
"Seperti wanita itu, apa nama makanannya?" Melodi menunjuk ke arah piring Cinta.
"Oh itu soto Pak tapi... " jawab Pelayan kantin sambil melirik piring Cinta.
"Maaf, Mbak tadi pesan apa saja?" tanya pria itu santun kepada Cinta.
"Saya pesan soto pakai ikan teri kacang sambel" jawab Cinta jujur.
Pelayan melirik ke arah Melodi.
"Ya nanti masak seperti itu" sambut Melodi.
"Hups... " Wildan menahan tawanya.
Sedangkan Cinta melongo karena terkejut.
"Maksudnya Pak?" tanya pelayan bingung.
"Saya bukan bicara pada kamu. Saya ganti menu, nanti malam saja saya makan makanan seperti itu" jawab Melodi.
Melodi membuka kembali buku menu makan siangnya. Cinta hanya bisa menelan salivanya.
Kode keras nih, berarti si Bos minta dimasakin makanan seperti ini nanti sore. Waduuuuh kemana aku harus cari ikan teri medannya. Teriak Cinta dalam hati.
"Saya pesan ini saja" Melodi menunjuk salah satu gambar makanan di dalam buku.
"Minumnya Pak?" tanya pelayan.
"Jus jeruk" jawab Melodi.
Pelayan menatap ke arah Wildan.
"Bapak mau pesan yang mana?" tanya pelayan kepada Wildan.
"Sama aja deh Pak, kayaknya jus jeruk segar nih untuk hari yang panas ini" Wildan menggoda Melodi.
Melodi kembali bersikap dingin.
"San kita cepetin yuk makannya. Aku kok gak nyaman ya ada si Bos di sini" bisik Cinta kepada Santi.
"I.. iya Cin sama, aku juga. Bisa mati kutu nih di sini" sambut Santi.
Cinta dan Santi mempercepat makan siang mereka. Tak lama kemudian makanan yang ada di piring mereka sudah habis.
Cinta dan Santi pamit kepada Melodi juga Wildan.
"Pak kami duluan ya" ujar Cinta dan Santi.
"Wil jangan lupa ingatkan asisten rumah tanggaku agar dia memasak makanan yang tadi untuk makan malam kita" perintah Melodi yang tentu saja bisa di dengar Cinta dengan jelas.
"Iya nanti aku kabari" sambut Wildan sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Cinta.
Cinta hanya bisa menundukkan wajahnya ketika melewati Melodi dan Wildan. Setelah Cinta dan Santi pergi barulah Wildan mengeluarkan pendapatnya.
"Jadi kamu mengajak aku makan siang di sini hanya untuk melihat makanan apa yang sedang dimakan Cinta tadi?" tanya Wildan menyindir.
"Tidak, aku memang murni ingin sidak tapi saat pelayan datang menanyakan menu makanan aku melihat sepertinya makanan yang di piring garis itu enak. Kamu gak lihat dia makan dengan cara seperti itu. Berkeringat dan dalam waktu singkat semua makanannya habis. Pasti pesanan dia enak" jawab Melodi.
"Itu karena dia grogi Od karena kita tiba - tiba saja ada di dekatnya" sambut Wildan.
"Itu bukan urusan ku" balas Melodi.
"Od.. Od.. berat amat sih ngaku. Gak ada juga yang akan ledekin kamu" gumam Wildan pelan.
Pelayan datang membawa menu makan siang mereka. Wildan dan Melodi mulai makan.
Makanannya gak seenak masakan Si Cinta. Kemarin Cinta masak makanan beginian rasanya enak banget. Melodi.
"Kurang asik , rasanya kurang pas" komentar Melodi setelah menyicipi makanan yang mereka pesan.
"Standar lah Od. Namanya juga kantin perkantoran beda dengan restoran hotel bintang lima" sambut Wildan.
Melodi segera menghabiskan makanannya karena untuk apa dia berlama - lama di sini. Tujuannya sudah selesai di kantin ini.
"Besok suruh mereka tingkatkan kualitas masakannya atau kalau tidak aku akan suruh ganti pengelola kantinnya" perintah Melodi.
"Oke Od, aku akan bilang ke pengelola kantin" sambut Wildan.
Bila perlu aku suruh Cinta yang jadi pengelola kantin. Masakannya lebih enak dari pada makanan di sini. Ucap Melodi kesal.
Mereka segera pergi dan meninggalkan kantin setelah Wildan menyampaikan pesan kepada pengelola kantin. Acara sidak Melodi tentu saja tersebar ke seluruh gedung.
Semua karyawan sibuk membicarakan aksi CEO Perusahaan mereka. Ada yang komplain tapi lebih banyak yang mendukung.
Para pendukung juga beragam, ada dari para pengagum dan penggemar Melodi. Ada dari para penjilat dan ada juga murni dari pelanggan kantin yang memang merasa kurang puas dengan pelayanan pengelola kantin ataupun masakan yang disediakan.
Cinta dan Santi baru selesau shalat usai mereka makan siang di kantin tadi. Di mushola mereka mendengar bisik - bisik para karyawan lain.
"Ih serem aku tadi lihat Pak Melodi di kantin. Kamu gak lihat pengelola kantin wajahnya pucat banget waktu Pak Melodi memberi perintah untuk meningkatkan kualitas makanan dan pelayanan kantin?" ucap seorang karyawan dari lain bidang dengan teman kantornya yang lain.
"Iya, ada bagusnya juga sih. Terkadang bosan juga dengan menu makanan di kantin itu - itu aja" sambut temannya.
Santi dan Cinta saling pandang. Berarti ada yang terjadi setelah mereka meninggalkan kantin tadi. Saat hendak naik lift mereka juga mendengar bisik - bisik para karyawan lainnya.
"Aku suka banget gaya Pak Melodi waktu beri peringatan pada pengelola kantin. Sikapnya itu owh... laki banget" ucap seorang wanita dengan gaya centilnya.
Cinta langsung mengelus dada. Dia langsung teringat dengan Melodi dan teman wanitanya yang menginap di apartement Melodi yang meninggalkan jejak celana dala*.
Astaghfirullah.. apa tipe wanita seperti ini teman wanitanya si Bos? Ih amit - amit.. Ucap Cinta dalam hati.
"Tapi aku lebih suka Pak Wildan gayanya lebih bersahabat dan ramah. Dia juga murah senyum" Bisik yang lainnya.
Cinta teringat akan sosok Wildan. Benar kata wanita itu, Wildan lebih hangat dan ramah.
Ternyata pria itu yang memasang iklan untuk mencari asisten rumah tangga si Bos. Pasti pria itu juta teman Pak Melodi yang tinggal satu gedung apartement, yang dikatakan karyawan loundry. Dia kelihatannya pria yang baik, sedikit berbeda dengan Pak Melodi. Tapi aku rasa pasti sifat dan hobby mereka tidak jauh berbeda. Pasti suka jajan iiih. Batin Cinta.
Cinta memfokuskan telinganya untuk mendengarkan semua omongan para wanita itu.
"Yuk Cin kita naik" ajak Santi.
Mereka segera masuk ke dalam lift dan menekan angka lantai tempat mereka berhenti. Tak lama kemudian Cinta dan Santi sudah sampai di lantai bagian keuangan.
"Kalian baru dari kantin?" tanya kepala bagian mereka.
"I.. Iya Bu" jawab Santi.
"Apa benar gosip yang beredar hari ini, kalau Pak Melodi dan Pak Wildan makan di kantin?" tanya Bu Olivia.
"Iya benar Bu" jawab Santi.
"Ih kalian kok gak kabari aku sih... biar aku langsung lari ke lantai dasar menuju hatinya Pak Melodi" sambut wanita itu genit.
Astaga... Bu Olivia juga pengagumnya si Bos. Ucap Cinta dalam hati dengan tatapan terkejut.
Memang penampilan Olivia terlihat sexy dan lebih berkelas dari karyawan - karyawan centil di bawah tadi. Tapi dia tidak menyangka kalau ternyata Olivia juga tidak ada bedanya dengan wanita - wanita tadi.
Padahal tadi pagi Cinta sempat mengagumi wanita yang terlihat pintar itu. Tapi kini penilaiannya sedikit berkurang.
Astaga aku hampir aja lupa permintaan si Bos di kantin tadi. Aku harus segera mencarinya.
"Maaf Bu, Santi aku duluan balik ke mejaku ya.. ada yang harus aku kerjakan" pamit Cinta.
Cinta segera berjalan meninggalkan dua rekan kerjanya di bagian keuangan. Cinta duduk di kursi kerjanya dan mulai memainkan ponselnya.
Dia membuka aplikasi belanja dan mencari sesuatu yang ingin dua beli.
"Alhamdulillah akhirnya dapat juga" gumam Cinta.
Cinta memesan bahan makanan yang akan dia masak nanti sore sepulang kerja.
.
.
BERSAMBUNG