Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 37


Jam sembilan pagi Cinta dan Ratna sudah sampai di apartement Melodi. Seperti dugaan Cinta, Melodi tidak ada di apartementnya.


"Si Bos kemana Cin?" tanya Ratna takut.


"Dia pasti pergi, mungkin joging kali" jawab Cinta.


Mereka mulai membersihkan apartement bersama - sama. Mulai dari ruang tamu, ruang TV kemudian kamar Melodi.


"Bajunya bauk minuman, ngapain sih si Bos kemarin?" tanya Ratna yang sedang mengutip pakaian kotor Melodi.


Cinta mengangkat kedua bahunya.


"Ke diskotik kali" jawab Cinta.


Cinta mengganti seprai tempat tidur Melodi. Membersihkan dan merapikan walk in closet Melodi. Cinta sempat tersenyum tipis saat merapikan dasi yang pernah dia belikan untuk Melodi sebagai rasa terimakasih atas gaji pertama dan bonus yang dia terima.


Dasi itu sudah beberapa kali Cinta lihat dipakai Melodi. Saat hari pertama dia bekerja Cinta melihat Melodi sedang memakai dasi yang dia berikan.


"Kamu itu gagah dan tampan Bos, sayang sekali kalau kamu merusak tubuh kamu sendiri dengan minum - minuman keras, merokok juga jajan sembarang dengan para wanita mudahan. Kamu punya segalanya, wanita mana pun pasti ingin menjadi istrimu tapi sayang mereka hanya terobsesi pada wajah, tubuh dan hartamu" gumam Cinta.


"Sebenarnya kamu pria yang baik, aku sangat yakin akan hal itu. Semoga kelak kamu berubah dan mendapatkan wanita baik - baik yang bisa menjadi istri solehah untukmu. Aku mendoakan kebahagian kamu Bos" sambung Cinta tulus.


Cinta dan Ratna bergegas menuju dapur. Saat hendak membersihkan dapur Cinta melihat memo dari Melodi dan dibawah kertas itu ada ATM.


Cinta tersenyum melihatnya karena itu artinya dia dan Ratna akan belanja lagi hari ini.


"Cihuuuuy kita jadi orang kaya Rat" teriak Cinta.


"Kaya gimana?" tanya Ratna bingung.


"Nanti kita akan belanja bulanan. Aju paling senang sekali setiap belanja bulanan. Serasa orang kaya bisa bebas membeli apa saja untuk isi apartement dan isi kulkas. Walau itu semua untuk si Bos tapi lumayan untuk memuaskan jiwa kewanitaan kita yang suka berbelanja" jawab Cinta senang.


"Iya juga ya.. Nanti di sana mana ada yang tau kalau kita itu cuma asisten rumah tangga. Mereka pasti mengira kalau kita orang kaya" sambut Ratna tak kalah senang.


"Ya sudah ayo cepetan kita bersihin dapur baru pindah ke kolam renang" ajak Cinta.


Mereka membersihkan dapur bersama - sama lalu pindah ke kolam renang.


"Rat berenang yuk. Kamu jadikan bawa baju ganti?" ajak Cinta.


"Jadi. Tapi apa si Bos masih lama pulangnya?" sambut Ratna khawatir.


"Ini masih jam setengah sebelas. Aku yakin mereka masih lama. Kalau main golf gak mungkin cuma sebentar" ujar Cinta


"Ya sudah, setengah jam aku rasa sudah cukup untuk kita" jawab Ratna.


"Iya setelah itu baru kita memasak" sambung Cinta.


Cinta dan Ratna masuk ke dalam kolam renang. Mereka mulai berenang dan bermain bersama. Setengah jam berlalu akhirnya mereka selesai bermain.


Mereka segera berganti pakaian dan mulai memasak karena perut mereka sudah lapar.


"Kita mau masak apa Cin?" tanya Ratna.


"Kira masak ikan gurame asam manis dan cah kangkung aja ya. Enak tuh siang - siang gini makan itu" jawab Cinta.


"Kamu gak tanya si Bos pulang jam berapa? Kita kan mau belanja bulanan lagi?" tanya Ratna.


"Dia pasti pulang sore. Kalau kamu takut nanti aku akan kirim pesan kepadanya dan bertanya jam berapa dia pulang" jawab Cinta.


Tepat jam dua belas siang mereka sudah selesai masak dan makan siang. Dapur juga sudah kembali bersih. Makanan sudah mereka sajikan di atas meja. Begitu juga dengan peralatan makan.


"Kita turun ke bawah yuk Rat, bawa sampah dan pakaian kotor si Bos. Setelah itu baru kita belanja" ajak Cinta.


"Okey, yuk" jawab Cinta.


Mereka berdua turun ke lantai dasar. Cinta mengenalkan Ratna kepada karyawan loundry sebagai sahabat sekaligus orang yang menjadi penggantinya bekerja di apartement.


Setelah itu baru mereka berbelanja ke supermarket yang tak jauh dari gedung apartement Melodi.


"Mari belanjaaaa" pekik Cinta senang.


"Yuhuuuu jadi orang kaya walau cuma sebentar" sambut Ratna.


Mereka mendorong dua troli untuk membawa barang - barang yang akan mereka beli.


Satu jam kemudian mereka sudah selesai dan sedang antrian menuju kasir untuk membayar semua belanjaan mereka.


"Cin, udah jadi kirim pesan sama si Bos?" tanya Ratna.


"Aduuuh aku lupa Rat" jawab Cinta sambil menepuk jidatnya.


Dia lupa karena sangkin semangatnya mau belanja bulanan. Cinta segera meraih ponselnya dan membukanya. Tapi ternyata Melodi sudah lebih dulu mengirim pesan kepadanya.


Melow Dingin


Makan siang sudah habis semua kami santap. Nanti pulang belanja kamu masak lagi untuk makan malam kami.


"Duh jadi gimana ini Cin? Aku kok takut ya" sambut Ratna.


"Gak apa - apa dia gak marah kok. Dia juga tau kalau kita lagi belanja bulanan. Makanan yang tadi kita masak katanya sudah habis jadi kita di surut untuk masak lagi buat menu makan malam si Bos" jawab Cinta.


Ratna menarik nafas lega.


"Syukurlah, kalau soal masak bukan masalah. Lagian lumayan kan makan malam kita bisa gratis" sambut Ratna.


"Yoi Sis" balas Cinta.


Mereka pulang dengan riang gembira. Seperti biasanya kalau pulang dari belanja bulana Cinta pasti naik taxi. Begitu juga hari ini apalagi belanjaan mereka banyak sekali saat ini.


Setengah jam kemudian mereka sudah sampai di apartement Melodi. Cinta sengaja menekan bel agar Melodi tau kalau mereka sudah datang.


"Ada tamu Od" ucap Wildan menatap Melodi.


Dia heran tumben ada tamu di apartement Melodi dan siang hari begini.


"Itu si Cinta sama sahabatnya baru pulang belanja" jawab Melodi.


"Aku sambut ya.. aku pengen kenalan dengan temannya Cinta" ujar Wildan semangat.


"Serah kamu deh, aku mau istirahat di kamar. Jangan gangguin mereka masak. Biar urusan mereka bisa segera selesai" pesan Melodi.


"Bereees" jawab Wildan cepat.


Wildan segera membuka pintu sedangkan Melodi masuk ke dalam kamarnya.


"Hai Cin.. " sapa Wildan saat membuka pintu.


"Eh Pak Wildan" jawab Cinta dengan sopan.


"Sini aku bantuin" pinta Wildan.


Wildan membantu Cinta dan Ratna membawakan barang belanjaan sampai ke dapur. Dia juga membantu Cinta dan Ratna menyusun semua belanjaan.


"Kamu gak berniat mengenalkan teman kamu padaku Cin?" tanya Wildan.


"Oh ya Allah aku lupa, maaf Pak. Rat kenalin ini Pak Wildan sahabatnya Pak Melodi" ucap Cinta mengenalkan Wildan kepada Ratna.


"Wildan"


"Ratna"


Mereka saling berjabat tangan. Ratna tampak tersipu malu.


Manis juga dan sepertinya gadis ini juga baik seperti Cinta. Batin Wildan.


"Kalian mau masak apa nih untuk nanti malam?" tanya Wildan penasaran.


"Cap cay orak arik dan goreng ayam kalasan aja ya Pak. Nanti aku buatin sambel, mau gak?" tanya Cinta.


"Waaah enak tuh Cin, air liur ku rasanya udah mengalir" sambut Wildan dengan senang.


"Ayo Rat kita masak, biar cepat selesai. Pak Wildan dan Pak Melodi mau istirahat" ajak Cinta.


"Santai aja Cin. Melodi sekarang sedang istirahat di kamarnya. Kalau aku sih mending menemani kalian masak di sini" ujar Wildan.


Cinta dan Ratna mulai bekerja sama mempersiapkan bahan masakan setelah itu dengan sabar Cinta mengajari Ratna cara memasak yang enak.


"Nih Pak coba di rasa dulu nih" ujar Cinta sambil memberikan satu sendok capcay orak arik.


"Enak Cin, enak banget" jawab Wildan semangat.


"Ayamnya juga sudah selesai Cin aku goreng" sambut Ratna.


"Oke berarti aku tinggal buat sambel. Kamu tolong beresin semua ya Rat, biar kita bisa segera pulang" perintah Cinta


"Oke" jawab Ratna.


Mereka bekerja dengan cekatan dan cepat. Wildan suka melihat mereka bekerja seperti ini.


"Benar juga kata Melodi, apa kalian aja ya yang mengelola kantin di kantor?" ucap Wildan.


Sontak Cinta dan Ratna saling pandang dan terkejut.


"Apa Pak?" tanya mereka kompak.


.


.


BERSAMBUNG