
"Jadi gimana Rat, kamu mau gak ikut pindah ke Perusahaan aku?" tanya Wildan.
"Aku gak enak Pak sama Pak Melodi dan Cinta. Mereka kan udah banyak bantuin aku. Cinta sahabat aku dan Pak Melodi sudah mau terima aku bekerja di Perusahaannya. Itu semua pasti karena dia menghargai aku sebagai sahabatnya Cinta padahal aku gak pede dan gak yakin bakal bisa bekerja di Perusahaan itu kalau cuma mengandalkan kemampuan aku sendiri" jawab Ratna tidak percaya diri.
"Kerja kamu bagus kok Rat, kamu juga pintar. Aku sudah cek cara kerja kamu di kantor" ungkap Wildan.
Pak Wildan diam - diam perhatiin aku gitu? aduuuh kenapa pipiku rasanya panas. Batin Ratna.
"Tapi aku.. aku bingung gimana mau ceritanya sama Pak Melodi Pal" sahut Ratna.
"Masalah Melodi biar aku saja yang urusin. Kamu tenang saja" jawab Wildan.
"Ka.. kapan mau pindah kerjanya Pak? Dan disana nanti aku mau kerja bagian apa?" tanya Ratna.
"Secepatnya aku akan siapkan pekerjaan aku. Rencananya setelah resepsi pernikahan Melodi dan Cinta selesai baru aku akan kembali ke Perusahaanku. Dan kamu aku pinta jadi sekretaris aku nanti di sana ya" jawab Wildan.
"Pak Melodi dan Cinta mau resepsi pernikahan Pak?" tanya Ratna terkejut karena Cinta belum ada cerita soal resepsi pernikahan mereka.
"Iya tiga minggu lagi. Sekarang sudah ada Cinta yang menemaninya, aku yakin dia tidak akan kesepian lagi. Makanya aku putuskan untuk meninggalkan perusahaan, tapi kalau kalian bertiga sedangkan aku sendirian kan gak adil? Oleh sebab itu aku minta kamu ikut aku aja untuk temani aku" jawab Wildan.
"Mmm.. aku pertimbangkan dulu ya Pak. Boleh kan?" tanya Ratna.
"Boleh, tentu saja boleh. Itu hak kamu, mau terima atau menolak tawaran ku" sabut Wildan.
Kini mobil Wildan sudah sampai di kantor Sanjaya Corp. Ratna memang sedikit berbeda dengan Cinta. Dia tidak takut untuk berita - berita miring tentang dia dan Wildan.
Toh seluruh karyawan kantor tau kalau Wildan adalah sahabatnya Melodi dan Ratna juga teman baik Cinta. Ratna yakin tidak akan ada gosip tentang mereka. Kalau pun tetap ada, Ratna tidak akan perduli.
Ratna masuk ke ruangannya.
"Rat, kamu pergi sama siapa? Tadi si Mamang telp aku tanyain kamu, katanya ponsel kamu gak aktif?" tanya Cinta penasaran.
Ratna langsung mengambil ponselnya di dalam tas.
"Astaga pantas saja, ponselku habis bateri" jawab Ratna.
Ratna langsung mengisi baterai ponselnya di atas meja kerjanya.
"Hei kamu belum jawab pertanyaanku?" tanya Cinta penasaran.
"Aku pergi sama Pak Wildan. Tadi waktu aku keluar pintu apartement dia langsung menarikku turun ke basement dan masuk ke dalam mobilnya. Aku di culik" jawab Ratna kesal.
"Halaah ngakunya di culik tapi senang kaaaan?" sindir Cinta.
"Ya you know lah" sahut Ratna senyum - senyum.
Cinta langsung mencubit manja pinggang Ratna.
"Aaaw.. sadis amat. Eh Cin.. tadi kata Pak Wildan kalian mau ngadain resepsi pernikahan?" tanya Ratna.
"Iya Mas Melodi udah susun semuanya, katanya aku tinggal duduk diam aja" jawab Cinta.
"Enak banget, Pak Melodi cinta mati sama kamu" ujar Ratna.
"Kamu juga sebentar lagi pasti akan menemukan pria yang mencintai kamu. Sabar dan tunggu aja ya.. kita sebagai wanita lebih nyaman dan tenang hidup jika dicinta bukan mencintai" pesan Cinta.
"Semoga aku bernasib baik sama seperti kamu Cin" ujar Ratna.
"Aamiin.. " sambut Cinta.
Sementara di ruangan Melodi, Wildan dan Melodi sedang membicarakan rencana resepsi pernikahan Melodi tiga minggu lagi.
"Gimana acara pulang kampung kemarin, lancar?" tanya Wildan.
"Aman.. aku sudah dapat lokasi yang bagus untuk membangun rumah masa depan di kampung" jawab Melodi.
"Dimana?" tanya Wildan penasaran.
"Bagus banget rezeki kamu. Bisa tuh tempat diabadikan untuk tempat bersejarah" sahut Wildan semangat.
Wajah Melodi seketika murung membuat Wildan merasa penasaran. Harusnya kan Melodi senang karena membicarakan tentang masa depan dia dan Cinta.
"Kamu kenapa? Bukannya senang tapi malah murung kayak banyak pikiran gitu?" tanya Wildan.
"Aku sudah bertanya dengan Mas Surya tentang kecelakaan orang tua Cinta tapi sepertinya ada sesuatu yang mereka rahasiakan. Membuat aku semakin bingung apa yang terjadi dengan orang tua kami?" ungkap Melodi.
"Kamu gak tanya Mbak Amel?" tanya Wildan.
"Mas Surya aja aku tanya seperti berbohong apalagi Mbak Amel yang memang benar saudara kandung Cinta. Kemarin saat kami sedang makan tiba-tiba Cinta bicara tentang makam orang tua kami Mbak Amel langsung batuk - batuk seperti terkejut dan tegang" jawab Melodi.
Melodi menggaruk dagunya yang terasa sedikit gatal sambil berpikir kerasa tentang rahasia kecelakaan kedua orang tuanya juga orang tua Cinta.
"Kamu tau gak, kemarin aku dapat informasi baru tentang Cinta. Dari informasi yang aku dapatkan, Cinta mengalami koma selama enam bulan" ungkap Wildan.
"Cinta koma selama enam bulan? Apa karena itu dia lupa ingatan? Makanya dia melupakan semua kejadian saat kecelakaan itu?" tanya Melodi terkejut.
"Bisa jadi. Kamu gak kasihan dengan Cinta?" tanya Wildan.
Melodi terdiam dan mencoba mengingat - ingat apa yang dialami Cinta.
"Mana mungkin aku tidak kasihan. Aku sudah dua kali melihat dia mimpi buruk. Aku pernah melihat dia kesakitan sampai pingsan dan aku juga melihat dia pusing saat kami melintasi tempat kejadian kecelakaan itu. Tapi aku sangat bingung dengan semua ini? Apa ada hal yang terjadi saat kecelakaan itu? Mengapa keluarga Cinta begitu menutupi cerita tentang kejadian kecelakaan maut orang tua kami?" tanya Melodi sambil berpikir.
Tok.. Tok..
Pintu ruangan Melodi diketuk dari luar.
"Masuk" ucap Melodi.
Tak lama kemudian muncul sekretaris Melodi membawa sebuah amplop besar berwarna coklat.
"Ada apa?" tanya Melodi.
"Maaf Pak barusan saya terima paket yang ditujukan untuk Bapak" jawab Sekretaris Melodi.
"Paket? Dari siapa dan apa isi paketnya?" tanya Melodi.
"Saya tidak tau Pak, karena tidak tertera nama pengirimnya. Ini Pak paketnya, sepertinya isinya surat" jawab wanita itu sambil menyerahkan amplop coklat yang dia pegang kepada Melodi.
Melodi menerimanya.
"Kamu boleh kembali ke meja kamu" balas Melodi.
Sekretaris Melodi berbalik badan dan kembali ke meja kerjanya.
Melodi melihat amplop coklat yang dia pegang dan mencari informasi pengirimnya tapi memang tidak dia temukan. Dengan perasaan yang sangat penasaran Melodi segera membuka amplop itu.
Melodi melihat ada selembar surat dan foto di dalam amplop tersebut. Melodi menarik selembar surat dan mengeluarkannya. Kemudian dia membacanya.
Sepertinya kamu sudah terlena dengan kisah percintaan kamu sampai kamu lupa rencana kamu dulu. Apa perlu kamu diingatkan tentang luka masa lalu kamu? Coba kamu lihat siapa pria yang ada di dalam foto ini? Apakah kamu mengenalnya?
Melodi langsung mengambil selembar foto yang ada di dalam amplop. Melodi melihat foto dua orang pria yang sedang berjabat tangan. Sepertinya mereka terlihat sangat dekat.
Melodi mengenal salah satu pria yang ada di dalam foto itu. Pria itu adalah Andar, asisten pribadi Papanya dulu. Dan satu pria lagi..
"I.. ini kan Pa.. panya Cinta" ucap Melodi.
.
.
BERSAMBUNG