Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 34


Selesai jam kerja Cinta langsung pamit pada Santi untuk pulang lebih dulu. Dia harus segera melaksanakan tugasnya yang lain setelah jam kantor selesai.


Cinta segera berjalan ke halte bus menunggu bus tujuan searah dengan apartement Melodi.


Melodi dan Wildan baru saja keluar dari area gedung kantor mereka dan melewati halte paling dekat dari kantor.


"Od si Cinta Od... Cinta tuh" tunjuk Wildan.


"Ya biar ajalah" sambut Melodi dingin.


"Dia kan mau ke apartement kamu, mau masak makan malam kita" ujar Wildan.


"Ya trus?" tanya Melodi.


"Diajak bareng donk Od. Kasihan dia kalau harus naik bus. Kita kan satu tujuan" jawab Wildan kesal.


"Biarin aja, ngapain kita ngajak kita" tolak Melodi.


"Ih kamu tega banget, kan kamu juga yang tadi minta dimasakin soto dan lainnya" sambung Wildan.


"Yah itu memang tugas dia memasak untuk kita" balas Melodi.


"Ya kalau kita ajak bareng kan dia bisa lebih cepat masaknya Od. Makan malam kita gak kelamaan" ujar Wildan.


"Udah biarin aja, lagian aku juga belum laper banget. Biarin aja dia naik bus" sambut Melodi.


"Kamu memang gak punya perasaan" umpat Wildan.


"Gak punya perasaan gimana? Aku udah kasih dia pekerjaan di perusahaan aku" jawab Melodi.


"Iya tapi apa salahnya sih kamu kasih kebaikan lainnya untuk dia toh jug demi perut kita" bujuk Wildan.


"Halaaah nanti dia keenakan, bisa - bisa minta numpang lagi setiap hari. Lagian ini masih dekat kantor. Kalau karyawan lain lihat apa coba pikiran mereka. Aku tidak mau ada gosip dikantor kalau aku ada affair dengan Cinta" jawab Melodi.


Wildan menarik nafas panjang.


"Dasar kamu tegaan" umpat Wildan.


Melodi melajukan mobilnya melewati halte bus. Cinta yang pernah diantar sebelumnya dengan mobil itu mengenali kalau mobil itu adalah milik Melodi. Itu artinya kalau Melodi sudah pulang dari kantor.


"Duh si Bos udah pulang, jadi maksud Ya dalam pesannya berarti aku harus bersembunyi di dapur selama memasak?" gumam Cinta


Cinta menarik nafas panjang.


"Oke baiklah kalau itu mau kamu Bos. Aku tidak akan mengganggu kamu" sambung Cinta.


Tak lama bus yang dia tunggu sudah datang, Cinta langsung naik. Untung saja jarak kantor dan apartement Melodi tidak jauh jadi Cinta tidak perlu lama terjebak dalam perjalanan.


Satu jam kemudian dia sudah sampai di apartement Melodi. Cinta menarik nafas panjang saat masuk ke dalam apartement.


"Hai Cin" sapa Wildan ramah.


Alangkah terkejutnya Cinta saat masuk ke apartement langsung di sambut oleh Wildan atasannya di kantor.


"Eeh Pak Wildan. Sudah sampai duluan rupanya. Si Bos dimana?" tanya Cinta sambil melirik kanan dan kiri mencari keberadaan Melodi.


"Di ruang kerjanya" jawab Wildan.


"Oooo.. saya langsung ke dapur ya Pak. Mau memasak" ucap Cinta pamit.


Cinta langsung bergegas menuju dapur tapi ternyata Wildan mengikuti nya dari belakang.


"Kalau kamu kerja siapa yang akan membersihkan apartement ini? Aku rasa waktu kamu tidak akan cukup Cin?" tanya Wildan ramah.


"Sudah ada penggantiku Pak. Aku sudah ajukan pengganti ku pada Pak Melodi dan dia menyetujui nya" jawab Cinta.


"Oh ya, siapa?" tanya Wildan penasaran.


"Sahabat kuliah saya, ketepatan kami juga satu kos. Jadi sepulang kuliah dia akan datang ke sini untuk membersihkan semuanya. Lalu setelah pulang kerja giliran saya yang singgah untuk masak makan malam. Karena teman saya itu gak pinter masak" jawab Cinta menjelaskan.


"Iya, masakan kamu enak - enak. Aku jadi ketagihan makan di sini setiap harinya. Apalagi kopi buatan kamu. Tolong buatin donk Cin, aku pengen minum kopi" pinta Wildan.


"Ba.. Baik Pak" jawab Cinta patuh.


Cinta langsung membuatkan kopi untuk Wildan dan Melodi.


"Ini Pak silahkan di minum" ujar Cinta.


"Ini punya Pak Melodi gimana Pak?" tanya Cinta.


"Kamu simpan aja di microwave seperti biasanya. Biasanya nanti akan diminum Melodi" jawab Wildan.


"Oh iya" sambut Cinta.


Cinta menjalankan perintah Wildan dan mulai mempersiapkan bahan - bahan masakan.


Sementara Melodi memperhatikan Cinta dan Wildan yang sedang akrab ngobrol di dapur. Entah mengapa Melodi kesal melihat sikap Wildan yang sok akrab dengan Cinta.


"Baru sekali ketemu udah punya banyak alasan untuk godain Cinta. Kamu pikir bisa semudah itu godain asisten rumah tangga ku" gumam Melodi kesal.


"Wil kesini sebentar dan tolong bawakan kopi milikku" perintah Melodi.


Cih ternyata dia mengintai kami dari CCTV. Pasti dia kesal aku dekatin Cinta. Siapa suruh kamu mengurung diri di ruangan kerja. Padahal sambil ngintip juga. Batin Wildan.


"Cin dilanjut ya masaknya. Masak yang enak ya.. Aku ke dalam dulu dipanggil Melodi" ucap Wildan.


"Baik Pak" jawab Cinta.


"Sini kopinya Melodi biar aku bawa sekalian" pinta Wildan.


"Ini Pak" sambut Cinta.


Cinta mengambil cangkir kopi Melodi dan memberikannya kepada Wildan. Wildan segera beranjak menuju ruang kerja Melodi sambil membawa dua cangkir kopi miliknya dan juga Melodi.


Wildan masuk ke dalam ruangan kerja.


"Apaan sih Od manggil - manggil aku. Gak bisa lihat orang santai dikit godain cewek cantik di dapur" ucap Wildan pura- pura tidak senang.


"Ngapain kamu gangguin Cinta di dapur? Biarkan saja dia sendirian memasak. Biar cepat dan kita bisa makan. Bukannya kamu tadi yang komplain kalau Cinta telat datang akan membuat kita lama makan malam. Ini malah kamu tambahin dengan gangguin dia memasak?" tanya Melodi panjang.


"Tumben kamu cerewet. Aku rasa kamu sudah ketularan si Cinta. Kamu selalu mengumpat nya cerewet sekarang malah kamu yang ngomel - ngomel" sambut Wildan curiga.


"Aku gak ngomel. Yang aku bilang memang benar kan. Kalau kamu gangguin dia di dapur dengan melemparkan banyak pertanyaan yang ada dia malah semakin lama masaknya dan itu artinya kita akan lebih lama makannya. Cinta juga akan lebih lama pulangnya. Bisa kemalaman dia di jalan kan bahaya" jawab Melodi panjang.


Wildan mengerutkan keningnya.


"Sejak kapan kamu perhatian banget sama Cinta dan khawatir dia dalam bahaya?" tanya Wildan menjebak.


"Aku cuma mengkhawatirkan asisten rumah tangga ku Wil juga karyawan di perusahaanku" jawab Melodi mengelak.


Hahaha... kamu bingung kan Od mau jawab apa? kena lo sama gua. Jebakan batman. Batin Wildan tertawa.


Ah sial si Wildan lama kelamaan pertanyaannya semakin menyudutkan aku. Batin Melodi kesal.


Melodi langsung menyeruput kopi yang ada dalam gelas.


Sruuuup... byuuur...


Tiba - tiba Melodi menyemburkan kopinya.


"Ah sial panas ternyata" umpat Melodi semakin kesal.


Wildan tersenyum tipis memperhatikan gerak gerik sahabatnya itu.


Kamu kelihatan banget salah tingkah Od. Sudahlah akui saja kalau kamu sudah mulai terusik dan hati kamu sudah mulai tertarik pada Cinta. Batin Wildan.


Melodi akhirnya mengalihkan pembicaraan mereka ke masalah pekerjaan di kantor. Satu jam kemudian Cinta sudah siap beres - beres dapur dan membawa makan malam untuk dia dan Ratna pulang.


"Bos aku pulang ya.. Makan sotonya selagi hangat. Ingat, besok jangan ke kantin lagi. Banyak cewek - cewek di kantor yang ingin memangsa kamu. Termasuk Ibu Olivia" ucap Cinta sebelum pulang.


Tentu saja Melodi dan Wildan mendengarnya dari speaker CCTV.


"Sial" sambut Melodi kesal


Dia terbayang wajah Olivia yang sudah mulai berumur tidak sesuai dengan penampilannya yang ****. Sebenarnya Melodi sangat terganggu sekali dengan sikap Olivia tapi sayangnya Olivia memang ahli bekerja di bidangnya. Membuat Melodi mau tidak mau harus menerima keberadaan Olivia di kantornya.


"Hahaha... ternyata Bu Olivia ngefans sama kamu juga" ledek Wildan.


.


.


BERSAMBUNG