Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 110


Melodi dan Cinta keluar dari kantor saat jam kantor sudah selesai. Sekretaris Melodi menatap mereka dengan tatapan penasaran.


Mungkin dia ingin tau mengapa sejak Cinta masuk siang tadi dia tidak keluar dari ruangan CEO. Dan mengapa Cinta pulang bareng dengan Bosnya apalagi pakaian Cinta dan CEO berbeda dengan pakaian yang mereka kenakan tadi siang.


Diam - diam gadis itu mengambil foto Cinta dan Melodi jalan bersama keluar ruangan dan menuju lift. Dia semakin curiga karena Cinta juga ikut masuk ke dalam lift khusus untuk pejabat.


Gadis itu langsung mengirimkan pesan ke group teman - teman kantornya. Dalam waktu singkat kabar kedekatan Cinta dengan pemilik perusahaan mereka langsung menyebar.


Tidak ada tanggapan yang baik tentang Cinta, semua menghujat Cinta. Apalagi Cinta terlihat seperti gadis baik - baik. Mereka menyebut Cinta sebagai gadis munafik.


Mereka heran mengapa Cinta yang masih berstatus karyawan junior bisa memiliki affair dengan atasan pemilik Perusahaan. Pasti Cinta melakukan segala cara untuk merayu Melodi.


Kabar berita itu juga sampai ke group teman - teman Cinta. Mereka sangat tidak menyangka kalau Cinta adalah wanita seperti itu. Apalagi mereka sangat tau pakaian apa yang dikenakan Cinta tadi siang.


Baim melihat foto itu dengan tidak senang. Dia sangat kecewa dengan Cinta. Sungguh dia tidak menyangka kalau Cinta wanita matre. Cinta sengaja menolaknya untuk menarik perhatian atasan pemilik perusahaan mereka.


"Jadi ini alasan kamu menolakku Cin? Aku tidak menyangka kamu wanita seperti itu" ucap Baim kesal.


Baim jadi teringat kalau beberapa bulan yang lalu dia pernah melihat Cinta masuk kedalam mobil Melodi dan mereka pulang bersama.


"Ternyata aku tidak salah lihat waktu itu. Aku tidak menyangka kamu wanita seperti itu Cinta" umpat Baim.


*****


Cinta dan Melodi sudah sampai ke apartement mereka. Cinta langsung mengganti pakaiannya dengan baju rumahan. Sedangkan Melodi langsung masuk ke ruang kerja untuk memastikan rencana besok.


Tiba - tiba bel apartement mereka berbunyi. Cinta buru - buru mengintip dari lobang pengintai. Ternyata Ratna yang datang. Cinta langsung membuka pintu apartementnya.


"Ada apa Rat, kok buru - buru gitu?" tanya Cinta penasaran.


"Cin gawat Cin" ujar Ratna dengan nada khawatir.


"Ada apa?" tanya Cinta bingung.


"Suami kamu mana?" tanya Ratna sambil celingak - celinguk mencari keberadaan Melodi.


"Mas Melodi lagi di ruangan kerjanya" jawab Cinta.


Ratna langsung menunjukkan ponselnya dan menunjukkan pesan WA dari Santi.


"Lihat nih Cin" ujar Ratna.


Cinta melihat ada beberapa foto dirinya dan Melodi saat akan pulang tadi.


"Dari mana foto ini?" tanya Cinta terkejut.


"Sepertinya ada orang yang sengaja menyebarkan foto kamu dan Pak Melodi. Berita ini sudah heboh Cin di kantor. Apalagi kamu dan Pak Melodi sama - sama berganti pakaian. Mereka sudah sibuk menuduh kamu yang tidak - tidak. Kamu kan tau kalau Pak Melodi itu punya banyak fans di kantor?" ungkap Ratna.


Cinta menarik nafas panjang.


"Ya sudah lah Rat, emang sudah saatnya semua tau. Mas Melodi juga bilang begitu tadi. Aku tidak akan perduli apa kata mereka, yang penting aku dan Mas Melodi tidak melakukan sebuah kesalahan dan dosa. Kami menikah secara sah secara agama dan negara" ujar Cinta.


"Eh tapi jangan sampai Mas Melodi tau, takutnya dia marah dan mencari siapa penyebar foto itu" sambung Cinta.


"Biarin aja Cin, biar tau rasa. Punya tangan kok gatal amat sebarin gosip gak benar" sahut Ratna.


"Rat, dalam hidup ini memang harus seperti ini. Tidak semua orang bisa menyukai kita. Tapi yakin lah tidak semuanya juga membenci kita. Di saat seperti ini kita akan tau siapa teman dan lawan" ucap Cinta.


Ratna menghembuskan nafasnya kesal.


"Tapi Cin masak mereka gak bisa lihat sih kamu tipe wanita seperti apa? Kalau kecentilan kayak cewek - cewek sosialita di kampus mungkin wajar mereka menilai kamu seperti itu. Tapi kamu kan tidak pernah bertingkah berlebihan" sahut Ratna.


"Mengapa kalian berbisik - bisik? Dan apa yang sedang kalian bicarakan? Sepertinya serius sekali?" tanya Melodi yang baru saja keluar dari ruangan kerjanya.


Ratna terlihat melompat karena terkejut.


"Rat cepat simpan ponsel kamu, jangan sampai Mas Melodi lihat" bisik Cinta.


Ratna segera memasukkan ponselnya ke kantong celananya.


"Gak ada apa - apa Mas. Ratna hanya ingin bertanya resep baru untuk dia masak hari ini" jawab Cinta.


"Apa Wildan merepotkan kamu?" tanya Melodi.


"Aaah tidak Pak, aku hanya tidak ingin Pak Wildan bosan dengan masakanku yang itu - itu saja" jawab Ratna berbohong.


"Jangan lupa ya kamu kasih cabai sedikit, gulanya juga jangan kebanyakan nanti rasanya gak gurih lagi tapi malah manis" ucap Cinta sambil menyediakan sebelah matanya memberi kode kepada Ratna.


"Beres Cin, makasih ya atas resepnya. Aku pulang dulu, permisi ya Pak Melodi" ujar Ratna.


Ratna segera membuka pintu apartement Cinta dan kembali ke apartementnya di lantai bawah. Melodi berjalan menghampiri istrinya. Melodi melingkarkan kedua tangannya di pinggang Cinta.


"Aku tau ada yang kalian sembunyikan. Dari tadi aku melihat kalian berbicara dengan berbisik dan wajah kalian berdua tampak sangat serius" ucap Melodi.


Dua hari ini banyak ilmu tentang sifat suaminya yang Cinta ketahui. Sangat sulit merahasiakan sesuatu pada suaminya itu. Seperti insting tajam Melodi bukan hanya urusan bisnis saja. Tapi pada semuanya indranya selalu aktif semuanya.


"Ratna tadi datang menunjukkan foto kita pulang kantor Mas" ungkap Cinta.


"Bagus, apa yang perlu kalian khawatirkan? Kita tidak perlu lagi mempublikasikan hubungan kita mereka sudah mengetahuinya" ujar Melodi.


Melodi menyandarkan kepalanya di bahu Cinta. Cinta memukul tangan Melodi yang nakal.


"Yang disalahkan pasti aku Mas, mereka berpikir aku telah berbuat curang untuk menarik perhatian kamu, merayu kamu agar tertarik padaku" ucap Cinta.


"Ya mereka benar, kamu memang telah melakukan sesuatu sehingga membuatku selalu mengingkan kamu sayang" sahut Melodi.


"Maaaaas... " potong Cinta.


"Kamu jangan terlalu memikirkannya sayang.. Besok aku akan mengadakan rapat besar. Seluruh karyawan akan aku kumpulkan di aula dan di sana nanti aku akan mengumumkan pernikahan kita. Mereka tidak akan berani menuduh kamu yang tidak - tidak" ungkap Melodi.


"Apakah semua itu bisa meredam omongan mereka Mas?" tanya Cinta.


"Mulut mereka itu hanya bisa aku redam dengan ancaman. Kalau aku ancam mereka dengan kata pecat pasti mereka tidak akan berani berkutik" jawab Melodi.


"Jangan Mas.. jangan.. biarkan saja mereka berkata sesuka hati mereka. Aku tidak akan ambil hati" cegah Cinta.


"Nah gitu donk, untuk menjadi istri seorang Melodi Sanjaya kamu harus lebih kuat sayang. Akan banyak rintangan yang akan menghadang kita di masa yang akan datang. Kita harus mulai mempersiapkan diri kita untuk hal itu" sambut Melodi sambil memeluk Cinta dari belakang.


Krucuk.. krucuk..


"Aku lapar sekali, baru ingat kalau tadi siang cuma makan siomay dan aku banyak kehilangan tenaga habis bercocok tanam di kamar pribadiku setelahnya" goda Melodi.


"Aaah kamu Mas bisa aja alasannya. Ya sudah tunggu sebentar ya, aku masak yang simple dan cepat aja ya.. Sop daging, mau?" tanya Cinta.


"Apapun asalkan masakan kamu" jawab Melodi.


.


.


BERSAMBUNG