
Siang hari tepat jam 12 siang saat matahari pas banget diatas kepala Rania udah terlihat sangat tersiksa. Bedak diwajahnya udah luntur sebagian. Pas banget kayak aspal yang didempul dibagian yang bolong.
Pasti wajahku udah gosong nih. Iiiiiih... Wildan ngapain sih ajak aku ke sini. Perempuan itu kan kerjanya dikantor aja, lagian kalau aku pemilik perusahaan nanti aku gak akan pernah kelapangan, percuma punya karyawan banyak kalau harus berpanas - panasan seperti ini. Umpat Rania dalam hati dengan kesal.
Melodi dan Wildan melirik Rania dengan tatapan lucu.
"Wil lihat calok istri kamu udah seperti pisang goreng yang dilumuri tepung siap di goreng. Sebentar lagi gosong" ledek Melodi.
"Enak aja calon istri. Dia apa gak mikir ya, ini masih panasnya matahari gimana kalau panas api neraka yang membakar tubuhnya karena tidak menutup aurat, iiih.. gak kebayang" Wildan bergidik karena seram membayangkannya.
"Untung Cinta hadir dalam hidupku yang bisa mengingatkan aku untuk hidup lebih dekat kepada Allah. Kalau tidak mungkin aku juga akan terjerat bujum rayu wanita seperti itu" sahut Melodi.
"Kamu benar, untung juga Cinta membawa Ratna dalam hidupku. Hidupku juga jadi lebih baik" balas Wildan.
"Udah Wil, kita makan siang yuk. Kasihan tuh udah megap - megap kayak ikan butuh oksigen. Entar pingsan minta dikasih nafas buatan lagi" ajak Melodi.
"Ya udah, pulang makan aku mau balik ke kantor. Aku rasa sudah cukup pelajaran hari ini untuk Rania" sambut Wildan.
Melodi dan Wildan pergi makan siang bersama Rania. Akhirnya Rania bisa bernafas lega karena bisa segera ngadem di mobil.
Mereka makan siang di salah satu Restoran mewah. Setelah selesai makan siang mereka berpisah. Wildan melanjutkan perjalanan menuju kantornya sedangkan Melodi memilih untuk pulang ke rumahnya.
Melodi sampai ke rumahnya sekitar jam tiga sore.
"Assalamu'alaikum Bik" ucap Melodi saat masuk kedalam rumah.
"Wa'alaikumsalam. Lho Nak Odi udah pulang, tumben cepat?" tanya Bibik yang terkejut karena Melodi pulang lebih awal hari ini.
"Aku tadi kelapangan Bik, cek proyek langsung pulang. Malas balik ke kantor lagi. Cinta mana Bik?" tanya Melodi.
"Di taman belakang sama Kang Ilham" jawab Bibik.
Melodi langsung melangkahkan kakinya ke belakang untuk mencari keberadaan istri tercintanya. Dia melihat Cinta memakai topi pantai yang lebar untuk melindungi wajahnya dari panas matahari sore.
"Sayang kamu ngapain di situ?" tanya Melodi sedikit berteriak dari teras belakang rumahnya.
"Lho Mas udah pulang?" Tanya Cinta balik.
"Sini... " panggil Cinta.
Melodi turun dari teras dan berjalan menuju taman.
"Kamu kok udah mulai kerja sih?" tanya Melodi kesal.
"Aku udah baikan Mas udah hampir sebulan juga. Lukaku juga sudah sembuh. Lagian cuma bantuin Pak Ilham pegangin bunga yang mau di tanam" jawab Cinta sambil memegang bunga Anthurium berwarna hijau tebal seperti Beludru.
Tanaman itu diberi nama Anthurium clarinervium, yang dikenal sebagai anthurium karton beludru, adalah spesies tanaman berbunga dalam keluarga Araceae, asli Chiapas, Meksiko. Genus Anthurium diketahui mengandung sekitar 1.000 spesies, menghasilkan salah satu genus tanaman tropis Amerika Tengah yang paling beragam.
Cinta memesan tanaman itu seminggu yang lalu dan meminta Pak Ilham untuk menatanya di dalam pot bunga.
Melodi langsung mengambil alih bunga yang ada di tangan Cinta. Dia tidak mau istrinya mengangkat sesuatu yang berat.
"Sudah yuk, kamu belum boleh angkat benda yang berat" protes Melodi.
"Gak berat kok Mas, aku kan tau" jawab Cinta.
"Sudah Non istirahat dan lihat - lihat aja dari teras. Kalau Non mau atur letaknya tinggal bilang Bapak, biar nanti Bapak pindahkan" potong Pak Ilham.
Cinta membuka sarung tangannya dan kembali ke teras belakang bersama Melodi. Mereka duduk di kursi santai yang ada di teras sambil memandangi Pak Ilham yang sedang sibuk menanam bunga.
Tak lama datang Bibik dengan membawakan singkong goreng dan kopi untuk Pak Ilham dan Melodi, teh untuk dirinya dan Cinta.
"Aaah pas banget Bik, ini yang paling aku kangenin. Makanya aku langsung pulang aja tadi dari pada harus balik ke kantor" sambut Melodi.
Bibik tersenyum membalas ucapan Melodi lalu melirik ke arah Pak Ilham.
"Kang makan singkong dulu yuk" ajak Bibik.
"Iya Pak, istirahat dulu" sambung Cinta.
"Mas minggu ini jadwal aku ke dokter kandungan. Aku hubungi Kak Amel ya biar periksa bareng. Lusa Kak Amel dan Mas Surya bisa datang ke Jakarta, baru keesokan harinya kita bareng ke dokternya" ujar Cinta.
"Terserah kamu aja, aku gak masalah. Jangan lupa segera hubungi Mbak Amel" sahut Melodi.
"Iya, aku pasti hubungi Kak Amel" jawab Cinta senang.
Setelah makan singkong goreng dan kopinya Melodi beranjak masuk ke dalam rumah.
"Aku ke kamar dulu ya Pak mau ganti baju" pamit Melodi pada Pak Ilham.
"Silahkan Den, Bapak juga mau lanjut tanam bunganya" sahut Pak Ilham.
Melodi bangkit dari duduknya diikuti Cinta di sampingnya. Sesampainya di kamar Cinta langsung menyiapkan pakaian rumah untuk Melodi.
"Yank ada cerita menarik hari ini tentang Wildan" lapor Melodi.
"Oh ya? cerita apaan?" tanya Cinta penasaran.
"Wildan ternyata dijodohin Papanya sama sekretaris Papanya di kantor. Tapi Wildan gak suka sama tuh cewek. Akhirnya dia dikerjain habis - habisan sama Wildan. Diajak ke lapangan dijemur dibawah terik matahari. Aku yakin pasti dalam hati sekretaris Wildan itu kesal banget lihat Wildan" Melodi bercerita tentang peristiwa tadi dilapangan.
"Emangnya sekretaris Wildan itu gimana gayanya? Seperti Ratna juga?" tanya Cinta penasaran.
Melodi membuka kemeja kerjanya dan menggantinya dengan baju kaos rumahan.
"Model cewek se*y yang lebih memilih ke salon dari pada kelapangan" jawab Melodi.
"Ooo... kalau seperti itu ya pasti gak suka Mas" ujar Cinta.
"Aku sih pengennya Wildan jadian aja sama Ratna. Tapi Papanya Wildan udah janji sama temannya buat ngejodohin anak mereka" ungkap Melodi.
"Jodoh gak akan kemana Mas. Pria baik akan mendapatkan wanita yang baik juga. Yakin aja seperti itu, kalau Mas Wildan mau dapat wanita yang baik dia juga harus berubah jadi lebih baik" komentar Cinta.
Melodi memeluk erat tubuh istrinya.
"Jadi gimana ceritanya aku yang buruk dan kejam ini bisa dapatkan istri seperti kamu?" tanya Melodi.
"Itukan penampilan luar kamu Mas dan semua ada alasannya mengapa kamu bersikap seperti itu. Allah tadi jauh didalam hati kamu, kamu itu pria yang baik. Tidak ada manusia sempurna Mas, aku juga bukan wanita suci tanpa dosa. Jangan merasa terlalu buruk dan jangan menganggapku terlalu tinggi. Aku jadi merasa malu pada Allah dan diri aku sendiri. Aku tak sehebat itu" jawab Cinta.
Melodi mengecup lembut bibir Cinta.
"Kamu yang terhebat dimataku sayang. Kapan kita mulai bercocok tanamnya? Aku sudah gak sabar menanam bibit unggul di perut kamu" goda Melodi sambil mengelus lembut bibir Cinta dengan jarinya.
"Sabar ya, nanti kita tanya dokter. Kemarin kan katanya sabar dulu selama satu bulan" ucap Cinta.
"Aku rasa kalau kita lakukan slow motion gak apa - apa yank" bujuk Melodi.
Cinta merasa tak tega melihat suaminya yang tersiksa beberapa minggu ini karena tak bisa menyentuhnya. Padahal Cinta pernah menawarkan diri tapi Melodi yang tak tega dan menunggu sesuai perintah dokter.
"Lakukan lah Mas, aku juga gak keberatan" sambut Cinta.
"Aaaah aku gak tega nyakitin kamu. Sabar aja deh tinggal beberapa hari lagi" jawab Melodi.
Cinta tersenyum bangga melihat sikap suaminya yang penuh kesabaran dan perhatian kepadanya. Bahkan sanggup menjaga untuk tidak menyentuhnya selama waktu yang ditentukan dokter.
.
.
BERSAMBUNG
Hai readers lama tidak menyapa kalian. Semoga kalian semua sehat ya..
Jangn lupa baca terus novel ini sampai akhir ya karena dukungan dari kalian membuat aku tidak patah semangat dalam berkarya.
Terimakasih sudah setia nungguin novel ku ini update setiap harinya. Semoga rezeki kalian terus melimpah. Aamiin.