Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 94


Malam harinya setelah mereka selesai makan malam dan setelah Cinta selesai membersihkan dapur. Melodi menarik tangan Cinta.


"Kita mau kemana Mas?" tanya Cinta bingung.


"Aku mau mengajak kamu mengenal keluargaku. Sudah hampir sepuluh hari kita menikah tapi aku belum juga membawa kamu masuk ke ruang kerjaku" jawab Melodi.


Mereka masuk ke dalam ruangan kerja Melodi. Ruangan itu tampak rapi dan bersih.


"Kapan waktu kamu membersihkan ruangan ini?" tanya Cinta.


"Sebelum kita menikah aku membersihkan ruangan ini setiap minggu. Setelah kita menikah, kemarin aku meminta bantuan Wildan untuk membersihkannya" jawab Melodi.


Cinta melihat ada satu set sofa kemudian ada meja kerja yang besar dimana ada terpampang foto keluarga Melodi.


Melodi mengambil foto itu dan memperlihatkan foto keluarganya kepada Cinta. Dia memperkenalkan Papa dan Mamanya.


"Ini Mamaku dan ini Papaku. Foto ini diambil saat aku ulang tahun yang ke dua puluh. Beberapa bulan sebelum Papa dan Mama meninggal" ungkap Melodi.


Cinta memegang foto itu dengan sangat hati-hati. Dia sangat takut foto itu terlepas dari tangannya.


"Waktu itu Aku sedang asik bermain game di rumah bersama Wildan. Tiba - tiba bibik memanggilku. Aku dan Wildan yang semula ada di kamar berlari ke bawah untuk menghampiri Bibik. Bibik bilang ada telepon yang sangat penting" ujar Melodi memulai ceritanya.


Melodi menarik tangan Cinta dah menariknya duduk di sofa. Mereka duduk saling berdekatan. Cinta menunggu Melodi dengan tenang berusaha menjadi pendengar yang baik.


Karena apa yang diceritakan Melodi saat ini pasti kenangan yang sangat menyakitkan dalam hidupnya. Kehilangan orang tuanya, sama seperti dirinya.


"Aku menerima kabar dari polisi bahwa Papa dan Mamaku meninggal dalam kecelakaan. Keduanya meninggal di lokasi kejadian. Saat itu sedang turun hujan yang sangat deras. Polisi mengatakan kecelakaan terjadi mungkin karena cuaca dan keadaan jalan yang licin serta gelap. Aku diminta untuk segera datang ke Rumah Sakit" ungkap Melodi.


Cinta menggenggam erat tangan Melodi berusaha memberikan kekuatan agar Melodi nyaman menceritakan saat - saat terpahit dalam hidupnya.


"Sesampainya aku di rumah sakit aku melihat ada empat jasad yang terbujur kaku di UGD. Kedua orang tuaku dan sepasang suami istri yang bertabrakan dengan mobil kedua orang tuaku. Aku sangat - sangat hancur saat itu. Melihat Papa dan Mama tidak bernyawa lagi. Rasanya ingin sekali aku ikut pergi bersama mereka" sambung Melodi.


"Polisi mengatakan kalau ada satu korban selamat, dia anak dari sepasang suami istri yang jasadnya juga ada di dekat orang tuaku. Saat itu memang aku tidak memperdulikan semuanya. Aku sibuk mengurus pemakaman kedua orang tuaku. Beberapa minggu kemudian aku mendapat laporan dari Perusahaan Papa kalau Perusahaan mengalami kerugian. Asisten pribadi Papa mencoba memanfaatkan situasi. Mungkin dia berpikir kalau aku masih kecil sehingga belum mengerti mengurus perusahaan. Dengan sesuka hatinya mengambil apa yang sudah Papa bangun selama ini. Aku marah.. marah pada semuanya. Aku marah pada asisten pribadi Papa, marah pada orang yang selamat dari kecelakaan itu bahkan aku marah pada Tuhan. Mengapa Tuhan tega mengambil kedua orang tuaku dan meninggalkan aku sendirian. Mengapa bukan anak itu yang mati, bukan Papa Mamaku. Aku mencari anak itu kemana - mana, aku dendam kepadanya. Tapi sampai sekarang aku tidak menemukannya. Hingga kamu datang, kamu meredam amarahku. Aku tidak lagi terpaku pada anak yang selamat itu. Biarlah semua berlalu, aku hanya ingin hidup bahagia bersama kamu. Kamu.. kamu bisa merubah dan mengusir sisi iblisku. Aku merasa lebih baik dari sebelumnya. Aku sudah jauh berubah meninggalkan diriku yang dulu" lanjut Melodi.


Cinta menarik nafas panjang.


"Mas tau, kedua orang tuaku juga meninggal karena kecelakaan. Kata Kak Amel aku juga ikut dengan mereka tapi aku tidak tau apa - apa. Aku tidak ingat apapun yang terjadi dengan peristiwa itu. Aku sering merasa bersalah bahkan marah. Mengapa aku tidak mati saja bersama Papa dan Mamaku? tapi Kak Amel dan Bibik mengingatkan aku bahwa mereka membutuhkan aku. Terlebih Kak Amel, dia menunjukkan kepadamu bahwa harta yang sangat berharga adalah keluarga. Dia mengorbankan banyak hal demi untuk keselamatanku. Dia sampai putus kuliah dan kami tinggal di kampung" gantian Cinta bercerita.


"Orang tua kamu juga kecelakaan?" tanya Melodi terkejut.


"Iya Mas" jawab Cinta.


"Eh tunggu.. tunggu.. kemarin kamu bilang Papa dan Mama kamu meninggal di hari yang sama dengan Papaku. Mereka juga meninggal karena kecelakaan. Dimana kecelakaannya?" tanya Melodi penasaran.


"Aku tidak tau, tidak ingat. Mungkin pada saat kami dalam perjalanan ke kampung" jawab Cinta.


"Iya, kata Kak Amel hari itu kami mau pergi ke kampung setelah menjemput Kak Amel dari kampus" jawab Cinta.


Melodi menarik nafas lega.


Huuuuf.. syukurlah.. aku kira tadi Cinta adalah.. ah tidak mungkin, tadi Cinta bilang kecelakaannya terjadi saat mereka mau ke kampung. Batin Melodi.


Cinta berdiri dan menyusuri setiap sudut ruangan kerja Melodi.


"Sepertinya tidak ada rahasia di tempat ini, tapi mengapa kamu sangat takut aku dan Ratna masuk ke sini?" tanya Cinta penasaran.


"Ini adalah ruangan pribadiku tempat aku menyimpan kenangan - kenangan bersama kedua orang tuaku. Aku juga menyimpan berkas - berkas rahasia perusahaan di sini. Aku tidak ingin ada orang yang masuk dan merusak semua yang ada di sini. Bagiku keluarga adalah harta yang sangat berarti. Aku tidak mau ada seorang pun yang merusaknya. Sekarang karena kamu sudah menjadi istriku kamu harus tau tentang masa laluku dan tentang keluargaku" jawab Melodi


Cinta melirik meja kerja Melodi. Di sisi lainnya dia melihat foto pernikahan mereka berdua. Wajah Cinta langsung memerah karena malu plus sangat senang.


"Kamu melihatnya?" tanya Melodi.


Cinta mengangguk dan tersenyum bahagia. Dia meraih foto itu dan melihatnya dengan dekat. Foto dia dan Melodi tersenyum bahagia setelah akad nikah.


"Kini kamu lah harta terbesarku. Aku harus memperlakukan kamu dengan sangat hati - hati, penuh kelembutan dan kasih sayang" ucap Melodi sambil memeluk Cinta dari belakang.


"Terimakasih Mas.. aku bisa merasakan cinta kamu yang begitu besar untukku" sambut Cinta.


"Jangan pernah kecewakan aku sayang, jangan pernah khianati aku. Kamu tau kan bagaimana marah dan terlukanya aku jika tersakiti dan kehilangan? Aku takut jika hal itu terjadi aku tidak bisa mencegah diriku akan menjadi iblis sesungguhnya" ungkap Melodi.


Cinta membalikkan badannya dan menatap dalam ke arah mata Melodi.


"Kamu bukan iblis Mas kamu manusia. Jangan pernah kembali ke kehidupan dulu, jangan Mas. Aku mencintai kamu, teruslah menjadi Melodi yang seperti ini. Penuh kehangatan, cinta dan kasih sayang" ucap Cinta.


Melodi mengecup lembut bibir Cinta.


"Kalau tidak ingat tadi kita sudah melakukannya di dapur. Mungkin saat ini aku akan mengajak kamu melakukannya di sini. Lain kali kita harus mencobanya di sini sayang" bisik Melodi dengan suara parau.


Cinta memukul lembut dada Melodi karena terkejut dan malu mendengar ucapan Melodi.


"Maaaaaas... " ucap Cinta.


Melodi memeluk Cinta dengan erat dan mereka tertawa bersama.


.


.


BERSAMBUNG