
Mereka lebih dulu mengantar Ratna ke kosan.
"Ada barang - barang yang mau kamu ambil Cin? Ambil yang penting saja, besok sisanya kita ambil" ucap Melodi lembut.
"Iya Mas" jawab Cinta.
Wildan tersenyum mendengar pembicaraan pasutri itu. Sekarang nada suara mereka terdengar penuh Cinta.
"Ratna kamu saya kasih cuti selama seminggu ya. Saya dan Cinta butuh waktu untuk berdua saja" perintah Melodi.
"Bapak mau honeymoon?" tanya Ratna.
"Untuk sementara belum kami putuskan apakah waktu satu minggu ini akan kami habiskan di apartement atau honeymoon keluar kota. Nanti kalau kami akan pergi, kami akan kabari kamu" jawab Melodi.
"Baiklah Pak saya duluan ya Pak" pamit Ratna.
Ratna dan Cinta turun dari mobil dan masuk ke dalam kamar Cinta.
"Wuuuuiiih kamu yang nikah aku yang berbunga-bunga. Jantungku berdetak kencang setiap mendengar lembutnya suara Pak Melodi kepada kamu Cin. Semua perhatian dan perlakuannya kepada kamu benar - benar menunjukkan rasa cintanya yang besar kepada kamu. Aku tidak menyangka dalam satu hari saja sebuah lamaran pernikahan berubah menjadi ijab kabul " komentar Ratna yang sudah duduk di pinggir tempat tidur
Cinta menyusun beberapa pakaiannya, barang - barangnya dan tak lupa dia membawa foto keluarganya untuk ikut pindah tempat tinggal.
"Aku juga sebenarnya masih tidak percaya kalau sekarang aku sudah menjadi seorang istri. Aku benar - benar tidak ada persiapan" sambut Cinta.
Sebenarnya dia takut tapi tertutupi oleh rasa bahagia yang sangat besar.
"Habislah kamu malam ini akan disantap Pak Melodi sebagai hidangan seperti malam" ujar Ratna dengan genit.
"Ih Ratnaaaaa... aku jadi tambah takut" sambut Cinta.
"Takut tapi mau kan? ayolaaaah kalian kan sudah menikah pasti akan melakukan malam pertama. Besok kasih aku bocoran ya atau kisi - kisi pernikahan biar nanti aku menikah gak begok banget" pinta Ratna.
"Malam pertama kok udah seperti ujian mid semester pakai kisi - kisi Rat. Udah ah.. kamu makin ngaco. Udah ya aku pergi, nanti mereka kelamaan menungguku" pamit Cinta kepada Ratna.
Cinta memeluk Ratna erat sebelum pergi.
"Terimakasih Rat, kamu sudah sangat banyak membantu dalam pernikahanku ini. Kelak diakhirat aku akan merengek kepada Allah untuk memberikan kamu Mesjid di dalam surga" ujar Cinta.
"Benarkah?" tanya Ratna takjub.
"Iya donk, kamu kan mak comblang aku. Kalau tidak ada kamu acara pernikahanku tidak akan berjalan dengan sangat indah" puji Cinta.
"Akhirnya aku berguna juga dalam hidup kamu Cin. Selama ini kamu yang sudah banyak membantu aku. Saatnya lah aku membalas budi" balas Ratna.
"Dalam persahabatan tidak ada istilah hutang budi Rat" sambut Cinta.
Cinta melepas pelukannya dan membawa tas yang berisi beberapa pakaiannya. Ratna mengantarkan Cinta sampai ke depan.
"Hati - hati ya... selamat honeymoon Cinta.. Booos... kalau pergi jauh jangan lupa bawain aku oleh - oleh ya" teriak Ratna.
"Bereees Rat, kamu pun mungkin akan diajak ikut" Sambut Wildan.
"Benarkah?" tanya Ratna tak percaya.
"Aah Bapaaaak" protes Ratna.
"Hahaha.. kami pulang dulu ya Rat" ujar Wildan.
"Dah Ratna.. sampai ketemu besok" Cinta melambaikan tangannya ke arah Ratna.
Mobil melaju menuju apartement Meladi. Mereka berpisah di lift karena apartement Wildan lebih dulu sampai. Setelah itu Melodi dan Cinta melanjutkan perjalanan menuju apartement Melodi yang terletak di lantai paling atas.
Melodi menarik kopernya dan tas pakaian Cinta. Mereka masuk ke dalam apartement. Begitu mereka berada di dalam suasana seketika canggung. Cinta bingung harus berbuat apa.
"Malam ini kita istirahat di kamar saja ya .. besok baru kita bicara terbuka tentang keluargaku dan keluarga kamu. Besok aku akan membawa kamu ke ruang kerjaku" ujar Melodi dengan tatapan penuh makna.
Membuat bulu kuduk Cinta langsung berdiri.
"Walau kamu sudah hampir setiap hari masuk ke dalam kamarku tapi kali ini aku akan mengajak kamu masuk ke kamar kita" Melodi menggapai tangan Cinta dan menggenggamnya erat.
Kemudian dia menarik dan menggandeng tangan Cinta membawanya masuk ke kamar Melodi yang kini sudah menjadi kamar mereka berdua.
Cinta tampak tegang dan kaku. Dia benar - benar mati kata dan tidak tau harus berkata apa. Melodi menatap dalam kemanik mata Cinta.
"Aku tidak bisa berkata - kata romantis, aku hanya ingin mengungkapkan perasaan yang aku rasakan saat ini. Aku sangat bahagia kamu sudah menjadi istriku saat ini. Aku tidak ingin memberikan beban kepada kamu tapi untuk masa depan tolong sabar menghadapiku ya.. Karena aku tidak terbiasa dengan semua ini. Aku terbiasa hidup sendiri tanpa keluarga. Aku takut nanti aku akan bersikap egois kepada kamu tolong.. tolong.. ingatkan aku jika aku menyakiti kamu. Apakah kamu bisa mengerti apa yang saat ini aku pikirkan?" tanya Melodi.
Melodi adalah pria dingin yang tak bisa berbasa - basi. Selama ini dia selalu melakukan sesuatu yang dia suka tanpa pernah memikirkan perasaan orang lain. Dia lakukan tanpa beban rasa bersalah. Karena dia tidak punya siapa - siapa yang harus di jaga perasaannya.
Tapi kini disampingnya ada Cinta, istrinya. Pasti sikapnya harus berbeda karena ada orang yang harus dia lindungi dan jaga perasaannya.
Sebelumnya Melodi adalah pria yang kasar dan tidak perduli dengan perasaan wanita - wanita yang pernah menemani malam - malam panjangnya. Tapi ini berbeda, Cinta adalah wanita yang dia pilih untuk menemani hidupnya mulai saat ini dan masa akan datang.
Melodi ragu dia tidak bisa bersikap lembut dan penuh kasih sayang kepada Cinta. Dia takut sisi gelap hatinya yang selama ini tersimpan sejak Cinta mucul dalam hidupnya suatu saat akan timbul kembali dan menyakiti Cinta.
Sebelum hal itu terjadi Melodi mengutarakan maksud hatinya agar Cinta bisa mengerti saat kelak dia melakukan sebuah kesalahan.
Cinta menatap manik mata Melodi. Disana masih ada kesedihan dan luka. Tanpa sadar Cinta ingin menyentuhnya menghapus luka dan kesedihan dihati Melodi.
Cinta menyentuh dada Melodi tepat di jantungnya dan membelainya lembut.
"Aku akan berusaha dengan sekuat tenagaku Mas untuk bersabar dan mengerti keadaan kamu. Semuanya butuh proses, aku tau ini bukanlah hal yang mudah untuk kita. Apalagi pernikahan kita ini sangat mendadak. Aku hanya meminta kamu jadi diri sendiri jangan berpura - pura dihadapanku. Agar aku bisa tau siapa diri kamu yang sebenarnya. Begitu juga dengan diriku. Jangan ada kebohongan dalam rumah tangga kita" sambut Cinta lembut.
Melodi langsung memeluk Cinta dengan erat dan memejamkan matanya seraya mengecup lembut dan sangat lama kening Cinta. Ciuman yang dalam, mencoba meleburkan perasaan mereka menjadi satu.
"Terimakasih Cinta.. terimakasih.. masih banyak yang belum kamu ketahui tentang hidupku tentang diriku. Perlahan - lahan aku akan katakan semuanya kepada kamu" gumam Melodi.
Cinta membalas pelukan Melodi tak kalau eratnya. Hatinya kini sudah utuh akan dia berikan kepada suaminya. Perasaan yang selama ini coba dia tahan dengan sebuah benteng.
Kini benteng itu runtuh setelah ijab kabul. Kini dirinya sudah halal untuk Melodi. Cinta akan menyerahkan hidupnya, cintanya, hatinya, jiwa dan raganya hanya kepada suaminya Melodi Airlangga.
.
.
BERSAMBUNG