
Setelah memastikan keadaan Cinta aman Wildan kembali ke hotel untuk meminta maaf kepada para tamu undangan.
Wildan menyampaikan maaf yang sebesar - besarnya atas nama Melodi dan Cinta karena tidak bisa hadir sampai akhir di acara resepsi pernikahan mereka sendiri dikarenakan karena sebuah kecelakaan. Wildan menyampaikan kalau Cinta saat ini sedang dirawat di Rumah Sakit.
Para tamu undangan mengucapkan turut prihatin atas musibah yang dialami oleh kedua mempelai pengantin. Mereka mendoakan semoga Cinta segera sembuh seperti semula.
"Katanya Cinta keguguran guys" ucap Loli teman satu tim Cinta.
"Iya kabar yang aku dapat ada orang yang menculik Cinta dan membuatnya keguguran" sambut Baim.
"Pasti Pak Melodi marah besar" ujar Santi.
"Semoga Cinta baik - baik saja" sahut Loli.
"Besok kita jenguk Cinta yuk" ajak Baim.
"Kamu yakin Im, bisa - bisa kamu diamuk Pak Melodi karena cemburu" ujar Santi.
"Yakinlah, aku kan datang sebagai teman. Cinta sangat mencintai Pak Melodi, untuk apa Pak Melodi cemburu padaku" jawab Baim.
"Baim udah move on guys" sahut Loly.
"Ya harus Lol, hidup harus berjalan. Mana mungkin aku ngarepin Cinta terus. Aku dibanding Pak Melodi kalah jauh, dia tidak akan bisa aku kalahkan" ujar Baim.
"Ih kamu Im, Cinta itu bukan cewek matre" potong Santi.
"Iya aku tau, Pak Melodi kelihatan banget cintanya sama Cinta. Mungkin cintaku gak sedalam itu" jawab Baim.
"Bagus Im" Loly menepuk bahu Baim.
"Besok pulang kerja kita ke Rumah Sakit ya" ajak Suri.
"Oke, ketemu di loby" sahut Loly.
Teman - teman Cinta bubar dari pesta undangan resepsi pernikahan Cinta dan Melodi. Mereka sudah buat janji untuk menjenguk Cinta besok ke Rumah Sakit.
Malam harinya Wildan baru bisa kembali ke Rumah Sakit untuk menjenguk Cinta. Setelah dia selesai menyelesaikan urusan resepsi pernikahan.
"Gimana Wil udah kelar semuanya?" tanya Melodi.
"Udah, aku sudah menyampaikan salam dan permintaan maaf dari kamu. Gara - gara kamu aku harus naik ke pelaminan utk bersalaman dengan semua tamu. Coba tadi aku bawa Ratna, pasti aku gak sendirian di sana" jawab Wildan.
Melodi bisa tersenyum tipis karena ucapan Wildan. Karena pikirannya sudah lebih tenang. Cinta bisa menerima keadaannya saat ini.
"Siapa suruh kamu gak ajak dia. Kan bisa sekalian kalian akad, lumayan hemat ongkos" balas Melodi.
"Ye enak aja, untuk nikah harus numpang. Gini - gini aku masih sanggup buat pesta pernikahan aku sendiri" protes Wildan.
"Aku tau, seandainya kamu tak sanggup aku yang akan membuat pesta pernikahan untuk kamu. Sebagai ucapan terimakasihku karena kamu sudah mendukung aku sampai saat ini. Kamu tidak pernah meninggalkan aku sendiri dalam keadaan apapun" ujar Melodi.
"Itu sudah tugas seorang sahabat. Susah senang bersama" sambut Wildan.
"Aku tidak bisa bayangkan Wil, jika terjadi sesuatu dengan Cinta aku tidak tau bagaimana lagi aku akan hidup. Kamu tau kan bagaimana hancurnya hidupku saat Papa dan Mama pergi. Kalau aku harus kehilangan Cinta lagi mungkin aku akan gila" ungkap Melodi.
"Allah tau batas kemampuan hambaNYA Od. Lagian aku percaya tidak akan selamanya kamu hidup sendiri terus. Allah pasti akan kirimkan seseorang untuk temani kamu dalam hidup. Bagitu juga dengan Cinta. Sejak kecil dia hidup menderita. Allah kirimkan kamu sebagai pendukung yang kuat. Kalian saling membutuhkan, saling menyembuhkan dan saling menguatkan karena kalian punya luka yang sama" hibur Wildan.
Tiba - tiba Ratna datang menghampiri mereka berdua.
"Pak yuk pulang" ajak Ratna.
"Main ajak pulang aja ya Rat, udah kayak pasutri" sahut Surya dari belakang.
"Ah Mas Surya bisa aja. Kan mau antar Mas, Mbak Amel dan Bibik pulang" jawab Ratna.
"Iya Wil, aku minta tolong kamu ya sekalian antar Mas Surya dan yang lainnya pulang ke rumah aku. Di sana sudah ada Pak Ilham dan asisten rumah tangga. Besok baru ada supir yang antar jemput mereka ke sini" pinta Melodi.
"Oke Od gak masalah" jawab Wildan.
"Gak apa - apa ya Mbak tidur di rumah kami aja. Aku kasihan lihat kalian kalau harus jagain Cinta di Rumah Sakit. Kalian pasti capek, karena seharian dari pesta resepsi kami trus ke Rumah Sakit. Belum lagi kita semua tadi sempat tegang. Pasti kalian sangat kelelahan" ujar Melodi kepada Amel.
"Iya Od gak apa. Lagian kondisi Cinta juga sudah stabil tinggal pemulihan kan" sahut Amel.
Amel menghampiri Cinta yang masih terlihat tidak bersemangat dan bersedih.
"Semangat donk Dek.. katanya kita mau sama - sama ke dokter kandungan. Bukannya kamu yang kasih Kakak semangat untuk hamil lagi kemarin? Kamu juga pasti bisa. Atau gimana kalau kita buat lomba siapa yang duluan hamil diantara kita?" ucap Amel agar Cinta lebih bersemangat.
"Aku pasti belum boleh hamil dulu Kak, kan masih baru keguguran" ucap Cinta.
"Kalau kamu sehat dan kamu pulih dengan baik kenapa nggak sayang" sambut Melodi.
"Semoga saja ya Mas" jawab Cinta penuh harap.
"Udah jangan terbebani dulu, santai aja dan jalani saja dulu. Anggap kalian pacaran. Tuh Amel lama pacarannya sampai tiga tahun. Anggap waktu - waktu yang kosong itu menjadi kesempatan kalian untuk saling mengenali pribadi masing - masing. Bukannya dulu kalian menikah tanpa pacaran. Nah pacaran halal itu sebenarnya setelah menikah. Ambil hikmahnya mungkin Allah menilai kalian masih butuh proses dan waktu untuk menjadi orang tua. Dinikmati dan jalani saja ya" hibur Bibik.
"Iya Bik, benar juga kata Bibik" sahut Melodi.
"Kami pulang dulu ya Dek, besok kami balik lagi ke sini. Jangan sedih lagi ya, kan semua sudah berakhir. Ikhlas pada apa yang Allah takdirkan dalam hidup kita" nasehat Amel.
"Iya Kak, hati - hati ya" jawab Cinta.
Bibik dan Amel bergantian memeluk Cinta untuk memberi semangat lalu mereka pulang diantar Ratna dan Wildan ke rumah baru Melodi dan Cinta.
Kini hanya tinggal Melodi dan Cinta berdua di dalam kamar rawat inap. Melodi menggenggam lembut tangan Cinta dan mengecup kening istrinya.
Sejak peristiwa menegangkan tadi siang, baru ini kesempatan mereka berduaan. Tentu saja moment ini dimanfaatkan Melodi untuk menghibur Cinta yang masih sedih.
"Sayaaaang aku tau kamu pasti sedih dan kecewa. Kita memang sayang pada anak kita tapi Allah lebih sayang kepada kita. Allah tau kita membutuhkan anak kita bukan untuk di dunia tapi di akhirat. Mungkin anak kita kelak yang akan menjadi pembela kita. Apalagi aku, selama ini aku sudah sangat banyak dosa. Mungkin anakku nanti yang akan menyelamatkan aku di akhirat " hibur Melodi.
Cinta menatap mata Melodi dengan lama. Cinta juga bisa melihat tatapan kesedihan di mata Melodi tapi dia tidak menunjukkannya.
Beberapa bulan ini dia sudah semakin mengenal sifat Melodi. Pasti tadi Melodi sangat terluka saat harus kehilangan anak mereka.
Cinta bisa mengerti mengapa Melodi melakukannya. Melodi pasti tidak siap kehilangan dirinya. Mungkin ini memang lebih baik, walau terkesan seperti mengorbankan sesuatu untuk menyelamatkan yang lain.
.
.
BERSAMBUNG