
Sepeninggal Melodi, Wildan dan Ratna. Cinta masuk ke dalam kamarnya. Tak lama kemudian Amel masuk ke dalam kamar menyusul Cinta.
"Deek" panggil Amel.
Cinta yang sedang membuka jilbabnya terhenti dan melirik ke arah Amel. Amel duduk di pinggir tempat tidur.
"Sini duduk dulu" panggil Amel.
Cinta duduk di samping Amel.
"Kamu benar - benar sudah yakin dengan keputusan kamu?" tanya Amel.
Cinta menganggukkan kepalanya.
"Sudah berapa lama kamu mengenal Melodi?" tanya Amel.
"Sudah hampir satu tahun Kak" jawab Cinta.
"Kamu sudah tau sifat dan perangainya?" tanya Amel.
"Sudah.. awalnya sih dia pria yang dingin dan pendiam. Dia juga aneh, tidak mau bertemu aku karena pada saat itu aku adalah asisten rumah tangganya. Tapi lama kelamaan waktu dan keadaan yang membuat kami sering bertemu. Semakin lama aku semakin mengenalnya. Dia pria kesepian yang terombang ambing dalam luka masa lalunya. Dia sangat terluka atas kematian orang tuanya. Itu yang membuat dia jadi dingin dan kaku. Setelah aku mengenalnya aku baru tau ternyata dia orang yang prhatian dah hangat dia juga sangat baik" ungkap Cinta.
"Bukan karena kamu sudah mencintainya kan dek makanya kamu berkata seperti itu?" tanya Amel meyakinkan.
"Bukan Kak, pada saat itu aku tau diri. Jarak aku dan dia sangat jauh bagai langit dan bumi. Aku bentengi diriku agar tidak jatuh hati kepadanya. Tapi beberapa bulan belakangan ini dia menunjukkan sikap yang berbeda kepadaku. Dia juga suka berkata kata - kata yang menjurus pada pernikahan. Awalnya aku kira dia sedang jatuh cinta pada wanita lain tapi ternyata dia mencintaiku Kak. Beberapa kali dia pernah bertanya padaku tentang konsep pernikahan dan menanyakan kepada ku apakah aku punya pacar? Aku jawab kalau aku tidak ingin pacaran. Kalau memang jodoh aku ingin langsung menikah karena menikah adalah ibadah" jawab Cinta.
"Tadi dia berkata syarat untuk menikahi kamu. Apa Kakak tau apa syarat yang kamu berikan kepadanya?" tanya Amel penasaran.
"Aku pernah berkata rencana masa depanku kepadanya kak, saat itu aku belum tau kalau dia menyukaiku ternyata jawaban aku pada saat itu dia ingat dan tadi dia berjanji untuk mewujudkannya" jawab Cinta.
"Tidak ada hubungannya dengan Kakak kan?" selidik Amel curiga.
"Tidak.. kakak kenapa bertanya seperti itu?" Cinta balik bertanya.
"Kakak kenal siapa adik kakak. Kamu bukan anak yang egois. Setiap kali kamu ingin bahagia terlebih dahulu kamu akan memikirkan kebahagiaan orang lain. Kakak tidak mau ada syarat yang kamu berikan kepada Melodi agar dia bisa menikahi kamu" jawab Amel.
"Maksud kakak?" tanya Cinta.
"Melodi tiba - tiba saja ingin berinvestasi sawah di kampung ini. Kakak bukan wanita bodoh dek. Kakak tau siapa dia? Tidak mungkin pengusaha sukses seperti Melodi mau berinvestasi sawah. Lebih baik dia investasi pada proyek - proyek besar di Jakarta bukan di kampung kita ini. Dia juga menawarkan kepada Mas Surya dan menjanjikan akan membelikan sawah untuk kami. Apa ini tidak ada hubungannya dengan syarat pernikahan kamu?" tanya Amel.
"Kakak kok bertanya seperti itu?" Cinta mencoba mengelak.
"Cin.. kakak ingin kamu menikah untuk meraih kebahagiaan bukan untuk membuat kakak bahagia. Kakak tidak mau menjual adek tersayang kakak demi hidup kakak" jawab Amel dengan mata berkaca - kaca.
Cinta langsung memeluk kakaknya dan menangis dalam pelukannya.
"Aku tau Kak, kalau kakak ingin hidup senang. Kakak tidak perlu bersusah hidup demi untuk menyelamatkan nyawaku. Kakak tidak perlu menjual semua harta papa demi biaya rumah sakitku. Kita hanya tinggal memiliki harta yaitu keluarga kak. Aku juga tidak ingin bahagia sendiri. Itu bukan syarat pernikahanku tapi aku setuju dengan keputusan Pak Melodi. Dia menyukai kampung ini. Tujuan dia membeli sawah di sini agar kami sering pulang kampung dan berkunjung Kak. Bukan karena alasan yang lain. Dan tujuannya membelikan kakak dan Mas Surya sawah semata - mata hanya ucapan terimakasihnya karena Mas Surya nantinya akan mengurus sawahnya. Hanya itu" jawab Cinta berbohong.
Maaf kak aku bukan ingin berbohong. Tapi kalau aku jujur pada Kakak. Kakak pasti akan menolak pemberian Pak Melodi. Batin Cinta.
Amel menarik nafas panjang. Dia menatap lembut wajah Cinta dan membelai rambut indah Cinta.
"Adek kakak sudah dewasa, besok akan menikah dan menjalani kehidupannya di Jakarta bersama keluarga barunya. Kakak berharap kamu bahagia" doa Amel.
"Aamiin.. Cinta juga berdoa yang sama untuk Kakak. Kakak dan Mas Surya beserta bibik juga bahagia di sini. Semoga Kakak segera dapat momongan" sambut Cinta.
"Kakak cuma minta pada kamu, jangan pernah ada yang kamu rahasiakan kepada Kakak. Jangan pernah menjual kebahagian kamu demi kebahagiaan kakak. Bukan kakak tidak setuju kamu menikah dengan Melodi tapi kakak hanya takut dia menyakiti kamu. Mengingat kamu berasal dari kampung sedangkan dia punya segalanya di Jakarta sana" ujar Amel.
"Kami saling mencintai kak, kalau kakak masih belum lega, silahkan tanya Ratna. Dia tau bagaimana perkenalan awal aku dengan Pak Melodi hingga akhirnya Pak Melodi melamar ku tadi siang di pinggir sungai" jawab Cinta.
"Kakak percaya pada kamu dek.. Sekarang kakak lebih lega. Kamu istirahat ya malam ini. Ini malam terakhir kamu tidur di sini sebagai gadis, besok kamu akan menyandang nama istrinya Melodi. Waktu begitu cepat berlalu. Kakak tidak menyangka adik kecil kakak akan menikah besok. Papa dan Mama pasti sangat senang melihat kamu bahagia " ucap Amel.
Mereka kembali berpelukan, setelah itu Amel meninggalkan kamar Cinta. Cinta membersihkan wajahnya dan bersih - bersih. Sebelum tidur Cinta melaksanakan shalat hajat. Karena tadi dia sudah shalat Isya saat waktunya tiba.
Dalam shalat tersebut Cinta memohon doa kepada Allah agar keputusannya ini diberkahi Allah. Semoga ini adalah langkah baik untuk masa depannya.
Usai shalat baru Cinta berbaring di tempat tidur tiba - tiba ponselnya bergetar tanda pesan masuk. Cinta membuka pesan tersebut ternyata pesan itu dari Ratna.
Ratna
Kamu suka gaun ini?
Ratna mengirinkan foto gaun pernikahan.
Cinta
Untuk apa Rat?
Ratna
Ya untuk gaun pernikahan kamu besok. Besok pagi - pagi aku akan ke rumah kamu membawa gaun ini dan MUA. Kamu akan jadi pengantin yang cantik Cin
Cinta
Terimakasih Ratna, kamu memang sahabat aku yang paling baik.🥰🥰
Ratna
Sekarang istirahat yang cukup biar besok wajah kamu lebih fresh saat di rias. Biar Pak Bos pangling lihat wajah ayu kamu 😘
Cinta
Oke
Cinta menutup ponselnya tapi tak lama kemudian ponselnya bergetar lagi.
"Pasti Ratna lagi nih, kira - kira apa lagi yang dia rencanakan buat besok?" gumam Cinta.
Melow Dingin
Tidur yang nyenyak ya Cinta ❤ Malam ini kamu boleh sepuasnya memimpikan aku karena besok kamu akan menjadi milikku seutuhnya. I Love You Cinta ❤😘
Cinta langsung menutup mulutnya yang sempat terbuka karena terkejut mendapat kata - kata romantis pertama dari calon suaminya.
"Ternyata kamu tak sedingin yang aku kira Mas" ucap Cinta penuh bahagia.
.
.
BERSAMBUNG