
Seminggu sudah Cinta dirawat di rumah sakit. Surya dan Amel sudah pulang ke kampung karena mereka tidak bisa lebih lama tinggal di Jakarta.
Rencana untuk ke dokter kandungan mereka akan direncanakan ke depannya setelah Cinta sudah benar - benar pulih. Hari ini Cinta akan pulang ke rumah mereka.
Bibik dan Ratna sedang mengumpulkan barang - barang milik Cinta. Pasca operasi Cinta belum boleh terlalu banyak gerak. Apalagi Melodi sangar rewel memperhatikan gerak - gerik istrinya.
Dia tau istrinya tipe wanita yang tidak bisa diam saja, pasti ada aja yang ingin dia kerjakan. Oleh sebab itu Melodi meminta Bibik mengawasinya saat di rumah nanti.
"Sudah siap semuanya Bik?" tanya Cinta.
"Sudah Nduk" jawab Bibik.
"Yuk kita pulang" ajak Melodi.
Mereka keluar dari kamar rawat inap Cinta menuju mobil Melodi yang ada di parkiran. Melodi langsung meluncur di rumah baru mereka.
Pak Ilham dan beberapa asisten rumah tangga juga supir sudah menunggu kedatangan mereka di rumah baru.
"Alhamdulillah akhirnya kita sampai" ujar Bibik.
"Waaaaah bagus sekali rumahnya Pak, Cintaaa" ucap Ratna takjub.
"Alhamdulillah" sambut Cinta tersenyum.
Melodi langsung menggandeng tangan istrinya dengan mesra dan menuntunnya masuk ke dalam rumah.
"Selamat datang di rumah Non Cinta" ujar Pak Ilham dan yang lainnya.
"Terimakasih Pak" jawab Cinta tersenyum ramah.
Mereka langsung berkeliling rumah.
"Kamar Bibik yang ini ya" ujar Melodi.
Mereka membuka kamar Bibik dan melihat isinya.
"Waaah Nak Melodi ini terlalu berlebihan buat Bibik" ujar Bibik.
"Bibik kan orang tua kami saat ini, jadi sudah sepantasnya Bibik diperlakukan istimewa" jawab Melodi.
"Bibik merasa tidak pantas" sambut Bibik.
Cinta langsung memeluk Bibik penuh kasih sayang.
"Bibik sudah sangat baik kepadaku dan Mbak Amel. Bibik tidak pernah membeda - bedakan aku dengan anak Bibik. Saatnya aku membalas kasih sayang Bibik. Jangan sungkan ya, ini adalah rumah kita" ucap Cinta.
"Iya Nduk" mereka saling berpelukan.
"Kalau kamu mau menginap di sini kamu bisa tidur di kamar tamu Ratna" ujar Melodi.
"Eh lain kali aja Pak, nanti katanya Pak Wildan akan menjemputku" jawab Ratna.
Cinta tersenyum tipis mendengar jawaban Ratna.
"Yuk sayang ke kamar kita. Aku sudah tidak sabar menunjukkannya kepada kamu" ajak Melodi.
Cinta dan Melodi berjalan menuju kamar utama. Saat pintu kamar di buka Cinta juga tak bisa menutupi keterkejutannya.
"Ma.. Maaaas cantik banget kamar kita" puji Cinta.
Melodi menatap isi kamar dengan sangat telaten bahkan Cinta sendiri tidak pernah memimpikan akan punya kamar seindah ini.
Melodi memeluk tubuh istrinya erat.
"Kamu suka?" tanya Melodi.
Cinta menganggukkan kepalanya.
"Di sini nanti kita akan mengukir hari - hari yang indah yang akan menjadi kenangan saat kita tua nanti. Di kamar ini kita akan mencetak anak - anak yang kuat, tampan dan cantik seperti kamu sayang. Di kamar ini juga nanti aku akan selalu menemani kamu tidur sampai kita menua bersama" ucap Melodi sambil mengecup lembut kening Cinta.
Cinta berjalan menuju jendela yang sangat besar mengarah ke halaman belakang rumah mereka. Dari jendela kaca Cinta bisa melihat taman yang indah juga kolam ikan yang tertata rapi.
Tak jauh dari situ ada kolam renang yang besar. Dan di belakang sana Cinta bisa melihat kebun yang masih terlihat kosong.
"Kamu lihat tanah kosong itu? Nanti kamu bebas menentukan pohon apa yang akan ditanam di sana. Tinggal bilang sama Pak Ilham dia akan melakukan apa yang kamu inginkan" ujar Melodi sambil menunjuk ke arah kebun.
"Aku sangat senang sekali Mas, nanti aku akan tanam buah - buatan di sana, ada pohon mangga, durian, anggur, semangka, jambu dan yang lainnya Mas. Aku juga akan tanam singkong, jagung dan sayur - sayuran. Jadi kalau ingin suasana kampung aku tinggal tangkap ikan di kolam dan panen sayur sendiri. Lalu kita makan di gazebo ya Mas" ungkap Cinta.
"Iya sayang apapun yang kamu, aku pasti akan melakukannya" sambut Melodi.
Ini mungkin yang dinamakan rumahku istanaku. Melodi benar - benar mengetahui selera istrinya dengan baik. Tanpa banyak permintaan dari Cinta, Melodi sudah bisa mewujudkannya.
"Mau Mas" jawab Cinta antusias.
"Tapi pelan - pelan donk jalannya. Kamu kan belum boleh terlalu banyak gerak sayang" ucap Melodi memperingatkan Cinta.
"Ups... eeeh iya" Cinta sedikit meringis, bekas operasinya sedikit ngilu karena tanpa sadar dia berjalan cepat tadi.
Melodi mengajak Cinta mengitari halaman belakang rumahnya. Pak Ilham sedang sibuk menata taman.
"Non Cinta suka bunga apa?" tanya Pak Ilham.
"Bunga mawar Pak, anggrek, tapi jangan lupa bunga yang lagi viral saat ini" jawab Cinta.
"Serumpun keladi ya Non, saya lupa namanya anto.. anto.. apa ya?" tanya Pak Ilham.
"Anthurium Pak" jawab Cinta.
"Ha... iya iya" sambut Pak Ilham sambil tertawa.
"Biiik sini aku kenalin sama Pak Ilham" panggil Cinta saat melihat Bibik baru saja keluar dari kamarnya bersama Ratna.
Bibik dan Ratna datang menghampiri Cinta.
"Kenalin Bik ini Pak Ilham" ucap Cinta.
"Kalau Bibik keluarga Cinta, Pak Ilham ini keluargaku Bik. Beliau yang sudah merawat makam kedua orang tuaku" ujar Melodi.
"Aaah Aden bisa aja. Bapak mah cuma penjaga kuburan. Kenalin nama saya Ilham" ucap Pak Ilham penuh hormat kepada Bibik.
"Saya Sumiasih" jawab Bibik santun.
Mereka saling berjabat tangan.
"Kita akan menjadi keluarga di rumah ini. Aku harap Bapak dan Bibik sudi menemani kami tinggal di rumah ini" ujar Melodi.
"Kami sangat senang Den tinggal di sini" sambut Pak Ilham.
"Saya enaknya panggil apa ya?" tanya Bibik.
"Panggil akang aja atuh Neng" jawab Pak Ilham.
"Eh iya Kang Ilham" sambut Bibuk malu - malu.
Cinta, Melodi dan Ranti tertawa melihat cara perkenalan dua orang tua itu.
"Ini Non apa?" tanya Pak Ilham pada Ratna.
"Saya Ratna Pak" jawab Ratna.
"Istrinya Den Wildan?" tanya Pak Ilham.
"Bu.. bukan Pak" jawab Ratna terkejut.
"Do'ain aja Pak" potong Melodi.
"Hahaha.. Aaamiin" sambut Pak Ilham.
"Bukan Pak, saya ini sahabatnya Cinta. Karyawan di Perusahaannya Pak Melodi juga" ujar Ratna.
Ratna dan Pak Ilham saling berjabat tangan.
"Eh Cin kata anak - anak besok mereka mau ke sini jengukin kamu. Kemarin kan waktu di Rumah Sakit kamu gak boleh terima tamu" ujar Ratna.
Melodi memang sengaja melarang orang luar untuk menjenguk Cinta. Karena dia ingin Cinta istirahat total agar secepatnya pulih.
"Bolehkan Mas?" Cinta bertanya pada suaminya.
"Boleh sayang, kamu boleh ajak teman - teman kamu main ke sini" jawab Melodi.
"Oke Rat, besok ajak mereka ke sini ya sepulang kerja. Aku akan minta bibik untuk siapkan makanan menyambut kedatangan mereka. Sekalian kita syukuran pindahan rumah baru ya Mas" pinta Cinta.
"Iya sayang" sambut Melodi.
Hari ini mereka semua sangat bahagia sekali atas kepulangan Cinta dari rumah sakit. Rumah ini jadi lebih berwarna karena sang pemilik rumah juga ratunya kini sudah tinggal di istana mereka.
.
.
BERSAMBUNG