Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 57


"Cinta karena Cinta... tak perlu kau tanyakan.. tanpa alasan cinta datang dan bertahtaaaaaa.... Cinta karna Cintaaaa... Jangan tanyakan mengapa? Tak bisa jelaskan karena hati ini telah bicaraaaaaa"....


Melodi mendengar nyanyian Wildan sambil berteriak lalu pergi. Syair lagu itu mengena sekali di hati Melodi.


Ya.. cinta dihati nya karena Cinta. Apakah perlu dipertanyakan? Cinta datang di dalam hatinya begitu saja tanpa alasan dan kini bertahta di hatinya.


Cinta datang karena Cinta, haruskah Melodi bertanya mengapa? Melodi tak bisa mendapatkan jawaban, dia tak bisa menjelaskan apa alasannya. Tapi semua karena hatinya telah bicara kalau dia memang cinta pada Cinta.


Ada senandung Cinta di hati Melodi. Mengalun indah di relung hatinya, menggema dalam kepalanya, berputar - putar menuntut sebuah pengakuan.


"Ya.. aku mencintainya" ucap Melodi pelan.


"Aku tidak tau kapan pastinya rasa itu datang, apa alasannya aku jatuh cinta tapi satu yang pasti, aku telah jatuh cinta kepadanya" ungkap Melodi pada dirinya sendiri.


Melodi menatap langit dari balkon kamarnya. Hari ini langit sangat cerah, secerah hatinya saat ini. Kali pertama dia merasakan perasaan seperti ini.


Jatuh cinta pada seorang wanita sederhana, ceroboh, cerewet, urakan dan bodoh. Tapi dia juga lucu, pintar, baik, manis dan cantik.


Melodi kembali tersenyum mengingat kejadian di kosan Cinta. Cinta keluar dengan wajah bantal, rambut acak - acakan, baju kusut dan celana pendek.


Ternyata kulit Cinta putih mulus. Tanpa sengaja dia melihat semuanya. Tiba - tiba ada sesuatu yang bangkit dalam tubuhnya.


"Se*y sekali.. dia se*y. Tubuhnya bagus dan proporsional. Selama ini terlihat seperti papan triplek karena dia suka pakai baju yang ukurannya selalu lebih besar dari tubuhnya. Tapi..... " seketika sesuatu yang bangun tadi langsung tidur kembali.


"Dia belum mandi saat menemuiku? Lalu aku ajak sarapan? Apa dia sudah cuci muka dan gosok gigi?" tanya Melodi terkejut karena baru tersadar.


"Iiiih jadi cewek kok jorok.. tapi dia manis.. dia juga lucu.. akh.... " Melodi mengacak rambutnya. Bingung dan kesal perang batin terus.


Akhirnya Melodi berjalan ke kolam renang dan berenang untuk mendinginkan pikirannya. Sementara di kos - kosan Cinta.


"Cinta barusan Pak Wildan telepon aku. Katanya dia tau nomor aku dari kamu?" tanya Ratna.


"Iya tadi dia minta ke aku, katanya ada yang mau dia tanyakan sama kamu. Emang dia tanya apaan?" tanya Cinta.


"Dia tanya apakah Pak Melodi tadi ke sini? Dia bawa sarapan? Trus apa Pak Melodi makan di sini?" jawab Ratna.


"Aneh" sahut Cinta


"Iya aneh banget. Kenapa tanya ke aku? Dia kan bisa langsung tanya kamu?" tanya Ratna bingung.


"Mungkin dia suka kamu kali" jawab Cinta asal.


"Jangan ngaco kamu. Apalah kita ini hanya remahan kerupuk tujuh belasan. Mana mungkin di lirik sama worang kayaaaah" ungkap Ratna tau diri.


"Trus Pak Wildan bilang apa lagi?" tanya Cinta.


"Katanya kalau ada apa - apa sama kamu aku harus hubungi dia dan kalau Pak Melodi datang ke sini lagi aku juga harus lapor ke dia. Apa mereka sedang bersaing untuk dapatin kamu?" tanya Ratna.


"Heh dengar ya... Apalah kita ini hanya remahan kerupuk tujuh belasan. Mana mungkin di lirik sama worang kayaaaah" jawab Cinta sambil menirukan gaya Ratna tadi.


"Tapi kamu gak ngerasa aneh gitu? Tiba - tiba tanpa ada angin dan hujan Pak Melodi sampai di kosan kita bawain sarapan dan bela - belain makan bareng kita di kosan sempit seperti ini?" tanya Ratna.


"Iya sih, aku juga mikirnya seperti itu" sahut Cinta.


"Fix.... Pak Melodi yang tampan dan macho bin dingin kayak es kutub itu suka sama kamu. Pak Wildan juga sama makanya dia cemburu kalau Pak Melodi deketin kamu. Ada dua busur panah cinta sedang menuju kamu" ungkap Ratna sangat yakin.


"Tumben puitis" sambut Cinta.


"Ih gak penting puitis nya yang penting gimana perasaan kamu kalau dua pria macho bin tampan itu deketin kamu?" tanya Ratna.


"Gak mungkin gimana? Gak ada kata yang gak mungkin untuk cinta Cin? Cinta bisa datang kapan saja dan kepada siapa saja? Gak bisa kita pastikan perasaan itu untuk siapa" ujar Ratna.


"Tumben puitis lagi" sambar Cinta.


"Cintaaaaa aku gak sedang bercanda" tegur Ratna dengan suara yang lebih tinggi.


"Aku belum memikirkan tentang cinta Rat. Kamu kan tau apa cita - cita aku. Aku ingin buat Kak Amel bahagia. Dia sudah banyak berkorban untuk hidupku. Aku ingin nabung belikan sawah buat dia dan Mas Surya. Agar kehidupan mereka lebih layak. Apalagi nanti kalau mereka sudah punya anak. Aku merasa bersalah karena aku Mbak Amel putus kuliah dan hidup susah. Coba kalau dia tidak jual semua harta Papa pasti hidupnya tidak akan sesulit ini" ujar Cinta dengan wajah sedih.


"Tapi kamu mati. Itu pilihan Mbak Amel Cin. Dia lebih memilih kamu saudara satu - satunya yang harus dia perjuangkan untuk hidup ketimbang semua harta kekayaan orang tua kalian. Aku yakin Mbak Amel tidak akan pernah merasa menyesal dengan keputusan yang dia ambil" sambung Ratna.


Cinta terdiam dan mencoba memikirkan semuanya.


"Menikah bukan berarti cita - cita harus putus Cin. Kamu bisa tetap bekerja dan mewujudkan cita - cita kamu. Apalagi kalau kamu menikah dengan salah satu pria tadi pasti hidup kamu akan terjamin. Gaji kamu bisa full untuk di tabung. Kalau masih kurang kamu juga bisa minta sama suami kamu" nasehat Ratna.


"Tumben pikiran kamu jadi dewasa?" tanya Cinta yang takjub dengan sahabatnya ini.


Sahabat nya ini lebih sering lemot atau lola ( lambat loading). Contohnya seperti tadi pagi saat Melodi datang. Bukannya dia bilang dari awal agar Cinta gak perlu buka pintu kamar tanpa jilbab dan tampilan ancor.


Tapi barusan dia berubah jadi wanita dewasa yang memikirkan masa depan. Sungguh ajaib punya sahabat seperti Ratna


"Aku hanya mencoba berpikir secara logika Cin. Umur, jodoh dan mati itu rahasia Allah. Kita memang bisa berencana tapi Allah yang menentukan. Kalau kata Allah salah satu dari mereka adalah jodoh kamu ya mau gimana hebatnya kamu mengelak itu tetap pasti akan terjadi Cin. Kamu pasti menikah" sambung Ratna.


Cinta menatap wajah Ratna tak percaya. Dia memeng dahi Ratna.


"Gak panas, kamu gak demam. Tapi kenapa otak kamu korslet. Tumben lurus biasanya bengkok" ujar Cinta.


"Aku serius Cintaaa... kamu harus memikirkannya? Karena ciri - ciri mereka naksir kamu itu udah terlihat hilalnya" sambung Ratna.


"Kayak mau lebaran aja pakai hilal" sahut Cinta.


"Ih kamu dinasehatin malah bercanda. Udah ah aku balik ke kamar aja" ujar Ratna ngambek.


Ratna pergi meninggalkan Cinta sendiri di kamarnya. Sebenarnya apa yang Ratna katakan sudah menjadi pikirannya selama dua hari ini.


Kalau Wildan Cinta yakin tidak seperti yang Ratna katakan. Karena sikap Wildan biasa saja kepadanya. Tapi beda dengan Melodi.


Pria es kutub itu beberapa hari ini memperlihatkan kehangatannya. Walau dia tidak berkata manis tapi sikapnya aneh. Melodi sepertinya kesal kalau Ibrahim dekat - dekat dengannya.


Makanya kemarin Cinta dibelikan jaket. Dia ajak belanja dan menolak tawaran Baim untuk ikut membantu mereka. Saat Cinta jatuh lagi - lagi Cinta merasakan perhatian hangat Melodi.


Melodi tampak khawatir dengan keadaannya. Dia segera memapah tubuh Cinta sampai Mes. Dia mengantar Cinta ke kosan dan terkahir pagi ini. Melodo datang membawakan sarapan pagi dan ikut makan bersama mereka di kamar sempit begini.


Padahal harga diri Melodi sangat tinggi. Cinta tau itu, karena dulu bertemu dengannya di apartement saja Melodi tidak mau. Gak mungkin sekarang Melodi berubah kalau tidak karena sesuatu.


Tapi Cinta tak mau berharap. Walau terkadang ada sesuatu yang menggelitik di hatinya. Dia cukup tau diri kalau dia bukanlah siapa - siapa. Hanya gadis desa yang beruntung bertemu Melodi dan bisa bekerja di perusahaannya. Itu saja sudah sangat cukup untuk mengucapkan terimakasih kepada Melodi.


.


.


BERSAMBUNG


Pagi readers sayaang 😍


Awal bulan baru nih, yuk kita mulai vote dan likenya yang banyak yuk, dibantu donk.. Aku juga pengen novel ini terpampang di daftar rangking (ngarep.com)


Tapi gak apa - apa ya.. namanya juga usaha 🥰🥰