
Cinta menyiapkan pakaian kerja Melodi di atas tempat tidur. Kamar sudah dirapikan Cinta sebelumnya. Setelah itu Cinta ke dapur untuk menyiapkan sarapan pagi. Setelah selesai masak Cinta kembali ke kamar. Tapi dia melihat pakaian Melodi masih terletak rapi. Sepertinya belum disentuh.
Cinta mengintip Melodi di ruangan kerjanya. Terlihat Melodi masih tertidur di atas sofa. Cinta meraba dada kirinya mencoba untuk menenangkan hatinya.
Mas Melodi belum bangun juga, itu artinya dia tidak shalat subuh.
Oh ya Allah.. ada apa dengan kamu Mas? Mengapa kamu bisa seperti ini? Tidak bisakah kamu bagi beban kamu kepadaku. Aku sangat yakin aku tidak punya salah apapun kepada kamu. Batin Cinta.
Cinta segera mandi dan memakai pakaian kerjanya, setelah itu Cinta sarapan sendirian di dapur. Sebelum berangkat kerja Cinta meninggalkan jejak di selembar kertas.
Mas sarapan dan kopi kamu sudah aku buat di dapur. Maaf aku tidak membangunkan kamu lagi karena aku lihat kamu sangat lelap tidurnya. Aku pamit ya Mas berangkat ke kantor lebih dulu. Kalau Mas butuh sesuatu kabari saja aku langsung.
Dari istri yang selalu mencintai kamu.
Cinta ❤
Cinta segera berjalan keluar apartement dan turun ke basement dimana di sana sudah menunggu supir dan Ratna.
Cinta langsung masuk ke dalam mobil. Ratna langsung melihat ada sesuatu yang sedang terjadi pada sahabatnya itu. Mata Cinta tampak bengkak seperti kebanyakan nangis.
"Cinta kamu kenapa?" tanya Ratna.
Cinta hanya tersenyum lalu diam.
"Ciiiin ngomong donk, siapa tau aku bisa bantu?" bujuk Ratna.
"Biasa Rat, aku mimpi buruk lagi tadi malam" jawab Cinta.
Ratna tau cerita Cinta yang sering dimimpiin tentang kejadian saat dia kecelakaan bersama kedua orang tuanya. Ratna menarik nafas panjang.
"Apa Pak Melodi tau tentang mimpi kamu?" tanya Ratna penasaran.
Cinta mengangguk lalu membuang pandangannya keluar jendela.
"Pak Melodi bilang apa Cin?" tanya Ratna pelan - pelan.
"Tidak ada, Mas Melodi mau bilang apa lagi Rat? Orang tuanya juga meninggal karena kecelakaan. Dia juga pasti akan mengerti keadaanku. Karena nasib kami sama. Sama - sama kehilangan orang tua karena kecelakaan" jawab Cinta.
"Tragis banget ya Cin nasib kamu berdua" ujar Ratna.
"Lebih kasihan lihat Mas Melodi. Dia hanya tinggal sendiri dengan beban yang sangat berat. Perusahaan Papanya hampir bangkrut. Saat usia dua puluh tahun Mas Melodi berjuang menyelamatkan perusahaan Papanya sambil menyelesaikan kuliahnya. Kalau aku masih lebih beruntung punya Kak Amel dan Bibik. Mereka yang mengurus dan menemaniku" ungkap Cinta.
"Kasian banget Pak Melodi" sambut Ratna prihatin.
Cinta menyandarkan kepalanya ke kursi mobil dan menutup matanya, mencoba mencari - cari jawaban atas sikap Melodi tadi malam bahkan sampai pagi ini.
Sikap Melodi berubah saat di makam orang tua Cinta. Wajah Melodi pucat dan dia merasa tidak enak badan setelah itu Melodi kembali ke mobil tapi setelah Cinta selesai ziarah dan menyusul suaminya ke parkiran dia tidak menemukan mobil Melodi.
Untung saja Cinta membawa tasnya. Dia segera menghubungi Melodi tapi teleponnya tidak di angkat, pesannya tidak di balas. Cinta panik, setelah satu jam menunggu Cinta memutuskan pulang dengan menggunakan taxi.
Di apartement Cinta tidak menemukan Melodi. Pikirannya semakin kalut dan ponsel Melodi tidak bisa lagi dia hubungi. Cinta mencoba menghubungi Wildan. Wildan berjanji untuk mencari Melodi.
Cinta langsung duduk dengan tegak saat dia mengingat nama Wildan.
Aku harus bertemu Pak Wildan pagi ini. Aku ingin bertanya apa yang terjadi dengan Mas Melodi? Mengapa dia berubah drastis seperti itu. Pasti ada penyebabnya. Batin Cinta.
Sesampainya di kantor Cinta langsung naik ke lantai paling atas dimana ruangan Wildan berada.
"Pak Wildan ada Mbak?" tanya Cinta pada sekretarisnya.
"Ada Mbak, baru saja sampai. Maaf Mbak dari bagian mana ya?" tanya Sekretaris Wildan.
"Saya Cinta dari bagian keuangan" jawab Cinta.
"Tunggu sebentar ya" sambut wanita yang ada di hadapan Cinta.
Wanita itu meraih interkom dan menghubungi Wildan.
"Selamat pagi Pak, di sini ada Bu Cinta dari bagian keuangan" lapor wanita itu.
"Suruh dia masuk" perintah Wildan.
"Baik Pak" ucap Wanita itu sambil menutup telepon.
"Silahkan masuk Mbak" perintah Wanita itu kepada Cinta.
Cinta langsung masuk ke dalam ruangan Cinta.
Tok.. Tok.. Tok..
Cinta mengetuk pintu.
"Ya masuk" perintah Wildan dari dalam.
Cinta membuka pintu dan berjalan masuk.
"Silahkan duduk Cin" perintah Wildan dengan sangat ramah.
Wildan memperhatikan mimik wajah Cinta. Mata Cinta sedikit bengkak pasti Cinta kebanyakan menangis malam ini.
Oh Tuhan... apa yang kamu lakukan padanya Od. Lihatlah kasihannya istri kamu ini. Batin Wildan.
"Ada apa Cinta?" tanya Wildan.
"Mmmm... maaf Pak saya mau bertanya tentang Mas Melodi" jawab Cinta.
"Kalau cuma kita berdua sebaiknya kamu jangan panggil saya Bapak. Kamu kan istri dari sahabat saya. Sudah menjadi orang terdekat saya" ujar Wildan.
"Ba.. baiklah Maaaas Wildan" sahut Cinta.
"Haaa... begitu lebih baik. Ada yang bisa saya bantu Cin?" tanya Wildan.
"Mmm... begini. Ini masalah Mas Melodi. Di... dia.. ma.. maksud saya setelah dia pulang tadi malam sikapnya sangat berubah. Dia kembali dingin dan seperti sedang marah. A.. aku tidak tau apa yang terjadi dan aku juga tidak tau apa salahku. Mengapa Mas Melodi berubah seperti itu?" tanya Cinta.
Wildan menarik nafas panjang.
"Maaf Cinta bukan aku ingin mencampuri urusan rumah tangga kalian. Aku hanya tidak ingin kesalah pahaman terjadi diantara kalian. Ini tentang kematian kedua orang tuanya juga kedua orang tua kamu" jawab Wildan.
Sontak Cinta terkejut.
"A.. ada apa dengan kematian kedua orang tua kami Mas?" tanya Cinta bingung.
"Mmm.. orang tua kamu meninggal karena kecelakaan kan Cin?" tanya Wildan.
"Iya Pak" jawab Cinta..
"Dimana kecelakaan orang tua kamu terjadi?" tanya Wildan.
Cinta mencoba mengingat tentang kematian orang tuanya.
"Kata Mbak Amel dan Bibik mereka kecelakaan saat hendak ke kampung" jawab Cinta bingung.
"Dimana kamu saat itu?" tanya Wildan.
"A.. aku tidak tau Mas. Aku tidak bisa mengingat kejadian itu. Aku.. aku aaaakh.." Cinta memegang kepalanya.
"Kenapa Cin?" tanya Wildan panik.
"Kepalaku selalu sakit Mas setiap mengingat kejadian kematian Papa dan Mama. Aku tidak mengingat apapun, aku tidak tau apa yang terjadi dengan mereka" jawab Cinta masih memegang kepalanya.
A.. apa Cinta lupa ingatan? Mengapa dia bisa lupa kejadian kecelakaan itu? Bahkan dia salah, dia mengatakan kecelakaan Papa dan Mamanya terjadi saat orang tuanya menuju kampung? Apa yang terjadi dengan Cinta sebenarnya? Melodi harus tau ini, dia harus menyelidiki semuanya tentang Cinta. Melodi tidak bisa dendam tanpa alasan kepada Cinta. Lihatlah.. Cinta terlihat seperti sedang kesakitan seperti ini. Oh Melodi bodohnya kamu, buta hanya karena dendam bangsa* kamu itu. Umpat Wildan dalam hati.
.
.
BERSAMBUNG
Hai readers.. selamat pagi. Maaf dari kemarin upnya review terus. Pagi ini baru bisa kembali. Padahal rencananya malam aku mau tambahin bab baru.
Kalian tidak kecewa kan? Maaf kalau ada beberapa komentar yang berkata terlalu lama konfliknya terjadi? Aku tidak bisa mengikuti semua kemauan para pembaca. Aku sangat menghargai semua pendapat kalian.
Tapi tolong juga hargai juga keinginan saya. Saya berusaha menampilkan cerita yang terbaik. Semoga para pembaca tidak kecewa ya..
Saya berusaha untuk update setiap hari, bahkan lebih dari satu bab setiap harinya. Sesibuk apapun atau bahkan saat saya sakit juga saat ada acara keluarga saya tetap ingat kalian semua yang selalu menanti kelanjutan cerita saya dengan setia.
Saya hanya manusia biasa yang tidak bisa memenuhi semua keinginan para pembaca setia. Inilah karya terbaru saya semoga kalian semua suka.
Terimakasih buat yang masih setia menunggu kelanjutan cerita ini. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, like, vote dan hadiahnya ya.. agar saya tetap semangat dalam berkarya.