Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 125


Setelah pulang dari rumah Pak Ilham, Melodi seperti mendapatkan kekuatan baru juga semangat baru untuk masa depan rumah tangganya yang lebih baik bersama Cinta.


Melodi segera menghubungi orang kepercayaannya.


"Kamu cari tau semua tentang Cinta Aurora Syarif anak dari Bapak Syarif yang meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi tujuh tahun lalu dengan orang tua saya" perintah Melodi.


"Baik Bos" jawab pria yang ada diseberang.


Melodi segera melajukan mobilnya menuju kantornya. Ditengah perjalanan dia singgah ke Restoran untuk membeli makan siang untuk dia dan Cinta. Rencananya dia akan mengajak Cinta makan siang di ruangannya.


Akhirnya Melodi tiba dikantor tepat sebelum istirahat makan siang. Dia segera mengirim pesan kepada Cinta untuk naik ke lantai atas ke ruangannya.


Melodi


Keruangan saya saat ini juga!


Cinta menatap pesan itu dengan perasaan yang tak bisa dilukiskan seperti apa. Dia benar - benar takut Melodi akan berbuat kasar lagi kepadanya.


Tapi apa yang harus dia lakukan? Apakah mengelak dan membantah perintah suami. Memang sejak Melodi berlaku kasar kepadanya ketika dia cemburu, setelah itu Melodi tidak pernah mengulanginya lagi.


Di saat marah Melodi hanya memilih diam dan menyendiri. Ini kali kedua dia bersikap seperti itu.


Cinta menguatkan hatinya dan berkata bahwa tidak akan ada yang terjadi kepadanya kali ini. Dia percaya suaminya itu sangat mencintainya dan tidak akan menyakitinya.


Cinta segera naik ke lantai paling atas dan masuk ke ruangan kerja Melodi. Saat dia masuk, Cinta melihat makanan sudah tersaji diatas meja sofa yang ada diruangan kerja Melodi.


"Ayo kita makan siang. Wildan tidak masuk hari ini dan aku tidak mau makan sendirian" ajak Melodi.


Walau perkataannya masih dingin tapi Cinta bisa merasakan kelembutan sikap Melodi. Cinta sudah banyak belajar selama tiga minggu pernikahannya tentang sikap suaminya ini.


Cinta merasa sedikit lega. Dengan bersikap seperti ini, itu artinya Melodi sudah bisa mengatasi masalahnya. Cinta segera mengambil makanan dan memberikannya kepada Melodi.


"Ini Mas" ucap Cinta.


"Bisakah kali ini kamu suapin aku? Kepalaku sangat pusing saat ini" pinta Melodi.


Cinta tersenyum lembut kearah suaminya.


"Kamu pusing karena sikap kamu sendiri Mas. Kamu selalu seperti ini setiap kali ada masalah. Mendiamkan ku dan pergi tidak pernah mau bercerita kepadaku. Selalu membuatku bertanya - tanya apa kesalahan yang telah aku buat sehingga kamu marah" ungkap Cinta.


"Saat ini aku belum bisa cerita tapi setelah semuanya jelas aku janji aku akan menceritakan semuanya kepada kamu" jawab Melodi.


Cinta memberikan suapan pertama kepada Melodi. Langsung dari tangannya dan itu membuat makanan ini semakin nikmat dirasakan Melodi.


Perlahan wajah tegang Melodi kini mulai melanggar dan kembali santai. Mereka makan sepiring berdua dan kali ini Melodi bersikap manja seperti anak - anak.


Setelah selesai makan Melodi memeluk erat tubuh istrinya.


"Maafkan aku tadi malam sudah merepotkan kamu. Dan wanita itu.. aku tidak melakukan apapun padanya. Aku tau tindakan aku tadi malam salah tapi aku hanya mabuk tidak melakukan hal lain. Dia hanya mengantarkan aku pulang dan terimakasih kamu sudah menyelamatkan suami kamu dengan cara mengusirnya. Aku tidak menyangka ternyata istriku garang juga" ucap Melodi.


Cinta merasa lega atas pengakuan Melodi. Dia percaya dengan semua yang Melodi ucapkan. Karena diluar sisi kejamnya Melodi, dia tidak pernah berbohong.


"Aku hanya mempertahankan apa yang sudah menjadi milikku. Dulu sebelum kita menikah mungkin dia pernah menjadi masa lalu kamu, tapi tidak untuk sekarang. Kamu adalah suamiku Mas dan aku tidak mau ada wanita lain dihati kamu" ujar Cinta.


"Sebelum dan sesudah aku bertemu kamu, tidak ada wanita lain di hatiku sayang. Hanya kamu satu - satunya wanita pemilik hatiku" ungkap Melodi.


Cinta menatap dalam mata Melodi. Ada kesungguhan, kejujuran dan cinta yang besar di sana.


"Salahkan aku meminta, jika kelak kita menghadapi masalah lagi, jangan pernah lari ke diskotik dan minum - minuman keras? Kamu boleh mengurung diri kamu seharian di ruangan kerja kamu, mendiamkan aku, tapi jangan pernah pergi ke tempat itu lagi?" pinta Cinta.


Melodi membelai lembut wajah Cinta. Dia menganggukkan kepalanya.


"Boleh sayang, kamu boleh memintanya. Kamu adalah istriku, kamu boleh meminta apapun padaku" jawab Melodi.


"Sepertinya kamu harus mencoba pakaian baru kamu yang kemarin dibeli Ratna sayang" ucap Melodi.


Tatapan Melodi kembali lapar menatap Cinta.


"Baju baru untuk apa Mas?" tanya Cinta bingung.


Melodi menatap nakal ke arah Cinta. Dia segera menarik tangan Cinta dan membawanya menuju kamar pribadinya. Begitu pintu tertutup Melodi langsung menguncinya agar tidak ada orang yang bisa mengganggu mereka.


"Kamu harus mencoba baju baru kemarin karena baju kamu ini pasti tidak kamu bisa pakai lagi hari ini" ucap Melodi sambil melucuti satu persatu pakaian Cinta.


"Oh Tuhaaan... ternyata itu maksud kamu Mas" sahut Cinta yang sudah mulai panas dengan sikap Melodi yang seperti ini.


Siang itu mereka melakukan ibadah pernikahan yang indah. Saling mengisi dan saling melengkapi. Siang yang cerah tak membuat kulit mereka terbakar tapi peluh keringat saling membasahi tubuh mereka.


Penyatuan sempurna yang membuat mereka saling merasakan nikmat surga dunia. Merasakan keputusan batin saling meluapkan cinta dan kasih sayang yang mereka punya.


Setelah itu keduanya tertidur tak berdaya setelah pertempuran yang hebat diatas ranjang. Saling memuaskan dan terpuaskan.


Cinta dan Melodi tidur sambil berpelukan. Satu jam kemudian keduanya baru tersadar dari tidurnya. Cinta mengelus lembut wajah Melodi.


"Mas bangun, kita belum shalat dzuhur" ucap Cinta.


"Jam berapa sayang?" tanya Melodi.


"Sudah jam setengah dua" jawab Cinta.


Kulit polos Cinta menyentuh kulit Melodi. Menciptakan gesekan yang bisa menggetarkan seluruh tubuh Melodi kembali.


"Masih ada waktu" ujar Melodi.


"Maas nanti waktu shalatnya kelewatan" balas Cinta.


Melodi bangkit dari tidurnya dan mengangkat tubuh Cinta lalu membawanya ke kamar mandi.


"Aku rasa satu ronde lagi dengan tempo cepat masih sempat sayang" bisik Melodi tepat ditelinga Cinta.


"Iiiih Mas Melodi nakal" ujar Cinta.


"Aku selalu lapar setiap melihat dan menyentuh kamu dah ingin segera terpuaskan lagi dan lagi" jawab Melodi.


Mereka masuk ke dalam kamar mandi dan menyelesaikan keinginan mereka selanjutnya. Tiga puluh menit kemudian keduanya keluar dengan tampilan yang segar. Setelah itu shalat dzuhur bersama.


Setelah keduanya sama - sama rapi baru mereka kembali ke ruangan kerja Melodi.


"Eh jam tanganku tinggal di dalam sayang, sebentar aku ambil dulu" ucao Melodi.


Melodi kembali ke kamar pribadinya. Sedangkan Cinta berjalan melewati meja kerja Melodi. Tanpa sengaja dia melihat sebuah foto diatas amplop coklat di meja kerja Melodi.


Cinta meraihnya dengan cepat karena mengenali siapa orang yang ada di dalam foto tersebut.


"I.. inikan Papa dan Oooom Aaaaan.. Daaar" ucap Cinta.


Tiba - tiba kepala Cinta merasakan pusing yang sangat luar biasa dan dia jatuh ke lantai dan tak sadarkan diri.


"Cintaaaa..... " teriak Melodi.


.


.


BERSAMBUNG