Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 157


Setelah selesai melakukan pemeriksaan Cinta dan Melodi keluar dari ruangan praktek Dokter. Kini giliran Amel yang dipanggil.


"Semangat Kak, semoga hasilnya baik" ucap Cinta memberi semangat.


"Aamiin.. " sahut Amel dan Surya.


Mereka bergantian, kini Amel dan Surya yang masuk ke ruang Dokter.


"Ibu Amelia Pelangi?" tanya Dokter.


"Iya Dok" Jawab Amel.


"Silahkan duduk Bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya Dokter dengan ramah.


"Mmm.. begini Dok, tiga tahun lalu saya pernah periksakan kandungan saya ke Dokter Kandungan, saat itu Dokter bilang di kandungan saya ada miom dan agar bisa segera hamil saya harus operasi pengangkatan miom. Tapi karena keterbatasan biaya tidak kami lakukan. Saat ini kami ingin memeriksakan kembali kandungan saya dok" ungkap Amel.


"Baik kalau begitu mari kita periksa ya Bu, silahkan naik Bu keatas tempat tidur" perintah Dokter.


Amel segera berbaring diatas tempat tidur untuk diperiksa. Dokter mulai memeriksa kandungan Amel dengan teliti.


"Dulu seingat ibu berapa besar miomnya?" tanya Dokter.


"Sekitar 8cm dok" jawab Amel.


Jantung Amel berdebar sangat kencang, dia takut hal buruk yang menimpanya. Dokter tersenyum dengan ramah, sepertinya dia tau ketakutan dan kegundahan hati Amel.


"Kalau begitu Alhamdulillah sekali bu, ukurannya sudah mengecil sekitar 2 cm. Menurut saya kalau sudah sekecil ini gak perlu dioperasi. Saya kasih obat ya Bu, memang tidak langsung spontan mengecil tapi kita lihat perkembangannya bulan depan. Mudah - mudahan semakin kecil lagi bulan depan " ungkap Dokter.


"Alhamdulillah" sahut Amel lega.


Surya terus menggenggam tangan Amel dengan mesra untuk memberikan semangat.


Dokter kembali ke meja kerjanya dan membuat resep obat untuk Amel.


"Ini ya Bu resep obat yang harus ibu minum. Saya kasih untuk satu bulan, jangan lupa bulan depan kembali lagi biar kita lihat perkembangannya" ujar Dokter.


"Apa ada pantangan untuk istri saya Dok?" tanya Surya.


"Tidak ada Pak, hanya saja hindari makanan junkfood, micin dan makanan cepat saji. Atur pola hidup yang sehat dengan makan - makanan sehat dan jangan lupa olahraga. Satu lagi jangan stres ya Bu karena itu akan mempengaruhi hormon" pesan Dokter.


"Baik Dok, terimakasih" sambut Amel.


Amel dan Surya menjabat tangan dokter dengan penuh hormat dan mereka keluar dari ruangan pemeriksaan.


Cinta langsung menyambut mereka dengan pertanyaan.


"Bagaimana Kak?" tanyanya tak sabar.


"Alhamdulillah dokter bilang ukurannya semakin kecil jadi gak perlu di operasi. Kakak hanya minum obat dulu satu bulan ini baru lihat perkembangannya bulan depan" jawab Amel senang.


"Alhamdulillah ya Allah" sambut Cinta bersyukur.


"Syukur deh Mbak, kalau begitu kita tebus obat dulu yuk" ajak Melodi.


Mereka berjalan menuju apotek yang ada di dalam rumah sakit dan langsung menebus resep obat Cinta dan Amel.


Mereka keluar dari Rumah Sakit sekitar jam dua belas siang. Pas banget dengan waktu makan siang.


"Mas kita makan dulu yuk, aku udah laper" pinta Cinta.


"Iya sayang" sahut Melodi.


Mereka berhenti di sebuah Restoran besar dan langsung memesan menu makan siang mereka.


"Jadi bulan depan Mbak harus datang kan?" tanya Melodi.


"Iya Od tapi kami.. " jawab Amel ragu dan sungkan.


"Udah Kak jangan khawatir, jangan dipikirkan. Kan sudah kami bilang sejak awal. Kami yang akan membantu semuanya" potong Cinta.


"Tapi Cin kalian sudah banyak sekali membantu kami. Mas jadi gak enak" ujar Surya.


"Mas Surya kan suaminya Kak Amel berarti Kakak aku juga. Aku tidak berharap banyak, cukup Mas Surya bahagiakan Kakak aku satu - satunya. Kak Amel sudah banyak berkorban untuk hidupku. Sudah saatnya aku membalas semuanya. Bahkan apa yang aku lakukan sekarang belum setimpal dengan pengorbanan Mbak Amel" jawab Cinta.


"Terimakasih Dek" ujar Amel.


"Aku yang harusnya berkata itu Kak" sahut Cinta.


Setelah makan siang selesai mereka langsung pulang ke rumah. Ternyata disana sudah ada Ratna dan Wildan. Mereka langsung disambut oleh Ratna.


"Aku dengar Mbak Amel datang makanya aku ke sini" ucap Ratna sambil memeluk Amel.


"Iya Rat, kamu gimana kabarnya? Katanya sudah pindah kerja ke Kantornya Wildan?" tanya Amel.


"Alhamdulillah baik Mbak. Iya aku sudah pindah kerja" jawab Ratna.


"Kok bisa bareng?" tanya Cinta sambil berbisik kepada Ratna.


"Tadi waktu aku mau pergi ke sini Pak Wildan juga keluar apartement. Katanya mau ke sini juga karena ada perlu sama Pak Melodi" jawab Ratna.


"Alasan itu, aku yakin dia cuma pengen temani kamu dan takut kamu pergi sendiri. Takut dilarikan supir taksi" sahut Cinta.


"Ah ada aja kamu" potong Ratna.


Ratna tidak mau berharap lebih, apalagi beberapa hari ini dia seperti patah hati karena Wildan terlihat semakin akrab dengan Rania.


Begitu juga Rania yang merasa diatas angin dan bangga sekali bisa pergi bareng Wildan. Dia sering memanas - manasi Ratna karena Wildan sekarang lebih sering mengajaknya pergi setiap meeting keluar kantor.


Sementara para lelaki sibuk berkumpul di teras belakang rumah Melodi.


"Kata Pak Ilham kemarin Mas Surya bawa ikan yang banyak dari kampung?" tanya Wildan.


"Iya tuh udah dimasukin kolam" sambut Melodi.


"Kuras kolam yuk, aku udah lama pengen main air. Akhir - akhir ini rada stres ngadepin nenek lampir kena dempul aspal jalanan. Aku pengen hilangin stres" ajak Wildan.


"Boleh juga ide kamu itu" sahut Melodi.


"Sok atuh Den masuk ke kolam. Itu ada jaring ikan. Kalian bisa tangkap ikan langsung" sambut Pak Ilham.


"Kita bakar ya Pak kalau dapat ikannya" pinta Wildan.


"Beres Den biar nanti Neng Sumi yang siapkan bahan masakannya" ujar Pak Ilham.


"Aseek" sahut Wildan senang.


Melodi langsung menemui istirnya.


"Yank tolong ambilin celana pendekku donk, dua ya. Aku dan Wildan mau nangkap ikan di kolam" ujar Melodi.


"Wah seru itu Mas" sambut Cinta.


"Iya makanya cepetan" pinta Melodi.


"Bentar ya aku ambil dulu" ujar Cinta.


Tak lama kemudian Cinta keluar membawa dua celana pendek milik Melodi untuk dipakai Melodi dan Wildan.


Mereka semua sekarang sudah berkumpul di belakang. Pak Ilham dan Surya sedang sibuk menyiapkan api panggangan. Sedangkan Melodi dan Wildan mulai masuk ke dalam kolam.


Mereka terlihat mulai menikmati kegiatan dadakan sore itu. Beberapa kali Wildan dan Melt tergelincir dan jatuh di kolam. Membuat para wanita tertawa melihat gaya lucu mereka saat jatuh.


Akhirnya mereka memanggang enam ekor ikan untuk disantap makan malam. Bik Sumi, Ratna, Cinta dan Amel mulai menyiapkan bahan makanan untuk mereka masak.


"Waaaah malam ini kita makan besar" ujar Wildan senang.


Setelah membilas tubuh mereka di air bersih, Melodi dan Wildan melanjutkan mandi di kolam renang. Sore itu terasa sangat hangat dengan rasa kekeluargaan.


Akhirnya Melodi kembali mendapatkan saudara dan keluarga besar. Hidupnya kini semakin terasa sempurna dengan keberadaan mereka semua di dalam hidupnya. Melodi sangat bersyukur karena saat ini dia tidak kesepian lagi.


.


.


BERSAMBUNG