Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 68


Sudah seminggu Melodi sikapnya berubah. Cinta dan Ratna sudah terbiasa akan hal itu. Sudah seminggu ini juga Melodi, Wildan dan Cinta selalu pulang bareng.


Melodi selalu mengirim pesan kepada Cinta untuk masuk ke lift khusus CEO dan menunggu di basement paling bawah.


Sikap Cinta juga selalu aneh pada teman - temannya karena selalu menolak setiap kali Santi atau Baim mengajak pulang bareng.


Sore ini Cinta menunggu - nunggu kabar dari Melodi tapi tidak juga kunjung datang sampai waktu jam kantor selesai.


"Yuk San kita turun ke bawah" ajak Cinta akhirnya.


"Tumben pulang ontime, biasanya ada aja yang kamu kerjain?" tanya Santi terkejut.


"Iya aku lagi pengen pulang cepat, ada yang harus aku kerjain di luar" jawab Cinta.


Cinta meraih tasnya dan turun ke lantai bawah bersama Santi. Seperti biasa Santi sudah memesan Ojol sedangkan Cinta berjalan menuju halte.


"Kamu sudah hubungi Cinta Od? Kita pulang sekarang yuk" ajak Wildan.


"Duh aku lupa" Melodi memukul kepalanya.


Dia segera meraih ponselnya dan menghubungi Cinta tapi ponsel Cinta tidak aktif. Melodi mengulanginya lagi, berharap hanya karena jaringan yang membuat teleponnya tidak tersambung.


"Kenapa?" tanya Wildan.


"Ponselnya gak aktif" jawab Melodi khawatir.


"Habis baterai kali" sambut Wildan.


"Ya sudah kita pulang aja cepat siapa tau dia naik bus dan sedang menunggu di halte" sambung Wildan.


"Nanti ada yang lihat Wil?" tanya Melodi.


"Mmm mudah - mudahan saja tidak" jawab Wildan.


Mobil berjalan keluar area gedung Sanjaya Corp. Mereka sengaja jalan dengan pelan mendekati halte bus.


"Tuh Cinta Od, untung sepi dan gak ada karyawan kita di sana" ucap Wildan.


Melodi melihat Cinta sedang duduk menunggu bus datang. Dia membuka jendela mobilnya. Sehingga wajahnya terlihat dari luar.


Cinta terkejut ketika melihat wajah Melodi muncul dari mobil yang berhenti tepat di depan halte.


"Cinta masuk" perintah Melodi.


Cinta melirik ke kiri dan ke kanan. Untung saja tidak ada teman kantornya di sini. Dia segera masuk ke mobil Melodi.


"Kenapa ponsel kamu mati?" tanya Melodi.


"Maaf Pak habis baterai" jawab Cinta.


"Kamu tadi menunggu aku ya.. maaf ya aku juga salah lupa kabari kamu" sambut Melodi.


Waaaw pengaruh cinta memang hebat dalam diri Melodi. Jarang banget aku dengar Melodi bilang maaf pada orang lain. Puji Wildan dalam hati.


"Gak apa - apa Pak" jawab Cinta.


Sementara tak jauh dari halte ada seseorang yang melihat Cinta naik ke dalam mobil Melodi.


"Itu kan Cinta? Dia naik mobil siapa? Kok gak naik bus? Aku seperti mengenal mobil itu. Tapi mobil siapa ya?" ucap seseorang.


*****


Keesokan harinya di kantor.


"Cin kemarin kamu pulang naik apa?" tanya Santi.


"Naik bus lah" jawab Cinta.


"Tapi aku lihat kamu naik mobil kemarin dari halte?" tanya Santi curiga.


Sontak Cinta terkejut mendengar pertanyaan Santi.


"Oh kalau dari kantor aku memang naik mobil teman. Aku janjian sama teman kuliah dulu reunian. Pulang dari sana baru aku naik bus" jawab Cinta berbohong.


"Ooh.. tapi mobilnya seperti sering lho Cin aku lihat seperti mobil siapa ya.. aaah iya mobilnya Pak Melodi" ujar Ratna.


"Ah kamu salah lihat kali. Mana mungkin aku naik mobilnya Pak Melodi. Mungkin mobilnya sama jenisnya, aku juga gak perhatikan itu mobil apa" elak Cinta.


"Iya ya.. aku juga lihat sekilas karena keburu bang ojok nya tancap gas" sambut Ratna.


Cinta menarik nafas lega. Hampir aja dia ketahuan temannya kalau dia pulang bareng Melodi. Apa penilaian mereka kepada Cinta kalau sampai mereka tahu Cinta pulang bareng Melodi kemarin.


Mereka pasti menghubung - hubungkan dengan peristiwa di Bandung. Bisa - bisa mereka mengira kalau Cinta dan Melodi punya hubungan spesial.


Sore harinya Cinta bersiap - siap hendak pulang. Tiba - tiba ponselnya bergetar.


Melow Dingin


Kamu tunggu di basement seperti biasa. Sebentar lagi aku akan turun.


Cinta menarik nafas panjang.


Cinta segera membalas pesan Melodi.


Cinta ❤


Baik Pak


"Yuk Cin turun" ajak Santi.


"Duh kamu duluan aja San, aku tiba - tiba sakit perut" jawab Cinta.


"Oke deh aku duluan ya, kasihan ojol nya udah nungguin di bawah" balas Santi.


"Iya" ucap Cinta.


Setelah memastikan Santi turun ke bawah, Cinta segera berjalan menuju lift khusus.


"Lho Cin kamu gak salah naik lift? hati - hati lho bisa dimarahin Pak Melodi nanti kalau kamu salah masuk lift" tegur Bu Olivia.


"Eh untung aja Ibu ingatin. Aku hampir lupa. Soalnya tadi buru - buru Bu dari kamar mandi perut ku sakit" ucap Cinta berbohong.


Ya Tuhaaan.. jadi banyak banget bohongnya karena si Bos nih. Batin Cinta.


"Duh perutku mulas lagi. Ibu duluan aja ya Bu, saya mau ke kamar mandi lagi" ujar Cinta. Dia segera kembali ke dalam ruangan nya.


Ponsel Cinta bergetar lagi dan Cinta langsung membukanya


Melow Dingin


Kok lama banget? saya sudah di bawah


Cinta ❤


Iya Pak, saya turun sebentar lagi.


Cinta mengintip Bu Olivia, ternyata dia sudah pergi. Buru - buru Cinta keluar lalu menekan tombol lift khusus. Begitu pintu terbuka Cinta langsung masuk ke dalam lift.


Sesampainya di basement Cinta langsung berjalan menuju mobil Melodi. Dia takut ada orang lain lagi yang melihat dia masuk ke dalam mobil Melodi.


Saat hendak membuka pintu mobil tiba - tiba kaca mobil terbuka.


"Di depan aja, Wildan pulang belakangan" perintah Melodi dari dalam


"I.. Iya Pak" jawab Cinta.


Aku kok ngerasa bersalah gini ya pulang bareng si Bos sambil mengendap - endap seperti ini. Udah kayak maling. Batin Cinta.


"Kok lama banget?" tanya Melodi sambil menyalakan mobil.


"Tadi Santi ajak turun bareng Pak jadi saya harus mengelak. Saat mau turun tiba - tiba Bu Olivia menegur saya. Hampir aja ketahuan kalau saya mau masuk lift khusus" jawab Cinta kesal


Melodi tersenyum tipis.


"Jadi apa alasan kamu untuk mengelak dari mereka?" tanya Melodi.


"Saya sakit perut Pak dan harus pura - pura keluar masuk kamar mandi" jawab Cinta manyun.


"Hahaha" Melodi tertawa karena lucu membayangkan tingkah Cinta.


Ih malah ketawa. Aku bohong karena kamu Bos. Ucap Cinta dalm hati.


"Buruan Pak pulangnya. Ratna gak masuk hari ini karena dia ada janji ketemu dosen pembimbing. Saya mau bersihin apartement Bapak dulu sebelum masak" ujar Cinta.


Perkataan Cinta barusan merupakan angin segar untuk Melodi. Dia langsung menghubungi seseorang.


"Saya pesan ruangan biasa" ucap Melodi.


Cinta terkejut karena mobil melaju bukan menuju apartement Melodi.


"Ki.. kita mau kemana Pak?" tanya Cinta.


Dia semakin takut apalagi barusan Melodi seperti sedang memesan sesuatu pada seseorang. Apakah Melodi akan memesan kamar untuk mereka.


"Kita ke suatu tempat. Wildan gak ada, Ratna juga gak datang. Buat apa kamu masak, mending kita makan di luar" jawab Melodi.


"Ta.. tapi Ba.. pak barusan bu.. bukan pesan kamar hotel kan?" tanya Cinta takut.


"Hahaha... Cinta... Cinta.. kamu kejauhan mikirnya. Kalau aku mau nakal sama kamu ngapain harus ke hotel. Aku cukup bawa kamu ke apartement gak ada yang tau yang aku lakukan pada kamu di sana" ucap Melodi sambil tertawa.


"Huuuuft syukurlah" jawab Cinta lega sambil mengelus dadanya.


Melodi menggeleng - gelengkan kepalanya sambil tertawa lucu dengan tingkah Cinta


.


.


BERSAMBUNG