Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 107


"Bagaimana kamu bisa tau minuman apa yang disukai Pak Melodi?" tanya Baim curiga.


"Beberapa kali aku makan bersama Pak Melodi, aku sering melihat dia memesan jus belimbing. Sepertinya dia suka dan tadi aku asal - asalan aja meminta jus itu kepada pelayan" jawab Cinta.


"Hati - hati Cin, seperti Pak Melodi ada perhatian khusus kepada kamu. Aku perhatikan dia sering melirik kamu. Kamu tau kan dia pria seperti apa di perusahaan kita ini. Dan kamu sudah bersuami. Maaf bukan aku ingin menasehati kamu. Aku memang sedang belajar untuk menganggap kamu hanya sebagai teman biasa. Tapi aku tidak mau terjadi sesuatu dengan kamu kelak" ucap Baim tulus mengingatkan.


"Iya Im, makasih ya. Maaf Im sepertinya aku harus kembali ke ruanganku. Aku harus segera menyiapkan data yang diminta Pak Melodi tadi" pamit Cinta.


"Baiklah, selamat bekerja Cinta. Eh iya aku lupa mengucapkan selamat kepada kamu atas pernikahan kamu. Semoga samawa ya Cin" doa Baim.


"Aamin. Terimakasih ya Im atas semuanya" ujar Cinta.


Cinta berdiri dari tempat duduknya dan bersiap - siap untuk kembali ke ruangannya. Ratna dengan sigap langsung berdiri menyusul Cinta.


"Cin aku takut banget.. Pak Melodi marah ya kepada kamu?" tanya Ratna khawatir.


"Aku gak tau Rat" jawab Cinta.


"Kamu sih aku sudah peringatkan kamu tadi tapi kamunya gak mau dengerin aku" ucap Ratna mengingatkan.


"Aku kira Mas Melodi belum datang ke kantor karena dia lagi gak enak badan. Dan aku harus bicara dengan Baim tadi agar Baim tidak terlalu banyak berharap padaku" ungkap Cinta.


"Baim nembak kamu?" tanya Ratna penasaran.


"Iya Rat" jawab Cinta sambil menganggukkan kepalanya.


"Tuh benarkan feeling aku. Dari awal aku sudah bisa baca sikap Baim kepada kamu" sambut Ratna.


"Semuanya sudah selesai Rat, Baim tau kalau aku sudah menikah" ujar Cinta.


"Dia juga tau siapa suami kamu?" tanya Ratna.


"Enggak, aku bilang nanti dia juga akan tau. Tapi tidak sekarang, aku belum bisa mengenalkan suamiku kepadanya" jawab Cinta.


"Pak Melodi bilang apa aja tadi Cin?" Ratna benar - benar terlihat sangat khawatir.


"Dia menyuruh aku datang ke ruangan kerjanya" jawab Cinta gugup.


Mereka berbincang - bincang sambil berjalan menuju pintu lift.


"Duh gawat Cin, aku takut banget Pak Melodi marah pada kamu" sambut Ratna semakin khawatir.


"Mau gimana lagi, semua sudah terjadi. Aku akan coba jelaskan kepadanya apa isi pembicaraan aku dengan Baim tadi" ungkap Cinta.


"Semoga dia percaya ya Cin dan tidak marah pada kamu" doa Ratna.


Cinta langsung menuju lantai paling atas sedangkan Ratna berhenti di lantai dimana ruangan kerja mereka berada.


"Goodluck ya Cin" ucap Ratna memberikan semangat.


Cinta naik sampai lantai teratas dan berjalan menuju ruangan Melodi.


"Pak Melodi ada di ruangannya Mbak? Tadi Pak Melodi memanggil saya" tanya Cinta pada sekretaris Melodi.


"Ada Mbak Cinta, Pak Melodi sudah menunggu Mbak" jawab sekretaris Melodi.


Cinta mengetuk pintu ruangan Melodi.


Tok.. tok.


"Masuk" ucap Melodi dari dalam.


Bismillah.. ucap Cinta dalam hati.


Cinta membuka pintu ruangan kerja Melodi sambil menarik nafas panjang. Kedatangannya langsung mendapat sambutan dari Melodi.


Melodi mendorong Cinta hingga dia bersandar di dinding.


"Kamu mencoba bermain di belakangku Hah?" tanya Melodi dengan kasar.


Cinta menahan nafasnya. Sikunya sangat sakit tadi sempat menyentuh dinding.


"Ti.. tidak Mas. Aku tidak melakukan apapun di belakang kamu" jawab Cinta.


"Jadi mengapa kamu masih saja mau menanggapi perhatian dia? Apa kamu haus belaian? Tidak cukupkah satu pria saja yang ada di hati kamu?" tanya Melodi.


Mata Cinta melotot karena terkejut. Dia menggelengkan kepalanya.


"Alasan.. semalam saja aku tidak menyentuh kamu, kamu sudah mencari pria lain" tuduh Melodi kesal.


"Tidak Masss" jawab Cinta.


Mata Cinta mulai berkaca - kaca, dia terlihat sangat sedih dan juga ketakutan.


"Bagian mana yang dia sentuh tadi?" Melodi mulai menyentuh tubuh Cinta.


Membuat Cinta semakin tegang dan takut.


"Tidak ada Mas... Maaas tolong jangan lakukan itu, ini dikantor Mas.. Aku tidak bisa" tolak Cinta.


"Kenapa? Kamu takut pada suami kamu? Kamu takut teman - teman kamu tau kalau kamu sudah menikah denganku?" tanya Melodi.


"Ti... tidak" jawab Cinta.


Wajah Melodi saat ini memang terlihat sangat menakutkan. Dua hari ini Cinta sudah melihat sisi gelap Melodi. Dan dia sangat takut. Selama ini Cinta tidak pernah membayangkan sikap kasar yang Melodi miliki.


Melodi mendekatkan wajahnya ke arah leher Cinta. Dia menarik nafas panjang, menghirup aroma tubuh Cinta. Tapi dengan tatapan dingin membuat tubuh Cinta gemetaran karena takut.


Melodi mulai menyentuh kancing baju Cinta bagian dada dan berusaha untuk membukanya.


"Maaaas ini di kantor" ucap Cinta mencoba mengingatkan.


"Ya aku tau, ini memang dikantor. Tapi kamu lupa, ini ruanganku dan kantor ini juga milikku. Tidak ada seorang pun yang bisa menggangguku" ucap Melodi.


"Ta.. tapi Mas" Cinta masih berusaha untuk mencegah aksi Melodi.


"Tapi apa? Kamu ingin menolak permintaanku? jawab Cinta.. jawab.. " bentak Melodi.


Air mata Cinta jatuh begitu saja membasahi pipinya.


"Kamu bilang menikah adalah ibadah, melayani suami juga ibadah. Tapi mengapa kamu menolak permintaanku. Apa karena pria itu?" tanya Melodi dengan tatapan mengintimidasi.


Cinta menggigit bibir bawahnya untuk menahan isak tangisnya. Dia hanya sanggup menggelengkan kepalanya.


"Kalau begitu persiapkan diri kamu karena aku menginginkan kamu saat ini juga" ucap Melodi.


Cinta hanya bisa pasrah sambil memejamkan matanya. Satu sifat Melodi yang dia ketahui saat marah. Melodi bisa menjadi iblis seperti yang pernah dia katakan.


Melodi dengan kasar membuka kancing baju Cinta hingga kancingnya copot. Melodi mulai menciu* bibir Cinta dengan sangat kasar.


Cinta hanya bisa menutup matanya sambil menahan isak tangisnya. Pasrah dengan keadaan ini berusaha kuat menerima perlakuan kasar Melodi. Karena Melodi adalah suaminya, Melodi berhak atas dirinya kapan saja.


Tapi sungguh hatinya sangat terluka diperlakukan kasar seperti ini. Harga dirinya sangat rendah dimata Melodi. Dia merasa seperti sedang dipaksa dan diperkos* oleh suaminya sendiri.


Dengan kasar Melodi menyentuh seluruh tubuh Cinta. Cinta hanya bisa menahan nafas. Melodi mendorong tubuh Cinta masuk ke dalam kamar rahasia yang ternyata ada di dalam ruangan kerja Melodi.


Cinta sangat terkejut ternyata di ruangan itu ada kamar yang berisi lengkap dengan tempat tidur dan lemari pakaian. Melodi mendorong tubuh Cinta dengan keras hingga dia jatuh keatas tempat tidur.


"Maaaaaas" panggil Cinta dengan suara yang memilukan.


Tapi mata Melodi sudah gelap dia tidak perduli dengan rintihan Cinta juga isak tangisnya.


"Tolooong Maaaas perlakukan aku dengan lembut.. aku istri kamu bukan wanita murahaaan. Too...looong hargai aku Maaaas" tangis Cinta.


Seketika tubuh Melodi menegang karena mendengarkan ucapan Cinta. Melodi menatap dalam ke arah manik mata Cinta.


Sangat jelas saat ini Cinta amat sangat terluka dengan sikap Melodi. Melodi tidak bisa menguasai dirinya. Belum pernah dia semarah dan secemburu ini pada seorang wanita.


Selama ini Melodi selalu memegang prinsip apa yang sudah dia miliki tidak boleh tersentuh oleh orang lain. Apalagi itu sesuatu yang sangat penting dalam hidupnya. Seperti Cinta, wanita yang dia cintai dan sudah dia nikahi.


Tidak ada pria yang boleh menyentuhnya, siapapun itu. Atau Melodi akan berubah menjadi ganas.


Seketika Melodi sadar dengan semua perlakuan kasarnya kepada Cinta.


"Ma.. maaf.. kan aku sayang" ucap Melodi.


.


.


BERSAMBUNG