
"Apakah Mas Wildan bisa memberi tau saya apa yang terjadi dengan Mas Melodi sehingga dia terlihat marah seperti itu kepada saya?" tanya Cinta penuh harap.
Wildan kembali menarik nafas panjang.
"Melodi sangat terluka atas kematian orang tuanya. Ada kalanya dia memang bersikap seperti itu, dingin dan marah setiap kali ingat tentang kematian kedua orang tuanya. Dia mengalami luka yang sangat dalam atas kematian kedua orang tuanya Cinta. Bahkan sangkin lukanya dia sampai salah berpikir Dia dendam kepada keluarga korban yang juga meninggal dalam kecelakaan itu. Haaaaah... itulah Melodi. Pria pintar yang tetap mempunyai kekurangan. Sudah berulang kali aku mencoba mengingatkan dia tapi dia tetap berkeras hati untuk tetap bertahan dalam lukanya" ungkap Wildan.
Wildan menatap Cinta dengan dalam, dia benar - benar bingung berada di tengah Melodi dan Cinta. Dia sangat kasihan melihat keadaan Cinta saat ini.
Bodoh sekali kamu Odiiii... umpat Wildan kesal di dalam hatinya.
"Cinta tolong kamu bersabar ya.. Begitulah sifat Melodi. Ada kalanya dia akan kacau setiap kali mengingat kejadian tentang kematian orang tuanya" sambung Wildan.
"Oooh jadi itu alasannya ya Mas. Aku jadi ingat, sebelum kami pergi ke makam Papa dan Mama kami melewati jalan yang.. yang.. aku bingung menceritakannya. Aku juga tidak tau mengapa hal ini terjadi. Setiap kali aku lewat jalan itu aku merasa seperti melihat bayangan - bayangan yang tidak bisa jelas aku lihat. Kepalaku selalu sakit saat mengingatnya. Dan kemarin kami lewat jalan itu, aku mengalami hal yang sama. Mas Melodi bilang kalau di tempat itulah Papa dan Mamanya kecelakaan" ungkap Cinta.
Wildan sangat terkejut mendengar penjelasan Cinta.
Benarkah Cinta lupa pada kejadian kecelakaan itu? Dia tidak tau kalau dia juga ada dalam kecelakaan itu? tanya Wildan dalam hati.
"Apakah tadi kalian lewat jalan XXX?" tanya Wildan.
"Iya Mas.. " jawab Cinta.
Jelas sudah, Cinta memang lupa ingatan. Kalau tidak dia pasti ingat, dia juga ada dalam kecelakaan itu dan di situlah kedua orangtuanya dan orang tua Melodi meninggal dunia. Kamu harus tau ini Od, Cinta sudah sangat menderita, jangan kamu tambah lagi penderitaannya. Batin Wildan.
"Terimakasih Mas Wildan sudah cerita semua ini kepadaku. Aku jadi bisa memahami apa yang terjadi dengan Mas Melodi" ucap Cinta sedikit cerah.
Kini Cinta sudah menemukan pencerahan atas apa yang terjadi dengan Melodi saat ini. Dia akan bersabar menghadapi sikap Melodi yang seperti ini. Mungkin memang seperti ini lah tingkah laku Melodi setiap kali dia mengingat lukanya.
"Kamu yang kuat ya Cin, coba berikan Melodi cinta yang besar. Bantu dia untuk melupakan luka dan dendam di hatinya. Aku hanya bisa berdoa semoga rumah tangga kalian baik - baik saja" ujar Wildan.
"Aamin.. terimakasih atas informasinya Mas Wildan. Sekarang saya sudah lega. Saya sudah tau alasan Mas Melodi bersikap seperti itu. Saya akan berusaha kuat dan mencoba membuat Mas Melodi tenang. Kalau begitu saya kembali ke ruangan saya. Mas Melodi belum datang ke kantor. Tadi saat saat tinggalkan dia masih tidur di sofa ruangan kerjanya. Mudah - mudahan dia tidak kesal lagi dan datang ke kantor hari ini" ungkap Cinta.
"Iya tidak apa Cinta biarkan saja dia menenangkan dirinya dulu. Nanti dia pasti akan ke kantor kok" sambut Wildan.
"Saya pamit dulu ya Mas. Assalamu'alaikum" ucap Cinta.
"Wa'alaikumsalam" jawab Wildan.
Cinta berdiri dan berlalu dari ruangan kerja Wildan. Dia kembali ke meja kerjanya. Wildan menatap kepergian Cinta dengan tatapan iba dan kasihan.
Semoga kamu kuat Cinta saat mengetahui kisah sebenarnya tentang kecelakaan kedua orang tua kamu. Dan semoga juga kamu bisa memaafkan semua sikap dingin Melodi kepada kamu. Semoga cinta di hati kalian tidak pernah padam. Doa Wildan dalam hati.
Jam sebelas siang Melodi baru tiba di kantornya. Wildan diberi kabar oleh sekretarisnya karena Wildan sudah berpesan sebelumnya untuk mengabarinya kalau Melodi sudah datang ke Kantor.
Wildan berjalan masuk ke dalam ruangan Melodi. Wajah Melodi tampak sangat kusut sekali. Wildan duduk di sofa yang ada di ruangan kerja Melodi.
"Kamu tau apa informasi yang aku dapatkan hari ini?" tanya Wildan.
Melodi hanya diam dan tetap melanjutkan pekerjaannya.
"Cinta lupa ingatan tentang kejadian kecelakaan kedua orang tuanya Od" ungkap Wildan.
"Kamu jangan menyalahkan Cinta begitu saja Od. Cobalah cari informasi tentang Cinta saat terjadinya kecelakaan itu. Dia tidak salah Od, dia sangat - sangat menderita. Tadi dia datang ke ruanganku dan bertanya apa yang terjadi dengan kamu? Kamu tau Od, dia sangat kesakitan saat mengingat kejadian kecelakaan kedua orang tuanya. Wajahnya pucat dan dia terus memegangi kepalanya. Sepertinya dia sedang berusaha mengingat semuanya" sambung Wildan.
Melodi terdiam dan mencoba menghubungkan semua perkataan Wildan dengan apa yang terjadi pada Cinta saat kemarin mereka melewati lokasi kejadian kecelakaan orang tua mereka.
Cinta juga mengalami hal yang sama. Wajahnya pucat tubuhnya berkeringat dan dia seperti sedang kesakitan. Cinta tidak tau kalau di tempat itu lah dia kecelakaan. Di tempat itu juga kedua orang tua mereka meninggal dunia.
Benarkah kamu lupa ingatan? tanya Melodi dalam hati.
"Jangan menghakimi tanpa alasan yang jelas Od. Kamu sendiri nanti yang akan hancur. Kalian sama - sama terluka. Kamu sakit, Cinta lebih sakit. Dia kehilangan orang tuanya bahkan kehilangan moment terakhir saat - saat bersama kedua orang tuanya" ucap Wildan.
Melodi kembali teringat tadi malam saat Cinta bermimpi tentang kecelakaan kedua orang tuanya. Dia tampak sangat ketakutan dan kesakitan.
Ya Tuhaaaan... apa yang terjadi saat ini. Batin Melodi.
Melodi memejamkan matanya mencoba mengingat - ingat apa saja yang telah Cinta lakukan selama ini. Tidak ada yang salah, tidak ada yang aneh. Cinta mencintainya dengan tulus tanpa maksud apapun mendekati dirinya.
Tiba - tiba dia sangat merindukan istrinya itu. Surat nikah mereka sudah selesai dan Surya sudah mengirimkannya melalui paket express.
Seperti Melodi akan melanjutkan niatnya sebelumnya. Dia akan mengumumkan pernikahannya kepada seluruh karyawan di perusahaannya. Agar mereka mengetahui kalau Cinta adalah istrinya.
Dia ingin seluruh dunia tau, Cinta adalah miliknya sehingga tidak ada seorang pria manapun yang bisa merebut Cinta lagi dari hatinya.
Melodi menatap jam di tangannya. Tak terasa sudah satu jam berlalu. Sudah tiba saatnya istirahat makan siang. Istrinya itu pasti sedang makan siang di kantin Perusahaannya.
Melodi bersiap - siap untuk turun.
"Kamu mau kemana?" tanya Wildan khawatir.
"Aku mau ke kantin makan siang. Cinta pasti ada di sana. Aku ingin makan siang bersama istriku" jawab Melodi.
Wildan tersenyum senang, sepertinya hati Melodi sudah kembali menghangat. Tampak dari wajah dan sikap Melodi.
Melodi berjalan menuju pintu ruangan kerjanya dan Wildan menyusul secepatnya di belakang Melodi. Mereka turun ke lantai dasar melalui lift khusus.
Hingga akhirnya mereka sampai di kantin. Melodi menatap seluruh isi kantin. Dia mencoba mencari sosok istri tercintanyat. Rasa rindunya sudah sangat membuncah. Dia ingin segera bertemu dengan Cinta.
Tapi langkah Melodi terhenti saat melihat satu pemandangan yang membuat hatinya kembali panas. Di sana disudut kantin Cinta sedang duduk berdua dengan seorang pria yang tak lain adalah Baim.
Tangan Melodi mengepal dan dia hendak pergi menghampiri Cinta dan Baim. Amarah sangat terlihat dari wajah Melodi.
Wildan langsung menahan tubuh Melodi dan mencegah suatu hal buruk terjadi.
.
.
BERSAMBUNG