
"Mas.. apa yang kamu lakukan?" tanya Cinta.
Melodi hanya diam dan tidak menjawab panggilan Cinta. Dia segera menghabiskan minuman yang ada di depannya.
"Maaas... kamu kenapa? Apa yang terjadi Mas? Mengapa kamu diam saja? Kalau ada masalah katakan kepadaku? Kita bisa bicara. Apakah aku melakukan kesalahan atau apakah aku melakukan sesuatu yang kamu tidak suka?" tanya Cinta.
Cinta menyentuh pundak Melodi dengan lembut. Melodi langsung berdiri dan meninggalkan dapur. Sungguh Cinta sangat terkejut melihat balasan dari sikap Melodi.
"Mas Melodi marah padaku, ya dia sedang marah padaku? Tapi mengapa dia marah? Kemarin pagi semuanya masih baik - baik saja saat kami berangkat kerja? Aku tidak ada bertemu baim atau pria lainnya?" tanya Cinta.
Melodi segera masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya untuk mencari kesegaran tubuhnya. Setelah mandi Melodi segera masuk ke ruangan kerjanya dan menguncinya dari dalam.
Cinta masuk ke dalam kamar tapi tidak mendapati Melodi di kamarnya. Cinta segera ke kamar mandi untuk mengambil wudhu kemudian dia shalat subuh tanpa Melodi.
Mungkin Mas Melodi butuh waktu sendiri dan tidak mau di ganggu. Batin Cinta.
Setelah selesai shalat Cinta berjalan ke dapur dan menghangatkan makanan yang dia masak tadi malam. Cinta tak ingin mengganggu Melodi. Dia hanya membuat memo seperti dulu ditempel di dinding pintu kulkas.
Mas apapun alasan kemarahan kamu aku harap jangan lama ya? Karena aku bingung jika kamu terus diam seperti ini. Kalau aku punya salah kamu bisa mengoreksinya. Katakan padaku apa yang kamu tidak suka. Jangan diamkan aku seperti ini Mas, kamu adalah imamku. Seorang imam seharusnya tidak boleh meninggalkan makmumnya sendirian dalam sebuah rumah tangga. Kapal kita bisa karam Mas jika nakhodanya pergi.
Mungkin kamu butuh waktu untuk menenangkan diri, silahkan. Aku akan coba mengerti sikap kamu yang seperti ini. Aku masak sarapan buat kamu. Sebelum pergi kerja kamu makan dulu ya. Aku pergi ke kantor lebih dulu.
Yang mencintai kamu.
Istri kamu..
Cinta ❤
Setelah selesai masak Cinta bersiap - siap untuk berangkat kerja. Kemudian Cinta sarapan sendiri baru setelah itu dia turun ke lantai bawah. Ke apartement Ratna.
"Rat kita pergi bareng ya" ucap Cinta saat di apartement Ratna.
Ratna menatap curiga.
"Kamu dan Pak Melodi baik - baik saja kan? Kemarin kamu pulang bareng aku, sekarang juga kamu berangkat ke kantor bareng aku. Pak Melodi mana?" tanya Ratna curiga.
"Dia diatas lagi gak enak badan" jawab Cinta berusaha senormal mungkin.
"Kamu gak bohong kan?" desak Ratna.
"Nggak Rat, kalau gak percaya datang aja ke apartementku dan lihat sendiri keadaan Mas Melodi. Mungkin dia kelelahan karena baru pulang dari kampung. Kemarin kan dia nyetir mobil sendiri" jawab Cinta berbohong.
"Ya sudah kalau memang seperti itu. Yuk kita pergi" sambut Ratna.
Saat keluar apartement Ratna melirik apartement Wildan.
"Pak Wildan juga sepertinya gak pulang tadi malam? pulang kerja aku bersihin apartementnya dan masak. Tapi dia tidak ada menghubungiku. Biasanya dia selalu mengajakku makan bersama" tanya Ratna.
"Orang tua Pak Wildan sedang sakit di rumah sakit. Aku rasa dia tidak pulang tadi malam" jawab Cinta.
"Oh ya?" tanya Ratna terkejut.
"Kok kayaknya kecewa gitu karena gak bisa ketemu Mas Wildan pagi ini? Kalau kamu kangen ya datang sana ke rumah sakit tempat orang tuanya dirawat. Kan bisa buat alasan jenguk calon mertua" canda Cinta.
"Ih Cintaaa aku kan malu, masak perempuan yang gerak duluan. Lagian iya kalau aku diterima dengan baik. Kalau aku diusir gimana? Kan malu banget" sambut Ratna.
"Ya itu resiko namanya perjuangan cinta hahaha" balas Cinta.
Mereka turun ke basement dan masuk ke mobil Cinta. Mereka berangkat ke kantor diantar oleh supir. Sedangkan Melodi pusing mencari jawaban dari pertanyaan - pertanyaan yang terus berseliweran di kepalanya.
Melodi keluar dari ruangan kerjanya. Dia melihat apartementnya sudah sepi dan tidak ada Cinta. Melodi melirik jam dinding ternyata sudah jam sembilan pagi.
Tidak ada yang berbeda dengan sikapnya? Apakah sepintar itu dia bersandiwara? Tapi.. hati Melodi masih bimbang.
Melodi segera menyantap sarapan paginya. Ada yang ingin dia lakukan pagi ini. Semoga rencananya ini membawa jalan keluar untuk permasalahan yang sedang dia cari saat ini.
Setelah selesai makan Melodi bersiap untuk pergi. Dia segera keluar apartement menuju mobilnya. Begitu dia masuk ke dalam mobil ponselnya berdering.
Melodi melihat layar ponselnya. Ternyata Wildan yang sedang menghubunginya.
"Halo Wil, gimana keadaan Om?" tanya Melodi.
"Papa sudah baikan, dia hanya kelelahan karena baru pulang dari luar negeri" jawab Wildan.
"Syukurlah tidak ada yang mengkhawatirkan" sambut Melodi.
"Kamu kemana kemarin? Cinta mencari kamu. Ponsel kamu gak aktif terus semalaman?" tanya Wildan.
"Aku pergi untuk menenangkan pikiranku" jawab Melodi.
"Ke diskotik?" tebak Wildan.
Melodi tidak menjawab pertanyaan Wildan.
"Kenapa sih Od kamu gak pernah berubah. Ingat Od kamu sudah menikah? Ke diskotik minum - minum bukanlah jalan keluar untuk menyelesaikan masalah. Yang ada juga akan menambah masalah?" tanya Wildan.
"Aku gak tau harus kemana Wil" jawab Melodi jujur.
"Duh Odiiii tak selamanya aku bisa selalu ada di sisi kamu. Kamu harus lebih dewasa bersikap. Kamu bilang kamu sudah siap untuk aku tinggal. Aku bukan satpam kamu yang setiap saat bisa menjaga kamu. Kamu harus bisa urus masalah kamu sendiri selesaikan dengan baik dan benar. Pusing aku lihat kamu. Bisnis oke, otak encer tapi urusan cinta dan Cinta kamu begok" umpat Wildan kesal.
Melodi diam.
"Sekarang kamu lagi dimana?" tanya Wildan.
"Aku di mobil sedang jalan" jawab Melodi.
"Kamu gak ke kantor? Kamu pulang kan Od tadi malam? Cinta gimana?" tanya Wildan khawatir.
"Aku pulang, tapi aku gak tau aku pulang sama siapa. Saat aku sadar aku sudah ada di kamar diatas tempat tidurku. Mungkin Sofia yang mengantarku pulang" jawab Melodi.
"Gila kamu Od. Sofia bertemu dengan Cinta? Kamu pulang diantar Sofia dalam keadaan mabuk? Dimana perasaan kamu? Coba kalau dibalik Cinta yang pulang diantara sama laki - laki asing. Apa yang akan kamu lakukan? Kamu. pasti sudah menceraikannya" umpat Wildan marah.
"Aku tidak tau mengapa bisa begitu Wil" sahut Melodi menyesal.
"Itu karena kamu salah, mencari jalan keluar di tempat seperti itu. Benarkan apa yang aku katakan tadi. Yang ada juga masalah kamu bertambah?" tanya Wildan masih kesal.
Melodi diam.
"Sekarang kamu mau kemana?" tanya Wildan penasaran.
"Aku mau pergi ke makam" jawab Melodi.
"Makam siapa?" tanya Wildan.
"Entahlah Wil. Aku bingung. Mungkin aku akan pergi ke makam orang tua Cinta. Aku ingin mencari jawaban dari semua permasalahan ini" ungkap Melodi.
.
.
BERSAMBUNG