Senandung Cinta Melodi

Senandung Cinta Melodi
Bab 54


Cinta yang baru saja hendak bersiap - siap tidur tersentak karena getaran ponselnya. Dia membuka pesan dan membacanya.


Melow Dingin


Kamu sudah istirahat? Langsung tidur jangan begadang lagi. Dan jangan melakukan aktivitas apapun juga. Besok aku akan mengirim makanan ke kosan kamu. Kamu cukup diam di kamar dan laksanakan semua yang aku perintahkan.


"Duh si Bos kenapa ya? Aku yang jatuh kenapa kepalanya yang terbentur. Tumben kasih perhatian gini? Walau kata - katanya tidak romantis tapi gak biasanya dia kirim pesan malam - malam seperti ini hanya untuk bertanya aku sudah istirahat apa belum" Gumam Cinta.


"Ah sudahlah lebih baik tidak usah ku balas, mending aku pura - pura sudah tidur saja" sambung Cinta.


Cinta meletakkan ponselnya di dekat tempat tidurnya dan hendak menutup matanya. Tiba - tiba ponselnya sudah bergetar lagi. Cinta kembali meraih ponselnya dan melihat siapa lagi yang mengirim pesan malam - malam.


Baim


Kamu sudah sampai?


Oh Baim, aku pikir siapa? Batin Cinta.


Cinta langsung membalas pesan Baim.


Cinta


Sudah, satu jam yang lalu.


Baim


Bagaimana keadaan kamu?


Cinta


Aku tidak apa - apa, kata dokter aku hanya perlu istirahat beberapa hari dan tidak boleh banyak berjalan dulu.


Baim


Syukurlah, cepat sembuh ya Cinta. Maaf mengganggu waktu istirahat kamu. Selamat malam.


Cinta


Terimakasih Baim, malam juga.


Melow Dingin


Kamu sedang online tapi mengapa pesanku tidak di balas?


Spontan mata Cinta melotot menatap ponselnya.


"Aduh jadi ketahuan deh, padahal aku tadi niatnya pengen pura - pura udah istirahat" ucap Cinta sambil memukul kepalanya.


Cinta


Eh iya Pak, aku lagi siap - siap mau istirahat. Udah dulu ya Pak, selamat malam.


Melodi


Cepat istirahat dan jangan sampai saya lihat kamu online lagi. Kalau tidak saya akan ke kosan kamu dan mengambil ponsel kamu.


"Wadaaaaw.. gawat si Bos ngancam beginian. Ih dia kan orangnya seriusan. Takut ah kalau dia benar - benar datang ke sini. Lebih baik aku cepat tidur dan jangan buka - buka ponsel lagi" ucap Cinta.


Cinta membalas pesan Melodi terakhir.


Cinta


Ok Bos aku akan istirahat sekarang. Daah Booos jangan marah - marah donk nanti cepat tua wajahnya kriput dan gak ganteng lagi 😜


Setelah mengirim pesan terkahir Cinta langsung mematikan ponselnya, dia takut Melodi akan memarahinya.


Melodi membaca pesan terakhir Cinta dan langsung menghubungi Cinta karena kesal.


"Awas kamu ya" umpat Melodi.


"Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif" terdengar suara dari operator.


"Sial hpnya sudah mati rupanya. Cih dasar anak itu, diancam dulu baru manut" ucap Melodi kesal.


Tapi saat membaca pesan Cinta kembali Melodi jadi tersenyum membayangkan keusilan Cinta. Pasti lucu banget wajah Cinta saat mengejeknya seperti gambar emoticon yang dia kirim.


Melodi mengubah nama Cinta di daftar telepon nya dan menggantinya dengan Cinta ❤. Melodi juga menatap foto profil wajah Cinta yang sedang tertawa lebar saat menyanyi dan menari tadi malam di Mes bersama teman - temannya.


Dia tersenyum manis dan memandang wajah Cinta sangat lama.


"Kamu cantik juga kalau lama - lama di pandang" puji Melodi dalam hati.


Melodi memejamkan matanya untuk tidur berharap malam ini dia memimpikan Cinta.


****


Esok paginya Melodi sudah siap dengan stelan santainya tapi tetap elegant. Kaos kerah dan celana jeans di tambah sepatu putih membuat tampilannya terlihat lebih sempurna.


Melodi meraih dompet, kunci mobil dan ponselnya lalu berjalan keluar kamar. Ternyata Wildan sudah tiba di apartementnya dengan pakaian joging


"Kamu mau pergi, kemana?" tanya Wildan terkejut melihat tampilan Melodi sudah rapi sepagi ini.


Padahal dia naik ke apartement Melodi ingin mengajaknya joging bersama di taman bawah.


"Mau tau aja. Aku ada sedikit urusan" jawab Melodi santai.


Tapi tetap saja Wildan curiga, karena tampilan Melodi tidak seperti biasanya. Hari ini dia terlihat sangat bersemangat sekali dan berbunga - bunga.


"Mau bertemu Cinta?" tebak Wildan


"Kamu terlalu mencampuri urusan orang lain" sahut Melodi.


"Orang lain? Kamu anggap aku ini orang lain? Kamu itu sahabat aku Od dan udah seperti keluarga. Masak kamu masih menganggap hubungan kita ini sama seperti orang lain" protes Wildan.


"Udah ya aku buru - buru. Daaah" ujar Melodi cepat.


"Od kenapa sih gak bilang mau kemana? Kalau mau ketemu Cinta aku juga mau ikut? Aku kan mau lihat Ratna" teriak Wildan.


Tapi Melodi sudah menghilang dengan cepatnya.


"Dasar pria sedang jatuh cinta. Gitu tuh, udah ketemu pujaan hatinya, aku dilupain" omel Wildan.


Wildan segera ke dapur Melodi dan memasak mie instant karena dia sudah lapar.


Melodi sudah sampai di basement apartement dan masuk ke dalam mobilnya. Mobil mulai menyala dan melaju meninggalkan area gedung apartementnya.


Mobil berjalan menuju kosan Cinta. Ditengah perjalanan dia singgah untuk membeli bubur ayam di tempat langganan dia biasa bersama Wildan saat liburan.


Melodi membeli tiga bungkus untuknya, Cinta dan Ratna asisten rumah tangganya yang merupakan sahabat dan teman satu kos Cinta.


Hari terlihat begitu ceria dan hangat. Semua terasa sangat ringan termasuk kaki Melodi yang melangkah menuju tempat tinggal Cinta.


Tak lama kemudian Melodi sudah sampai di kos - kosan tempat tinggal Cinta. Dia keluar dari mobil dan berjalan membawa sarapan yang tadi dia beli di jalan.


Kosan Cinta terlihat sepi, mungkin karena hari ini hari minggu dan hari libur. Anak - anak pada molor di kamar. Melodi memainkan gawainya dan mengetik pesan.


Melodi


Kamar kamu yang mana?


Lima menit menunggu tapi dia belum dapat jawaban dari Cinta. Tiba - tiba Ratna keluar ingin membuang sampah dari kamarnya.


"Ya Allah, Pak Melodi?" tanya Ratna.


"Yup maaf nama kamu siapa dan dimana kamar Cinta?" tanya Melodi bingung.


"Ih si Bapak ingatnya cuma sama Cinta doank. Nama saya Ratna lho Pak, ingat ya R A T N A. Raaat Naaa.... " eja Ratna.


"Iya iya.. Ratna. Dimana kamar Cinta?" tanya Melodi tak sabar.


"Ya ampun aku lupa, mati... waduh.. gawaaat.. Cinta.. " teriak Ratna sambil memukul kepalanya.


Sontak Melodi terkejut.


"Siapa yang mati? Cinta? Cinta kenapa?" tanya Melodi panik.


"Cie.. cie.. Pak Bos panik amat.. takut Cinta kenapa - kenapa ya? Ya udah Pak yuk masuk. Biar aku antar ke kamar Cinta" ajak Ratna.


Melodi berjalan mengikuti Ratna dari belakang menuju kamar Cinta.


Tok.. Tok..


"Ciiiin... Cintaaaa... " panggil Ratna.


Kreeeeeeeeek... pintu kamar Cinta terbuka. Tampak wajah bantal Cinta dengan rambut awut - awutan pakai baju kaos oblong dan celana pendek.


"Oaaaaaa... ada apa sih Rat? Masih pagi juga udah bangunin orang. Gak tau apa ini hari minggu aku masih ingin tiduuuur" ucap Cinta.


Saat Cinta tersadar sontak Cinta dan Melodi saling tatap dengan mata melotot. Sama - sama tidak menyangka melihat apa yang ada di hadapan mereka.


"Astaghfirullah... Aaaaah... Ratna kenapa kamu gak bilang kalau ada tamuuuuuuu?" teriak Cinta sambil membanting pintu kembali dengan kencang.


Plaaaaaaak... Buuuuuk...


Melodi juga sangat terkejut melihat apa saja yang baru dia saksikan.


.


.


BERSAMBUNG