Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 143


Besok adalah hari terakhir Ratna bekerja di Sanjaya Corp. Cinta dan teman - temannya sudah menyusun rencana untuk mengadakan perpisahan untuk Cinta dan Ratna.


Cinta resign karena sudah menikah sedangkan Ratna karena pindah perusahaan. Mereka janjian untuk makan diluar.


Tapi Cinta belum meminta izin Melodi kalau besok dia akan pergi bersama teman - temannya. Sudah seminggu dia di rumah terus, ternyata Cinta bosan juga. Karena selama ini dia belum terbiasa santai tidak mengerjakan apapun. Apalagi dia baru selesai operasi, Melodi melarangnya untuk melakukan pekerjaan berat.


Setelah selesai makan malam Cinta dan Melodi memilih bersantai di kamar mereka sambil menonton TV. Melodi sedang sibuk memeriksa email dari ponselnya.


"Mas" panggil Cinta.


"Hem... " sahut Melodi masih asik melihat ponselnya.


"Aku boleh minta sesuatu gak?" tanya Cinta ragu - ragu.


"Mintalah, akan aku kabulkan" jawab Melodi santai.


"Besok aku boleh tidak keluar sama teman - teman?" pinta Cinta.


Melodi langsung menghentikan aktivitasnya dan menatap wajah istrinya.


Deg... deg.. deg..


Bunyi debaran jantung Cinta menunggu jawaban dari suaminya.


"Sayang kamu kan belum sembuh total" jawab Melodi.


Sepertinya dia keberatan, tapi Cinta tidak akan patah semangat.


"Aku bisa jalan pelan - pelan kok Mas, lagian aku cuma makan sama teman - teman diluar dan ada Ratna juga Santi yang menjagaku" bujuk Cinta.


"Suruh teman - teman kamu aja yang datang ke rumah kita" ujar Melodi.


Dia kembali memainkan ponselnya.


"Acaranya cuma di sebuah Restoran yang ada tempat karaokenya. Teman - teman menagih acara perpisahan aku dan Ratna. Aku resign karena menikah sedangkan Ratna pindah kantor" rengek Cinta.


"Karaokean lagi nanti kamu joget dan goyang - goyang sampai lupa sama lupa operasi kamu" ujar Melodi tidak setuju.


"Aku janji cuma diam saja jadi penonton budiman. Boleh ya Mas.. please... aku bosan di rumah terus belum ada kegiatan. Mau berkebun sama Pak Ilham gak dibolehin" oceh Cinta.


"Jelas gak boleh donk. Pertama, luka kamu masih belum sembuh. Kedua, nanti wajah kamu gosong kena panas mata hari. Ketiga, tangan kamu jadi kasar pegang cangkul dan keluarganya" ujar Melodi.


"Tangkap ikan juga gak boleh" lapor Cinta.


"Ya iya donk sayaaaaang... kalau kamu kepleset di kolam terus luka kamu terbentur gimana coba?" tanya Melodi khawatir.


"Aku bosan Maaaaaaas... boleh ya Mas aku keluar bareng teman - teman" bujuk Cinta.


Cinta bolak-balik mengedip kedipkan matanya untuk merayu Melodi. Hingga akhirnya Melodi tidak tahan melihat tatapan penuh harap istrinya. Melodi menarik nafas panjang.


"Boleh asal kamu diantar sama supir dan dijaga. Kemanapun supir harus ikut jagain kamu. Termasuk ke toilet dan aku yang akan pesan Restoran tempat kalian berkumpul. Agar kamu tetap aman" perintah Melodi.


"Yaaaah Mas Odiii... aku seperti anak - anak deh harus dijaga ketat" protes Cinta.


"Sayang Sofia proses hukuman Sofia belum digelar. Aku takut dia masih dendam dan punya kaki tangan yang disuruh culik kamu lagi. Aku gak mau kecolongan seperti kemarin. Aku tidak bisa membayangkan kalau kamu terluka lagi" Jawab Melodi.


"Iya deh terserah Mas aja. Makasih ya Mas, aku akan kabari teman - teman" ujar Cinta.


Cinta langsung mengecup lembut pipi Melodi sebagai ucapan rasa terimakasihnya karena sudah mendapat izin untuk pergi bersama teman - temannya.


Melodi langsung menghubungi Wildan dan menyuruhnya untuk membookinh satu tempat buat Cinta dan teman - temannya besok perpisahan.


Keesokan harinya Cinta pergi diantar sama supir pribadinya. Sebelumnya Cinta sudah mengirim pesan kepada teman - temannya alamat Restoran tempat mereka berkumpul.


Sesampainya di Restoran Cinta sudah disambut teman - temannya dengan riuh.


"Gak percuma kita berteman dengan istrinya CEO. Restoran yang dipesan privat dengan fasilitas lengkap" puji Wahyu.


"Maaf ya teman - teman tempatnya jadi tertutup begini" ujar Cinta merasa tidak enak hati pada teman - temannya.


"Tidak apa - apa Cinta, kamu suka dan senang kok" sahut Loly.


"Ayo kita mulai pestanyaaaaa" teriak Ratna.


Mereka mulai bernyanyi, sembari memesan makanan yang mereka pilih. Kali ini Cinta duduk berdekatan dengan Baim. Sudah lama mereka tidak sedekat ini. Dan ini adalah kesempatan langkan.


"Aku senang lihat kamu sangat bahagia" ucap Baim.


"Terimakasih Im" sahut Cinta.


"Pak Melodi kelihatannya sangat mencintai kamu dan aku sadar mungkin besar cintaku tak sebanding dengan cintanya" ungkap Baim.


Cinta tersenyum menanggapi ucapan Baim.


"Suatu saat kamu pasti akan menemukan cinta sejati kamu Im. Percayalah.. kamu pasti sangat mencintainya melebihi rasa suka kamu dulu kepadaku" ujar Cinta dengan bijak.


"Aamiin.. makasih ya Cin kamu tidak menghindari aku dan masih mau berteman denganku" sahut Baim.


"Harusnya aku yang berkata begitu Im. Kamu tidak marah dan menaruh dendam padaku karena aku tidak bisa membalas perasaan kamu" balas Cinta.


"Cinta tak berbalas itu biasa Cinta. Awalnya memang sakit dan kecewa, tapi aku berusaha tulus dengan perasaanku. Kalau aku memang sayang kamu mengapa aku harus sakit melihat kamu bahagia. Bukankah sejatinya arti cinta itu bahagia melihat orang yang kita sayangi bahagia?" ujar Baim.


"Alhamdulillah kalau begitu pemikiran kamu. Aku juga berdoa yang sama kepada kamu. Semoga secepatnya kamu bertemu jodoh dan cinta sejati kamu ya" Doa Cinta.


"Aamin.. makasih Cinta" jawab Baim.


Tak lama kemudian makanan yang mereka pesan sudah datang. Mereka menyambut senang karena banyak sekali makanan lain yang Cinta pesan untuk teman - temannya.


Mereka berkumpul dengan riang gembira saling tertawa dan bercanda. Setelah itu satu - persatu secara bergantian menyanyikan lagu - lagu kesayangan mereka.


Terkecuali Cinta, dia ingat pesan suaminya. Cinta tidak ingin melanggar perintah suaminya karena hari ini suaminya sudah berhasil membuat dia dan teman - temannya bersenang-senang.


Teman - teman Cinta juga sangat mengerti keadaan Cinta saat ini sehingga mereka tidak mempermasalahkannya.


"Rat ingat ya.. kalau kamu sudah pindah nanti jangan sombong ya" ujar Santi.


"Aku tidak akan lupa pada kalian. Nanti kita kan bisa susun jadwal ketemuan bareng lagi" sahut Ratna.


"Kalau kamu sudah berhasil menggaet Pak Wildan kabari kamu juga ya" potong Suri.


"Apaan sih" elak Ratna.


"Hahaha Ratna.. Ratna.. dari kacamata pria kami tau kok kalau Pak Wildan menyimpan sesuatu kepada kamu. Mana mungkin dia ajak kamu pindah begitu saja ke Perusahaannya kalau bukan karena gak mau jauh dari kamu" sambut Wahyu.


"Iya benar, apartement udah sebelahan, satu kantor dan deketan terus kerjanya. Pasti akan timbul benih - benih Cinta" ledek Suri.


Ratna hanya bisa tersenyum malu.


"Kalian bisa saja. Aku masih tau diri, aku sadar nasibku juga tidak seberuntung Cinta. Aku hanya ingin membantu Pak Wildan di Perusahaannya karena dia memang butuh seorang sekretaris bukan karena yang lainnya" jawab Ratna.


"Persiapkan diri kamu Rat, karena mungkin si cinta akan segera menghampiri kamu" ledek Santi.


"Top" Loly mengedipkan matanya dan mengangkat jempol tangannya ke arah Ratna.


Mereka kembali bernyanyi bersama sambil bergoyang. Cinta hanya bisa tersenyum dan tertawa menyaksikan tingkah teman - temannya yang lucu - lucu.


.


.


BERSAMBUNG