
Cinta berjalan mengikuti Pak Agung dari bagian HRD menuju bagian keuangan yang berada satu lantai dibawah ruangan Melodi dan Wildan.
Mereka masuk ke dalam lift. Agung meliril curiga kepada Cinta.
"Kamu kenal dengan Pak Wildan dan Melodi?" tanya Agung.
Duh apa yang harus aku jawab ya? Kalau aku bilang aku kenal nanti kesannya aku sombong. Aku tidak mau mengambil kesempatan seperti ini. Pasti akan banyak karyawan yang julid. Lebih baik aku katakan kalau aku gak kenal mereka. Maafkan aku ya Allah, aku harus mengambil keputusan ini. Aku memang gak kenal baik dengan Pak Melodi.
"Ti.. tidak" jawab Cinta.
"Lantas dari mana kamu dapat izin mengimrikan lamaran ke perusahaan ini?" tanya Agung
"A.. aku bekerja di apartement teman mereka. Dari Bosku itu lah aku mendapatkan kesempatan ini" jawab Cinta.
"Ooo begitu" sambut Agung mengerti.
Melihat tampilan Cinta tak mungkin memang rasanya baik Melodi atau Wildan mengenal gadis seperti ini. Agung tau bagaimana selera kedua Bosnya itu tentang wanita.
Dan gadis yang ada di sampingnya ini sangat jauh berbeda dari wanita - wanita yang selalu ada disekeliling Melodi dan Wildan.
Akhirnya mereka tiba dibagian keuangan. Agung langsung menyampaikan perintah Wildan kepada kepala bagian keuangan.
Cinta membaca nama wanita yang terletak diatas meja. Olivia, Kepala Bagian Keuangan.
Cinta dan Agung sudah duduk didepan meja Olivia. Olivia sedang memeriksa data - data Cinta.
"Kamu lulusan terbaik dari Universitas Negeri ya. IPK kamu tiga koma sembilan delapan. Baiklah kalau begitu kamu saya tempat kan dibagian rancangan proyek. Kita lihat sepintar apa kamu menghitung dan mengatur keuangan untuk suatu proyek yang akan kita jalankan" ucap Olivia.
"Baik Bu, terimakasih" sambut Cinta sigap.
"Kalau begitu Bu Olivia saya akan kembali ke ruangan saya. Cinta selamat bergabung di perusahaan ini. Proses administrasi data - data kamu akan segera saya proses. Kamu akan segera mendapatkan hak - hak karyawan seperti hak kesehatan, nametag dan lainnya. Mengenai gaji akan sama seperti karyawan lain diterima saat akhir bulan" pesan Agung.
"Siap Pak, terimakasih atas arahannya" ucap Cinta penuh hormat.
Agung segera meninggalkan ruangan Olivia. Kini hanya tinggal Cinta dan Olivia berdua di ruangan ini.
"Bagaimana kamu bisa mengenal Pak Wildan dan Pak Melodi. Menurut Pak Agung, kamu tadi langsung menemui Pak Wildan, langsung di wawancarai dan diterima oleh beliau?" selidik Olivia.
Duh kenapa sih pertanyaan Bu Olivia dan Pak Agung sama? Apa mereka securiga itu padaku? Apa iya tampangku ini bisa menunjukkan kalau aku ada affair dengan mereka? Tanya Cinta dalam hati
"Sa.. saya tidak punya hubungan apapun dengan mereka Bu. Sebelumnya saya bekerja di apartement kenalan mereka. Setelah saya wisuda saya mendapatkan kesempatan untuk melamar pekerjaan di perusahaan ini" jawab Cinta.
"Kamu bekerja sebagai apa sebelumnya?" tanya Olivia.
"Asisten rumah tangga Bu. Saya bekerja untuk membiayai kuliah dan hidup saya di Jakarta ini" jawab Cinta jujur.
Olivia melihat kejujuran di mata Cinta. Lagian tidak mungkin gadis seperti Cinta ini mempunyai hubungan khusus dengan salah satu Bos tertinggi di perusahaan ini.
Pasti Cinta di terima bekerja di perusahaan ini karena prestasi dan nilai nya memang sangat bagus.
Baiklah tidak ada yang salah dengan gadis ini. Sepertinya dia memang pintar dan jujur. Kita lihat bagaimana kerja kamu nanti. Kalau memang kerja kamu bagus maka pantas untuk diapresiasi. Batin Olivia.
"Sebentar ya" ucap Olivia.
Olivia langsung melakukan panggilan melalui interkom dari meja kerjanya.
"Santi tolong segera ke ruangan saya" perintah Olivia.
"Baik Bu" jawab Santi.
Tak lama masuk seorang wanita yang kira - kira usianya tak jauh beda dengan Cinta.
"Ya Bu" ucap gadis itu hormat.
"Perkenalkan ini Cinta, mulai saat ini dia akan bekerja di perusahaan ini. Dan Cinta saya tempat kan di tim kamu. Tolong bimbing dia mengenai tugas dan pekerjaannya ya" pinta Olivia.
"Baik Bu" sambut Santi cepat.
"Kamu bisa ikut Santi ke meja kerja kamu. Selamat bekerja" ucap Olivia.
"Terimakasih Bu" jawab Cinta.
Cinta berjalan mengikuti Santi.
"Aku Cinta" jawab Cinta.
Cinta bisa sedikit bernafas lega karena mendapatkan teman yang berpenampilan tak jauh beda dengan dirinya. Sama - sama memakai jilbab. Dan sepertinya Santi ini gadis yang baik. Pikir Cinta.
"Ini meja kerja kamu dan ini tugas kita. Kamu bisa mempelajarinya terlebih dahulu" ucap Santi sambil memberikan buku besar keuangan.
"Terimakasih Mbak Santi, kalau ada yang tidak aku mengerti bolehkan aku bertanya pada Mbak?" tanya Cinta.
"Tentu saja, jangan sungkan. Oh iya panggil namaku saja. Aku rasa usia kita tidak jauh berbeda. Aku tidak mau terdengar kalau aku sudah sangat tua untuk dipanggil Mbak sama kamu" jawab Santi.
Cinta tersenyum ramah.
"Baiklah Santi. Terimakasih atas bantuannya" ulang Cinta.
Cinta mulai mempelajari pekerjaan yang akan dia kerjakan setiap harinya. Tanpa terasa tibalah waktu istirahat.
"Cinta yuk makan siang ke kantin" ajak Santi.
Cinta melirik jam tangannya. Ternyata sudah jam dua belas siang, pantas saja perutnya terasa lapar.
"Ayuuuk" jawab Cinta.
Santi dan Cinta berjalan menuju kantin untuk makan siang. Ternyata kalau siang kantin sangat penuh. Sepertinya seluruh karyawan di sini makan siang di kantin ini.
Cinta memesan makanan yang dia inginkan dan membayarnya. Begitu juga dengan Santi. Setelah itu mereka mencari meja yang kosong untuk tempat mereka makan.
Tiba - tiba Cinta teringat sesuatu, dia sudah melupakan sesuatu hal yang sangat penting.
O.... oooow... aku sampai lupa. Mati aku kalah sampai dimarahin si Bos. Kan gak lucu kalau aku di pecat dihari pertama aku bekerja di Perusahaan ini. Ucap Cinta dalam hati.
Cinta segera meraih ponselnya dan menghubungi sahabatnya Ratna.
"Assalamu'alaikum Ratna" ucap Cinta langsung begitu panggilannya tersambung.
"Wa'alaikumsalam. Ya Cin, ada apa?" tanya Ratna.
"Rat kamu bisa gak mulai kerja hari ini. Aku gak tau kalau hari ini aku langsung bekerja" pinta Cinta.
"Duh gimana ya Cin. Aku baru aja sampai di kosan. Ini sudah hampir jam satu siang. Takutnya waktuku gak sempat kesana keburu sudah jam lima dan si Bos sudah waktunya pulang ke rumah" jawab Ratna.
"Duh.. aku lupa sekali. Bisa marah ni si Bos. Tapi baiklah aku akan coba kirim pesan beliau ya" balas Cinta.
"Iya semoga semua baik - baik saja ya Cin. Semoga si Bos gak marah" sambut Ratna prihatin.
Cinta langsung mengirim pesan kepada Melodi.
Cinta
Bos saya mau mengaku salah. Saya benar - benar minta maaf Bos. Saya tidak menyangka kalau hari ini saya langsung bekerja. Saya belum bilang sama Ratna untuk menggantikan tugas saya mulai hari ini di apartement Bos.
Booos... jangan marah ya.. maafkan lah kelalaianku ini. Pulang kerja aku akan langsung ke apartement Bos untuk membersihkan apartement Bos dan langsung masak makanan yang paling enak untuk Bos.
Ya Bos ya.. jangan marah ya.. Kalau Bos tidak mau melihatku Bos bisa pulang lebih lama atau saat Bos pulang aku akan mengurung diriku di dapur sampai semua tugasku selesai. Aku tidak akan bertemu dengan Bos.
Please.... 🙏🙏😓😥😭
Tak lama kemudian ponsel Cinta bergetar tanda pesan masuk. Cinta menarik nafas panjang dan berdoa dalam hati sebelum dia membaca pesan dari Melodi.
Melow Dingin
Ya
Ya Tuhan... sudah panjang banget aku kirim pesan dia cuma jawab satu kata. Ya... aku tidak tau apa artinya? Apakah dia setuju pulang telat atau dia setuju kalau aku harus mengurung diri di dapur saat dia datang? Tapi ya sudahlah.. yang penting aku tidak di pecat. Batin Cinta.
.
.
BERSAMBUNG