Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 187


Dua bulan berlalu kehamilan Amel semakin lancar dan tidak begitu berat lagi. Cinta belum juga menunjukkan tanda - tanda kehamilannya tapi Cinta dan Melodi tidak ambil pusing.


Mereka jalani rumah tangga dengan bahagia tanpa ada beban karena hal itu akan mempersuli hidup mereka jika terus - terusan memikirkan anak. Yang penting Cinta sudah dinyatakan sehat oleh Dokter. Cinta juga sudah pernah hamil itu tandanya tidak ada masalah dengan kandungan Cinta.


Allah mungkin punya rencana lagi. Buktinya Cinta dan Melodi semakin saling menyayangi dan keduanya sama - sama bucin. Terkadang tingkah mereka membuat Pak Ilham dan Bik Sumi lucu.


Contohnya sore ini mereka duduk di gazebo kecil di kebun belakang. Gazebo itu dibuat oleh tangan Pak Ilham langsung. Kalau Pak Ilham berkebun biasanya dia dan Bik Sumi yang duduk menemani Pak Ilham di kebun.


Tapi sore ini Cinta bersama Melodi yang duduk sambil menikmati sore hari di belakang rumah mereka.


"Yank" panggil Melodi.


"Heeem... " Cinta sedang membaca novel dan tiduran di gazebo dengan beralaskan paha Melodi sebagai bantalnya.


"Minggu depan Wildan katanya mau ke rumah Ratna di Pati. Bapaknya Ratna akan pulang dari pesantren. Kita ikut yuk" ajak Melodi.


Cinta langsung menutup rapat buku yang dia baca dan duduk menghadap Melodi.


"Mas serius?" tanya Cinta tak percaya.


"Pernahkah aku main - main pada kamu?" tanya Melodi.


"Sering" jawab Cinta cepat.


"Kapan?" tanya Melodi bingung.


"Hampir setiap malam Mas mainin aku" jawab Cinta kesal.


Melodi tersenyum lucu melihat tingkah istrinya.


"Itukan main enak yank, kamu juga suka sampai minta tamboh ciek" sahut Melodi kocak.


"Ya kak usaha Mas biar kita segera punya anak" jawab Cinta.


"Santai aja yank, nikmati saja prosesnya. Minggu depan kita honeymoon di Pati, gimana?" ujar Melodi.


"Mau.. mau.. aku mau Mas" sambut Cinta cepat.


"Ya sudah hari Kamis sore kita berangkat ya" ajak Melodi.


"Siap Pak Su" jawab Cinta sambil mengangkat tangannya ke kepala untuk memberi hormat.


Cinta kembali tiduran diatas paha Melodi dan melanjutkan membaca novelnya.


"Yank.. " panggil Melodi lagi.


"Heeeem... " sahut Cinta.


"Kalau kita bercocok tanam di sini pastinya seru deh" ujar Melodi.


"Seru donk, Pak Ilham tiap hari bercocok tanam di sini" jawab Cinta.


"Haa? serius kamu?" tanya Melodi terkejut.


"Iya, kan aku menyaksikannya langsung" jawab Cinta.


"Sama Bik Sumi?" tanya Melodi meyakinkan.


"Ya iyalah masak sama Bik Ijum (asisten rumah tangga Cinta yang lain)?" balas Cinta.


"Ya Tuhan, aku gak menyangka mereka melakukannya di sini" ucap Melodi masih tak percaya.


"Emang kenapa Mas? Mau dimana lagi mereka melakukannya?" tanya Cinta balik.


"Dikamar donk yank, di sini kan banyak orang yang bisa lihat. Lagian aku gak nyangka kamu suka lihat begituan. Itu kan dosa yank" jawab Melodi.


Cinta terdiam mencoba mengerti maksud dari kata - kata Melodi. Tadi dia konsentrasi membaca novel sehingga tidak mengerti kemana arah pembicaraan Melodi.


Cinta kembali menutup bukunya lalu duduk kembali di hadapan Melodi.


"Maksud Mas mereka bercocok tanam seperti yang kita lakukan hampir setiap malam di kamar, gitu?" tanya Cinta penasaran.


Melodi menganggukkan kepalanya.


Spontan Cinta memukulkan buku yang ada di tangannya ke bahu Melodi sangkin kesalnya.


"Iiiiih Mas Ini ada - ada aja deh mikirnya. Mana mungkin Pak Ilham dan Bik Sumi melakukan itu di sini" ujar Cinta.


"Ya makanya aku heran dan gak percaya yank. Aku terkejut banget loh kamu tadi jawab begitu. Bahkan kamu juga bilang kamu sering melihatnya secara langsung. Aku marah tau yank, kenapa kamu gak pernah bilang dan ajak aku" sambut Melodi sambil bercanda.


"Ih Mas Melodi.. " Cinta memukul Melodi berulang ulang dengan buku yang dia pegang.


"Aaaaw.. aaaww... sakit yank" Melodi berontak tak dia berusaha memeluk tubuh Cinta.


"Habis Mas ini pikirannya kotor banget. Mana mungkin coba Bibik dan Pak Ilham melakukan itu di sini. Bisa - bisanya mikir begituan" jawab Cinta kesal.


"Ya aku memang sedang mikir begituan untuk kita, pasti seru" goda Melodi.


"Seru apanya? Kamu mau kita jadi tontonan orang serumah?" tanya Cinta kesal.


Kalau melihat wajah istrinya seperti ini Melodi jadi semakin gemas. Melodi sudah berhasil memeluk tubuh istrinya.


"Ya kita lakukan malam donk saat semua udah tidur" jawab Melodi.


"Kamu mau kita di gigit nyamuk. Lagian Mas ini aaah kayak gak ada tempat lain aja" ujar Cinta.


"Tempat lain banyak yank tapi kurang menantang. Kalau masalah nyamuk bisa diatasi. Kita pakai autan, atau bila perlu gazebo ini kita kasih kelambu biar nyamuk gak bisa masuk" jawab Melodi.


Sungguh saat ini pikiran nakal Melodi sudah travelling tingkat tinggi.


"Terus kamu mau kita jadi tontonan Pak satpam lewat CCTV?" tanya Cinta.


"Ya dimatiin donk" jawab Melodi.


"Lebih gawat, mereka curiga dan lanjut lihat ke sini. Gak mau ah, Mas ini ada - ada aja idenya. Aku gak mau" tolak Cinta.


Cinta kesal dan melepaskan pelukan Melodi.


"Hahaha aku bercanda lho yank, pengen buat kamu marah aja. Tapi jangan marah beneran ya. Karena aku gak kuat kalau kamu ngambek, pakai lama lagi ngambeknya" bujuk Melodi.


"Habis punya suami mesum kayak kamu gimana coba gak kesal. Mikirinya selalu yang nyerempet ke adegan ranjang, bercocok tanam dan lainnya yang intinya tetap sama arti dan maksudnya" ungkap Cinta masih kesal.


"Namanya juga pria yank, lagian aku kan lakukannya sama istriku. Halal dan tidak ada yang bisa melarangnya" sabut Melodi.


"Tapi lihat tempat juga Mas, kalau di tempat terbuka seperti itu semua orang juga pasti melarangnya. Dan itu udah amat sangat kelewatan" sahut Cinta cemberut.


Melodi tersenyum tipis lalu kembali memeluk tubuh istrinya.


"Ya sudah kalau begitu kita cocok tanam nya di Pati aja ya. Nanti aku suruh Wildan siapkan segala sesuatunya untuk kita. Biar kita honeymoon lagi. Siapa tau udara dan suasana di Pati cocok untuk calon anak kita tumbuh kembang di perut kamu" ujar Melodi.


"Nah kalau disana aku setuju. Tapi kamu jangan rencanakan yang aneh - aneh ya.. Kamu jangan suruh Mas Wildan untuk membuatnya kasihan Mas Wildan belum halal sama Ratna. Entar kalau dia pengen gimana?" tanya Cinta.


"Ya tinggal jepit kan ke pintu aja" jawab Melodi santai.


"Putus donk" sambut Cinta.


"Ya resiko" balas Melodi.


"Kasihan Ratna dapat meriam puntung" ujar Cinta.


Begitu mendengar kata - kata istrinya yang terakhir Melodi tertawa lebar. Dia merasa sangat lucu mendengar kata - kata meriam puntung.


"Kamu memang lucu sekali sayang, punya si Wildan kamu sebut meriam puntung hahahahaha" tawa Melodi pecah sore ini.


Di gazebo penuh cinta rumah Melodi dan Cinta mereka bercanda, tertawa lepas dan memadu kasih. Indahnya kehidupan rumah tangga mereka. Semoga mereka bisa bahagia selamanya sampai mau memisahkan.


Aamiin..


.


.


BERSAMBUNG