
Keesokan harinya Cinta melakukan pemeriksaan kehamilan ke Dokter kandungan. Melodi sudah lebih bertenaga dan bisa ikut menemani Cinta ke ruangan praktek Dokter kandungan.
"Alhamdulillah keadaan kandungan Ibu baik, saya sudah baca riwayat penyakit Bapak. Untuk Ibu saya akan kasih obat penguat kandungan dan vitamin Ibu hamil. Sedangkan untuk Bapak akan saya kasih obat anti mual" ujar Dokter kandungan.
"Terimakasih Dokter" jawab Cinta.
"Apakah saya sudah bisa pulang Dokter?" tanya Melodi.
"Bagaimana perasaan Bapak, apakah sudah lebih segar?" tanya Dokter.
"Alhamdulillah sudah lebih kuat Dokter, perlahan - lahan saya juga sudah mulai bisa makan hanya saja harus pilih - pilih makanan" jawab Melodi.
Dokter tersenyum ramah mendengar cerita Melodi.
"Kalau begitu Bapak sudah boleh pulang karena pada dasarnya memang tidak ada penyakit Bapak. Bapak hanya mengalami kehamilan simpatik. Mungkin susah dijelaskan sama Dokter sebelumnya seperti apa kehamilan simpatik itu. Intinya Ibu yang hamil, Bapak gabgt ngidam" ucap Dokter menjelaskan.
"Iya Dok, saya sudah mengerti" jawab Melodi.
"Terimakasih banyak Dokter" sambut Cinta.
"Sama - sama Bu, jangan lupa ya bulan depan jadwal kontrol lagi" pesan Dokter.
"Baik Dok, kalau begitu kami pamit dulu ya Dok" sahut Cinta.
Melodi dan Cinta keluar dari ruangan praktek Dokter lalu mengurus administrasi baru setelah itu pulang ke rumah. Sesampainya di rumah mereka disambut oleh Radit, Bik Sumi dan Pak Ilham.
Karena keadaan Melodi jauh lebih baik sehingga hanya dirawat sehari saja jadi rencana mereka untuk meminta Pak Ilham dan Bik Sumi membawa putra mereka di batalkan.
Kabar gembira kehamilan Cinta biarlah mereka umumkan di rumah saja.
"Lho koo cepat pulangnya? Baru sehari sudah diperbolehkan pulang?" tanya Bik Sumi bingung.
"Mas Melodi sudah lebih sehat Bik, karena sebenarnya dia memang tidak sakit apa - apa. Mas Melodi hanya mengalami ngidam" jawab Cinta.
"Ngidam? Kamu hamil?" tebak Bik Sumi langsung.
Cinta tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Iya Bik, alhamdulillah aku sedang hamil anak kedua" jawab Cinta.
Tak lama kemudian Radit datang sambil berlari.
"Mama aaaa" Radit memeluk kaki Cinta.
"Sayaaaang, Mama dan Papa punya kabar gembira lho untuk kamu" ucap Cinta.
"Apa itu Ma?" tanya Radit penasaran.
"Yuk kita duduk dulu" ajak Melodi.
Mereka semua duduk di sofa ruang keluarga. Radit duduk di tengah - tengah Melodi dan Cinta.
"Sekarang di perut Mama sudah ada adek babynya" ungkap Melodi.
"Benalkah?" tanya Radit.
"Iya sayang" jawab Cinta penuh kasih sayang sambil membelai rambut Radit.
"Belalti sama dengan Onty Yatna?" tanya Radit.
"Iya sayang" sahut Cinta.
"Hoyeeeee..... sebentay lagi aku akan punya adeeeek" teriak Radit cepat.
Melodi dan Cinta tersenyum bahagia melihat putra mereka bersorak gembira.
"Mulai sekarang kami gak boleh minta gendong Mama lagi ya, kasihan adek babynya nanti terjepit" pesan Melodi.
"Oke Papa, aku kan udah jadi Kakak. Aku gak mau di gendong Mama lagi. Tapi... " ucap Radit berhenti.
"Tapi apa sayang?" tanya Melodi penasaran.
"Tapi sama Papa boleh kan?" tanya Radit memelas.
Senyum Melodi melebar, dia merasa tingkah putra itu sangat menggemaskan.
"Boleh sayaaaang... tapi janji ya nanti kalau adeknya sudah lahir kamu gak boleh di gendong lagi, karena kamu sudah besar" jawab Melodi.
"Iya Pa, aku janji tidak akan digendong lagi kalau adek sudah lahir" janji Radit.
"Anak pinta" Cinta mencium pipi gembul Radit.
Kabar berita kehamilan kedua Cinta kini sudah diketahui Ratna, Wildan, Amel dan Surya. Semua turut bahagia atas kehamilan Cinta.
"Bisa donk" sahut Cinta.
"Aaaah senangnya bisa hamil bareng" sorak Ratna.
"Aku juga senang banget, saat hamil Radit aku barengan sama Kak Amel. Sekarang hamil ke dua barengan sama kamu" sambut Cinta.
Cinta dan Ratna saling berpelukan.
"Eh lusa kita diajak ngumpul bareng anak - anak lho. Kabarnya Wahyu mau kasih undangan pernikahannya" ujar Cinta.
"Oh ya? Kamu tau dari mana?" tanya Ratna terkejut.
"Dari Santi, dia dapat informasinya dari Baim" jawab Cinta.
"Syukurlah akhirnya Wahyu dan Rania akan menikah. Aku berharap mereka bahagia dengan pernikahan mereka. Wahyu bisa menjaga dan mendidik Rania menjadi wanita yang lebih baik. Dan Rania juga beruntung banget dapat Wahyu yang mau menerima segala kekurangannya" ucap Ratna tulus.
"Allah Maha Baik Rat, selama kita memang sungguh - sungguh untuk berubah, Allah pasti akan kasih jalan terbaik untuk kita" nasehat Cinta.
"Iya Cin kamu benar" sambut Ratna.
Dua hari berikutnya Cinta dan Ratna kumpul bareng bersama teman - teman Sanjaya Corp. Kali ini Wahyu tidak datang sendiri. Wahyu sengaja membawa Rania untuk mengenalkan nya kepada teman - temannya.
"Kenalkan teman - teman semua, ini adalah calon istriku Rania Sudibyo" ucap Wahyu.
Santi, Baim, Loly dan Suri saling berjabat tangan dengan Rania. Begitu juga dengan Cinta dan Ratna.
"Kami harus panggil apa ni? Rania atau Ibu Rania?" tanya Baim.
"Rania saja, kalian kan sahabatnya Wahyu berarti sahabat aku juga" jawab Rania ramah.
"Hai Rania senang berkenalan dengan kamu" sapa Loly.
"Aku juga senang berkenalan dengan kalian semua" jawab Rania
Untuk sesaat Rania dan Ratna saling tatap.
"Ratna, bisakah aku meminta waktu kamu untuk bicara berdua saja" pinta Rania.
Ratna melirik ke arah Cinta. Cinta tersenyum dan memberi kode pada Ratna untuk menerima tawaran Rania.
"Boleh, kita bisa sebentar menepi ke meja sana" jawab Ratna sambil menunjuk ke meja yang ada di pojok.
"Sebentar ya teman - teman" ucap Ratna pada teman - temannya yang lain.
"Tidak masalah Rat, santai aja" sahut Cinta.
Ratna dan Rania akhirnya memisahkan diri dari teman - temannya. Mereka kini duduk di depan meja dan saling berhadapan.
"Rat sebelumnya aku mau mengucapkan selamat kepada kamu atas kehamilan kamu. Semoga kamu dan anak yang ada dalam kandungan kamu sehat - sehat sampai lahiran" ucap Rania tulus.
"Aamiin.. terimakasih Ran" sahut Ratna.
"Maaf ya Rat atas pembicaraan kita terakhir. Sungguh tidak ada maksud aku untuk merusak rumah tangga kamu dengan Wildan. Saat itu aku benar - benar sangat putus asa. Tapi ternyata Allah membantu aku lewat Wahyu. Dia mendengar pembicaraan kita di Cafe. Setelah kamu pergi Wahyu muncul. Saat itu dia sangat marah padaku, hingga membuat aku semakin merasa bersalah pada kamu" ungkap Rania.
Apa, Wahyu menemui Rania? Berati Wahyu mengikuti aku saat bertemu Rania. Makanya dia bisa tau kalau aku bertemu dengan Rania. Batin Ratna.
"Hingga kemudian aku mendengar kalau kamu sudah hamil. Aku meminta ampun kepada Allah karena sudah menyakiti perasaan kamu yang sudah sangat baik padaku. Hingga akhirnya aku bertemu Wahyu lagi dan saat itu juga Wahyu mengajak aku ta'aruf. Aku gak tau apakah ini yang dinamakan jodoh? Semua berjalan dengan begitu cepat Rat dan prosesnya lancar. Tidak memakan waktu, Papa merestui kami dan keluarga kami saling bertemu dan sepakat untuk melaksanakan pernikahan ini" lanjut Rania.
Ratna tersenyum ramah.
"Alhamdulillah Ran, seperti itulah jodoh. Tanpa kita sangka - sangka siapa dan kapan dia datang. Aku harap kamu dan Wahyu hidup bahagia. Semoga tidak ada cobaan pernikahan yang berat untuk kalian. Aku yakin kamu dan Wahyu adalah orang - orang baik. Allah pasti akan membantu kalian meringankan langkah menuju niat baik kalian. Selamat ya Ran, aku sudah lama memaafkan kamu" jawab Ratna.
Rania meraih tangan Ratna lalu menggenggamnya.
"Terimakasih Ratna, terimakasih. Kamu memang wanita yang tulus dan berhati bersih. Hanya kamulah yang berhak memiliki Wildan seutuhnya" balas Rania tulus.
"Masalah diantara kita sudah selesai, marilah kita buka kembaran baru. Kamu akan menjadi istri dari sahabatku, selamat datang dalam keluarga besar kami. Tolong jaga sahabat kami dengan baik ya. Wahyu adalah pria yang baik dan kamu sangat beruntung mendapatkannya" ucap Ratna.
"Kamu benar Ratna, aku memang wanita yang sangat beruntung" sambut Ratna.
"Ya sudah, yuk kita berkumpul bareng teman - teman lain. Jangan pikirkan lagi tentang masa lalu. Sudah saatnya kamu hanya menatap masa depan. Masa lalu hanya sebagai pengingat agar kamu tidak terjerumus lagi dalam kehidupan yang sama seperti dulu" ucap Ratna memberi semangat.
"Iya Rat, terimakasih ya" balas Rania.
.
.
BERSAMBUNG