Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 74


Ratna ujian akhir hari ini di kampusnya. Jadi dia libur bekerja di apartement Melodi. Sebagai gantinya Cinta yang akan mengerjakan semua pekerjaannya hari ini di apartement Melodi.


Sepulang kerja Cinta segera bergegas menuju halte. Dia tidak bisa pulang bareng Melodi sore ini karena Melodi sedang meeting diluar.


Dia berjalan dengan langkah cepat karena dia tidak mau pulang terlalu larut malam dari apartement Melodi. Saat sedang menunggu bus datang tiba - tiba ada mobil yang menghampirinya.


"Lho Pak Melodi" ucap Cinta terkejut.


"Cepat naik keburu ada yang lihat" panggil Melodi.


Cinta segera bergegas berlari masuk ke dalam mobil Melodi.


"Cin... Cintaaaa... " panggil seseorang yang tak jauh dari halte tapi Cinta tak mendengar panggilannya.


"Cinta masuk ke mobil Pak Melodi, ngapain dia? Apa mereka pulang bareng?" ucap pria yang tak lain adalah Baim.


"Aah mungkin Pak Melodi tak sengaja melihat Cinta menunggu di halte dan mengajaknya pulang bareng" sambung Baim.


Baim segera meraih ponselnya dan mengirim pesan kepada Cinta.


Baim


Cin aku tadi lihat kamu masuk ke mobil Pak Melodi. Aku panggil tapi kamu gak dengar. Kamu pulang bareng Pak Melodi?


Ponsel Cinta bergetar, Cinta langsung membukanya. Betapa terkejutnya Cinta saat membaca isinya. Cinta langsung melihat ke arah belakang.


"Kamu lihat siapa?" tanya Melodi penasaran.


"Baim Pak. Baim melihat saya masuk ke dalam mobil Bapak. Aduh gimana ini?" tanya Cinta bingung.


"Emangnya kenapa Cin, kamu takut banget. Jawab aja yang sebenarnya" jawab Melodi santai.


"Aku mau jawab apa Pak? Aku bekerja di apartement Bapak setelah bekerja di kantor? Bapak kira mereka akan percaya? Tidak Pak, mereka pasti akan berpikir yang tidak - tidak. Apalagi kalau mereka tau setiap hari saya datang ke apartement Bapak" ujar Cinta panik.


Duh gimana ini? tanya Cinta dalam hati. Dia sangat khawatir dan takut karena ada orang yang melihat dia pulang bersama Melodi.


"Ya sudah kamu bilang aja tadi gak sengaja ketemu aku di halte dan di ajak pulang bareng" ujar Melodi.


"Pak... maaf ya.. Bapak tau gak bagaimana image Bapak di mata karyawan?" tanya Cinta.


"Nggak.. aku gak tau" jawab Melodi.


"Emangnya bagaimana image aku?" tanya Melodi balik.


"Bapak itu dingin persis seperti es kutub. Mereka tidak akan percaya kalau aku cerita bahwa aku di ajak Bapak pulang bareng hanya karena Bapak tanpa sengaja melihat aku sedang menunggu bus di halte" jawab Cinta jujur.


"Aku tidak perduli ucapan mereka. Sekarang aku tanya kamu? Bagaimana penilaian kamu tentang aku?" tanya Melodi.


"Ya awalnya sih Bapak itu memang menyeramkan dan dingin banget. Bapak itu aneh, masak tidak mau bertemu denganku dan juga satu pertanyaan yang sampai sekarang aku tidak tau jawabannya. Mengapa aku dan Ratna tidak boleh masuk ke ruangan kerja Bapak? Pasti ruangannya penuh debu gak pernah di bersihin?" tanya Cinta penasaran.


"Nggak, bersih kok. Aku yang bersihin sendiri" jawab Melodi.


"Lantas kenapa kami gak boleh masuk? Apa di sana Bapak simpan bukti - bukti kejahatan - kejahatan Bapak yang tidak boleh orang lain tau?" tanya Cinta.


"Kejahatan? Aku tidak melakukan apapun yang bertentangan dengan hukum Cinta" jawab Melodi.


"Ya siapa tau Bapak mutilasi cewek - cewek terus di air kerasin dan dijadikan patung" ujar Cinta.


"Hahaha... khayalan kamu terlalu tinggi. Aku bukan psikopat. Kalau aku sejahat itu berarti Wildan juga donk? Wildan kan masuk ke ruangan kerja aku. Kalau aku simpan patung - patung cewek di sana pasti Wildan juga tau" tanya Melodi sambil tersenyum lucu.


"Pak Wildan gak kelihatan jahat dan aneh Pak" jawab Cinta.


"Nah itu kan awal penilaian kamu terhadap aku. Sekarang menurut kamu aku seperti apa?" tanya Melodi ingin tahu.


Melodi tersenyum senang mendengar jawaban Cinta.


"Jadi aku sudah berubah gitu?" tanya Melodi.


"Ya sedikit, Bapak tidak pernah lagi membawa teman wanita Bapak yang punya CD se*y" jawab Cinta jujur.


"Hahaha selalu itu saja yang kamu sebut - sebut. Itu sudah lama aku tinggalkan Cinta. Aku sudah berubah perlahan - lahan karena kamu" ujar Melodi.


"A.. aku?" tanya Cinta balik.


Jantungnya berdetak kencang.


"Kamu mengingatkan aku kalau tidak ada kata terlambat untuk berubah. Kamu yang mengajarkan aku untuk selalu semangat walau beban hidup sangat berat. Kamu selalu percaya diri dan optimis. Kamu selalu bisa mencarikan suasana dan menghibur" ungkap Melodi.


Cinta terdiam dan mencoba menetralkan detak jantungnya.


"Aku hanya belum bisa belajar shalat. Aku masih sangat sibuk sehingga belum sempat menemui seseorang. Tapi aku janji aku akan meraih hidayah seperti yang kamu katakan dulu. Semoga belum terlambat" sambung Melodi.


"I.. iya Pak.. semoga masih ada waktu. Tapi kalau sudah punya niat baik seharusnya di segerakan Pak. Gak baik di tunda - tunda" sahut Cinta.


"Setelah kita pulang piknik aku akan menemui seseorang yang bisa menjadi guruku. Besok kan kita mau pergi piknik ke kampung kamu" balas Melodi.


Cinta menarik nafas lega.


"Nanti kalau ada orang yang mengatakan yang tidak - tidak kepada kamu katakan kepada saya. Biar saya yang jelaskan kepada mereka tentang hubungan kita" sambung Melodi.


"I.. iya Pak" jawab Cinta singkat.


Sesampainya di apartement Cinta langsung membersihkan apartement Melodi.


"Tidak usah dibersihin Cinta. Belum kotor kok, kemarin kan Ratna baru bersihin juga. Kamu masak saja, biar kita makan malam bersama" perintah Melodi.


"Iya Pak" sahut Cinta.


Cinta memasak makan malam untuk mereka. Setelah semua selesai mereka makan malam bersama. Karena satu kebiasaan Melodi yang baru sejak menyukai Cinta. Dia tidak suka makan sendirian, rasanya begitu kesepian.


Kalau Wildan tidak ada dia selalu menahan Cinta dan Ratna untuk menemaninya makan. Malam ini untuk kesekian kalinya mereka makan malam berdua.


"Melihat kita seperti ini apakah kamu tidak berpikir bagaimana kehidupan setelah menikah Cinta?" tanya Melodi.


Tubuh Cinta terdiam kaku mendengar pertanyaan Melodi.


"Aku selalu membayangkan seperti inilah nanti kalau aku menikah. Makan berdua dengan istriku setelah dia selesai memasak" sambung Melodi.


"Uhuk.. uhuk.. uhuk... " Cinta terbatuk karena tersedak.


Melodi langsung menyodorkan gelas untuk Cinta minum.


"Minum dulu" ujar Melodi.


Cinta langsung meraih gelas yang diberikan Melodi dan meminum air yang ada di dalamnya.


Sepertinya belum saatnya aku mengutarakan isi hatiku kepada kamu Cinta. Aku harap kamu tidak berlama - lama Cinta karena aku sudah tidak sabar ingin menikah dengan kamu.


.


.


BERSAMBUNG