Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 156


Jumat malam Surya dan Amel sudah sampai di rumah Melodi dan Cinta. Rencananya besok mereka akan pergi ke dokter kandungan bersama - sama.


Mereka berkumpul bersama layaknya keluarga besar. Ada Pak Ilham dan Bibik yang juga ikut bersama mereka duduk berenam di depan meja makan rumah Melodi dan Cinta.


"Bagaimana perkembangan pembangunan rumah di kampung Mas?" tanya Melodi.


"Sudah hampir selesai. Tinggal finishing saja. Kapan kalian bisa melihatnya?" tanya Surya.


"Mmm.. minggu ini belum bisa, aku ada acara. Mungkin minggu depan kami akan ke sana" jawab Melodi.


Cinta menatap wajah Melodi penuh arti.


"Kenapa sayang? kok gitu amat lihatinnya?" tanya Melodi.


"Kita mau pulang kampung Mas?" tanya Cinta gak percaya.


"Iya, Pak Ilham kan pengen lihat kampungnya Bibik, ya kan Pak Ilham?" tanya Melodi penuh arti.


Wajah Pak Ilham sontak memerah karena malu.


"Ah Aden bisa aja" jawab Pak Ilham.


"Yah siapa tau nasib Pak Ilham sama seperti aku, niatnya mau ngelamar eh langsung ijab kabul" sambut Melodi menggoda dua orang tua yang ada di meja makan itu.


"Uhuk.. uhuk.. uhuk... " Bibik terbatuk - batuk karena mendengar ucapan Melodi.


Cinta, Amel dan Surya saling pandang. Mereka bingung dengan perkataan Melodi. Sekaligus mereka juga curiga dengan sikap Bibik barusan.


"Apa sih Mas?" Cinta menyenggol lengan suaminya.


Melodi tersenyum semakin lebar.


"Udah, pokoknya kamu do'ain aja yang terbaik untuk Pak Ilham" jawab Melodi.


Usai makan malam mereka sempat bercengkrama bersama diruang keluarga hingga larut malam. Setelah itu mereka masuk ke kamar mereka masing-masing.


Begitu sampai di kamar Cinta yang sudah menyimpan rasa penasaran kepada suaminya segera mempertanyakan apa maksud dari perkataan Melodi saat makan malam tadi.


"Mas apa sih maksud cerita Pak Ilham mau lamaran, emangnya Pak Ilham mau menikah lagi?" tanya Cinta ingin tau.


"Kamu yang sehari - hari di rumah aja bisa gak tau" sahut Melodi dengan senyuman menggoda.


"Apa sih Mas?" tanya Cinta tak sabar. Dia sangat penasaran dengan sikap suaminya.


"Kamu gak melihat ada sesuatu yang aneh antara Pak Ilham dengan Bik Sumi?" tanya Melodi.


Cinta terdiam dan berpikir sejenak. Tiba - tiba matanya bersinar dan membesar.


"Pak Ilham dan Bibik?" tanya Cinta terkejut.


Melodi menganggukkan kepalanya.


"Kok Mas tau?" tanya Cinta penasaran.


"Kemarin tanpa sengaja beberapa kali aku melihat gelagat aneh mereka berdua. Setiap Bibik membuatkan kopi atau menyuguhkan makanan untuk Pak Ilham, tingkah mereka aneh. Mereka saling tatap dan tersenyum malu. Jadi tadi sekalian aja aku godain mereka. Dugaan aku ternyata tidak salah. Kamu tidak melihat mereka berdua tadi salah tingkah?" tanya Melodi.


Cinta langsung mengingat - ingat bagaimana wajah kedua orang tua yang sudah dia anggap sebagai orang tuanya saat ini.


"Kalau memang benar gimana Mas?" tanya Cinta.


"Ya gak apa - apa, bagus itu. Aku justru mendukung. Dihari tua mereka masih ada teman untuk berbagi kasih sayang, kebahagiaan dan teman hidup. Atau kata lainnya teman untuk beribadah dihati tua" jawab Melodi.


"Benar juga yang Mad katakan" sambut Cinta.


"Kalau memang mereka serius aku yang akan membiayai semua pernikahan mereka. Aku akan kasih kado terindah buat honeymoon mereka. Mereka berdua akan aku berangkatkan umroh" ujar Melodi.


"Benar nih Mas?" tanya Cinta.


"Benar donk sayang, mana pernah aku bohong atau main - main pada kamu" jawab Melodi.


Cinta memeluk tubuh Melodi dengan penuh rasa sayang dan bangga. Dia benar - benar sangat bersyukur mempunyai suami sebaik Melodi.


"Sayaaaang jangan menggodaku malam ini. Ini malam terakhir aku berpuasa. Bersiaplah, besok malam kamu akan aku gempur habis - habisan" gumam Melodi sambil menahan gejolak dalam hatinya.


Cinta jadi semakin semangat menggoda Melodi malam ini. Dia menciumi pipi dan leher Melodi.


"Aaaaaakh... kamu benar - benar ya..


Awas kamu besok" ujar Melodi sambil menahan sesuatu yang hampir bangun.


"Hahahaha... " tawa Cinta pecah.


"Kamu tau kan aku tidak akan memangsa kamu malam ini makanya kamu menggodaku habis - habisan. Awa kalau besok kamu tidak bisa sepanas malam ini" ancam Melodi.


Melodi memeluk tubuh Cinta dengan erat.


"Kamu mencintai kamu sayang. Sangat - sangat mencintai kamu. Aku tidak bisa kehilangan kamu" ucap Melodi.


"Aku juga Mas, kamu adalah hidupku sekarang, nanti dan selamanya" sambut Cinta.


"Tapi Mas kalau besooook...?" tanya Cinta ragu.


"Apapun yang dikatakan dokter besok, baik itu hal yang baik ataupun buruk tidak akan merubah perasaanku kepada kamu sayang. Bukan aku tak menginginkan anak tapi kamulah yang utama" ungkap Melodi sambil mengecup lembut kening Cinta.


Cinta kembali mempererat pelukannya.


"Terimakasih Mas" sahut Cinta.


Mereka tidur sambil berpelukan.


Keesokan harinya Cinta dan Melodi berangkat ke praktek dokter kandungan bersama Amel dan Surya. Sebelumnya Cinta sudah mendaftarkan nama mereka secara online.


Cinta terus menggenggam tangan Melodi dengan gugup sambil menunggu giliran namanya di panggil.


"Ibu Cinta Aurora" panggil seorang perawat.


"Ya saya" sahut Cinta.


Cinta langsung berdiri.


"Yuk Mas" ajak Cinta.


"Mbak, Mas kami duluan ya" ujar Melodi kepada Kakak iparnya.


Mereka berdua masuk ke dalam ruang praktek dokter. Cinta dan Melodi duduk tepat di depan dokter.


"Selamat pagi Pak Melodi Bu Cinta.. bagaimana kabarnya?" sapa dokter dengan ramah.


"Alhamdulillah baik Dok" jawab Cinta.


"Gimana sudah datang bulan?" tanya Dokter.


"Belum" jawab Cinta takut.


"Gak apa Bu, kan baru satu bulan pasca ibu keguguran. Mungkin sebentar lagi pasti datang bulan" sahut Dokter.


Melodi terkejut mendengar ucapan dokter.


Gawat aku kan berencana mau buka puasa. Kalau Cinta datang bulan bisa puasa lagi deh. Batin Melodi.


"Ayo mari Bu berbarinh kita lihat gimana keadaan kandungan Ibu" ajak Dokter.


Cinta langsung naik ke atas tempat tidur ruang pemeriksaan. Dengan bantuan seorang perawat dokter mulai memeriksa keadaan kandungan Cinta.


"Bagus, bersih dan lukanya juga sudah mengering" ujar Dokter.


"Alhamdulillah" sahut Melodi dan Cinta berbarengan.


"Apakah bisa langsung hamil lagi Dok?" tanya Cinta.


"Bisa tidak masalah. Kandungan ibu sehat kok" jawab Dokter sambil tersenyum ramah.


"Apa kami sudah bisa bercocok tanam dok?" tanya Melodi akhirnya.


Pertanyaan yang sudah dia persiapkan dan akan dia tanyakan kepada Dokter saat mereka bertemu.


"Lho setelah haid ibu kemarin kering sudah bisa kok asalkan dilakukan dengan rileks dan tidak terlalu kuat. Emangnya Bapak dan Ibu puasa?" tanya Dokter terkejut.


Melodi terlihat sangat terkejut.


"Bukankah Dokter katakan lihat keadaan istri saya bulan depan?" tanya Melodi.


"Maksud saya untuk hamil lagi Pak, kalau untuk bercocok tanam ya setelah pendarahan selesai sah - sah saja dilakukan" jawab Dokter.


Sial.. kenapa bisa salah paham begini. Tau gitu kan tadi malam aku udah gas habis istriku. Mana tadi malam aku digoda habis - habisan. Aaaah Dokter ini suka sekali buat salah paham. Batin Melodi kesal.


Cinta tersenyum penuh arti menatap wajah suaminya yang terlihat sangat kesal. Dia sangat tau pasti suaminya itu kesal sekali mendengar jawaban Dokter.


Hihihi.. itu untuk melatih kesabaran Mas. Batin Cinta sambil tertawa.


.


.


BERSAMBUNG