
Melodi dan Radit sedang berenang di kolam renang belakang.
"Papa Adit belenang" teriak Radit.
"Pintar anak Papa" puji Melodi.
Melodi mengawasi Radit berenang di kolam renang anak - anak.
Tak lama Cinta datang sambil membawa makanan.
"Sayang kamu masak apa?" tanya Melodi.
"Aku masak Pizza Mas" jawab Cinta.
"Waaaaw asiiiik" teriak Radit.
"Udahan belum Dit berenangnya? Biar kita naik dan makan pizza buatan Mama" tanya Melodi.
"Udahan Pa, aku mau makan pizza" jawab Radit.
"Kalau begitu ayo sini sayang Mama bantuin kamu mandi dulu baru pakai baju" ujar Cinta.
Melodi mengangkat tubuh putranya ke atas lalu disambut Cinta. Cinta membawa Radit ke kamar mandi lalu memandikan Radit. Setelah Radit memakai baju dan wangi karena sabun, bedak dan shampoo baru mereka kembali ke teras belakang untuk menikmati pizza buatan Cinta.
Melodi hanya memakai celana pendek selutut dan memakai bathrobes untuk menutup tubuhnya. Mereka duduk sambil menikmati pizza yang baru saja Cinta masak.
"Hati - hati sayang masih panas" ucap Melodi mengingatkan putranya.
Radit tampak makan dengan lahapnya. Dia pasti kelaparan setelah berenang dan Cinta tau itu, makanya setiap suami dan anaknya berenang dia pasti memasakkan mereka cemilan.
"Dit sebentar lagi Onty Ratna punya baby lho" ucap Cinta memulai pembicaraan.
"Benalkah Mama?" tanya Radit..
"Benar saya tapi babynya masih di simpan di dalam perut" jawab Cinta mencoba menjelaskan kepada Radit.
"Kenapa babynya di simpan di perut?" tanya Radit ingin tau.
"Karena babynya masih kecil sekali sayang. Apalagi Uncle Wildan dan Onty Ratna punya dua baby" jawab Cinta.
"Punya dua baby? Waaaaah aku ingin punya baby" pinta Radit.
Melodi tersenyum tipis.
"Kamu juga menginginkan adik baby?" tanya Melodi.
"Iya tapi simpan di peyut Mama dulu" Jawab Radit.
"Waaaaah pas banget ini sayang" bisik Melodi pada istrinya.
Cinta tersenyum tipis menanggapi ucapan Melodi.
"Kalau kamu mau di perut Mama ada adek baby, Papa dan Mama harus pergi dulu sayang jemput adek babynya" ujar Melodi.
"Emangnya adek babynya dimana Papa?" tanya Radit polos.
"Ya jauh, kamu kasih izin kan kalah Papa dan Mama pergi jemput adek babynya?" tanya Melodi.
Radit diam sesaat dan tampak sedang berpikir.
"Kalau Papa dan Mama peygi jemput adek baby, aku sama siapa donk?" tanya Radit.
"Kamu di rumah ya sama eyang Sumi dan eyang Ilham. Anak Papa kan hebat, sebentar lagi akan jadi seorang Kakak punya adek baby" bujuk Melodi.
Radit menatap kedua orang tuanya.
"Ya sudah Papa, tapi janji ya pulang harus bawa adek baby" tagih Radit.
"Sepertinya kita harus benar - benar bekerja kerasa sayang" bisik Melodi pada istrinya.
Sontak Cinta mencubit pinggang Melodi karena malu.
"Awwww... " pekik Melodi.
"Kenapa Papa, peyut Papa sakit? Apa adek baby nya udah ada di peyut Papa?" tanya Radit polos.
"Huft... " Cinta langsung menutup bibirnya dengan kedua tangannya untuk menahan tawa.
"Awas kamu ya sayang" bisik Melodi lagi di samping Cinta.
"Adek baby nya gak bisa disimpan di perut Papa sayang. Harus di perut Mama, dulu waktu kamu kecil disimpannya juga di perut Mama" jawab Melodi.
"Oh begitu. Ya sudah Papa dan Mama boleh peygi dan nanti pulangnya bawa adek baby ya di peyut Mama" pinta Radit.
"Oke, tapi kamu harus terus berdoa agar adek babynya cepat datangnya di perut Mama" sambut Melodi.
Radit langsung mengangkat kedua tangannya untuk berdoa.
"Ya Allah kasih Mama adek baby di peyutnya ya Allah. Aku ingin punya adek baby seperti Onty Yatna. Kabulkan doa Adit ya Allah" ucap Radit bijak.
"Aaamiiiin" sahut Melodi sambil tersenyum nakal menatap Cinta.
Dua hari berikutnya Melodi dan Cinta sedang bersiap - siap mau berangkat ke Bandara. Mereka akan pergi ke Pulau Maratua, Maldives nya Indonesia. Tempat Ratna dan Wildan honeymoon saat pengantin baru.
"Sayang Papa dan Mama pergi dulu ya. Kamu baik - baik sama eyang di sini" ucap Cinta sambil mencium pipi putranya.
"Iya Mama, Adit akan jaga eyang selama Papa dan Mama peygi" sambut Radit.
Membuat Pak Ilham dan Bik Sumi tertawa mendengar ucapan Radit.
"Nanti Papa dan Mama akan hubungi kamu ya sayang kalau kami sudah sampai di tempat tujuan" ujar Melodi.
"Jangan lupa kalau pulang bawa adek baby di peyut Mama" ujar Radit.
"Oke tapi kamu juga jangan lupa pesan Papa. Apa coba?" tanya Melodi.
"Beldoa sama Allah pinta Allah kiyim adek baby ke peyut Mama" jawab Radit.
"Pintar anak Papa" Melodi mengacak lembut rambut putranya.
"Ayo mana pelukannya untuk Papa. Papa dan Mama akan segera pergi" ujar Melodi.
Melodi menundukkan tubuhnya sejajar dengan tingginya Radit. Radit langsung memeluk leher Papanya.
"Papa sayang kamu" ucap Melodi.
"Adit juga" balas Radit.
Kini giliran Cinta.
"Mama mana pelukannya?" tagih Cinta.
Radit membalikkan badannya lalu bergantian memeluk Cinta. Cinta mencium seluruh wajah Radit sebelum mereka pergi.
"Mama akan merindukan kamu sayang" ucap Cinta.
"Aku juga. I love you Mom" ucap Radit.
Mata Cinta terlihat berkaca - kaca karena berat meninggalkan Radit. Apalagi mereka akan pergi jauh dan lama. Ini adalah waktu paling lama Cinta berpisah dengan Radit.
"Ayo sayang sudah waktunya kita berangkat" ajak Melodi.
"Iya Mas" jawab Cinta.
Cinta memeluk Radit sekali lagi.
"Jangan nakal ya di rumah sama eyang" pesan Cinta.
"Iya Mama" jawab Radit.
Cinta dan Melodi berpamitan kepada Bik Sumi dan Pak Ilham.
"Pak, Bik kami pergi ya. Titip Radit, kalau ada sesuatu segera hubungi kami" pinta Cinta.
"Iya Cin, kalian hati - hati ya dan selamat bersenang-senang. Jangan terlalu mikirin Radit, kami akan menjaganya dengan baik. Yang penting tujuan kalian honeymoon kedua bisa langsung tercapai" jawab Bik Sumi.
"Aamiin" balas Cinta.
"Kami pergi ya Pak, Bik. Dah sayaaang..." ucap Melodi sambil melambaikan tangannya pada putranya.
Melodi dan Cinta masuk ke dalam mobil dan mereka diantar supir menuju Bandara. Radit terus melambaikan tangannya melepas kepergian kedua orang tuanya. Dia sudah terlihat dewasa dan cepat mengerti. Sehingga tidak ada rengekan atau tangisan untuk mencegah Papa dan Mamanya pergi.
Cinta membalikkan tubuhnya menatap putranya hingga mobil mereka jauh dari rumah.
"Udah sayang, Radit akan baik - baik saja bersama Bik Sumi dan Pak Ilham, kamu jangan terlalu khawatir" ujar Melodi.
"Tapi aku sudah merindukan putraku Mas" ujar Cinta sedih.
Melodi langsung memeluk lembut tubuh istrinya.
"Kalau kamu terus seperti ini, kamu akan mengecewakan harapan Radit sayang. Bukankah dia meminta kepada kita saat pulang harus sudah ada adek bayi di perut kamu" ucap Melodi.
"Ya tapi kan Mas tau itu tidak akan mungkin. Aku saja baru datang bulan minggu lalu" bantah Cinta.
"Itu urusan lain sayang, nanti kita akan jelaskan pada Radit kalau proses adek baby tidak bisa secepat itu. Yang penting kita sudah tanam bibitnya di perut kamu tinggal tunggu bulan depan apakah bibitnya akan berkembang dengan baik. Tapi sebelumnya kamu harus rileks dulu sayang jangan merasa terbebani. Nanti proses pembibitan akan terganggu dan kita gagal panen" goda Melodi.
"Kayak mau bertani saja ih Mas ini" protes Cinta.
"Lho kan emang sedang bercocok tanam" Melodi mempererat pelukannya pada tubuh Cinta.
Dan honeymoon kedua mereka pun akhirnya dimulai.
.
.
BERSAMBUNG