
Di apartemen Melodi, Ratna sedang asik membersihkan apartement. Saat di dapur Ratna melihat ada selembar kertas yang di gantung di pintu kulkas.
Kamu masak yang banyak, bawa makanan pulang untuk makan malam kamu dan cinta.
Ttd
Melodi
"Si es kutub bin macho itu ini perhatian banget sama Cinta. Aku yakin dia pasti punya perasaan kepada Cinta. Hahaha... Cinta persiapkan dirimu dari panah cintanya Pak Bos" ucap Ratna sambil mengangkat tinggi - tinggi kemoceng yang dia pegang.
Setelah membersihkan dapur Ratna mulai mengeluarkan bahan - bahan makanan yang akan dia masak.
Satu jam berkutat di dapur akhinya semua masakan sudah selesai. Sesuai dengan intruksi Melodi. Ratna membawa makanan untuk dia dan Cinta. Jam lima kurang sepuluh menit Ratna sudah keluar dari apartement Melodi.
Satu jam kemudian Ratna sudah sampai di kosan. Dia langsung masuk ke kamar Cinta.
"Cin nih pesanan kamu" ucap Ratna sambil menyerahkan wadah makanan yang dia bawa.
"Pesanan aku? Aku gak ada pesan apapun pada kamu?" tanya Cinta bingung.
"Si Bos yang suruh. Hari ini aku di aurut masak yang banyak trus aku bawa ke kos untuk makan malam kita. Fix si Bos es kutub bin macho itu memang suka sama kamu Cin. Dia perhatian banget sama kamu. Padahal kamu cuma cidera dikit aja. Sekarang kamu sudah bisa jalan walau masih pincang sedikit" ungkap Ratna
Ratna merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur Cinta.
"Itu juga perasaan kamu saja. Praduga tak beralasan" sambut Cinta.
"Banyak alasannya. Si Bos jadi perhatian begini sama kamu, apa coba namanya kalau gak falling in love" ucap Ratna.
"Si Bos hanya mengkhawatirkan karyawan nya saja" elak Cinta.
"Hei karyawan si Bos itu banyak. Kalau semua karyawan diperlukan sama seperti kamu. Bisa - bisa si Bos bangkrut dan waktunya habis hanya untuk mengurus karyawan" protes Ratna.
"Ya mana aku tau, sudah sana mandi. Setelah itu kita makan malam bareng. Kamu sudah belanja bulanan belum?" tanya Cinta.
"Belum, besok waktunya" jawab Ratna.
"Ya sudah besok kita belanja ya seperti bulan lalu" ajak Cinta.
"Asiiik... jadi orang kaya lagi. Walau hanya satu jam" teriak Ratna.
"Dasar" ucap Cinta kepada temannya.
"Pulang belanja kita makan yuk, merayakan gaji pertama kita" ajak Ratna.
"Kamu yang traktir ya kali ini. Kan kamu baru pertama kali ini dapat gaji" desak Cinta.
"Oke tapi minggu depan giliran kamu. Kamu kan juga belum traktir gaji pertama sebagai karyawan Sanjaya Corp" sambut Ratna.
"Tidak masalah, minggu depan kita makan lagi" jawab Cinta sambil berteriak.
"Asiiiik" sahut Ratna.
******
Keesokan harinya Cinta dan Ratna berangkat ke apartement Melodi sekitar jam sembilan pagi. Mereka sampai di sana satu jam kemudian.
Cinta membantu Ratna membersihkan apartement dan membawa sampah dan pakaian ke laundry. Setelah itu mereka berjalan menuju supermarket biasa tempat Cinta belanja.
Sebelumnya Melodi sudah menitipkan kartu ATMnya beserta pin nya kepada Ratna. Karena Ratna akan belanja keperluan apartement hari ini.
Cinta dan Ratna sedang sibuk memilih bahan - bahan makanan tiba - tiba ponsel Cinta berdering. Cinta melihat nama Melow Dingin yang tertera di layar ponselnya.
"Waduh si Bos telepon. Ngapain dia hubungi aku?" tanya Cinta
"Meneketehe" sambut Ratna sambil mengangkat kedua bahunya.
"Assalamu'alaikum Bos. Tumben telepon biasanya cuma kirim pesan aja" sapa Cinta.
"Kamu dimana?" tanya Melodi langsung.
"Jawab salam dulu atuh Bos. Wajib hukumnya menjawab salam" ujar Cinta.
"Udah gak usah basa - basi. Kamu dimana sekarang?" tanya Melodi.
"Aku lagi di luar" jawab Cinta polos.
"Kamu kok bisa keluar?" bentak Melodi.
"Ya bisa donk, aku kan sudah sembuh. Lagian kenapa sih Bos marah - marah hanya karena aku keluar. Aku ini sudah besar jadi boleh donk sesuka hatiku mau kemana saja" protes Cinta tak mau kalah.
Ini dia yang sering membuat Melodi kesal. Cinta ini gak ada takutnya pada dirinya. Selalu saja membantah setiap perintahnya.
"Kaki kamu masih sakit Cinta jangan banyak jalan dulu" ucap Melodi mengingatkan.
"Aku sudah sembuh Bos dan sudah kuat jalan" jawab Cinta.
"Kamu kok bandel banget sih di bilangin" ucap Melodi kesal.
"Bos yang bandel. Kaki kaki aku, aku yang bisa rasain sakit atau nggak. Udah sembuh atau belum. Kalau aku sudah bisa jalan itu artinya aku sudah sembuh" balas Cinta.
"Sekarang kamu lagi di luar mana?" tanya Melodi.
"Supermarket mana?" desak Melodi lagi.
"Supermarket yang di dekat apartement Bos" jawab Cinta.
"Ya sudah kamu tunggu di sana saja jangan kemana - mana. Aku akan ke sana" ungkap Melodi kesal.
"Oke" jawab Cinta singkat
Telepon terputus.
"Kenapa Cin?" tanya Ratna.
"Si Bos kerasukan. Marah - marah karena aku udah pergi jalan" jawab Cinta.
"Trus?" tanya Ratna ingin tahu.
"Dia menyuruh aku untuk menunggu, katanya dia akan datang" jawab Cint belum sadar.
"Apa... si Bos mau datang ke sini?" tanya Ratna terkejut.
"Iya.. eh ngapain dia datang ke sini?" tanya Cinta balik. Dia baru sadar.
"Ya jemput kamu lah mana mungkin ikutan belanja" jawab Ratna.
"Gawat, ngapain dia jemput aku?" tanya Cinta panik.
"Fix Cin, si kutub utara bin macho memang suka sama kamu" jawab Ratna.
"Huuus... kamu juga kesambet setan tengah hari" ujar Cinta sambil mengusap wajah sahabatnya.
Sementara di kantor Melodi. Dia sedang sibuk bersiap - siap hendak pergi.
"Od kamu mau kemana?" tanya Wildan.
"Supermarket" jawab Melodi.
"Supermarket? Supermarket mana dan mau ngapain?" tanya Wildan.
"Supermarket dekat apartement. Aku mau jemput Cinta dan Ratna mereka sedang belanja bulanan di sana. Udah ya... " jawab Melodi.
Dia segera bergegas meninggalkan Wildan.
"Pd tunggu... aku ikut" panggil Wildan.
Wildan berlari menyusul Melodi. Mereka akhirnya sampai di basement dan masuk ke dalam mobil.
Tak sampai satu jam mereka sudah sampai di supermarket dekat apartement Wildan dan Melodi. Melodi kembali menghubungi Cinta.
"Dimana kamu?" tanya Melodi panik.
"Di hatimu" jawab Cinta cuek sambil berjalan mendorong troli.
"Jangan becanda kamu. Kamu dimana sekarang?" tanya Melodi lagi.
"Lihat arah jam tiga Bos" perintah Cinta.
Melodi mengikuti intruksi Cinta dia melihat Cinta sedang berjalan bersama Ratna sambil mendorong troli. Cinta melambaikan tangannya ke arah Melodi dan Wildan.
Melodi langsung menghampiri Cinta.
"Wil dorong troli nya" perintah Melodi.
"Oke Od" jawab Wildan patuh.
Melodi langsung menarik tangan Cinta dan meletakkannya ke bahunya. Dia ingin memapah Cinta seperti kemarin.
"Pak aku beneran udah bisa jalan. Gak perlu Bapak gituin" ujar Cinta.
Melodi melepaskan tangan Cinta dan tersadar.
"Sudah selesai belanjanya?" tanya Melodi.
"Sudah" jawab Cinta dan Ratna kompak.
"Ayo kita pulang" ajak Melodi.
"Jangaaaaaan.. kami mau makan siang lagi" cegah Melodi dan Ratna.
Wildan tersenyum melihat tingkah dua gadis remaja itu.
"Ya sudah kita makan dulu" sambut Melodi.
.
.
BERSAMBUNG