Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 115


Setelah dokter memeriksa keadaan Cinta dan memberikan obat, Dokter pamit pulang.


"Kalau ingin lebih jelas lagi tentang keadaan istri Bapak sebaiknya lakukan pemeriksaan lengkap ke Rumah Sakit agar kita bisa mengetahui jelas apa yang sedang dialami istri Anda" saran Dokter.


"Baik Dok, nanti saya akan mengajak istri saya ke Rumah Sakit untuk memeriksakan kondisi fisiknya" sambut Melodi.


"Kalau begitu saya pamit pulang dulu" ucap Dokter.


"Terimakasih Dok" Melodi menjabat tangan dokter sebelum Dokter keluar dari apartement Melodi.


Melodi menatap wajah istrinya yang sedang tertidur. Wajahnya sudah tidak begitu pucat lagi.


"Rat tolong kamu masakkan bubur untuk Cinta. Aku tidak bisa membuatnya" pinta Melodi.


"Baik Pak" jawab Ratna sigap.


Ratna segera beranjak ke dapur dan memasakkan bubur untuk Cinta. Ratna juga membuat kopi untuk Melodi dan Wildan. Tak lama kemudian Ratna memberikannya kepada dua pria itu.


Jam dinding di ruangan TV apartement Melodi menunjukkan pukul tiga dini hari.


Melodi dan Wildan sedang duduk di sofa sambil minum kopi yang dibuat Ratna.


"Sepertinya aku akan ke kampung dalam waktu dekat ini Wil. Aku akan bertanya kepada Mbak Amel tentang kecelakaan orang tua mereka. Aku harus tau apa yang terjadi dengan Cinta saat kecelakaan itu terjadi" ungkap Melodi.


"Bagus itu, kamu memang harus menanyakannya dan mencari tau kebenarannya. Kasihan Cinta kalau terus seperti ini" sambut Wildan.


Ratna sudah selesai memasak bubur untuk Cinta.


"Sudah selesai Pak, mau makan sekarang?" tanya Ratna.


"Nggak untuk nanti aja Rat, terimakasih ya. Kalau kalian mau balik lagi gak apa - apa. Maaf sudah ngerepotin kalian, gara - gara kami tidur kalian terganggu" ucap Melodi tulus.


"Tidak apa Pak, Cinta kan sahabat saya" sambut Ratna.


"Ya sudah Rat, kalau kamu sudah siap kita balik yuk, aku masih ngantuk" ajak Wildan.


"Nanggung Pak kalau mau tidur sebentar lagi adzan subuh" ujar Ratna.


"Ya setelah shalat subuh Rat" balas Wildan.


Melodi tersenyum melihat Ratna dan Wildan berdebat masalah sepele.


"Hati - hati Wil salah masuk kamar. Jangan karena alasan ngantuk kamu pura - pura masuk apartement Ratna" ledek Melodi.


"Rencananya sih begitu" sambut Wildan.


"Enak aja Bapak" protes Ratna.


"Hahaha" tawa Wildan dan Melodi.


"Kami balik ya" ucap Wildan.


Ratna dan Wildan keluar dari apartement Melodi dan kembali ke apartement masing - masing. Melodi kembali ke kamarnya dan menatap wajah istrinya dengan sangat intens.


"Apa yang terjadi saat kecelakaan itu? Mengapa kamu tidak mengingat apapun? Apa yang kamu alami sehingga kamu trauma seperti ini? Apakah kamu sangat kesakitan sehingga kamu sampai trauma seperti ini? Apakah aku salah selama ini yang memendam dendam tak beralasan kepada kamu?" gumam Melodi.


Melodi membelai lembut rambut Cinta hingga Cinta tersadar.


"Maaaaas" panggil Cinta pelan.


"Ya sayang" jawab Melodi.


"Sudah adzan ya?" tanya Cinta.


"Sebentar lagi" jawab Melodi.


Cinta mencoba bangun dari tidurnya.


"Kamu mau kemana?" tanya Melodi.


"Aku mau mandi Mas, sebenar lagi subuh kan?" jawab Cinta.


"Sssssh.. " Cinta tampak meringis, mungkin kepalanya masih sakit.


Melodi mendekati Cinta, memeluk tubuh Cinta dengan erat dan menggendongnya.


"Maaaaas" pekik Cinta terkejut.


"Kamu masih lemah sayang" ujar Melodi.


"Tapi kita harus mandi Mas, setelaaah.." ucap Cinta malu.


"Aku mandiin kamu ya, tubuh kamu masih sangat lemah. Aku takut kamu jatuh di kamar mandi" ujar Melodi dengan penuh perhatian.


Cinta merangkul kan kedua tangannya ke leher Melodi dan memperkuat pelukannya. Melodi membawa Cinta ke kamar mandi, mengisi bathup dengan air hangat kemudian dengan penuh kesabaran memandikan Cinta.


Cinta merasa seperti ratu yang sangat di cintai oleh sang raja.


"Aku merasa seperti Cinderella" ungkap Cinta.


Melodi tersenyum mendengar ucapan Cinta.


"Kamu adalah ratu di hati dan hidupku sayang" jawab Melodi.


"Mas jangan terlalu besar mencintaiku, aku takut kamu akan kecewa" ujar Cinta.


"Semakin aku mengenalmu aku semakin yakin kamu tidak akan membuat aku kecewa. Justru mungkin kamu yang akan kecewa memiliki suami seperti aku" balas Melodi.


"Aku mencintai kamu bukan karena apa yang kamu miliki Mas. Aku mencintai kamu karena kamu pintar memperlakukan aku seperti wanita yang sangat berharga dan pantas untuk di cintai" Jawab Cinta.


Setelah Cinta selesai mandi Melodi kembali menggendong Cinta ke tempat tidur dan memilihkan pakaian Cinta.


"Kamu mandi sana gih, udah adzan. Aku bisa kok pakai baju sendiri. Aku kan tidak sakit" perintah Cinta.


"Kamu masih sangat lemah sayang" ujar Melodi.


"Tapi aku masih bisa memakai baju sendiri. Mandi sana Mas, nanti waktu shalatnya habis. Cepetan ya biar kita shalat subuh bareng" perintah Cinta.


"Okeeey" sambut Melodi.


Melodi masuk ke kamar mandi sedang kan Cinta mencoba bangkit dari tempat tidur. Memakai pakaiannya setelah itu Cinta menyiapkan pakaian untuk Melodi kemudian Cinta berjalan dengan perlahan menuju dapur.


Cinta melihat ada bubur di dalam panci dan masih hangat.


"Siapa yang masak bubur ini?" gumam Cinta.


"Tadi aku pinta Ratna dan Wildan ke sini. Aku sangat panik melihat kamu pingsan. Wildan memanggil dokter sedangkan Ratna aku pinta untuk memasakkan bubur untuk kamu" jawab Melodi.


Cinta terkejut karena kedatangan Melodi yang tiba - tiba.


"Aku tidak sakit Mas, hanya pusing aja sedikit dan tubuhku lemas. Sebentar lagi juga akan baikan" ungkap Cinta.


"Aku tau tapi aku tidak ingin kamu kelelahan sayang. Yuk shalat, aku sudah siap ni" ajak Melodi.


Mereka kembali ke kamar dan shalat subuh, setelah itu Cinta menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.


"Kamu jangan masak lagi, makan bubur buatan Ratna" perintah Melodi.


"Kamu makan apa?" tanya Cinta.


"Ya makan bubur juga, Ratna buat banyak kan?" tanya Melodi.


"Iya, cukup untuk kita berdua" jawab Cinta.


Cinta menambahkan ayam goreng, daun bawang dan bawang goreng di atas bubur agar tampilannya lebih menarik dan menggugah selera.


Mereka sarapan pagi bersama walau memang masih sangat pagi untuk sarapan.


"Setelah ini kamu istirahat lagi ya" pesan Cinta.


"Kita gak jadi pergi?" tanya Cinta.


"Jadi sayang tapi nanti setelah kamu lebih baik" jawab Melodi.


"Baiklah Mas" ujar Cinta.


"Biarin aja piring - piringnya sayang, nanti minta tolong Ratna aja buat beresin" pesan Melodi.


"Ya sudah" balas Cinta.


Setelah selesai sarapan mereka kembali ke kamar untuk istirahat kembali.


"Minggu depan kita ke kampung yuk" ajak Melodi.


Cinta menatap wajah Melodi.


"Ngapain?" tanya Cinta bingung.


"Kata Mas Surya ada sawah yang mau dijual, sekalian aku mau undang mereka ke resepsi pernikahan kita bulan depan" jawab Melodi.


"Resepsi?" tanya Cinta.


"Iya, kamu gak mau?" Melodi balik bertanya.


"Tapi kita kan sudah menikah Mas dan sudah syukuran di kampung" jawab Cinta.


"Kamu gak pengen jadi princess? Katanya mau jadi Cinderella? Nanti kita buat resepsi bertemakan Raja dan Ratu" ujar Melodi.


"Ah Mas ini, semua kan hanya ada di dalam dunia dongeng" sambut Cinta.


Melodi memeluk erat tubuh Istrinya dan mencium aroma shampo dari kepala Cinta.


"Aku akan mewujudkan keinginan kamu. Bersiaplah sayang aku akan menjadikan kamu ratu sehari" ujar Melodi.


.


.


BERSAMBUNG