Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 142


Keesokan harinya sepulang kantor Ratna dan teman - teman Cinta di kantor lainnya berkunjung ke rumah baru Cinta dan Melodi.


"Waaah rumah kamu bagus banget Cin" puji Santi.


"Alhamdulillah San, aku gak minta semua ini pada Mas Melodi tapi dia udah nyiapain semua aku hanya tinggal pindah" jawab Cinta.


"Ya namanya suami kamu Sultan Cin, dinikmati aja" sambut Loly.


"Halamannya luas ya Cin" ujar Wahyu.


"Iya aku pengen suasana di kampung, jadi rencananya di belakang nanti mau buat kebun cuma belum jadi" sahut Cinta.


"Namanya juga baru pindah" sambut Suri.


Dari tadi Baim hanya diam sambil memperhatikan wajah Cinta.


"Kamu kenapa Im?" tanya Loli.


"Jangan kelamaan Im liatinnya entar di pecat si Bos baru tau. Besok bakal jadi pengangguran" ledek Wahyu.


Cinta tersenyum mendengar candaan temannya. Cinta tau Baim sekarang jaga jarak padanya. Cinta tidak kecewa justru dia lega jadi tidak perlu mengelak lagi pada Baim.


Bagaimanapun statusnya sudah menjadi seorang istri. Harus menjaga nama baik dan harga diri suaminya. Apalagi suaminya adalah atasan dari semua teman - temannya. Dia harus bisa membangun rasa hormat teman - temannya kepada suaminya.


Bibik dibantu asisten rumah tangga Cinta sedang mempersiapkan hidangan untuk semua teman - teman Cinta yang datang.


Mereka semua berkumpul di teras belakang, karena di teras mereka bisa menikmati pemandangan luar sekitar area rumah Cinta yang sangat asri.


"Assalamu'alaikum" ucap Melodi yang baru tiba bersama Wildan.


"Wa'alaikumsalam" jawab semuanya.


"Lho udah pada rame rupanya?" sapa Melodi.


Cinta langsung berdiri menyambut kedatangan suaminya dan mencium tangannya penuh hormat. Semua bisa melihat langsung kemesraan antara Cinta dengan pemilik perusahaan tempat mereka bekerja.


"Bagaimana kabar kamu sore ini sayang?" tanya Melodi lembut.


Para wanita yang ada di sana seketika merasa baper melihat sikap Melodi yang begitu lembut kepada Cinta. Selama ini mereka selalu melihat sikap yang berbeda dari Melodi di kantor.


"Lebih baik Mas" jawab Cinta.


"Teman - teman dilanjut dulu ya, nikmati aja semua makanan yang di hidangkan. Aku mau urus suamiku dulu" pamit Cinta.


Melodi dan Cinta masuk ke dalam kamar mereka. Melodi langsung mandi sedangkan Cinta menyiapkan pakaian santai suaminya diatas tempat tidur.


"Letakkan di situ aja sayang, kamu bergabung aja lagi sama teman - teman kamu, temu kangen. Nanti aku akan nyusul ke belakang" pesan Melodi.


"Benar gak apa - apa Mas?" tanya Cinta.


"Iya, kamu pasti bosan seminggu full di Rumah Sakit. Waktunya bersantai dengan teman - teman kamu" jawab Melodi.


"Baiklah, aku tinggal ya" sahut Cinta.


Cinta kembali bergabung bersama teman - temannya.


"Cinta kamu pakai pawang apa sih? Kok Pak Melodi bisa manut gitu sama kamu?" tanya Loli ingin tau.


"Aku gak ada pakai apa - apa" jawab Cinta polos.


"Pak Melodi beda banget ya di kantor sama di rumah. Kalau di kantor dingin banget, tapi gitu ketemu Cinta seketika mencair karena panasnya cinta" sambut Suri.


"Makanya Sur buruan cari suami biar gak iri sama Cinta" ujar Wahyu.


"Pengennya Yu tapi ketemunya sama kamu terus, bosan aku" jawab Suri.


"Hahahaha" yang lain tertawa mendengar candaan mereka.


"Eh iya sekalian pada kesempatan ini saya dan Ratna mau pamit pada kalian. Mulai minggu depan saya dan Ratna akan resign dari Sanjaya Corp" potong Wildan.


"Ha??? Bapak mau kemana?" tanya Baim bingung.


"Saya mau kembali ke Perusahaan keluarga saya dan saya akan membawa Ratna sebagai sekretaris saya di sana nanti" jawab Wildan.


"Waaaah gak bisa lihat Pak Wildan lagi donk" sambut Suri.


"Iya nih, Pak Melodi udah diambil Cinta. Sekarang Pak Wildan juga mau pergi. Gak ada yang enak dilihat lagi donk Pak di kantor, bosan lihat Wahyu dan Baim terus" protes Loly.


"Mana Bapak bawa Ratna lagi. Gak asik punya teman seperti Suri dan Loly" sambung Wahyu.


"Kalian ini saling bully tapi butuh" potong Ratna.


"Pak Wil mau donk dibawa ke Perusahaannya" ucap Loly tanpa malu.


"Maaf Lol udah penuh" sahut Ratna.


Wildan hanya bisa tersenyum mendengar rayuan para karyawan Sanjaya Corp. Tak lama Melodi keluar dari kamarnya dengan pakaian santainya.


"Waaaw Cin, gimana sih rasanya punya suami seperti itu?" tanya Suri centil.


Cinta hanya tersenyum mendengar ocehan teman - temannya. Melodi duduk tepat disamping Cinta. Dia langsung menggenggam tangan Cinta menunjukkan keposesifannya pada Cinta.


Dengan mesra Melodi menujumkan kepemilikannya akan Cinta membuat Baim semakin sadar cinta Melodi lebih besar dari dirinya. Melodi yang dulu dingin bahkan terlihat kejam bisa bertingkah manja seperti ini kepada istrinya di depan mereka semua.


"Maaaas" ucap Cinta malu.


"Aku kangen kamu" ucap Melodi.


"Waaaah so sweeeet... Bapak membuat kami jadi nyamuk di sini" goda Suri.


Melodi tersenyum ramah tidak seperti biasanya.


"Makanya kalian semua cepetan nikah jangan pacaran melulu. Kalau sudah halal lebih indah" ucap Melodi.


Wildan hanya tersenyum menanggapi ucapan Melodi. Bisanya ngomong begitu karena sudah ketemu Cinta. Coba dulu sebelum Cinta muncul, hidup Melodi amburadul.


"Ayo dimakan hidangannya" perintah Melodi ramah, membuat teman - teman Cinta merasa nyaman.


Cinta sangat senang ternyata teman - temannya disambut baik oleh Melodi. Melodi bersikap berbeda dengan sikapnya saat berada di kantor. Melodi terlihat lebih santai dan friendly.


Mereka berbincang-bincang seru sambil tertawa, ada saja lelucon yang dilontarkan Suri, Loly dan Wahyu. Disambut kocak oleh Ratna dan sesekali ditimpali oleh Wildan. Membuat sore itu terasa hangat dan kekeluargaan.


Cinta membalas genggaman tangan Melodi tak kalah mesra sebagai ungkapan rasa terimakasihnya kepada Melodi karena sudah menerima teman - temannya dengan baik.


Setelah shalat maghrib teman - teman Cinta pamit undur diri. Mereka sudah kekenyangan setelah menikmati banyak sajian makanan yang dihidangkan Cinta di rumahnya.


"Cin kami pulang ya... Pak Melodi terimakasih atas sambutannya" ucap Santi pamit.


"Sama - sama San, sering - sering mampir ke sini jangan sungkan. Cinta kan sudah gak kerja lagi, dia pasti kesepian di rumah terus" sambut Melodi dengan ramah.


"Kalau bosan sekali - sekali kamu ke kantor aja Cin, lepas kangen bareng kami" ujar Loly.


"Boleh juga itu, ya kan Mas?" tanya Cinta pada Melodi.


"Boleh sayang" sahut Melodi.


"Uuuu Pak Melodi mesra banget jadi iri deh" sahut Suri.


"Sama aku aja Sur" potong Wahyu.


"Ogah, kamu kalah ganteng dari Pak Melodi" tolak Suri.


"Kita pulang juga yuk Rat" ajak Wildan.


"Lho Ratna kok pulang sama Pak Wildan?" tanya Loly kepo.


"Kami kan satu apartement" jawab Wildan.


"Apa?" tanya Santi, Loly, Suri, Wahyu serentak. Sedangkan Baim hanya menatap Wildan dengan tatapan penuh tanya.


"Bu... bukan, kami satu gedung apartement bukan satu apartement. Apartement kami sebelahan" potong Ratna mengkoreksi.


"Ooooo... " sahut yang lainnya.


"Kaya banget kamu Rat" ujar Loly.


"Bukaaaan... aku numpang di apartement milik Pak Melodi yang ketepatan satu lantai dengan apartementnya Pak Wildan. Aku mah cuma orang kampung mana punya banyak uang untuk beli apartement" ungkap Ratna malu.


"Oooo... " yang lain kembali menyahut.


"Enak ya jadi Ratna, dia beruntung banget di kasih tumpangan apartement sama Pak Melodi" sahut Suri.


"Karena Ratna sahabat istri saya, dia sudah banyak berjasa dan membantu mulai dari kami menikah sampai sekarang ini" potong Melodi.


"Ooooo... " ucap mereka lagi dengan kompak.


"Oo.. oo.. terus. Masuk noh nyamuk ke mulut kalian. Udah yuk pulang" ajak Baim.


Akhirnya semuanya bubar dari rumah Melodi dan Cinta. Mereka berdua melepas kepergian teman - teman Cinta dari rumah mereka sambil saling berpelukan.


"Makasih ya Mas" ucap Cinta.


"Untuk apa?" tanya Melodi.


"Kamus sudah baik banget sama teman - temanku. Mereka nyaman berada di sini" jawab Cinta.


Melodi mengecup puncak kepala Cinta.


"Teman kamu adalah tamu aku sayang. Aku akan melakukan apapun untuk membuat kamu bahagia" ujar Melodi.


.


.


BERSAMBUNG