Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 100


Wildan sampai di diskotik langganan mereka. Dia langsung berjalan menuju ruangan yang dulu biasa mereka tempati saat datang ke tempat ini.


Saat Wildan membuka pintu dia melihat Sofia sedang menggoda Melodi. Melodi yang sudah terlihat mabuk melayani Sofia dengan gilanya.


"Cintaaaaaaa" panggil Melodi.


"Ya sayaaaang" sahut Sofia manja.


"Sial.... " umpat Wildan.


Wildan langsung menarik tubuh Sofia agar menjauh dari tubuh Melodi.


"Wildan apa yang kamu lakukan?" bentak Sofia kesal.


"Tolong kamu pergi dari sini Sof, Melodi sendang mabuk. Dia tidak sadar atas apa yang dia lakukan saat ini" perintah Wildan.


"Kamu yang pergi dari sini, Melodi yang memanggil aku ke sini untuk menemaninya hari ini" bantah Sofia.


"Tidak... itu tidak mungkin. Pasti kamu kan yang datang dengan sukarela ke ruangan ini dan menggoda Melodi. Melodi yang sekarang berbeda Sof" tegas Wildan


"Berbeda kamu bilang? Dia masih Melodi yang sama. Melodi yang tergila - gila pada tubuhku. Apa kamu tidak melihat dia tadi? Dia sangat menikmati sentuhanku" protes Sofia.


"Dia sedang mabuk Sof. Kalau dia sadar dia pasti tidak akan melakukan semua ini kepada kamu. Tolong kamu hargai diri kamu sendiri. Jangan buat aku memandang kamu semakin rendah" bentak Wildan kesal.


"Hei Wildan jaga ucapan kamu ya. Selama ini aku diam kepada kamu bukan karena takut tapi karena kamu adalah temannya Melodi. Kamu selalu ikut campur dalam hidup Melodi. Bahkan kamu selalu mempengaruhi Melodi atau melarangnya untuk dekat kepadaku" tantang Sofia.


"Ya jelas donk, Melodi sahabat aku. Aku tidak akan membiarkannya dekat dengan wanita murahan seperti kamu. Asal kamu tau ya. Melodi sekarang sudah menikah dan istrinya jauh lebih baik segalanya dari kamu" ujar Wildan.


Sofia terdiam dan terkejut mendengar ucapan Wildan. Pantas saja Melodi sudah sangat lama tidak pernah datang ke sini lagi menemuinya.


Cinta? Ya pantas saja dari tadi Melodi menyebut Cinta. Aku kira Melodi mengatakan cinta kepadaku. Ternyata itu nama istrinya. Lihat saja Odi, kamu tidak akan bisa lepas dariku. Aku yang selalu setia menemani kamu kapan saja kamu butuhkan. Kamu tidak bisa semudah itu melupakan aku dan mencampakkanku. Umpat Sofia dalam hati.


"Dia sudah menikah kata kamu? Hahaha... kalau kamu bilang istrinya itu lebih baik segalanya dari aku kenapa dia datang ke sini lagi dan mencariku? Itu artinya dia tidak bisa melupakan sentuhanku Wildan. Aku selalu ada di dalam hatinya hahaha... " tawa Sofia merasa menang.


"Dasar wanita gila. Pergi kamu sana sebelum aku menyuruh seseorang untuk melenyapkan kamu. Kalau Melodi sadar dan mengetahui apa yang sudah kamu lakukan ini. Aku pastikan dia akan berbuat lebih kejam dari pada aku. Jadi selama aku masih berbaik hati pergi lah dari sini" ancam Wildan.


"Cih... kali ini kamu boleh menang Wildan. Tapi ingat aku tidak takut dengan ancaman kamu. Lihat saja nanti" sambut Sofia mengancam balik.


Sofia merapikan pakaiannya, dia mengambil tasnya dan pergi keluar dari ruangan Melodi. Wildan menatap Melodi yang tertidur di sofa.


Keadaannya sangat kacau sekali. Tak sadarkan diri sambil terus meracau dan memanggil - manggil nama Cinta.


"Cinta.. kamu jahat sekali. Kamu sudah menjebakku.. Kamu sengaja datang dalam hidupku untuk menghancurkan hidup ku untuk kedua kalinya" umpat Melodi.


Wildan menggeleng - gelengkan kepalanya melihat tingkah Melodi.


"Kamu memang bodoh Odi. Selalu saja bodoh kalau menyangkut Cinta. Sejak dulu kamu menuduh tanpa alasan dan tidak masuk akal. Bisa - bisanya kamu menyalahkan Cinta atas kematian kedua orang tua kamu. Hanya karena Cinta satu - satunya korban yang selamat. Dan sekarang kamu mengalahkan Cinta lagi karena Cinta datang ke dalam hidup kamu. Membuat kamu mencintainya dan menikahinya " gumam Wildan kesal.


Wildan langsung menarik tubuh Melodi dan membawa Melodi keluar dari ruangan ini. Wildan membayar semua tagihan Melodi. Setelah itu dia dan Melodi pergi meninggalkan tempat itu.


Wildan tidak bisa membawa Melodi pulang ke apartementnya. Pasti akan sangat berbahaya untuk Cinta. Apalagi Melodi dalam keadaan mabuk berat seperti ini.


Melodi bisa saja menyakiti Cinta bahkan hal yang paling buruk. Melodi membalaskan dendamnya kepada Cinta atas kematian orang tuanya. Melodi selalu berkata kalau anak yang selamat itu tidak pantas selamat dan hidup dan harus mati.


Melodi bisa saja memilih melenyapkan nyawa Cinta untuk membalaskan dendam tak masuk akalnya itu. Oleh karena itu Wildan memutuskan untuk membawa Melodi ke apartementnya saja.


Wildan membawa Melodi tidur di kamarnya dan menunggu hingga mabuk Melodi usai. Wildan sibuk mencari jalan keluar dari permasalahan yang sedang dijalani sahabatnya ini.


"Assalamu'alaikum Pak Wildan" ucap Cinta.


"Wa'alaikumsalam Cinta" jawab Wildan dengan jantung berdebar.


"Apa Bapak melihat Mas Melodi?" tanya Cinta.


"Ti.. tidak. Kenapa Cin?" tanya Wildan pura - pura tidak tau.


"Aku dan Mas Odi pagi ini pergi ziarah ke makam orang tuaku. Tiba - tiba Mas Mely tampak kurang sehat dan kembali ke mobil. Setelah aku selesai ziarah aku tidak menemukan mobil Mas Melodi. Dan ponselnya juga tidak aktif. Aku kira Mas Melodi pasti pulang karena badannya sedang tidak sehat. Sesampainya aku di apartement aku tidak melihat dia. Mas Melodi tidak pulang dan aku tetap tidak bisa menghubungi nomornya. Aku sangat mengkhawatirkan keadaannya" jawab Cinta.


"Coba aku hubungi dia dulu atau aku cari dia ya? Kamu tenang aja, Melodi pasti tidak akan kemana - mana" sambut Wildan berusaha setenang mungkin.


"Iya Pak, makasih ya Pak. Assalamu'alaikum" tutup Cinta.


"Wa'alaikumsalam" jawab Wildan.


"Jadi itu yang membuat Melodi mengetahui status Cinta. Mereka pergi ziarah ke makam kedua orang tua Cinta. Kalau masalah ini aku memang tidak bisa menutupinya. Itu tidak akan mungkin bisa. Tapi mengapa harus secepat ini ya Tuhaaaan" gumam Wildan menyesal.


Rasanya dia tidak sanggup untuk menatap Cinta. Karena Cinta lah nanti yang akan terluka di sini. Dia tidak bersalah dan harus terluka karena perlakuan Melodi.


Wildan tidak bisa memastikan apa yang akan Melodi lakukan pada Cinta. Tapi sungguh.. Wildan sangat berharap dugaannya salah.


Semoga semua dendam Melodi kalah karena rasa cintanya kepada Cinta. Akhirnya Wildan segera membuat kopi pegar untuk menetralkan mabuk Melodi nanti saat dia sadar.


Hingga waktu malam Melodi terbangun dengan kepala yang sangat pusing. Dia membuka matanya dan memegang kepalanya dengan kedua tangannya.


"Dimana aku ini?" tanya Melodi bingung.


Dia memandangi sekeliling kamar Wildan. Sebentar saja dia sudah ingat kalau saat ini dia sedang berada di kamar sahabatnya Wildan.


"Ba.. bagaimana aku bisa ada di sini?" tanya Melodi.


Melodi berusaha bangkit dari tidurnya. Walau tubuh dan matanya terasa sangat berat tapi Melodi berusaha melawannya.


Tiba - tiba pintu kamar terbuka dan muncullah sosok Wildan membawa secangkir minuman penghilang rasa mabuk.


"Kamu sudah bangun?" tanya Wildan.


Wildan memberikan gelas yang dia bawa kepada Melodi yang sudah duduk di pinggir tempat tidur.


"Kenapa aku bisa ada di sini?" tanya Melodi.


"Kamu menghubungiku dan menyuruh aku datang ke diskotik. Dan aku menemukan kamu sedang mabuk dan sedang bercumbu dengan Sofia" jawab Wildan.


Melodi meminum minuman yang dibuat Wildan untuknya.


"Kamu bodoh Od.. bodoh sekali. Kenapa kamu harus pergi ke sana. Kamu tau kan Sofia itu sudah menginginkan kamu sejak lama. Kamu memberikan kesempatan kepadanya untuk masuk dalam masalah kamu dan membiarkannya masuk dan merusak hidup kamu. Yakinlah Odi, dia pasti akan melakukan sesuatu setelah ini" tegas Wildan.


.


.


BERSAMBUNG