Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 102


Melodi duduk di sofa kamar ya dan menghadap ke arah Cinta yang sedang lelap tertidur. Cinta terlihat sangat nyenyak sekali dan tidur dengan damai.


Menatap wajah Cinta seperti ini sebenarnya membuat hati Melodi galau. Dia semakin bingung apa yang harus dia lakukan pada Cinta. Apakah besok dia akan menceraikan Cinta?


Tapi... bisakah dia hidup kembali seperti dulu? Tanpa ada Cinta dalam kehidupannya. Melodi semakin terperosok dalam dilema panjang dan dalam.


Tiba - tiba Melodi melihat tubuh Cinta berkeringat. Wajahnya meringis seperti ketakutan dan kesakitan. Melodi langsung mendekat dan ingin menyentuh Cinta.


"Papa... Mamaaa.... dimana kalian? Mengapa kalian pergi? Jangan tinggalkan aku sendiri... Mama.. Papa.. sakiiit.. tubuhku sakiiiit. Aa.. aaaku tidak bisa bergerak" ucap Cinta sambil merintih.


Air mata Cinta mengalir dari sudut matanya. Wajahnya meringis seperti orang yang sedang kesakitan.


"Aduuuuh Papa.. Mama... toloooong.. aku terjepit" rintih Cinta lagi.


Peluh membasahi wajah Cinta. Melodi menatap wajah istrinya. Dia semakin bingung apa yang harus dia lakukan.


Kamu kenapa? Apakah kamu sakit? Atau sedang bermimpi? Apa yang sedang kamu mimpikan? Mengapa kamu memanggil - manggil Papa dan Mama kamu? Kamu bilang kamu terjepit, kamu juga kesakitan dan tidak bisa bergerak. Apa kamu sedang bermimpi saat kecelakaan itu terjadi? Kamu bohong Cinta.. Kamu bohong! Kamu bilang kecelakaan itu terjadi saat kedua orang tua kamu ingin pulang ke kampung? Tapi kenyataannya tidak, Papa dan Mama kamu meninggal di tempat yang sama dengan Papa Mamaku. Bahkan kamu juga ikut di dalamnya. Mengapa kamu berbohong padaku? Dan mengapa kamu bersikap seolah - olah tidak terjadi sesuatu kemarin di tempat terjadinya kecelakaan itu? Apa yang sedang kamu rencanakan Haaaaah?


Melodi terlihat kesal tapi di sisi hatinya yang lain dia juga kasihan melihat Cinta merintih seperti itu. Melodi benar - benar mengalami perang batin. Dia bingung harus berbuat apa saat ini.


"Papa... Mama... jangan pergiiiiiiii" teriak Cinta.


Cinta langsung duduk dengan nafas tersenggal - senggal. Wajahnya pucat dan dia seperti ketakutan.


Melodi langsung mengambil sikap dingin dan menjauh.


"Ma... maaaaas... kenapa aku bisa ada di sini?" tanya Cinta saat dia sadar kalau dia sudah tidur di atas tempat tidur.


"Kamu berisik sekali, membuat aku tidak bisa tidur" bentak Melodi.


Melodi pergi meninggalkan Cinta sendirian lagi. Air mata Cinta mengalir karena terkejut dengan bentakan Melodi.


Dia bingung apa yang terjadi dengan suaminya, mengapa tiba - tiba Melodi bisa bersikap dingin dan kejam seperti ini kepadanya. Apa salahnya? Apa yang telah dia lakukan sampai Melodi semarah itu.


Melodi kembali ke ruangan kerjanya dan berbaring di atas sofa panjang. Kepalanya terasa pusing sekali. Dia coba memijit - mijit kepalanya yang berdenyut.


Melodi menatap langit - langit ruangan kerjanya. Memikirkan apa yang akan dia lakukan besok.


Sedangkan Cinta masih menangis terisak di kamarnya.


Seperti ini kah sifat asli kamu Mas? Pernikahan kita baru berusia dua minggu dan kamu mulai memunculkan siapa sebenarnya diri kamu yang sebenarnya? Apa yang kamu rencanakan Mas? Apakah kamu sengaja melakukan ini padaku? Apa salahku Mas? Tanya Cinta dalam hati. Tangisannya semakin kencang dan terdengar sangat pilu.


Cinta semakin sedih saat dia mengingat mimpinya tadi. Mengapa begitu nyata terasa.


Dia bersama Papa dan Mamanya sedang naik mobil tiba - tiba mobil mereka menghantam sesuatu dengan sangat keras.


Cinta kehilangan kesadaran sesaat. Saat dia terbangun tubuhnya sudah terbaring. Darahnya segar mengalir dari kepalanya.


Tubuh Cinta sangat sakit semuanya, dia ingin bergerak tapi ada sesuatu yang menahan kakinya. Cinta mencoba melihat ke bawah. Ternyata kaki Cinta terjepit.


Tempat itu begitu gelap, Cinta tak bisa melihat apapun. Dia juga tidak mendengar suara apapun. Cinta berusaha memanggil - manggil Papa dan Mamanya.


Cinta sangat ketakutan saat itu dan panik. Tiba - tiba datang cahaya dari depan yang sangat terang membuat matanya silau dan dia terbangun.


Dia tau kalau dia ikut dalam kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tuanya. Tapi Cinta tidak bisa mengingatnya Dan setiap kali Cinta bertanya kepada Amel. Amel tidak pernah menceritakan kejadian yang sebenarnya.


Yang Cinta tau Cinta dan kedua orang tuanya akan pergi ke kampung dan mereka mengalami kecelakaan di tengah perjalanan.


Tapi Cinta sering bertanya kepada Amel. Dimana Amel saat itu? Mengapa Amel tidak ikut? Dan ngapain Cinta dan Papa Mamanya pergi ke kampung.


Bukankah kampung itu adalah rumahnya Bibik yang hanya seorang asisten rumah tangga mereka? Ngapain mereka pergi ke kampung?


Saat di tanya kepada Bibik. Bibik hanya mengatakan kalau saat itu Cinta dan kedua orang tuanya sedang dalam perjalanan ke kampung karena ingin menghadiri pesta pernikahan keluarga dekat Bibik.


Hanya itu yang Cinta ketahui dari kejadian kecelakaan yang dia dan kedua orang tuanya alami. Karena lelah tidak menemukan jawaban apapun pada setiap pertanyaan yang selalu berputar - putar dalam kepalanya. Akhirnya Cinta berdamai dengan keadaan.


Cinta menjalani hari - harinya di kampung bersama Bibik dan Kakak kandungnya. Tapi mimpi - mimpi buruk selalu datang setelah kejadian kecelakaan itu.


Setiap Cinta memaksa dirinya untuk berpikir keras mengingat semua kejadian itu kepalanya pasti akan sangat sakit. Pernah dia pingsan karena hal itu.


Membuat Bibik dan Kakaknya marah dan menyuruh Cinta untuk tidak memikirkan tentang semua kejadian itu. Hingga saat ini, masih banyak misteri dibalik kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua Cinta.


Cinta bangun dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi. Cinta mengambil wudhu dan melaksanakan shalat malam.


Setelah selesai shalat Cinta mengaji untuk menenangkan pikirannya. Saat ini hanya kepada Allah dia bisa mengadukan apa yang sedang dia hadapi.


Air mata Cinta kembali mengalir mengiringi lantunan Al-Quran yang dia ucapkan. Sayup - sayup Melodi bisa mendengarnya dari balik kamarnya.


Melodi merasa semakin sakit, semakin galau dan semakin bingung dengan perasaaannya sendiri. Hingga akhirnya Melodi tertidur karena rasa kantuk yang sangat berat.


Pagi harinya Cinta berjalan ke ruangan kerja Melodi dan melihat Melodi masih tidur nyenyak di atas sofa. Cinta dengan gerakan yang sangat pelan dan lembut mencoba membangunkan suaminya.


"Mas... Maaaas... Mas Odiiii... bangun Mas sudah pagi. Kamu gak shalat subuh?" ucap Cinta.


Melodi masih belum bergerak dan masih nyenyak tidur. Cinta mencoba menyentuhnya lebih keras sedikit.


"Maaaaas... Mas Melodiiiiiiii" panggil Cinta.


Tiba - tiba mata Melodi terbuka dan mereka saling tatap untuk beberapa detik. Cinta melihat tatapan kelembutan dari mata Melodi.


Tapi hanya sebentar seketika tatapan Melodi kembali terlihat dingin dan menyeramkan.


"Ada apa kamu membangunkanku?" tanya Melodi seperti marah.


"Sudah pagi Mas, shalat subuh dulu. Setelah itu lanjut tidur lagi kalau masih ngantuk" jawab Cinta.


"Jangan atur aku, terserah aku mau melakukan apa saja. Ingat, aku tidak suka kamu mengatur hidupku" bentak Melodi.


Cinta langsung menarik tangannya dan meletakkannya di dadanya. Dia sangat terkejut dan tidak menyangka Melodi akan melakukan hal itu kepada dirinya.


.


.


BERSAMBUNG