Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 265


Rania tertunduk mendengar permintaan Wahyu pada Papanya. Air matanya mengalir perlahan karena terharu mendengar kata - kata Wahyu.


Belum ada selama ini pria seberani Wahyu memintanya langsung kepada orang tuanya. Bahkan Mr. Smithson saja tidak pernah datang ke rumahnya dan bertemu Papanya.


Mereka hanya bertemu saja diluar. Saat kuliah di luar negeri pun tidak pernah seperti ini. Rania yang selalu membela Mr. Smithson dengan alasan beda budaya.


Pak Sudibyo menatap tajam mata Wahyu mencari jawaban apakah Wahyu serius dengan kata - katanya. Sejujurnya di dalam hati Pak Sudibyo sangat terkejut dan tidak menyangka pria yang ada di hadapannya ini bisa seberani ini.


Tapi tidak dengan begitu mudah Pak Sudibyo menyerahkan putrinya pada pria yang belum dia kenal bahkan juga mengaku kalau dirinya tidak kenal dekat dengan Rania.


Pak Sudibyo harus memastikan lagi apakah niat Wahyu datang ke rumahnya memang tulus. Bukan untuk membalaskan dendamnya pada Rania atas apa yang Rania lakukan tiga tahun lalu kepada dirinya.


"Bagaimana saya bisa percaya kalau kamu bisa menjaga dan membahagiakan anak saya? Atau jangan - jangan kamu sengaja mendekati Rania untuk balas dendam?" tanya Pak Sudibyo.


"Kalau tujuan saya untuk balas dendam mengapa harus selama ini Pak? Mengapa tidak tiga tahun lalu saat bukti - bukti kejahatan Rania masih ada? Kalau Bapak mencurigai saya Bapak bisa mencari tau keseharian saya bagaimana? Saya tau Bapak sangat mampu untuk melakukan semua itu. Tapi saya berani jamin, Bapak tidak akan mendapatkan keburukan dari saya. InsyaAllah selama ini saya bisa menjaga nama saya dengan sangat baik. Kalau tidak mana mungkin saat ini saya masih berteman baik dengan Cinta dan Ratna istri dari CEO terkenal dan kaya? Bapak bisa tanyakan pada mereka bagaimana kualitas saya sebagai seorang laki - laki" jawab Wahyu.


"Baik kalau begitu saya minta waktu satu minggu untuk menjawab lamaran kamu ini. Rania adalah putri saya satu - satunya. Dulu saya pernah melakukan kesalahan dalam mendidiknya sehingga berakibat buruk pada masa lalu Rania. Saat ini saya tidak mau melakukan kesalahan lagi yang akan mengakibatkan buruk pada masa depannya. Saya harap kamu sabar menunggu kalau memang kamu serius" pinta Pak Sudibyo.


"InsyaAllah saya akan sabar menunggu Pak" jawab Wahyu cepat.


Setelah mengungkapkan niat dia datang ke rumah Rania. Wahyu pamit pulang kepada Papa dan Mama Rania. Rania mengantar Wahyu ke pintu rumahnya.


"Terimakasih Yu kamu sudah penuhi janji kamu kemarin" ucap Rania.


"Pria sejati harus bisa dipegang kata - katanya. Aku ingin menunjukkan kepada kamu kalau aku memang serius" jawab Wahyu.


"Aku harap apapun jawaban Papa minggu depan bisa kamu terima. Aku tidak bisa menjanjikan kamu apapun Yu kalau kedua orang tuaku tidak setuju" ujar Rania.


"Aku mengerti" balas Wahyu.


Wahyu masuk ke dalam mobilnya kemudian berlalu meninggalkan rumah Rania.


Esok harinya Pak Sudibyo datang ke Perusahaan Sanjaya Corp untuk bertemu Melodi. Dia harus mencari tau bagaimana kepribadian Wahyu, apakah baik atau sebaliknya.


Pak Sudibyo tidak mau salah langkah melepas putrinya untuk menikah.


"Selamat pagi Melodi" sapa Pak Sudibyo saat masuk ke ruangan kerja Melodi.


"Selamat Pagi, eh Om Sudibyo. Silahkan duduk" sambut Melodi.


Mereka duduk di sofa yang ada di ruangan kerja Melodi.


"Ada apa gerangan Om datang ke kantor saya?" tanya Melodi penasaran.


Melodi merasa sedang tidak menjalin kerjasama dengan Perusahaan yang di pimpin Rania. Untuk apa Pak Sudibyo datang menemuinya. Apakah meminta bantuan mengenai perjodohan Rania dengan Wildan?


"Maaf mengganggu waktu kamu Melodi. Kedatangan Om ke sini untuk mencari tau tentang seorang pria yang bernama Wahyu. Katanya dia bekerja di Perusahaan kamu dan berteman baik dengan istri kamu juga istri Wildan. Apa benar ada karyawan kamu yang bernama Wahyu?" tanya Pak Sudibyo to the point.


"Wahyu? Maksud Om Wahyu Pramono?" tanya Melodi terkejut.


"Dia tidak menyebutkan nama lengkapnya. Yang Om tau namanya hanya Wahyu" jawab Pak Sudibyo.


"Kalau karyawan yang bernama Wahyu berteman dengan istri saya, namanya ya Wahyu Pramono Om. Kenapa Om ingin mencari tau tentang Wahyu?" tanya Melodi penasaran.


"Ya Om rasa dia orang yang sama. Bagaimana kepribadian pria yang bernama Wahyu Pramono ini?" Selidik Pak Sudibyo.


"Baik, dia karyawan saya yang jujur, pekerja keras dan soleh. Dia bekerja di bagian pengembangan proyek. Dia anak yang pintar dan bertanggung jawab" jawab Melodi.


"Apa dia sudah menikah atau masih single?" tanya Pak Sudibyo.


"Dia masih single Om. Maaf bukan maksud saya ingin mengingatkan Om tentang kelakukan Rania di masa lalu. Saya hanya ingin mengatakan kalau Wahyu adalah pria yang Rania jebak bersama Ratna di sebuah hotel beberapa tahun yang lalu. Saat itu Wahyu sebagai teman Ratna merasa punya tanggung jawab untuk menemani Ratna yang tinggal sendiri menunggu kedatangan Wildan. Tapi apesnya mereka di jebak Rania dengan obat tidur dan berakhir seperti yang terjadi Om" ungkap Melodi.


Berarti anak itu berkata jujur. Batin Sudibyo.


"Tapi mengapa tiba - tiba Om datang ke sini hanya untuk menanyakan hal itu? Apa ada sesuatu dengan Wahyu?" tanya Melodi penasaran.


"Tadi malam dia datang ke rumah Om untuk melamar Rania" jawab Pak Sudibyo.


"A.. apa? Wahyu melamar Rania Om?" tanya Melodi tak percaya.


"Ya dia mengatakan semua yang kamu katakan tadi persis sama seperti yang kamu bicarakan sebelumnya. Om ingin menyelidiki apakah pria ini jujur, bukan ingin membalaskan dendamnya kepada Rania karena telah melakukan satu keburukan padanya tiga tahun lalu" ungkap Pak Sudibyo.


Melodi menarik nafas panjang.


Bagaimana Wahyu dan Rania bisa berkenalan? Sejak kapan Wahyu mendekati Rania? Dan yang paling mengejutkan Wahyu ingin melamar Rania? Waaaow... berita yang sangat mengejutkan. Berbagai pertanyaan muncul di kepala Melodi.


"Selama ini Wahyu selalu berkelakuan baik Om. Dia karyawan yang rajin dan pintar. Tapi kalau Om ingin mengetahui lebih lanjut lagi tentang kepribadiannya nanti saya akan tanyakan kepada istri saya" ujar Melodi.


"Sudah.. tidak perlu. Kalau kamu sudah berkata seperti itu Om percaya kok. Kamu pasti tidak akan sembarangan mengizinkan istri kamu berteman dengan pria yang tidak baik. Kejadian tiga tahun lalu sudah membuktikan kalau dia pria yang bertanggung jawab. Dia tidak membiarkan seorang teman wanitanya menunggu sendirian apalagi hari sudah malam. Makanya dia yang menemani Ratna menunggu Wildan datang. Di tambah lagi dengan cerita kamu tentang kepribadiannya yang lain. Om sudah puas dan sudah mendapatkan jawaban" ujar Pak Sudibyo.


"Tapi saya masih penasaran Om. Bagaimana bisa Wahyu dekat bahkan sampai berniat melamar Rania? Kapan Wahyu bisa kenal dekat dengan Rania?" tanya Melodi akhirnya untuk menjawab rasa penasarannya.


"Dia mengaku memang tidak kenal dekat dengan Rania. Dia hanya bertemu Rania beberapa kali saja. Hingga singkatnya dia ingin melindungi dan menjaga Rania lalu mengajak Rania untuk ta'aruf. Rania memberi syarat kalau memang dia serius dengan ucapannya maka dia harus bertemu dengan Om. Jadi tadi malam dia sudah menemui Om dan langsung melamar Rania kepada Om" ungkap Pak Sudibyo.


"Waaaow.. keren Wahyu. Ternyata anak itu sangat pemberani" puji Melodi.


Pak Sudibyo menarik nafas panjang lalu berdiri.


"Baiklah Melodi, Om sudah mendapatkan jawaban. Terimakasih atas keterangan kan, sekali lagi maaf kalau kedatangan Om mengganggu pekerjaan kamu" ujar Pak Sudibyo.


"Ah tidak apa Om. Justru saya sangat senang bisa membantu Om. Saya doakan semoga Rania bisa mendapatkan jodoh pria yang baik secepatnya" balas Melodi.


"Aamiin... terimakasih. Om pamit dulu Od. Assalamu'alaikum" pamit Pak Sudibyo.


"Wa'alaikumsalam" jawab Melodi.


Pak Sudibyo berjalan keluar meninggalkan ruangan kerja Melodi dengan satu keyakinan.


Akankah lamaran Wahyu di terima? lanjut ya teman - teman...


.


.


BERSAMBUNG