ada pria baik yang dengan tulus mau menikahinya.
Setelah itu gantian Rania yang memangkan cincin pernikahan mereka lalu disambut dengan kecupan hangat Wahyu di kening Rania.
Semua keluarga, para sahabat dan tamu undangan memberikan tepuk tangan meriah sebagai awal kebahagiaan pasangan suami istri itu.
Kini Wahyu dan Rania sudah duduk di atas pelaminan. Mereka mulai menerima ucapan selamat dari seluruh keluarga dan para sahabat.
"Selamat Rania, semoga kamu bahagia dan pernikahan ini sakinah mawaddah warrahmah" ucap Wildan.
"Terimakasih Wil, maafkan semua kesalahanku ya Wil" balas Rania.
Rania kembali meneteskan air mata penyesalannya. Dulu pria yang ada di hadapannya ini pernah menjadi suami impiannya. Tapi nasib berkata lain, sekali pun pria itu tidak pernah mencintainya dan kini Rania sudah bisa menerima semua itu dengan lapang dada.
"Hei pengantin tidak boleh menangis, ini kan hari bahagia kalian. Semoga kamu bahagia ya Ran dan segera mendapatkan momongan" ucap Ratna tulus
Rania dan Ratna saling berpelukan erat.
"Aamiin... terimakasih Ratna. Apakah kita masih bisa bersahabat?" tanya Rania.
"Tentu saja kamu adalah istri dari. sahabatku dan saudara suamiku bukan. Kita sudah menjadi keluarga" jawab Ratna lembut.
Keduanya saling tersenyum bercampur hari. Akhirnya semua permasalahan dan perselisihan selama ini sudah berakhir dengan bahagia.
Tidak ada yang menyangka seperti inilah akhirnya. Ternyata rencana Allah sangat indah, semua bahagia tanpa harus saling menyakiti.
"Yu titip Rania ya, Rania sudah aku anggap sebagai adikku. Tolong kamu jaga dia dengan baik dan bahagiakan dia" pesan Wildan.
"Baik, InsyaAllah akan saya bahagiakan Pak" sambut Wahyu.
Wahyu dan Wildan juga saling berpelukan erat.
Wildan berdiri disamping Wahyu sedangkan Ratna berdiri disamping Rania. Semuanya tersenyum penuh bahagia.
Setelah semua mengucapkan selamat kepada Wahyu dan Rania mereka berfoto beramai - ramai. Rania sangat terharu mendapatkan banyak sahabat setelah menikah dengan Wahyu.
Selama ini Rania hanya berteman dengan teman - teman sosialitanya yang berteman hanya karena sebuah kebutuhan dan manfaat. Tidak ada rasa persaudaraan yang tulus.
Tapi setelah berteman dengan anggota genk Sanjaya Corp Rania menemukan sahabat sejati yang berteman sekaligus bersaudara.
Mereka berfoto bersama - sama. Dengan canda tawa dan senyum bahagia. Saling mencari pasangan masing-masing kecuali Loly dan Suri. Semoga mereka menemukan tambahan hati setelah ini.
Akhirnya pesta berakhir sekitar jam tiga sore. Kedua pengantin baru langsung bergegas untuk berangkat honeymoon. Rania dan Wahyu memilih Bali untuk tempat mereka berbulan madu.
Jam empat sore mereka berangkat menuju Bandara. Sebelum berangkat teman - teman Wahyu memberikan sebuah bingkisan untuk kado pernikahan mereka.
"Buka setelah kalian sampai saja ya" ucap Loly pada Rania.
Rania tersenyum ramah menyambut kado dari teman - teman barunya.
"Terimakasih ya" jawab Rania.
"Selamat bersenang-senang Yu, semoga bulan depan kami mendapat kabar gembira dari kamu" ujar Baim.
"Aamiin... " sahut yang lainnya.
"Jangan lupa baca doa ya Yu" ucap Melodi menggoda Wahyu.
"Siap Pak Bos" sahut Wahyu cepat.
"Hahaha... " Wildan tertawa melihat tingkah Wahyu yang malu - malu tapi pastinya sudah tidak sabar.
"Selamat jalan, hati - hati ya" pesan Ratna.
"Dah teman - teman semua... " ucap Rania dan Wahyu.
Mereka langsung masuk ke dalam mobil menuju Bandara. Jam lima mereka langsung berangkat menuju Bali. Dan sampai di Bali malam harinya.
Wahyu dan Rania langsung di sambut oleh mobil dari Hotel yang akan membawa mereka menuju Hotel tempat mereka menginap selama di Bali.
Pihak Hotel sudah mempersiapkan kamar pengantin yang sangat romantis untuk pengantin baru. Wahyu dan Rania tentunya sangat senang dengan sambutan hangat dari pihak Hotel.
Rania membuka jilbabnya dan langsung bersiap untuk bersih - bersih. Wahyu malu - malu melirik wajah istrinya yang tampak sedang sibuk mempersiapkan pakaian ganti untuk dia dan Wahyu malam ini.
"Mas pakaian kamu aku letak di sini ya. Aku bersih - bersih duluan" ucap Rania.
"I.. iya" jawab Wahyu.
Rania masuk ke dalam kamar mandi dan tak lama room service datang membawa hidangan makan malam Rania dan Wahyu malam ini.
Rania keluar dari kamar mandi hanya menggunakan bathrobes membuat Wahyu menelan salivanya melihat tampilan istrinya malam ini.
"Ran kita buka kado dari teman - teman yuk" ajak Wahyu.
"Boleh" sambut Rania.
Mereka membuka bingkisan yang diberikan Loly tadi sebelum mereka pergi. Alangkah terkejutnya Wahyu ketika melihat pakaian yang begitu tipis.
"A.. apa ini?" tanya Wahyu.
"Ini namanya lingerie. Udah Mas kamu mandi aja dulu ya" Rania mendorong Wahyu masuk ke dalam kamar mandi.
Sepuluh menit kemudian Wahyu keluar dari kamar mandi. Alangkah terkejutnya dia saat melihat tampilan Rania sudah berubah. Rania memakai pakaian yang diberikan teman - temannya untuk kado pernikahan mereka.
"Mas mau menikmati hidangan yang mana dulu ini?" tanya Rania dengan lemah lembut.
"A.. aku mau makan malam dulu, perutku sudah lapar" jawab Wahyu gugup.
.
.
BERSAMBUNG