
Satu jam Ratna menangis dan mencoba meyakinkan dan menguatkan dirinya kalau dia tidak mungkin melakukan kejahatan seperti itu. Dia tidak mungkin mengkhianati Wildan dengan melakukan perbuatan dosa seperti itu.
Tapi apa Wahyu yang menjebaknya? Tadi malam Wahyu kan mengungkapkan perasaannya kepada Ratna dan Ratna menolaknya.
Apa karena itu Wahyu melakukan segala cara untuk menggagalkan pernikahan Ratna dengan Wildan. Ratna segera menghubungi ponsel Wahyu tapi ponselnya tidak aktif.
Ratna segera menghubungi Santi untuk mencari informasi tentang Wahyu.
"Assalamu'alaikum Santi" ucap Ratna.
"Wa'alaikumsalam Rat" sambut Santi.
"San kamu tadi ketemu Wahyu gak? Aku coba hubungi dia tapi ponselnya gak aktif. Ada yang ingin aku bicarakan dengan dia?" tanya Ratna.
"Sebentar ya Rat aku coba tanya Baim dulu" jawab Santi.
Tak lama kemudian Santi menghubungi Ratna.
"Halo Rat, kata Baim Wahyu hari ini gak masuk karena sakit" lapor Santi.
"Tolong tanyakan donk sama Baim dimana alamat rumah Wahyu. Penting banget San, tolong ya" pinta Ratna.
"Oke.. oke.. aku coba tanya sama Baim ya" sahut Santi.
Beberapa menit kemudian ponsel Ratna bergetar tanda pesan masuk. Santi mengirimkan alamat rumah Wahyu melalui pesan.
Ratna langsung berganti pakaian dan segera pergi meninggalkan apartementnya menuju alamat rumah Wahyu. Satu jam kemudian Ratna sudah sampai di depan kos - kosan tempat tinggal Wahyu.
Tok.. Tok..
Ratna mengetuk pintu kamar kos Wahyu. Tak lama kemudian Wahyu membuka pintu dan terkejut melihat siapa yang datang.
"Ratna? Kamu ngapain ke sini? Kamu gak kerja?" tanya Wahyu.
"Yu kita bisa bicara sebentar di luar" pinta Ratna.
"Tentang apa Rat? Kita bisa bicara di dalam saja" jawab Wahyu.
"Gak bisa Yu, kita ngobrolnya diluar saja ya" ujar Ratna.
"Baiklah, tunggu sebentar aku ganti pakaian dulu" sahut Wahyu.
Tak lama kemudian Wahyu keluar kamar dan mereka berjalan menuju keluar.
"Ada taman atau Cafe di dekat sini?" tanya Ratna.
"Di sana ada taman, kita bisa ngobrol santai di sana" jawab Wahyu sambil menunjuk ke arah depan.
Mereka berjalan menuju taman yang letaknya tak jauh dari tempat tinggal Wahyu. Sesampainya di taman mereka duduk di salah satu bangku taman.
Karena hari ini hari kerja jadi taman sangat sepi bahkan tidak ada orang selain mereka berdua di sana.
"Aku mau kamu jawab jujur Yu, apa yang kamu lakukan padaku tadi malam?" tanya Ratna.
"A.. aku melakukan apa pada kamu tadi malam Rat?" tanya Wahyu bingung.
"Tadi malam kamu tidur dimana?" tanya Ratna.
"A.. aku... Sial, aku juga bingung Rat. Saat aku bangun tadi pagi aku sudah berada di sebuah kamar yang ada di Hotel XXX. Aku langsung pulang ke rumah dan masih bingung mengapa aku bisa berada di sana. Terakhir yang aku ingat kita menunggu Pak Wildan datang terus pelayan Cafe memberikan kita minuman sebagai service mereka. Setelah itu aku merasa sangat ngantuk sekali dan aku lupa selanjutnya" ungkap Wahyu.
Ratna terdiam terpaku.
"Ada apa Rat?" tanya Wahyu.
"Apa????? Kamu juga di hotel bersamaku?" tanya Wahyu terkejut.
Ratna bisa melihat dengan jelas kalau Wahyu tidak berbohong dengan sikapnya saat ini. Ratna menganggukkan kepalanya.
"A.. aku terbangun tanpa busana Rat. Apa kita melakukan sesuatu tadi malam? Tapi aku tidak ingat apa - apa. Lantas bagaimana kamu dengan Pak Wildan? Apa dia marah pada kamu? Pasti marah gak mungkin tidak. Tapi kita tidak melakukan apapun Rat, aku yakin itu" ujar Wahyu.
Ratna memasang wajah sedih.
"Aku tidak ingat apapun tentang kamu Rat, aku berani bersumpah. Aku tidak melihat tubuh kamu tanpa busana. Aku tidak ingat apapun" ungkap Wahyu.
"Mas Wildan marah padaku dengan cara mendiamkanku. Tadi malam dia membawaku pulang, tadi pagi dia memasakkan aku bubur untuk sarapan. Tapi dia tidak mau tadi mengangkat teleponku" ujar Ratna.
"Eh tapi Rat, kok bisa Pak Wildan tau dimana keberadaan kita? Kamu apa gak merada ada yang aneh di sini? Mengapa Pak Wildan bisa menemukan kita?" tanya Wahyu.
Sontak mata Ratna membesar. Dia juga baru kepikiran sekarang.
"Iya Yu, aku kok gak kepikiran ya dari tadi. Aku harus menanyakan hal ini pada Mas Wildan. Sepertinya ada seseorang yang mengerjai kita tadi malam. Kita dijebak, aku yakin itu" tegas Ratna.
Ratna berdiri dari duduknya.
"Aku harus bicara sama Mas Wildan secara langsung Yu" ucap Ratna.
"Rat, kamu percayakan padaku? Aku memang benar - benar mencintai kamu, cintaku tulus Rat. Cinta tak harus memiliki. Dan jika kamu bahagia aku juga turut bahagia. Aku tidak akan melakukan pekerjaan kotor seperti tadi malam agar kamu menikah denganku" ungkap Wahyu merasa bersalah.
"Aku percaya pada kamu Yu, aku yakin bukan kamu pelakunya. Pasti ada orang lain yang melakukan ini pada kita. Karena ingatan kita sama - sama terhenti setelah minum minuman yang diberikan pelayan Cafe" sambut Ratna.
"Kamu temui Pak Wildan. Aku akan cari tau di Cafe tempat kita makan kemarin" ujar Wahyu.
"Baik Yu, udah dulu ya. Aku harus pergi menemui Mas Wildan" Ratna segera pamit dan memesan taxi online.
Ratna kini sedang dalam perjalanan menuju kantor PT. Raharjo Group.
Satu jam kemudian dia sudah sampai di kantor dan langsung berjalan menuju ruangan kerja Wildan. Saat Ratna membuka pintu, Wildan sedang sibuk menatap layar laptopnya.
"Mas kita harus bicara" ucap Ratna.
Wildan menatap Ratna dengan tatapan sendu. Ratna melihat perubahan sikap Wildan. Wildan tidak menunjukkan wajah marahnya kepada Ratna melainkan Wildan menatap Ratna dengan tatapan sedih dan merasa bersalah.
Wildan memutar layar monitor laptopnya. Tatapan mata Ratna beralih ke sana. Tampak dilayar monitor pelayan memberikan minuman kepada Ratna dan Wahyu kemudian mereka meminumnya.
Tak lama kemudian Ratna dan Wildan mengantuk dan tidur berat. Kemudian datang dua orang laki - laki yang memakai pakaian seragam, dipastikan mereka adalah pelayan Cafe.
Mereka memapah Ratna dan Wahyu keluar dari Cafe dan masuk ke dalam mobil. Dengan mata berkaca - kaca Ratna melihat video itu.
Kemudian Wildan memutar video lain, sepertinya video di hotel. Dua pelayan Cafe memapah Ratna dan Wahyu masuk ke dalam kamar tak lama kemudian dua pria itu keluar dari kamar.
"A.. apa maksud semua ini Mas?" tanya Ratna bingung.
Tapi air matanya berhasil lolos dan jatuh ke pipinya.
"Ada orang yang menjebak kamu, kemudian orang tersebut mengirimkan gambar ini kepadaku" jawab Wildan.
Wildan menunjukkan gambar Ratna dan Wahyu berpelukan di kamar hotel tanpa pakaian dan hanya ditutupi selimut. Ratna semakin terisak, hancur sudah harga dirinya sebagai wanita baik - baik.
"Astaghfirullah.. siapa yang melakukannya Mas?" tanya Ratna.
.
.
BERSAMBUNG