
Sore harinya mereka kembali ke Sanjaya Corp. Setelah beberapa jam melupakan letih dan penatnya pekerjaan. Menyalurkan hobby mereka untuk bernyanyi.
Mereka pulang dengan mobil yang mereka naiki sebelumnya.
"Gila.. waktu Pak Melodi nyanyi tadi jantungku berdetak kencang. Seandainya dia menyanyikan lagu itu untukku alangkah indah nya dunia" Ucap Loli di dalam mobil.
"Ih kok sama. Aku juga Lol, jadi makin jatuh cinta deh sama Pak Melodi. Kata orang - orang kantor dia itu dingin. Memang sih awalnya aku juga merasa seperti itu. Tapi setelah kejadian hari ini semua itu terbantahkan. Pak Melodi adalah Bos terhebat sejagad raya" sambut Suri.
Cinta dan Santi tersenyum saling pandang.
"Kalian ini ada - ada saja. Mana mungkin Pak Melodi mau melirik gadis seperti kita. Jarak kita bagaikan langit dan bumi dengannya. Dia pasti sudah punya pacar dan yang pasti cantik dan kaya" ucap Santi.
Cinta jadi teringat peristiwa awal dia bekerja di apartement Melodi. Dia menemukan CD wanita yang sangat se*y.
Pasti wanita yang dimaksud Pak Melodi di lagunya tadi adalah wanita itu. Tapi mengapa jantungku berdetak kencang saat dia menatapku tadi ya? Dan entah mengapa setiap mengingatnya jantungku kembali berdetak. Batin Cinta.
Dampak tatapan Melodi di akhir lagu tadi masih sangat berpengaruh di hati Cinta. Dia merasakan getaran aneh setiap kali mengingat dan membayangkan bagaimana pesona Melodi saat bernyanyi tadi.
Walau bibir dan pikirannya tak sejalan dengan hatinya. Yang menganggap Melodi bukan pria idamannya tapi pesona Melodi sangat kuat dan berat untuk di tolak.
Cinta kembali mengingat saat - saat pertama mereka bertemu saat Melodi mentraktirnya makan setelah acara wisudanya. Kemudian saat bertemu di kantin kantor.
Setelah itu kenangan berbelanja bersama di Bandung. Dan juga jaket yang Melodi belikan untuknya yang menjadi barang paling mahal yang Cinta miliki selama ini.
Terakhir saat Cinta jatuh, bagaimana perhatian Melodi kepadanya. Entah mengapa sejak kejadian ini Cinta merasa hubungn mereka semakin dekat. Walau Melodi tidak seramah dan sehangat Wildan tapi mereka kini sudah sering bertemu. Bahkan hampir setiap hari mereka bertemu di apartement.
Seminggu ini hampir setiap malam dia dan Ratna makan malam bersama di apartement Melodi bersama Melodi dan Wildan.
Duh bahaya ini, kalau begini terus bisa - bisa aku jatuh hati pada Pak Melodi. Kok aku jadi merasa wanita yang tidak tau diri dan serakah ya? Pak Bos udah sangat baik padaku, memberi gaji yang besar, menerima aku bekerja di kantornya aku jadi serakah mengingkan lebih. Cinta memukul kepalanya.
Tidak.. tidak.. kamu harus tau dimana kamu berdiri Cinta. Kamu terikat di tanah sedangkan dia ada di angkasa. Bagaimana caramu untuk meraihnya yang terbang sangat jauh tinggi? Ucap hati Cinta sedih.
Cinta melirik ke luar jendela membuang semua perasaan sedihnya. Entah mengapa ada yang nyeri di dadanya saat dia menyadari siapa dirinya.
Akhirnya mereka sampai di kantor dan kembali ke ruangan masing - masing untuk mengambil barang - barang mereka dan pulang. Karena jam kantor sudah selesai.
Ponsel Cinta bergetar, Cinta membukanya. Ada pesan masuk dari Bos nya.
Melow Dingin.
Kamu turun lewat lift aku biasa naik. Tunggu aku di basement, kita akan pulang bersama.
"Cin, masih lama?" tanya Santi yang sudah siap untuk pulang.
"Duluan aja Dan, masih ada yang mau aku kerjakan" jawab Cinta.
"Aku duluan ya. Jangan lama - lama kantor sudah sepi" sambut Santi mengingatkan.
"Iya, sebentar kok cuma mau susun data buat besok" balas Cinta.
Santi pergi meninggalkan Cinta sendiri. Setelah semua tenang Cinta jalan mengendap - endap ke depan pintu lift. Dia masuk ke dalam lift khusus dan turun ke basement sesuai dengan perintah Melodi.
Entah mengapa jantungnya sudah tak karuan berdetak. Rasanya dia sangat tegang dan takut kalau ada yang melihT dia janjian pulang bersama pemilik perusahaan tempat dia bekerja.
Tring....
Pintu lift terbuka. Cinta sudah sampai di basement. Keadaan di bawah sangat sepi karena jam kantor sudah lewat satu jam yang lalu. Para karyawan sudah pada pulang.
Tiba - tiba Cinta merasa ada yang menyentuh bahunya dari belakang. Sontak Cinta tediam dan berdiri dengan tegang. Dia sangat takut saat ini. Bagaimana kalau itu adalah makhluk halus atau mungkin orang jahat yang ingin memperkosanya.
Ya Tuhaaan tolong aku.. teriak Cinta dalam hati.
"Kamu kenapa lama sekali?" tanya Melodi.
Cinta menoleh ke belakang dan melihat wajah Melodi. Dia langsung duduk di lantai dengan lemas dan wajah pucat nya.
"Ya Allah ternyata Bapaaaaak" ucapnya lega.
"Kamu kenapa?" tanya Melodi khawatir.
"Saya kaget dan takut banget tau Paaaaak. Saya kira hantu tapi mana mungkin hantu bisa menyentuh benda hidup. Aku berpikir mungkin orang jahat yang ingin melakukan sesuatu padaku" jawab Cinta hampir menangis karena melawan rasa takutnya.
"Sorry.. sorry.. aku tidak bermaksud membuat kamu terkejut apalagi takut. Aku sudah menunggu kamu dari tadi. Di sini sepi tidak ada lagi orang. Aku takut kamu bingung mencari dimana mobilku berada" ungkap Melodi.
Melodi menyodorkan tangannya untuk membantu Cinta berdiri. Tanpa Cinta sadari dia menyambut tangan itu untuk dijadikan pegangan saat dia berdiri.
Sesaat mereka saling berpegangan tangan. Keduanya merasakan debaran yang tidak karuan di jantung mereka masing-masing.
"Ma.. maaf saya tidak bermaksud" ucap Cinta.
"Tidak apa - apa. Saya memang ingin membantu kamu. Ayo kita ke mobil" ajak Melodi.
Mereka berdua berjalan menuju mobil Melodi. Melodi membuka pintu disamping tempat duduk supir sedangkan Cinta membuka pintu mobil yang ada di belakangnya.
"Lho kamu kok di situ?" tanya Melodi.
"Apakah saya salah Pak?" tanya Cinta bingung.
"Bukannya di depan Bapak dan Pak Wildan?" tanya Cinta lagi.
"Wildan belum pulang, dia masih punya pekerjaan di kantor. Kita pulang berdua saat ini" jawab Melodi.
"Kalau begitu saya tidak bisa menyetir mobil Pak" ungkap Cinta polos
"Siapa yang suruh kamu nyetir mobil. Kamu duduk di sini" perintah Melodi sambil membukakan pintu mobil untuk Cinta.
"Eh maaf Pak, saya kira tadi Bapak yang mau duduk di situ" jawab Cinta malu.
Cinta pindah ke depan dan duduk di bangku yang tertelak disamping supir. Melodi berputar dan masuk dari pintu di sisi lainnya.
Hanya mereka berdua yang ada di dalam mobil saat ini. Suasana ini membuat Cinta mati kutu.
Duh kenapa ada situasi seperti ini lagi sih? Lama - lama aku benaran melewati batas Pak. Aku akan benar - benar menjadi wanita yang tak tau diri dan tak bisa balas budi. Aku akan serakah untuk berharap lebih Pak. Berharap kau punya perasaan yang sama dengan yang mulai aku rasakan saat ini. Bantu aku Tuhaaan.. Pinta Cinta dalam hati.
Sedangkan Melodi yang berada disampingnya sedang bersorak riang gembira dalam hati.
Akhirnya aku bisa pulang berdua dengan Cinta tanpa harus takut ada karyawan yang melihatnya. Kamu memang sahabat yang baik Wil, memberi aku ide cemerlang seperti ini. Suara hati Melodi.
.
.
BERSAMBUNG